
Gracia terbangun ketika mendengar suara kicauan burung di balkon kamar hotelnya , saat akan bangun untuk membersihkan diri ke kamar mandi tiba-tiba Gustaf makin mengeratkan pelukannya nya sehingga membuatnya tak bisa bangun .
" Mau kemana ? " tanya Gustaf pelan .
" I want to pee " jawab Gracia sambil tersenyum .
" Titip boleh " ucap Gustaf menggoda sang istri .
"Stop it " teriak Gracia jengkel .
Gustaf tertawa lebar melihat sang istri marah , perlahan ia melepaskan pelukannya di perut Gracia dan membiarkan Gracia untuk pergi kekamar mandi . Senyumnya mengembang ketika melihat Gracia berjalan pelan menuju kamar mandi .
Karena Gracia tak kunjung keluar dari kamar mandi Gustaf akhirnya menyusul sang istri kekamar mandi untuk membersihkan diri , alhasil jadilah mereka kembali melanjutkan permainan semalam dibawah guyuran air shower yang lagi-lagi membuat Gracia kewalahan menghadapi permainan Gustaf . Setelah hampir setengah jam bercinta dibawah guyuran air shower keduanya akhirnya menyudahi permainan pagi mereka dan bersiap untuk pergi makan pagi .
Mereka berdua menikmati makan pagi di restoran hotel sebagai suami istri yang baru sama seperti Rico dan dokter Frans di hotel masing-masing yang sudah di booking oleh Archie sebelumnya tanpa mengetahui hal buruk yang menimpa Sasa . Ketiga pasang pengantin baru itu menikmati masa-masa manis bulan madu di Jakarta sebelum berangkat ke Jepang , tempat yang memang menjadi tujuan mereka untuk bulan madu selama satu minggu kedepan .
kediaman Archie
Archie dan Sasa kembali pulang setelah dua hari di rumah sakit , Archie berusaha sekuat mungkin tetap terlihat tabah di depan Sasa karena tak ingin membuat Sasa terus berlanjut dalam kesedihan .
Kepulangan Sasa kerumah disambut oleh teriakan baby Arthur yang sudah rindu dengan sang ibu , baby tampan itu seolah sedang memberikan semangat pada sang ibu . Archie tersenyum ketika melihat putranya tertawa dengan riang menyambut kepulangan sang ibu .
" Bik tolong bawa Arthur ya , istriku masih harus istirahat " pinta Archie pelan pada sang pengasuh putranya .
" Baik tuan " jawab bik Rani patuh , tak lama kemudian bik Rani terlihat berjalan mendekati Sasa yang sedang duduk di sofa bersama baby Arthur .
" Nyonya lebih baik istirahat , biarkan tuan muda bersama saya " ucap bik Rani pelan .
" Tak apa bik , aku masih kangen pada Arthur " jawab Sasa sambil tersenyum .
" Ingat kata dokter sayang , kau masih butuh banyak istirahat !! biarkan Arthur bersama bik Rani ya " ucap Archie sambil menepuk pundak Sasa .
Sasa menganggukan kepalanya pelan , perlahan ia menyerahkan sang putra pada bik Rani agar diasuh . Setelah memberikan baby Arthur pada pengasuhnya Sasa kemudian bangkit dari tempat duduknya mengikuti langkah Archie yang memintanya untuk naik ke lantai dua menuju kamar mereka .
" Tidur ya " ucap Archie pelan sambil menyelimuti tubuh Sasa dengan selimut .
" Temani Sasa mas " rengek Sasa pada Archie .
__ADS_1
" Ok ok ...mas temani Sasa tidur " jawab Archie tersenyum .
Sasa kemudian sedikit bergeser menyisakan tempat untuk Archie berbaring disampingnya , Archie kemudian naik keatas ranjang dimana Sasa sudah menunggunya .
" Jangan bersedih dan menyalahkan diri sendiri sayang , mas gak marah kok " bisik Archie pelan ketelinga Sasa .
" Maafin Sasa yang bodoh ya mas " isak Sasa pelan dengan nada bergetar .
" Jangan bicara seperti itu lagi , mas gak suka . Ini adalah musibah yang tak bisa kita duga sayang jadi jangan pernah mengalahkan diri sendiri " ucap Archie cepat sambil membalikkan tubuh Sasa agar menghadap ke arahnya .
" Ini adalah ujian bagi keluarga kecil kita jadi jangan sedih lagi ya , mas yakin kita bisa melewati semua ini " imbuh Archie pelan mencoba memberikan semangat pada sang istri yang terlihat masih terpukul itu .
