Faith

Faith
Pembuktian


__ADS_3

Karena hari sudah sore akhirnya Gusti dan Swari pamit pulang , mereka masih nampak lelah setelah perjalanan bulan madunya . Gusti dan Swari menikah di Semarang hanya dihadiri orang tua masing-masing tanpa pesta karena pihak keluarga Sastrohadi ingin membuat pesta besar-besaran dua bulan lagi .


" baik-baik nduk jaga kesehatan , makanmu itu lho diperhatikan kamu makin kurus lho nduk " ucap Gusti kesal .


" iya adik kau harus jaga kesehatan ya " imbuh Swari menimpali ucapan suaminya .


" iya kangmas , terima kasih sudah mengantarku pulang kangmas yunda " . jawab Sasa manja .


Sasa tak memberitahu kehamilannya pada kedua kakaknya karena ada banyak hal yang harus ia selesaikan sebelum keluarganya tau dia sudah mengandung .


Mobil Gusti perlahan meninggalkan kediaman Archie , Sasa masih berdiri di halaman menatap kepergian kakaknya . Tak lama pun Rico pamit pulang karena ia mendapat telfon dari Gustaf di Australia , Archie memerintahkannya untuk kembali kekantor .


" ayo masuk sayang , hari sudah mau petang " ucap Archie lembut .


Sasa tak merespon ucapan Archie , ia bahkan menghindari sentuhan tangan Archie yang membuat Archie kaget .


" don't touch me !! " desis Sasa .


Sasa kemudian berlalu meninggalkan Archie yang masih terkejut melihat sikap Sasa yang berubah kasar . Archie terlihat memendam emosinya ketika mendengar ucapan Sasa , ini adalah pertama kalinya Sasa menolak sentuhannya .


" jangan uji kesabaran ku sayang " ucap Archie lirih beberapa hari ini emosi Archie up and down seperti rollercoaster karena perbuatan Cassandra .


Archie kemudian menyusul Sasa masuk kedalam rumah , Sasa terlihat sedang memberi makan ikan ikan peliharaannya di akuarium kemudian naik kekamar begitu melihat Archie masuk .


Sasa masuk kekamar mandi dengan cepat ketika merasakan mual luar biasa , hampir sepuluh menit Sasa mengeluarkan isi perutnya rupanya obat penahan mual pemberian dokter Mega tak mampu menahan rasa mualnya .


Sasa merebahkan tubuhnya diatas ranjang karena kelelahan , keringat dingin membanjiri keningnya .


" nak jangan nakal ya , kita masih punya urusan penting nak " ucap Sasa lirih sambil meraba perutnya .


ceklek


suara pintu terbuka dan terlihat Archie masuk kekamar .


" sayang kau marah padaku ? " tanya Archie lirih .


" you thing so ? " jawab Sasa sinis .


" im sorry if i did something wrong " ucap Archie memelas .


" no !! Archie Durran August never wrong " gumam Sasa lirih .


" i want to sleep better you go out !!!" imbuh sasa sinis .


Archie terdiam mendengar ucapan istrinya emosinya naik turun mendengar ucapan sang istri yang sangat kasar .


plak


Archie menampar pipi Sasa untuk pertama kali.


" kau istriku , aku menikahimu dengan sah tak seharusnya kau berkata seperti itu padaku " teriak Archie tiba-tiba .

__ADS_1


Sasa masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi , Sasa meraba pipinya terasa panas dan air matanya menetes dengan deras .


" aku menginginkan mu malam ini !!! layani aku " hardik Archie dengan suara tinggi .


Archie melupakan anjuran dokter Mega untuk tak berhubungan badan dengan sang istri selama dua bulan ini karena terlalu beresiko , tapi rupanya emosi telah menghilangkan akal sehatnya .


Archie menindih tubuh Sasa dan dengan paksa ia buka baju yang Sasa kenakan . Sasa berusaha menahan Archie tapi usahanya sia-sia karena tenaga Sasa tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Archie yang saat ini tengah dikuasai amarah .


Dengan menahan sakit dipipi Sasa terpaksa melayani kebutuhan biologis suaminya , biasanya Sasa dengan senang hati menjalankan kewajibannya tapi malam ini Sasa merasa terhina . Archie melakukan itu dengan sangat kasar dan membuat Sasa tak nyaman , Sasa menangis tanpa suara ketika Archie sudah selesai melakukan kegiatannya .


Sasa mengeluarkan emosinya dikamar mandi . Dibawah tetesan shower ia membersihkan dirinya yang baru saja digauli Archie , ia merasa kotor padahal Archie suaminya .


Setelah tiga puluh menit mandi akhirnya Sasa keluar dari kamar mandi , ia melihat suaminya tidur diatas ranjang . Sasa keluar dan memilih tidur dikamar lain , malam ini ia benar-benar kecewa dengan Archie .


" kau harusnya menjelaskan padaku apa alasanmu tak pulang kemarin mas , kau seharusnya peka kalau aku sedang marah padamu . " Isak Sasa dalam tangisnya .


Tiba-tiba Sasa merasakan sakit diperutnya yang membuatnya panik Sasa mengambil ponselnya dan menghubungi dokter Mega .


" tenang Bu farasya anda harus tenang tak boleh panik " ucap dokter Mega


" sakit dok hiks " jawab Sasa dengan menangis .


" coba cek apa anda mengalami flek " dokter Mega mencoba menenangkan Sasa .


Sasa lalu memeriksa celana dalamnya dan ternyata tak ada apapun darah atau flek .


" dok , anda masih disana kan hallo " tanya Sasa panik .


" tidak dok bersih huhu tapi kenapa sakit sekali ini dok hikss "


" coba anda tenang tarik nafas perlahan lalu coba rilekskan diri anda ditempat tidur jangan berfikir aneh-aneh , kalau sakitnya belum hilang saya akan kesana " ucap dokter Mega mencoba memberi saran pada Sasa .


