
Hotel JW Marriott
Selena terbangun pagi-pagi ia kemudian bergegas untuk mandi kemudian bersiap untuk check out karena tak mau tertangkap oleh anak buah sang ayah , Selena tau ayahnya belum menyadari kepergiannya jadi sebelum ayahnya sadar dan mengerahkan anak buahnya untuk mencarinya Selena memilih untuk segera pergi .
Tadi malam Selena pergi ke apartemen kecilnya di pinggiran pantai Ancol tapi saat Selena akan turun ia melihat beberapa anak buah ayahnya berjaga disana , rupaya apartemennya sudah di ambil alih oleh ayahnya oleh karena itu Selena memilih menginap di hotel bintang 5 di daerah Kuningan . Karena hari sudah mulai pagi Selena memilih pergi supaya tak tertangkap kembali oleh sang ayah .
" kemana aku harus pergi sekarang " ucap Selena dalam hati sambil menatap ke luar jendela di kamar hotelnya .
Setelah selesai packing dan menyiapkan hati Selena akhirnya check out dari hotel , Selena memilih menikmati sarapan paginya ke sebuah restoran cepat saji yang ada didekat hotel . Saat menikmati makan paginya Selena melihat ke arah pengunjung lain yang membawa anak , senyumnya mengembang melihat anak-anak kecil itu tiba-tiba Selena tersedak dan mengingat sesuatu ia kemudian menghabiskan minumnya lalu memesan taksi untuk pergi ke suatu tempat .
Mansion Archie
Suara tangisan baby Arthur pagi-pagi sudah terdengar di semua ruangan rumah besar Archie , baby Arthur yang sudah mulai tumbuh gigi sudah sangat rewel dan gampang menangis hingga membuat Sasa kewalahan . Ia bahkan pernah ikut menangis ketika melihat baby Arthur yang tak mau berhenti menangis sehingga membuat Archie turun tangan dan bergantian menggendong sang anak .
Baby Arthur sudah mulai sudah makan berkali-kali ia memuntahkan kembali MPASI yang dibuat untuknya sehingga membuat Sasa menyerah dan meminta bik Rani untuk mengasuh baby Arthur . Hari libur Sasa tinggal satu minggu lagi sebelum ia masuk kuliah lagi oleh karena itu Sasa ingin banyak menghabiskan waktu bersama sang anak ketimbang pergi keluar .
" nyonya teh chamomile tuan Archie sudah habis " ucap seorang pelayan melapor pada Sasa yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca buku .
" benarkah bik ? seingat Sasa masih ada satu box " jawab Sasa mencoba memastikan .
" habis nyonya sisa satu box terahir sepertinya tuan Rico bawa kekantor waktu itu " sahut pelayan itu patuh .
" okh oke ... terima kasih bik infonya " ucap Sasa berterima kasih sambil menutup bukunya .
Sasa kemudian berjalan ke gudang penyimpanan bahan makanan , ia mencatat semua bahan-bahan yang sudah habis dengan teliti di ponselnya . Setelah tiga puluh menit akhirnya Sasa keluar dari gudang dan berjalan naik ke kamarnya , tak lama kemudian Sasa keluar dengan membawa tas kecilnya dan sudah berganti pakaian casual dengan memakai topi . Sasa ingin pergi berbelanja untuk kebutuhan dapurnya , walau Sasa punya banyak pelayan ia memilih untuk membeli semua kebutuhan dapurnya .
" bik Sasa pergi belanja dulu ya " ucap Sasa berpamitan pada pelayannya .
" tapi nanti kalau tuan mencari bagaimana nyonya " jawab sang pelayan takut .
" tadi mas udah kabarin Sasa dia langsung kekantor dari apartemen Rico " ucap Sasa sambil tersenyum.
" oh begitu baiklah , hati-hati nyonya " jawab sang pelayan patuh .
Sasa kemudian memacu mobilnya menuju ke supermarket tempat biasa ia berbelanja , Sasa sebenarnya pergi berbelanja berniat untuk menghilangkan rasa jengkelnya pada Rico dan Selena yang belum hilang dari dadanya . Setelah berkendara selama tiga puluh menit kemudian Sasa sampai disebuah pusat perbelanjaan tempatnya biasa membeli kebutuhan dapurnya sejak dulu ketika kedua orang tuanya masih hidup .
