Faith

Faith
semua untuk Arthur


__ADS_3

Archie hanya bisa tersenyum kecut saat melihat Sasa marah ketika ia mengatakan bahwa Arthur sudah ia belikan sebuah pesawat jet pribadi keluaran terbaru , Sasa beranggapan kalau Archie terlalu berlebihan dalam memanjakan anaknya .


" aku mendapatkannya dengan sudah payah sayang , jadi aku ingin memberikan semua yang terbaik untuknya " ucap Archie membela diri .


" aku yang susah payah melahirkannya mas " sengit Sasa jengkel .


" iya mas tau , tapi kau harus tau juga bahwa mas butuh tenaga ekstra untuk menaklukkan hati ibu dari anak tampanku ini " ucap Archie dengan tertawa mencoba menggoda Sasa .


" akh kebiasaan !!! kalau lagi Sasa marah ngomong nya manis-manis " celetuk Sasa yang kalah berdebat dengan Archie .


" mas akan melakukan apapun untuk membuat Arthur bahagia sayang , mas tak ingin dia kekurangan apapun " ucap Archie dengan mata berkaca-kaca .


" Sasa paham mas tapi tak perlu harus seheboh itu kan " cicit Sasa sambil membelai wajah Archie .


" apa yang heboh sayang , dinegara mu saja ada pengusaha yang memberikan jet pribadi untuk anaknya lalu kenapa mas tak bisa " ucap Archie dengan kesal .


" ha ha ha jadi mas sekarang tu jealous ya " goda Sasa pada suaminya yang sedang merajuk itu .


" tentu saja kalau dia bisa kenapa seorang Archie Durran tak bisa " ucap Archie sambil berkacak pinggang .


Sasa hanya menggeleng pelan melihat tingkah kekanakan suaminya , karena baby Arthur sudah tidur akhirnya Sasa meletakkan putra tampannya itu di box kembali lalu merapikan pakaiannya dibantu Archie .


" makasih mas " ucap Sasa pelan setelah Archie membantunya berpakaian .


" next kalau lagi kangaroo care pintu di kunci ya , kalau ada orang lain yang liat bagaimana !!! itu kan punyaku " sungut Archie mengomel .


" punya mas ? " goda Sasa nakal .


" iya lah lalu punya siapa !! " pekik Archie jengkel .


" sekarang milik Arthur mas " jawab Sasa pelan sambil menahan tawa saat melihat suaminya marah .


" Arthur hanya meminjam sementara sayang , tubuhmu adalah milikku " tegas Archie dengan serius kedua matanya menatap dalam ke mata Sasa .


" iya iya " ucap Sasa sambil berlalu , ia ingin ketoilet karena ingin mencuci wajahnya .


Bug

__ADS_1


Archie memeluk Sasa dari belakang ketika Sasa hampir sampai di pintu kamar mandi .


" aku sudah rindu padamu sayang " bisik Archie pelan , nafasnya naik turun .


Sasa paham dengan perubahan yang terjadi pada suaminya sudah lama kebutuhan biologis suaminya tak tersalurkan , ia kemudian berbalik pelan lalu mencubit pelan hidung mancung Archie .


" tahan satu bulan lagi , mas aja kemarin bisa tahan selama lima bulan kan !!! masa tahan sebulan lagi ga kuat si " ucap Sasa pelan mencoba menenangkan suaminya


" tapi mas ga kuat sayang apalagi melihat Arthur meminum asi , itu yang membuat mas makin panas sayang " protes Archie kesal .


" jadi mas ini benar-benar cemburu dengan anak mas sendiri ? " tanya Sasa sambil menahan tawa .


" iya ... mas masih belum rela membagi dirimu dengan siapapun " jawab Archie dengan suara lirih .


Sasa memeluk suaminya dengan erat sambil menepuk-nepuk punggung suaminya pelan . Archie membalas pelukan Sasa lebih erat lagi , rasanya beberapa hari ini sungguh berat ia lewati .


" Arthur ada didunia ini karena cinta kita lalu kenapa mas harus cemburu padanya " ucap Sasa pelan.


" mas tau sayang " jawab Archie singkat .


" ya udah Sasa mau bersih-bersih badan dulu mas jagain Arthur sebentar ya dan jangan sampai nangis " ucap Sasa sambil melepas pelukannya pada Archie .


Saat sedang memandang wajah baby Arthur tiba-tiba baby Arthur menangis dengan kencang karena popoknya basah . Archie yang panik mencoba mengganti popok bayinya dengan perlahan tapi ia tak mampu melepas popok basah baby Arthur yang sedang mengamuk itu , alhasil Archie langsung menggendong pelan anak tampannya itu kepelukanya dengan kondisi popok yang masih basah dan kotor karena baby Arthur rupanya juga buang air besar yang masih encer itu . Archie yang baru belajar cara menggendong itupun terlihat panik ketika tangisan baby Arthur makin kencang .