" Terima kasih mas .... Sasa Sasa....
Bug
Archie menarik Sasa jatuh ke dalam pelukannya karena melihat Sasa kembali menangis , ia peluk tubuh Sasa dengan erat . Walau hatinya terasa sedih karena kehilangan anak , Archie mencoba terlihat tegar dihadapan Sasa karena Archie sadar bahwa Sasa lah yang paling bersedih atas musibah yang menimpa mereka ini .
Sasa menangis untuk yang kesekian kali dalam dua hari terakhir ini , Sasa merasa bersalah karena mengecewakan Archie . Karena seperti yang diketahui selama ini Archie selalu meminta agar Sasa hamil kembali supaya Arthur punya adik . Archie tidur sambil memeluk Sasa dengan erat , ia tau kalau Sasa sedang sangat terpukul walau bagaimanapun ia juga turut bersalah dalam musibah ini . Berbagai masalah yang terjadi beberapa minggu terakhir benar-benar menguras emosinya dan semua orang yang ada didekatnya , berurusan dengan Alexander Del Leon benar-benar membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra .
Karena Sasa sudah tidur Archie memilih untuk bangun dari tempat tidur , ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang tertunda beberapa hari terakhir ini . Archie mengerjakan berkas-berkas pentingnya di dalam kamar karena tak ingin meninggalkan Sasa sendirian dikamar .
Tiba-tiba ponselnya yang ada diatas nakas bergetar , dengan cepat Archie meraih ponselnya itu supaya tak menganggu Sasa yang sedang tidur .
Rico :
" we are ready to fly to Japan, thank you for the wedding gift boss "
Archie :
" enjoy it "
Rico :
" sure boss , salam untuk nyonya "
Archie :
__ADS_1
" Ingat kah sudah punya istri jangan bertindak sembrono lagi "
Rico :
" he he i know bos , see you in a few days boss "
Archie menutup ponselnya dan meletakkannya kembali di atas nakas yang ada didekat ranjang , senyumnya tersungging karena sudah berhasil memberikan kebahagiaan pada tiga orang anak buah terbaiknya itu walau ia sedang berduka .
" Aku yakin Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan yang lebih banyak dari kemarin sayang " ucap Archie pelan sambil mencium kening Sasa .
Karena masih banyak yang harus ditandatangani Archie lalu kembali sibuk dengan berkas-berkasnya , setelah berhasil mengakuisisi Leon Corporation pekerjaannya makin banyak . Ia juga dalam proses untuk mempersiapkan Rico sebagai direktur di perusahaan barunya itu , Archie tak ingin ada kesalahan satupun sampai waktunya tiba .
Kediaman mendingang Alexander Del Leon .
prank
prank
prank
Beberapa barang hancur berantakan karena terkena tendangan dari Rudolf Del Castilo sang adik tiri Alexander Del Leon .
" Brengsek !!! jadi Archie Durran adalah dalang dibalik meninggalnya kakakku " teriak Rudolf Del Castilo .
" Bukan hanya Archie tuan tapi ketiga putri kembar tuan Alexander juga turut serta tuan " sahut Yosua supir Alexander Del Leon menambahkan .
" Ya ... dari awal aku sudah tak setuju waktu kakak mendatangi Spanyol untuk menjemput tiga pelacur cilik itu !!! sampai akhirnya semua kekhawatiranku terjawab sudah " ucap Rudolf Del Castilo , ia adalah orang yang tak setuju waktu kakaknya datang ke Spanyol untuk mendatangi mantan kekasihnya yang melahirkan tiga putri kembar itu .
Rudolf Del Castilo duduk di kursi tempat biasa Alexander Del Leon duduk ,
" Cari tau dimana tiga pelacur kecil itu berada , mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal karena berani membuat kakakku meregang nyawa " ucap Rudolf Del Castilo penuh emosi .
" Baik tuan !!!! " jawab sepuluh orang bodyguard Rudolf Del Castilo kompak .
" hutang darah dibalas darah hutang nyawa dibalas nyawa , tunggu pembalasanku Archie Durran " bisik Rudolf Del Castilo pelan penuh kemarahan , kedua matanya memancarkan kebencian yang dalam kepada Archie dan tiga orang keponakannya yang sekarang sudah menikah dengan anak buah terbaik Archie tanpa sepengetahuannya .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Maaf ya kakak-kakak Thor telat update soalnya Thor masih sakit ni 😣 dua hari opname dijmc Jakarta doakan Thor cepat sembuh ya biar bisa update lagi seperti biasa 😊 love U all kakak-kakak 🌹