Faith

Faith
Bawa pulang adikmu


__ADS_3

mobil Alphard warna hitam berhenti di sebuah pet shop dimana sasa telah membawa dua bayi kucing .



" ini kita rawat disini dulu ya mba " ucap seorang dokter yang tengah memeriksa dua bayi kucing yang kubawa tadi



aku menganggukkan kepala tanda menyetujui ucapan dokter hewan ini.



" nonaa " sapa Bisma



" udah sampe ya , tunggu sebentar saya ke kasir dulu "



" saya sudah selesaikan semua administrasi non " jawab Bisma cepat .



" kenapa jadi kamu yang bayar ? kan saya yang bawa kucing ini kemari " ucapku tak suka .



" maaf non kami hanya melakukan pekerjaan kami " imbuh Bisma .



" om Rudi kan ? " tanyaku penuh selidik .



Bisma dan pengawal lainnya hanya menjawab dengan anggukan kepala . Aku hanya bisa terdiam saat tau bahwa om Rudi bahkan memberikan driver dan pengawalku masing masing satu buah credits card dengan limit lima puluh juta per kartu untuk back up kalau aku membutuhkan sesuatu dan tidak membawa uang . Om Rudi benar benar membuatku seperti putri raja hehe .


setelah berpamitan dengan dokter dan staff pet shop aku pulang dengan mobil Alphard yang dibawa oleh Bisma sementara Honda jazz kesayangan ku dibawa Anton seperti biasa .



Rizki kembali ke Jakarta karena merasa pergi ke Sydney berdua dengan Clarissa adalah kesalahan besar , maka dari itu dia berusaha memperbaiki nya . Mencari tau dimana sasa kuliah adalah hal pertama yang dilakukan Rizki sebelum akhirnya memutuskan pindah , tapi kepindahan Rizki tidak sendiri karena Clarissa selalu mengekor padanya .



" Rizki merasa ada yang salah yah " ucap Rizki pada ayahnya .



" maksudmu ? " tanya balik sang ayah .



" entah mengapa aku merasa Clarissa mendekatiku karena uang yang aku miliki yah sangat berbeda dengan sasa " ucap Rizki lirih .



" sasaaa ??? kau masih memikirkan anak pilot rendahan itu ? kau tau sekarang dia jadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal . kalau kau menikah dengan nya harga diri ayah akan turun di depan kolega ayah " bentak ayah Rizki



Dedy Handoyo sangat tidak menyukai ayah Sasa alasannya terlalu klasik karena menurut nya kelas pilot dibawah seorang pengusaha . maka dari itu Dedy menjodohkan putra semata wayangnya dengan Clarissa Eugene yang juga anak pebisnis seperti dirinya lagipula ibu Clarissa seorang sosialita yang dikenal semua orang itu merupakan kebanggaan menurut Dedy Handoyo ayah Rizki .



Rizky terdiam mendengar ucapan ayahnya ternyata sang ayah bukan hanya tidak menyukai Sasa seorang tapi kedua orang tua Sasa pun ayahnya tak suka .


__ADS_1


" kau harus patuh pada ayah karena kau yang akan meneruskan bisnis ayah " ucap sang ayah .



" tapi yah , aku sudah mulai jengah dengan tingkah lakunya yah , sekarang dia meminta tinggal di apartemen yah padahal rumah orang tuanya juga bagus " jawab Rizki .



" oh masalah apartemen itu ayah yang mengusulkan padanya dan ayah juga sudah membayar sewa nya selama satu tahun ini " ucap ayah Rizki .



" apartemen semahal itu ayah yang bayar ? " teriak Rizki tak percaya .



" sudah lah uang bukan masalah untuk ayah lagi pula Clarissa tidak akan tinggal disana sendiri tapi juga bersamamu " bisik ayah Rizki .



" ayah kami belom menikah bagaimana bisa tinggal diatap yang sama "



" sudahlah ayah bukan orang tua yang kolot , selama kau dan Clarissa bisa bersama bukan masalah untuk ayah " ujar ayah Rizki sambil tersenyum " lebih cepat kau memberikan ayah cucu itu lebih baik hahaha " tambah sang ayah yang kemudian berlalu meninggalkan Rizki yang masih duduk diruang keluarga seorang diri .



