
Ke esokan harinya Archie harus menahan diri untuk tak marah ketika Sasa menolak untuk bertemu dengannya , Sasa bahkan mengusirnya untuk pergi menjauh dari kehidupannya .Ia sadar bahwa tindakan pasti sudah membuat Sasa sangat terluka sehingga Sasa sampai bereaksi seperti itu .
Gusti hanya tersenyum kecut saat menyaksikan Sasa berteriak padanya untuk mengusir Archie pergi dari ruangan perawatannya . Ia hanya bisa mengikuti permintaan Sasa demi kebaikan nya .
" ayo kangmas pulang , nunggu apa lagi ? " tanya Sasa heran ketika melihat Gusti masih berdiri didekat pintu keluar rumah sakit .
" iya ayo " jawab Gusti pelan , ia kemudian membantu Sasa masuk kedalam mobilnya dengan bantuan seorang suster .
Mobil Gusti kemudian melaju dengan cepat menuju keramaian ibukota , didalam mobil Sasa terlihat memainkan ponsel pintarnya untuk membuang rasa bosannya . Dibelakang mobil Gusti terlihat ada empat mobil yang membuntuti yang tak lain adalah Archie dan orang-orang nya .
Di sebuah rumah cluster berpagar coklat mobil Gusti berhenti , nampak sosok swari keluar dari dalam rumah saat mobil itu masuk kedalam halaman .
" Sasa " sambut swari dengan ramah ketika melihat Sasa turun dari mobil .
" Sasa ga ngerepotin yunda dan kangmas kan ? " tanya Sasa lirih .
" enggak sayang , ya udah ayo masuk " ajak swari cepat ketika membaca kode dari Gusti untuk segera mengajak Sasa masuk kedalam rumah karena rombongan mobil Archie sudah hampir sampai .
swari mendorong kursi roda Sasa masuk kedalam rumah dengan perlahan sesaat kemudian masuklah mobil kesayangan Archie dihalaman rumah Gusti disusul Rico yang juga membawa mobilnya sendiri .
" sorry merepotkan kalian " ucap Archie dengan senyum palsunya .
" gak mungkin merepotkan , Sasa adikku kau tak perlu sungkan . Ayo masuk maaf rumahku masih sangat berantakan " jawab Gusti tak enak hati , ia merasa serba salah antara membela sang adik atau membela Archie mantan bosnya .
Archie melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah baru Gusti , perasaannya tak karuan memikirkan Sasa yang tak mau bertemu dengannya . Rico yang duduk disebelah Archie nampak tak bisa berkomentar apa-apa ia berada dalam posisi yang sulit . Seorang wanita marah saja sudah membuat pusing apalagi ini seorang wanita hamil yang marah tentu makin membuatnya tambah tak bisa berfikir apapun . Ia hanya bisa memberikan semangat pada Archie sebagai seorang sahabat .
Swari membawa kan minuman untuk para tamunya di ruang tamu depan , ia merasa sangat kebingungan juga menghadapi kemarahan Sasa .
" maaf aku belum bisa menyakinkan Sasa untuk bertemu denganmu Archie " ucap Swari lembut sambil menyerahkan segelas teh pada sang suami .
" aku tau " jawab Archie lirih .
" tapi tenang saja kita pasti akan membujuk dia lagi , walau butuh waktu " imbuh Gusti cepat .
Archie mengangkat wajahnya pelan dan tersenyum getir merespon ucapan kakak iparnya itu . Belum pernah selama hidupnya ia merasakan sakit seperti ini , ditolak seorang wanita yang benar-benar ia cintai dengan segenap hatinya .
" dari awal kesalahan ini ada padaku " ucap Archie memecah keheningan dirumah tamu dirumah Gusti .
" seharusnya aku menceritakan semua yang terjadi padanya , seharusnya aku memberitahukan padanya tentang Cassandra , seharusnya aku lebih peka padanya sehingga ia tak mengalami penghinaan dikampusnya yang dilakukan oleh Clarissa dan teman-temannya . aku yang gagal menjaganya seperti janjiku dulu padanya " imbuh Archie putus asa ia mengepalkan tangannya dengan erat .
Gusti bisa tau betapa sedihnya pria yang ada dihadapannya ini , rasa patah hati yang pernah ia rasakan dulu ketika tau Sasa yang berhasil mencuri hatinya ternyata adalah adik sepupunya saja sudah cukup membuatnya terluka .