" saya akan coba dok , nanti saya hubungi dokter lagi " ucap Sasa lirih .


Sasa mengikuti anjuran dari dokter Mega , ia merebahkan dirinya diranjang dan mencoba untuk tak memikirkan apapun . Sasa meraba-raba perutnya , air matanya mengalir dari sudut matanya rasa takut menghantui nya . Setelah tiga puluh menit melakukan anjuran dari dokter Mega perut Sasa sudah mulai membaik , akhirnya Sasa tertidur karena kelelahan .


Kantor Durran Internasional


" masalah dikanada sudah berhasil ditangani tuan " ucap Rico pada Archie yang sudah datang dari pagi .


Archie datang kekantor jam enam pagi setelah Rico membawa kabar baik , orang-orangnya di Kanada sudah berhasil menangkap Bernard Gomez dan saat ini sudah dalam perjalanan menuju Indonesia menaiki jet pribadi milik Archie .


Archie ingin melakukan penawaran dengan anak Bernard yang tak lain adalah Cassandra , ia harus melakukan cara seperti ini untuk menaklukkan musuhnya .


" kau akan menyesal berurusan denganku Cassie " ucap Archie dingin .


Rico tersenyum mendengar ucapan bosnya , akhirnya kerja kerasnya selama hampir satu minggu ini berhasil . Dalang kerusuhan di perusahaan sudah tertangkap , mereka hanya perlu mencari anak buahnya yang masih bersembunyi dibawah perlindungan Cassandra .


drrttt


ponsel Archie berdering .

__ADS_1


Cassie :


aku sudah tak sabar menunggu kau bercerai dengan istrimu dan aku akan segera menggantikan posisinya berada disampingmu honey .


Archie :


me too , cant wait to see you soon .


Cassie :


love ya


Archie :


me too


" hebat kau bos masih bisa kau berakting dengannya " ucap Rico senang setelah membaca percakapan Archie dan Cassandra melalui WhatsApp .


" kita tak boleh membuatnya curiga , kau harus menjaga mangsa besar disamping mu sebelum kau menghancurkan " ucap Archie sinis dia mengingat kembali waktu Cassandra mengancamnya untuk melakukan pertukaran antara Sasa dan perusahaan miliknya .


Cassandra mengatakan dia bisa mengatasi masalah yang sedang menimpa Archie di perusahaan nya dengan bantuan orang-orang Cassandra akan tetapi ia meminta Archie menceraikan Sasa , waktu mendengar itu pertama kali emosi Archie memuncak ia tak mungkin rela melakukan pertukaran yang sangat mengerikan itu tapi ia harus tetap berakting didepan Cassandra agar tak membuatnya curiga .


Archie duduk di mejanya dengan senyum mengembang , suasana hatinya sangat baik . Semua masalahnya akan segera selesai ketika Bernard tiba di Jakarta . Jet pribadinya sudah berangkat dari kemarin siang kalau sesuai jadwal dalam waktu empat jam lagi orang-orangnya yang membawa Bernard akan mendarat di Jakarta .


" aku ingin melihat apa kau masih bisa membual lagi Cassie " ucap Archie lirih .


Di rumah Sasa terbangun dengan posisi tidur yang tak berubah , entah karena terlalu lelah atau terlalu pulas ia juga tak tau . Sasa tersenyum rasa sakit diperutnya sudah hilang perlahan Sasa turun dari ranjangnya ia lalu menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian .


" sepagi ini dia sudah pergi " gumam Sasa saat melihat suaminya sudah tak ada diatas ranjang .


Setelah selesai bersiap Sasa turun ke bawah dimana para bodyguard-nya sudah menunggu untuk mengantar pergi kekampus .


" nyonya ini sarapannya " ucap bik Rani ramah , ia menyerahkan sekotak bento untuk sarapan di mobil sesuai perintah Sasa kemarin .


" makasih bik " jawab Sasa lalu berlalu menuju mobilnya yang sudah menunggu .


Dua mobil mewah itu lalu pergi meninggalkan rumah menuju kampus . Saat Sasa ingin. menikmati sarapannya tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada pesan whatsApp masuk dari nomor tak dikenal . Jantung Sasa seketika ingin berhenti ketika membaca pesan itu air matanya menetes sedikit membasahi wajahnya yang sedikit pucat , Sasa sekuat tenaga menahan tangisnya agar tak terlihat para bodyguard nya .


Tak lama kemudian kedua mobil itu berhenti di area kampus tempat dimana mereka menurunkan sang nyonya atas perintah tuannya .


" kami akan tetap disini untuk berjaga nyonya , ini perintah terbaru dari tuan " ucap salah seorang bodyguard Archie .


" ok " jawab Sasa dengan bergetar .


Sasa kemudian masuk ke area kampus meninggalkan para bodyguard nya . Sasa menangis sejadi-jadinya di bangku taman meluapkan emosinya .


" aku sudah melakukan bagianku tapi kalau memang itu tak membantumu aku hanya bisa berdoa semoga kalian akan diberikan kebahagiaan " Isak Sasa lirih .


Layar ponsel Sasa masih terbuka di pesan yang ia terima , rupanya nomor tak dikenal itu adalah Cassandra yang mengirimkan screenshot percakapan antara dirinya dan Archie yang akan menceraikan Sasa . Percakapan mesra antara sepasang kekasih .


" aku harus bagaimana ibu hu hu hu , apa Sasa bisa hidup berdua dengan anak Sasa tanpa sosok suami disampingku ... ibuu Sasa butuh ibuuuu ..... " tangis Sasa meratapi nasipnya terdengar pilu

__ADS_1


__ADS_2