
Rico duduk termenung di sofa yang ada di dalam ruang belajar Archie , sejak hari pertama ia kembali ke Jakarta pencarian Rico sama sekali tak mendapatkan hasil padahal ia sudah mengerahkan team IT terbaik yang dipimpin Gustaf tapi tetap tak bisa menemukan Selena .
" apa yang harus aku lakukan bos ? " tanya Rico pelan saat Archie melangkahkan masuk kedalam ruang belajar .
" what happen with you ? " tanya Archie pura-pura tak tau tentang masalah yang dihadapi Rico , walau sebenarnya Archie sudah mengetahuinya .
Rico kembali menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar pertanyaan Archie , ia menyandarkan tubuhnya ke badan sofa . Melihat kondisi Rico yang kacau Archie hanya tersenyum tipis , ia kemudian duduk di samping Rico lalu menepuk pundak Rico pelan .
" aku belum pernah merasa seaneh ini sebelumnya bos " ucap Rico pelan .
" what do you means ? " tanya Archie sambil memainkan ponselnya .
Rico menarik nafas panjang lalu menceritakan hal apa yang sudah mengusik pikirannya selama empat hari ini , Rico merasa bersalah karena telah mengambil keuntungan dari gadis yang sedang tak berdaya . Rico menyesali dan mengutuk tindakannya itu .
" wah wah rupanya seorang Ricardo Hector sekarang sudah mulai lembut pada wanita ha ha ha " ejek Archie sambil tertawa puas .
" I already took her virginity " ucap Rico lirih .
" kau benar-benar seorang pria Rico " sahut Archie bangga .
" aku menyesal bos " cicit Rico dengan suara yang hampir tak terdengar .
Archie menepuk pundak Rico kemudian bangkit dari sofa lalu duduk di kursinya lalu membuka laptop untuk mencari sesuatu , sementara Rico masih duduk di sofa dengan masih menunduk . Setelah hampir tiga puluh menit bekerja di depan laptop Archie kembali berjalan dan mendekati Rico dengan membawa beberapa lembar kertas yang sudah ia print sebelumnya .
" dia yang kau cari ? " tanya Archie pelan sambil menyerahkan kertas yang sedang ia pegang pada Rico .
Rico mengangkat wajahnya dan menerima kertas pemberian Archie , matanya langsung berbinar-binar ketika melihat kertas yang berisi foto Selena yang wajahnya nampak lumayan jelas itu .
__ADS_1
" how you can found it ? " tanya Rico bersemangat .
" heh kau lupa aku siapa ? tak ada yang sulit bagi seorang Archie Durran August " jawab Archie berkelakar lalu tertawa puas , kemudian mengajak Rico keluar untuk sarapan bersama karena Sasa sudah mengetuk pintu ruang belajar mengajak sarapan bersama .
Dengan bersemangat Rico berjalan cepat menyusul Archie yang sudah lebih dulu keluar , mengetahui Archie sudah bisa mendapatkan wajah Selena lebih jelas membuat Rico merasa optimis dapat menemukan Selena . Setelah menerima kertas dari Archie mood Rico langsung berubah 360 derajat , ia menikmati sarapan paginya sambil mengajak bercanda baby Arthur yang duduk di sebelahnya .
Archie tersenyum tipis melihat Rico sudah kembali ke dirinya seperti biasanya hanya Sasa yang tak mengerti yang sedang terjadi pada diri Rico . Selesai makan Archie mengajak baby Arthur bermain bersama Rico dikamar bermain sementara Sasa memilih menyelesaikan project barunya di ruang belajar Archie karena ingin fokus .
" istrimu sepertinya sedang sibuk bos ? " tanya Rico pada Archie .
" yes , dia sedang punya rencana untuk mengembangkan bisnis properti nya " jawab Archie dengan bangga .
" dia mau mendirikan perusahaan jual beli apartemen ? " tanya Rico tak percaya .
Mendengar pertanyaan Rico membuat Archie kemudian menceritakan semua hal yang ia tau tentang kantor baru Sasa . Archie bahkan sudah menghubungi dan berbicara secara langsung dengan pak Budi tanpa sepengetahuan Sasa karena pak Budi rupanya menghubungi Archie secara pribadi , makanya Archie bisa tau dimana Sasa berada sewaktu meeting dengan pengacara waktu itu .
