Faith

Faith
saat uang berbicara


__ADS_3

hari pertama kuliah setelah ijin selama satu bulan membuat sasa ragu untuk melangkah maju memasuki area kampus .



" go " ucap Archie .



" aku takut " jawabku lirih .



" you can do it " Archie memberikan semangat padaku . " atau kau lebih memilih option kedua yang tadi kita bahas di mobil ? " imbuh Archie menggoda .



" akhhh kauu dasar " teriakku kesal .



" ya udah aku masuk bye " ucapku malas .



Archie menatap sasa yang semakin menjauh kemudian dia masuk ke mobil meninggalkan kampus sasa .



kulangkahkan kaki menaiki anak tangga satu persatu dengan perasaan takut dan cemas . Setelah kukumpulkan semua keberanian akhirnya kubuka pintu kelas .



bismillah ucapku lirih



ceklek



terdengar riuh suara anak anak dikelas begitu kulangkahkan kaki mereka terdiam dan melihatku dengan pandangan mata yang tidak bisa kutebak .



" selamat pagi " sapaku



" haii kamu farasya kan ya " jawab seorang perempuan di bangku depan .



" iya saya farasya salam kenal semua , maaf terakhir kali bertemu sudah menyulitkan kalian " ucap ku tulus .



" gue Rahma " seru perempuan yang menegurku tadi .



Rahma kemudian berdiri disampingku kemudian berbicara didepan kelas memperkenalkan teman yang lain satu persatu padaku .



" ternyata tidak semenakutkan yang aku bayangkan " batinku



" saya Gusti " ucap Gusti menyalamiku .



" kau kau yang membawa ku kerumah sakit waktu itu kan ? " jawabku cepat .



" tidak salah bukan membantu teman yang butuh bantuan " ucap Gusti kemudian kembali ke bangkunya .



aku hanya tersenyum getir mendengar jawabannya . Rahma membantuku menyesuaikan diri dikampus bahkan ia memberikan semua catatannya padaku . Dikantin kami melanjutkan perbincangan sambil menikmati siomay .



" hei " sapa seorang pria tiba tiba .



" halo ka Ardi " sapa Rahma .



" kamu udah masuk ? " ucap Ardi menatapku .



" iya kak " jawabku ramah .



" turut berduka ya , gue udah liat beritanya di TV " memberiku ucapan duka .



" makasih kak " ucap ku penuh syukur .



jam tanda istirahat telah usai berdentang yang membuat kami harus memasuki kelas kembali . setelah berpamitan pada Ardi yang masih menikmati es kelapa Rahma menarikku kekelas .



" tau ga sa si Ardi tu terkenal paling jutek di kalangan anak baru tau " ucap Rahma.



" masa ? " jawabku tak perduli .



" beneran tauukkk tapi gue heran kenapa tadi dia nyamperin kita ya "


__ADS_1


" udah akh biarin aja mungkin kakak itu lagi pengen siomay juga makanya dia ketempat kita "



" iya deh iya " cicit Rahma kecewa .



" udah ga usah bahas orang lain tu dosen dah masuk keles " ucapku lirih sambil menyikut tangan Rahma .



saat sedang serius menyimak pelajaran dari profesor Yohan yang terkenal karena ketampanannya tiba tiba saja hp sasa berdering .



" sudah berapa kali saya peringatan kepada kalian tiap pelajaran saya harap handphone kalian matikan !!! " teriak prof Yohan keras .



" saaa " ucap Rahma .



Kutelan saliva dengan panas dingin kemudian kuraih hp ditas nampak dilayar tertulis " arc " .



" aduuuh dia "ucapku dengan suara yang bisa didengar orang dikelas .



kini semua perhatian kembali tertuju padaku seperti kejadian awal pertama kali aku masuk .



" silahkan keluar " tiba tiba prof Yohan sudah berdiri disampingku dengan tatapan killer nya .



" tapi proff sa...


belum sempat kuselesaikan alasan kurasakan tanganku ditarik dengan paksa oleh prof Yohan.



" saya paling tidak suka ada mahasiswa sok pintar dikelas saya , kalau kau tidak suka dengan mata kuliah saya lebih baik tidak usah masuk daripada kau membuat keributan dikelas dengan suara hp mu itu " hardiknya dengan suara keras tepat di wajahku .



" maaf proff " ucapku setengah terisak , kemudian setengah berlari kulangkahkan kaki keluar setelah kusambar buku yang ada dimeja . sementara HP ku masih tidak mau berhenti berdering.