" kenapa jadi serumit ini " batin Rizki kesal .



esok harinya Rizki ikut pindah ke apartemen bersama Clarissa , terlihat dia membawa dua buah koper besar yang berisi pakaiannya sementara Clarissa sudah merapikan semua barang barangnya sejak pertama dia menerima kunci apartemen itu .



" akhh kii aku suka apartemen ini " ucap Clarissa riang .




" aku paling suka disini " teriak Clarissa dari kamar mandi .



Rizki berjalan menghampiri Clarissa dan terlihat Clarissa tengah berbaring disebuah bathup cantik yang cukup untuk dua orang pemandangan kamar mandi itu langsung menuju luar yang dibatasi kaca anti peluru yang tebal dan tidak terlihat dari luar .



" kii sini " ucap Clarissa manja .



" apa " jawab Rizki datar .



" sayang aku mau kamu malam ini "



" tapi aku capek clar besok aja ya " tolak Rizki kemudian meninggalkan Clarissa di kamar mandi . Clarissa terlihat marah karena ajakannya ditolak Rizki , sudah beberapa bulan ini Rizki tak menyentuh nya .



" aku rasa ini salah clar aku akan berusaha memperbaiki nya " batin Rizki , melakukan hubungan suami istri tanpa ada ikatan pernikahan membuat Rizki merasa bersalah dan berdosa entah setan dari mana yang menyadarkannya .


__ADS_1


Clarissa berjalan menuju Rizki yang kini telah tertidur di ranjang , dipandanginya laki laki yang sudah bersamanya selama satu tahun ini dengan tatapan penuh nafsu bukan hanya nafsu sex tapi nafsu untuk menjadi nyonya muda Handoyo agar hidupnya terjamin . Karena lelah akhirnya Clarissa ikut tertidur disebelah Rizki .



Ditempat lain Gusti terlihat sedang melakukan video call dengan keluarga besarnya di solo .



" jadi sasa udah mulai kuliah ? " tanya Raden Panji berulang kali .



" iya eyang sasa udah masuk " jawab Gusti lembut .



" Gusti apakah kau sudah bicara dengan sasa ? " tanya sang ayah Raden Galih penuh harap .



" sudah Gusti coba romo tapi sasa menolak bahkan dia mengatakan pada Gusti supaya tak menggangunya lagi " ucap Gusti lirih .



mendengar jawaban Gusti membuat semua orang sedih terutama Raden Panji yang kini sangat merasa rindu pada cucu perempuan satu satunya itu .


melihat ekspresi wajah Raden Panji berubah Gusti terlihat mencoba menghibur .



" eyang Ndak usah khawatir Gusti akan bicara lagi ke sasa , Sasa anak baik " ucap Gusti lembut .



" benarkah anak itu sebaik itu ? " tanya Raden Galuh sang nenek yang sejak tadi hanya terdiam .



" iya eyang tadi pagi saja dikampus Sasa membawa pulang induk kucing yang sudah mati beserta dua ekor anaknya " cerita Gusti bersemangat .



kemudian Gusti menceritakan secara detail kejadian tadi pagi yang membuat semua keluarga nya di solo terharu mendengar Sasa begitu penyayang .



" pinan dulu juga seorang yang berhati lembut , dia sangat tidak tega melihat ada hewan yang kelaparan berkeliaran khususnya kucing "lirih Raden Galuh pilu mengenang putri kecilnya itu .



" rupanya sifat penyayang pinan menurun pada anaknya " ucap Mintarsih dengan nada bergetar dia masih merasa sangat bersalah telah bersikap buruk pada sasa .



Raden Panji hanya tersenyum penuh kebanggaan mendengar cerita Gusti . Dari sudut netra nya yang mulai kabur menetes air mata kerinduan , rindu pada putrinya pinan yang telah dia usir dua puluh tahun lalu .


melihat keluarga nya bersedih membuat Gusti merasa bersalah akhirnya dia mengalihkan pembicaraan .



" Gusti bawa adikmu pulang " titah Raden Panji sebelum video call itu terputus .


gusti terdiam mendengar sang kakek menyebut sasa sebagai adik , rasa sakit itu kembali hadir saat kenyataan datang menunjukan bahwa mereka mempunyai darah yang sama .



" andai kau bukan adikku saa ... ucap Gusti pilu


__ADS_1




__ADS_2