Faith

Faith
ketika sahabat jadi saudara


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian Selena pergi dari toilet dan mempercepat langkahnya untuk segera pergi dari kantor yang sudah menjadi bagian dari Durran Internasional itu , Selena tak mau membuat masalah baru jika bertemu dengan Archie dan orang-orangnya .


Saat sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir disamping gedung tiba-tiba saja ia mencium wangi parfum yang sangat ia hafal , dengan cepat Selena masuk kedalam mobilnya dan bersembunyi di dalam mobilnya itu . Samar-samar ia mendengar si pemilik wangi itu bicara , suara yang sangat ia rindukan beberapa hari ini .


"Rico " ucap Selena tanpa sadar begitu mengenali si pemilik suara .


Dari dalam mobil Selena bisa mendengar sayup-sayup percakapan beberapa orang lainnya yang sedang berbicara dengan Rico , hati dan jiwanya berontak mencoba melawan kewarasan dirinya . Selena ingin berlari dan meminta maaf pada kekasihnya itu , akan tetapi ia cukup sadar bahwa dirinya sudah sangat tak pantas untuk sekedar menampakkan wajahnya di depan Rico . Belum pernah ia merasakan sakit yang seperti ia rasakan saat ini , perasaan sakitnya saat ini melebihi sakit hatinya ketika menerima penghinaan dan umpatan kasar dari sang ayah selama 7 tahun ini .


Setelah memastikan Rico benar-benar pergi akhirnya Selena menyalakan mobilnya dan segera pergi meninggalkan Leon Corporation , ia berusaha menahan tangis . Selena menghentikan mobilnya saat melihat mobil Pedro yang sudah menunggunya di pinggir jalan .


Selena keluar dari mobil dan menghampiri asisten pribadi ayahnya itu .


"Untunglah saya datang tepat waktu nona , jadi saya masih bisa menyelamatkan beberapa dokumen penting ini " ucap Pedro sambil menyerahkan koper yang berisi berkas penting milik Alexander Del Leon pada Selena .


"Terima kasih Pedro , aku akan memberikan ini pada daddy nanti malam ketika Daddy sudah bangun " sahut Selena sambil tersenyum .


"Baik nona , saya permisi masih ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan dikantor " ucap Pedro berpamitan .


"Thanks for everything Pedro " sahut Selena cepat .


Pedro menganggukkan kepalanya lalu kemudian masuk dalam mobilnya dan meninggalkan Selena seorang diri , setelah mobil yang membawa Pedro tak terlihat Selena kemudian naik kedalam mobilnya untuk segera pulang .


Sebuah mobil sport berwarna merah mengikuti mobil Selena yang terus melaju menuju kediaman Alexander Del Leon , si empunya mobil sport itu berusaha menjaga jarak dengan Selena supaya tak membuat curiga . Setelah berkendara selama tiga puluh menit akhirnya mobil Selena masuk ke sebuah komplek perumahan besar yang mempunyai halaman yang luas , mobil sport warna merah pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Alexander Del Leon tanpa ikut masuk .


Kantor Durran Internasional


" Akh senangnya akhirnya si tua bangka itu benar-benar hancur kali ini " ucap Gustaf kegirangan .


"Kau memang yang terbaik bos " imbuh dokter Frans sambil mengacungkan jempol ke arah Archie .

__ADS_1


"Ini hasil kerja keras kita semua " sahut Archie merendah sambil melirik ke arah Rico yang baru saja datang .


Pagi ini mereka semua pergi ke Leon Corporation untuk mengakuisisi perusahaan besar itu , pengacara pribadi Archie sudah mengesahkan dokumen resmi kepemilikan perusahaan itu atas nama Archie Durran August sebagai CEO baru dan Ricardo Hector sebagai direktur utamanya


Mereka pergi ke Leon Corporation beriringan menggunakan mobil masing-masing dengan pengawalan bodyguard Archie .


Archie membuka wine dan menuangkannya ke dalam empat gelas yang kemudian ia berikan kepada tiga anak buah kepercayaannya itu , mereka berempat kemudian melakukan toast ke udara sebagai simbol perayaan atas keberhasilan kerja kali ini .


Ceklek


Pintu ruangan Archie tiba-tiba terbuka dan masuklah Sasa diikuti dua orang pelayannya membawa makanan yang sudah ia buat dirumah sebelumnya .


Archie yang melihat Sasa datang langsung meletakkan gelasnya dan menghampiri sang istri lalu memeluknya erat tanpa rasa malu dihadapan tiga pria single yang masih menikmati wine di gelasnya masing-masing , dua pelayan yang dibawa Sasa langsung menyajikan makanan yang dibawa oleh Sasa ke atas meja .