" aku tak bisa mengatakan apapun selain memintamu bersabar , beri ia waktu lebih lama untuk berdamai dengan rasa amarahnya . Sasa lebih dewasa dari yang kita kita , kau tenang saja Archie " ucap Gusti memberi semangat .
" iya aku akan membujuknya juga " ucap Swari menimpali ucapan Gusti .
Archie tersenyum penuh syukur ia bisa sedikit tenang ada dua orang keluarga Sasa yang membantu nya menjaga Sasa .
" kalian tolong jaga Sasa untukku , kalau ada apa-apa telpon aku segera " pesan Archie berulangkali saat ia akan kembali pulang .
" iya aku ingat pesanmu " jawab Gusti ramah .
__ADS_1
Rico mengucapkan terima kasih saat berpamitan , ia memaksa Archie masuk kemobilnya dan meninggalkan mobil milik Archie dirumah Gusti . Rico takut Archie tak akan fokus membawa mobil karena kondisinya saat ini .
Tak lama kemudian mobil Rico dan pengawal Archie pergi meninggalkan rumah Gusti , Gusti dan swari masih menatap mobil-mobil itu benar-benar menghilang baru mereka masuk kedalam rumah .
" kasian Archie " ucap Swari didapur .
" kau mengasihani dia ? yang jadi korban kan Sasa " jawab Gusti dingin .
" mas jangan marah dulu , aku bisa melihat dari matanya yang kosong itu . Dia sangat mencintai Sasa dan sangat terluka mendapat perlakuan seperti ini oleh Sasa orang yang dicintainya " Swari memberikan alasan pada Gusti .
" aku mengingat diriku setahun lalu saat melihat Archie tadi " ucap Swari lirih .
" apa maksudmu " tanya Gusti dengan suara meninggi .
" saat aku mendengar pertunangan kita dibatalkan oleh Romo aku juga sehancur Archie mas " jawab Swari dengan mata berkaca-kaca .
deg
Gusti menelan salivanya mendengar ucapan sang istri dengan cepat ia peluk istrinya dengan erat .
" maafkan aku swari , aku tak tau kau sesakit itu " bisik Gusti penuh sesal .
" sudah lah mas itu sudah berlalu , sekarang aku sudah memilikimu seutuhnya " isak Swari penuh syukur .
Gusti membelai rambut istrinya dengan lembut , ia kini paham kenapa Swari terlihat ada dipihak Archie . Swari membenamkan wajahnya di dada bidang Gusti dengan tangisan haru .
Sementara itu didalam mobil sport milik Rico ada Archie yang masih memainkan ponselnya ia berulang kali mengirimkan pesan permintaan maaf ke ponsel milik Sasa yang tak ada respon sama sekali . Rico tak berkomentar dengan apa yang dilakukan oleh Archie ia tau betul bagaimana kondisi Archie saat ini .
Rico memutar arah mobilnya menuju restoran karena ia tau Archie belum makan dari tadi kemarin siang waktu tau Sasa masuk rumah sakit .
" thanks " jawab Rico .
" ayo makan dulu kau harus menjaga kondisi kesehatanmu juga bos " ucap Rico pelan .
" aku tak lapar Rico " celetuk Archie yang masih fokus dengan ponselnya , entah sudah berapa puluh kali ia menghubungi Sasa tapi tak ada satupun panggilannya yang direspon oleh Sasa.
" sefatal inikah kesalahan ku sampai Sasa tak mau memaafkan ku Rico ? " tanya Archie lirih , ia mengingat semua perkataan Sasa tadi dirumah sakit yang memintanya menjauh dari Sasa dan bayinya .
" aku hanya tak mau membuatnya ikut memikirkan masalahku , aku tak mau menambah bebannya kalau ia tau tentang Cassandra , aku ingin menyelesaikan semuanya sendiri tanpa membuat nya sedih Rico " imbuh Archie sambil mengacak-acak rambutnya .
Rico menepuk pundak Archie berulang kali untuk memberikan dukungan secara moral ia tau betul apa yang membuat Archie melakukan ini semua . Penghianatan yang dilakukan oleh Cassandra dimasa lalu benar-benar membuat luka yang dalam dihatinya belum lagi masa kecilnya yang kelam sewaktu hidup dijalanan setelah kabur dari rumah ketika kedua orang tuanya bercerai .
" ada kalanya kita tak perlu berpura-pura kuat bos " ucap Rico lirih .