" dia menangis " lirih Yohan setelah melihat sasa mengusap wajah pucatnya . " apa aku terlalu keras " batinnya .



" ok kita lanjutkan pelajaran " teriak Yohan yang membuat anak anak dikelas kembali terdiam .



sasa berlari menuju taman disebelah kantin dengan perasaan kesal dan sedih . Karena selama ini tidak pernah ada yang membentaknya jadi ini merupakan pukulan yang cukup membuatnya merasakan sakit .




" harus berapa kali saya bilang kau harus mengangkat hp mu saat aku menelfon " bentak Archie marah .



" tadi sedang ada pelajaran " jawabku terbata bata .



" heiii kau menangis ? " tanya Archie setelah mendengar suara sasa yang bergetar .



" nope " ucapku singkat



tuttt sambungan telfon terputus .



" huhh kau menelfon ku cuma mau membuatku dalam masalah " ucapku kesal karena Archie yang tidak berhenti menelfon sampai kuangat .



sasa menatap jauh ke tengah lapangan melihat ada beberapa mahasiswa yang duduk dibawah pohon rindang sambil mengerjakan sesuatu dengan laptop mereka .


bel tanda berakhirnya perkuliahan berbunyi yang membuat para siswa berhambur keluar .


begitupun dengan kelas sasa .



terlihat sesosok pria muda menggunakan setelan jas mahal berlari mencari seseorang. sang pria pun sempat beberapa kali berhenti untuk berbicara dengan beberapa mahasiswa . tak lama ia berhenti di bangku taman dengan nafas tersengal-sengal .



" ya tuhan aku bisa mati muda kalau begini " ucapnya dengan kesal .



" ricoo " aku terkejut melihat Rico sudah berdiri dibelakangku .



" yah ini aku , kau tidak apa apa kan ? "



" aku gpp , kenapa kau kesini ?? "



" loook " ucap Rico seraya memberikan layar hp yang masih terhubung video call dengan seorang pria lainnya .


__ADS_1


" Archie " gumamku .



" are you ok ? kenapa kau menangis ? ada yang menyakitimu ? sebut nama orangnya ? sudah bosan hidup rupanya dia " teriak Archie marah .



sasa sedikit menjauhkan hp dari wajahnya karena teriakan Archie sungguh terdengar keras padahal itu hanya sambungan video call .



" heii jawab " bentak Archie tidak sabar menunggu jawaban sasa .



" lihat aku gpp " jawabku singkat .



" berikan hp pada Rico " perintah Archie dengan nada tinggi .



setelah itu terlihat Rico berkali kali mengangguk menerima perintah Archie . Sasa hanya mengamati tanpa mengerti apa yang mereka bicarakan karena Rico berbicara bahasa Mexico yang jelas tak dimengerti sasa .


setelah menutup sambungan telfon Rico menghampiri sasa .



" ayo pulang kalau kau tidak mau urusan ini jadi panjang " ucap Rico dengan nada berat .



" why ?? " tanyaku penasaran .



" sudah lah ayo aku masih mau menikmati nikmatnya tubuh wanita sexy " jawab Rico santai .



Rico mengajak sasa masuk ke mobil Range Rover Evoque warna hitam yang mencuri pandangan mahasiswa lain .



" Ricardo " ucap Yohan yang melihat Rico berbicara dengan sasa .



sementara itu ada sepasang mata lain yang melihat sasa pergi menaiki mobil mewah dengan seorang pria .



" siapa kau farasya " batin Ardi yang masih terpesona dengan mobil yang dikendarai Rico .



Gusti menatap dingin dibalik kacamata yang ia kenakan . " kau sama seperti yang lain " ucap nya sarkas .



terdengar bisik bisik para mahasiswi lain begitu melihat sasa masuk mobil mewah .



" gila itu mobil mulus amat "



" siapa cowok ganteng itu "



" tu cowok kayanya blasteran deh duh ga ku ku liat rahangnya "



" itu cewek pasti simpanannya "



" punya pelet apa tu cewek bisa dapetin cowok kaya gitu "



" itu kan farasya yang orang tuanya kecelakaan pesawat " ucap Ayu yang berdiri disebelah Risa .



Risa hanya menatap nanar melihat sasa pergi .


" lo ga pantes naek mobil itu cewek murahan " batin nya kesal .



"gue yang harusnya duduk disana " ucap Risa lirih .














__ADS_1


__ADS_2