"Ayo makan dulu " ucap Sasa sambil melepaskan tangan Archie yang melingkar di pinggangnya begitu kedua pelayannya selesai menyajikan makanan kesukaan pria-pria Amerika Utara itu .


Archie yang memang dari pagi belum makan langsung duduk di sofa disusul Rico sedangkan Gustaf dan dokter Frans nampak berebut duduk di kursi yang ada didepan meja sehingga membuat sedikit Insiden terjatuhnya dua pria dewasa itu sehingga membuat Sasa , Archie dan Rico tertawa terbahak-bahak karena melihat kecerobohan Gustaf dan dokter Frans .


"Aku masak banyak kalian tak usah berebut !!! " ucap Sasa dengan suara yang terlihat menahan tawa .


"Sudah sini duduk jangan seperti anak kecil saja kalian ini " hardik Archie pura-pura marah sambil menarik satu kursi lagi disebelahnya .


Melihat sang bos dan istrinya marah sontak membuat Gustaf dan dokter Frans terdiam mereka kemudian berjalan dengan tertib menuju kursi yang ada disebelah Rico dan Archie . Sasa langsung menghidangkan salmon panggang itu keempat piring pria yang sudah kelaparan itu dengan cepat karena tadi pagi mereka berempat memang belum ada yang makan karena terburu-buru pergi ke Leon Corporation .


"Sayang ga makan sekalian ?" tanya Archie pada Sasa dengan mulut penuh makanan .


"Aku makan ini saja mas " jawab Sasa sambil menunjukkan tiga potong sushi yang sudah ia ambil sebelumnya .


"Oke " sahut Archie sambil mengacungkan satu jempol ke arah Sasa .

__ADS_1


Sasa menikmati sushi buatannya sendiri sambil menatap suami dan tiga sahabatnya makan dari kursi Archie , karena tak ada kursi lagi akhirnya Sasa memilih duduk di kursi kerja Archie . Ia membaca dokumen-dokumen yang ada diatas meja , biasanya Sasa tak pernah duduk dimeja kerja sang suami . Ekor mata Sasa menangkap ada sebuah foto kecil yang terselip di monitor , senyum Sasa mengembang ketika melihat foto itu . Dalam foto itu nampak Archie tengah berisi bersama Rico dan Gustaf yang tengah menghadiri wisuda dokter Frans di Amerika .


Persahabatan yang sudah terjalin lebih dari sepuluh tahun benar-benar membuat Archie dan tiga sahabatnya itu bak saudara kandung , jika ada yang terluka maka salah satu diantara mereka akan mengobati nya begitu pula sebaliknya . Archie adalah orang yang paling tua usianya dibanding Rico , Gustaf dan dokter Frans jadi wajar sifat dominan Archie lebih besar dibanding tiga orang itu .


"Enak mas ? " tanya Sasa sambil tersenyum ketika ia bangun dari kursi sang suami dan melihat ke atas meja yang sudah hampir kosong itu .


"Tentu saja buatan istriku adalah makanan yang paling enak di dunia " jawab Archie sambil menikmati sushi salmon diatas piringnya .


"Kami hampir mati kelaparan menunggu nyonya datang " celetuk Gustaf tanpa rasa malu sedikitpun itu .


"Iya sayang kau kenapa telat sekali datangnya ? " tanya Archie cepat menimpali perkataan Gustaf .


Mendadak Sasa tersedak , ia tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu dari Archie dan Gustaf . Melihat Sasa terbatuk-batuk membuat Archie langsung bangun dan berjalan cepat ke arah Sasa untuk memberikan minum pada sang istri .


"Pelan lho kalau makan itu !!! kebiasaan kamu sayang " ucap Archie sedikit jengkel sambil memberikan air minum pada Sasa , Archie paling tak suka jika Sasa ceroboh seperti itu .


"He he he maaf " jawab Sasa setelah selesai menghabiskan air putih yang diberikan oleh sang suami .


"Ya sudah ayo duduk aja makannya di sofa bareng mas " sahut Archie sambil membelai wajah Sasa .


Sasa mengangguk pelan lalu berjalan pelan mengikuti Archie duduk di sofa , setelah bergabung bersama Archie dan tiga orang kepercayaannya itu . Sasa meletakkan banyak sushi diatas piring Rico sehingga membuat semua orang heran termasuk di Rico sendiri .


"Ini makanan saya masih banyak nyonya " ucap Rico protes saat melihat piringnya penuh sushi .


"Kau harus menjaga kesehatan dan pola makanmu mulai sekarang ya Rico , karena kedepannya kau akan banyak aktivitas " jawab Sasa sambil tersenyum penuh arti pada Rico .


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like komentar dan kasih bintang lima ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹

__ADS_1


__ADS_2