Selama hidupnya bersama Archie baru kali ini Rico melihat Archie mengeluarkan air mata bahkan ia berulang kali menggosok matanya untuk menyakinkan dirinya sendiri yang ia lihat itu bukan sebuah khayalan .
Archie memandang foto Sasa di ponselnya entah apa yang membuatnya sesakit ini ketika mendengar ucapan Sasa tadi pagi. Padahal untuk seorang Archie mencari perempuan secantik apapun adalah hal yang sangat mudah , tapi tanpa Sasa disisinya semuanya yang ia miliki terasa tak berarti lagi . Archie menyeka air matanya setelah ia sadar bahwa Rico tengah memperhatikannya .
" aku ingin punya kehidupan yang bahagia bersama istri dan anakku , aku ingin memberikan kebahagiaan pada anak-anakku jangan sampai mereka merasakan apa yang pernah aku rasakan dulu ketika orang tuaku bercerai Rico " ucap Archie dengan tersenyum pait ia mengingat masa lalunya ketika ia akhirnya yang menjadi korban dari keegoisan kedua orangtuanya .
" i know bos , sekarang makan dulu makananmu " ucap Rico tersenyum penuh arti , Rico kemudian memberikan sepiring makanan untuk Archie .
__ADS_1
Archie hanya mengacak-acak makanannya tanpa benar-benar memakannya setengah jiwanya masih tertinggal dirumah Gusti .
" berikan aku kunci mobilmu Rico " ucap Archie tiba-tiba .
" aku pergi sebentar , kau naik taksi " imbuh Archie cepat sambil menyambar kunci mobil Ferrari milik Rico .
Rico hanya tersenyum kecut mendengar ucapan sang sahabat yang memintanya naik taksi , ia kemudian melanjutkan makan siangnya sambil menatap mobilnya menjauh .
Dirumah Gusti , Sasa berupaya untuk memejamkan matanya yang sejak tadi tak mau terpejam , suara ponselnya yang tak berhenti berdering karena panggilan dari Archie membuatnya tak bisa tidur .
" kenapa kau tak membiarkan aku hidup tenang Archie " teriak Sasa kesal .
" pergi dari hidupku aku tak mau melihat mu lagi akhhhh ...."
prankkkk
Sasa melempar ponselnya ke dinding kamar .
pintu kamarnya kemudian terbuka dengan cepat lalu muncullah Swari dengan membawa ponsel pintarnya .
" saaa " ucap Swari lirih .
" yunda kenapa ? " tanya Sasa heran saat melihat Swari yang terlihat panik .
" Sasa janji harus tenang ya " ucap Swari terbata .
" iya " jawab Sasa singkat .
" sa , aaa ...
" stop !!!! " teriak Gusti tiba-tiba .
Sasa merasa ada yang aneh tengah terjadi ia menjadi makin penasaran melihat tingkah kedua kakaknya .
" ada apa si ??? " pekik Sasa penasaran .
bug
Gusti memeluk Sasa dengan erat , Sasa merasa tambah aneh dengan sikap Gusti .
" Rico telpon , mobilnya yang dibawa Archie mengalami kecelakaan beruntun dan saat ini polisi belum berhasil memadamkan apinya " ucap Gusti terbata .
" kecelakaan ? Archie ?? kangmas ga lucu , kalau kangmas mau ngeprank Sasa biar bisa baikan ama dia caranya ga lucu " teriak Sasa dengan nada bergetar .
" saa liat " ucap Swari lirih sambil menyerahkan ponsel nya yang memuat berita kecelakaan dan terlihat jelas mobil Ferrari yang sangat Sasa kenal tengah terbakar hampir seluruh bodi mobil karena bertabrakan dengan mobil tangki Pertamina yang membawa bahan bakar.
prakkk
hp swari yang tengah dipegang oleh Sasa terjatuh .
Ingatan Sasa membawanya kembali pada saat ia pertama kali mendengar orang tuanya mendapatkan kecelakaan pesawat .
__ADS_1
" saaa kamu harus kuat nduk " ucap Gusti dengan menahan tangis , ia bisa merasakan kesedihan Sasa .
" enggak kangmas !!! si brengsek itu ga akan mungkin ninggalin sasa sendirian , dia janji mau ajak Sasa ke Canada ke kampung halamannya , dia udah janjiii kangmas hiksss hiksss .... " teriak Sasa dengan menangis