Archie menahan rasa mualnya ketika mencium kotoran sang putra , berkali-kali Archie mencoba menggoda baby Arthur untuk diam tapi usahanya tak berhasil karena baby Arthur menangis makin kencang .


" sayang sudah belum , ini Arthur tak mau berhenti menangis " teriak Archie dari depan pintu kamar mandi .


" iya sebentar Sasa lagi pakai baju maasss.. " jawab Sasa dari kamar mandi .


" sayang cepet !!! " pinta Archie panik karena melihat baby Arthur tak mau berhenti menangis .


Sasa membuka pintu kamar mandi dengan cepat padahal ia belum berpakaian dengan sempurna , ia hanya membalut tubuh bawahnya dengan handuk tanpa sempat memakai rok. Sasa langsung mengambil alih anaknya dari sang suami yang sudah berkeringat dingin.


Begitu baby Arthur ada dipelukan Sasa tak menunggu lama Archie langsung masuk kekamar mandi untuk muntah karena tak kuat menahan rasa mualnya , Sasa hanya tersenyum geli melihat sang suami kepayahan dikamar mandi . Sasa kemudian mengganti popok dan pakaian baby Arthur dengan pakaian bersih , setelah pakaiannya diganti yang bersih tangis baby Arthur langsung terhenti ia kemudian tertidur kembali .


" sampai keringat dingin gitu mas " goda Sasa pada Archie yang baru keluar dari kamar mandi .

__ADS_1


" entah lah memeluk Arthur dalam posisi menangis seperti tadi membuatku ingin menangis juga , apalagi dia sedang buang air juga kan jadi mas ga kuat " ucap Archie memelas .


" baru juga ditinggal lima menit mas " cibir Sasa sambil memakai roknya .


" mas angkat tangan sayang " ucap Archie cepat .


" mau enaknya aja ya " sindir Sasa tajam .


Archie langsung tersenyum lebar mendengar perkataan Sasa , ia kemudian berjalan mendekati Sasa yang sudah berganti pakaian .


" jangan menggodaku sayang , mas takut tak bisa menahannya kalau kau menggoda mas seperti tadi lho " bisik Archie nakal sambil menarik Sasa kepelukanya .


" wangi sabun mandimu membuatku mabuk sayang " imbuh Archie sambil mencium leher Sasa spot yang ia sukai .


" akhh sana jangan nakal , ini dirumah sakit " ucap Sasa cepat sambil mendorong Archie menjauh .


Archie tersenyum melihat Sasa menolaknya , biasanya ia akan langsung menerkam Sasa kalau Sasa menggodanya sepeti tadi tapi kini ia harus menahannya karena Sasa baru melahirkan .


" ya sudah mas keluar dulu ya , mas bisa benar-benar gila kalau terus berduaan denganmu " ucap Archie mencoba mengatur nafasnya .


" huum , beliin Sasa makan ya " jawab Sasa sambil membuang muka karena tersipu mendengar ucapan Archie .


" mau apa ? " tanya Archie didepan pintu .


" sushi boleh , steik boleh , pasta boleh terserah mas aja nanti nemu yang mana dulu . Sasa lapar tiap memberikan asi pada Arthur cacing diperutku berteriak minta diisi " jawab Sasa bersemangat .


" ya sudah mas pergi sebentar ya , love you " pamit Archie sambil memberikan kissbye pada Sasa .


Sasa mengangguk pelan lalu berjalan kearah pintu dan melihat suaminya pergi bersama Gustaf dan beberapa anak buahnya , di ruangan sebelah kamar perawatan nya terlihat Rico tengah beristirahat karena luka dikakinya .


" aku beruntung menjadi istrimu Archie " ucap Sasa pelan sambil tersenyum .


Di Restoran mewah


Archie terlihat sibuk meminta dibuatkan masakan pesanan Sasa pada koki ternama , ia memesan semua makanan yang Sasa sebutkan tadi .


" perhatikan tingkat kematangan , kebersihan dan rasanya . Makanan ini untuk istriku yang baru melahirkan !! makanan yang ia makan juga dinikmati anakku jadi aku mau semuanya sempurna tak ada salah sedikit pun " pesan Archie pada manager restoran bintang lima itu berulang kali .

__ADS_1


" cek kembali sebelum kalian berikan padaku , jika ada kesalahan sedikit saja akan kupastikan restoran ini sudah tak beroperasi besok !!! " ucap Archie dengan suara dingin .


__ADS_2