Mendengar perkataan Archie membuat Rico menganggukkan kepalanya berkali-kali karena tak percaya kalau Sasa punya rencana seperti itu , ia tak menyangka Sasa akan terjun ke dunia bisnis juga padahal sebagai istri seorang Archie Durran seharusnya Sasa tak akan kekurangan apapun . Bahkan kekayaan yang Archie miliki sanggup untuk menjamin seumur hidupnya dengan kehidupan yang mewah .
" iya , kau benar-benar beruntung mendapatkan Sasa bos " celetuk Rico tiba-tiba melow .
" heh bajingan jangan galau lagi , kalau kau mencintai gadis itu cari dan kejar dia buktikan kau mencintainya " hardik Archie dengan suara meninggi bergitu melihat perubahan sikap Rico lagi.
" yes , i will do it bos " jawab Rico mencoba tersenyum walau sebenarnya hatinya kembali memikirkan Selena , rasa bersalahnya muncul ketika ia mengingat ucapan terakhirnya sebelum berpisah dengan Selena .
Saat Archie dan Rico berbincang tiba-tiba Sasa masuk dan bergabung dengan dua sahabat itu dikamar sang anak .
" mas Sasa keluar sebentar ya mau cari sesuatu sekalian mau ketemu temen cewek sebentaaaaarrrr aja ya plisss " ucap Sasa meminta ijin dengan memelas .
__ADS_1
" kemana ? " tanya Archie cepat dengan nada ketus .
" mau ke mall yang dekat kok cuma di grand indonesia mas " jawab Sasa dengan lirih .
" perlu mas temani ? " tanya Archie menawarkan diri .
" no Sasa sendiri aja , lagipula Sasa pengen sekali-kali main ama temen terbebas dari suami dan anakku yang menuruni sifat posesif ayahnya " ucap Sasa dengan menekankan kata posesif untuk menyindir Archie .
Archie yang tak menyangka akan mendengar perkataan Sasa hanya bisa menelan salivanya karena sudah di skakmat oleh sang istri .Ia pun akhirnya mengalah dan akhirnya mengijinkan Sasa pergi sendiri , begitu mendapat ijin langsung pergi dengan cepat karena memang sudah bersiap dengan membawa tas kecil saja .
Archie berdiri di jendela melihat Sasa pergi dengan membawa mobil sendiri tanpa supir , sebuah senyuman kecut tersungging di bibir tipisnya dan membuat Rico penasaran .
" walau bagaimanapun dia masih sangat muda untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang hanya berdiam dirumah saja " ucap Archie sambil tersenyum ke arah Rico .
" kau sudah semakin pengertian bos " sahut Rico sambil mengacungkan dua jempol ke arah Archie .
Archie tersenyum kemudian mengajak Rico untuk berangkat kekantor karena hari sudah siang , ia pun meminta pengasuh untuk mengurus sang anak yang sudah tertidur di baby bouncernya . Mereka kemudian berjalan keluar kearah mobil yang sudah bersiap untuk mengantar mereka pergi kekantor , didalam mobil Archie dan Rico kembali membahas hal-hal penting yang berkaitan dengan proyek di Australia . Dua sahabat itu sangat profesional bisa membedakan masalah pribadi dan pekerjaan walau kadang-kadang Rico selalu menjadi korban kemarahan Archie kalau ia sedang ada masalah dengan Sasa .
Sasa membawa mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat tujuannya untuk bertemu dengan teman barunya , saat sampai di parkir VIP Sasa dengan cantik mamarkirkan mobilnya karena hari masih cukup pagi maka suasana mall belum terlalu ramai . Sasa berjalan ke arah restoran dimana temannya sudah menunggu .
" Sa ....disini " teriak seorang wanita cantik yang nampak pucat melambaikan tangan ke arah Sasa yang baru masuk ke restoran .
" sorry lama kak ....." sahut Sasa dengan tersenyum saat sampai didepan meja .
💮 Bersambung
Jangan lupa klik like dan komentar ya kakak untuk mendukung Thor 😊
__ADS_1
love u all
nafadila