Setelah berbelanja hampir satu jam akhirnya kegiatan Sasa selesai dengan membawa hampir sepuluh troli yang berisi bahan-bahan kebutuhan di rumah nya , Sasa meminta petugas supermarket untuk mengirimkan ke rumahnya dengan menggunakan layanan kirim gratis setelah berbelanja lebih dari sepuluh juta .
" Sasa ...."
Merasa namanya dipanggil Sasa menoleh dan tiba-tiba jantungnya berdetak dengan kencang ketika melihat si empunya suara yang memanggil namanya .
__ADS_1
" Selena " ucap Sasa lirih sambil menatap tak berkedip ke arah Selena .
" Sasa bisa bicara sebentar pliss " pinta Selena dengan nafas tersengal-sengal setelah berhasil mengejar Sasa yang pergi meninggalkannya
" ada urusan apa lagi nona Del Leon ? " tanya Sasa dingin .
" pliss Sa jangan marah padaku akh tidak kau boleh marah padaku setelah aku bicara semuanya padamu dari awal " jawab Selena memelas .
" Sa pliss ... " ucap Selena dengan mata berkaca-kaca .
Sasa menghela nafas sebentar dan kemudian mengangguk lalu mengajak Selena pergi ke sebuah restoran untuk sekalian makan siang karena hari sudah siang dan Sasa belum makan siang . Setelah sampai di restoran Selena memesan beberapa makanan yang sama dengan Sasa , setelah tiga puluh menit kemudian makanan pesanan mereka pun datang .
" maaf Sa aku benar-benar tak tau kalau suamimu adalah Archie Durran ... " ucap Selena lirih sambil mengiris daging steak yang ada dihadapannya .
" lalu , jika kau sudah tau Archie suamiku apakah kau akan tetap menyatakan perasaanmu padanya ? " tanya Sasa datar .
Hiks hiks hiks ....
Bukannya menjawab pertanyaan Sasa , Selena justru menangis dengan air mata yang langsung membanjir wajahnya yang pucat . Sasa menghentikan makannya lalu memberikan Selena tissue untuk menyeka air matanya , Sasa merasa iba melihat Selena menangis sebenarnya Sasa tau semua ini bukan salah Selena sepenuhnya .
" maaf aku tak tau kalau kau sudah ... Rico ... kalian ...
" iya aku tak tau kalau Rico tangan kanan Archie dia sudah sudah... hiks .. hu .. hu... " tangis Selena kembali pecah setelah memotong perkataan Sasa .
Selena mengangkat wajahnya dan menatap Sasa dengan mata berkaca-kaca ia merasa sedikit lega karena Sasa memanggilnya dengan sebutan " kak " lagi .
" maafkan aku Sa , aku benar-benar tak tau kalau suamimu adalah Archie " ucap Selena terbata-bata .
" iya kak salahku juga karena aku tak memberitahu padamu " jawab Sasa sambil tersenyum .
" aku bingung Sa harus bagaimana sekarang " celetuk Selena sambil menunduk .
" kenapa kak ? " tanya Sasa pelan .
Selana mengangkat wajahnya kemudian bercerita dari awal mulai dari rencana perjodohannya yang diatur sang ayah dengan Rico yang akhirnya Selena tolak dengan alasan belum mengenal siapa itu Rico . Sampai akhirnya buntut dari penolakan itu justru membuat Selena jatuh di ranjang Rico dan kehilangan kesuciannya , sampai akhirnya ia tau alasan dibalik perjodohannya dengab Rico karena sang ayah ingin menghancurkan Archie lewat Rico .
Mendengar cerita Selena membuat Sasa berkali-kali menelan salivanya ia tak percaya kalau Alexander Del Leon menggunakan anak kandungnya untuk kepentingan bisnisnya . Sasa menjadi iba pada nasib Selena yang harus menjadi korban dari keegoisan ayahnya .
" ayahmu jahat kak ... " ucap Sasa lirih setelah Selena mengakhirinya ceritanya .
" iya dia jahat ibuku meninggalpun karena dia , sampai akhirnya kini aku yang ia gunakan untuk alat bisnisnya Sa hiks hiks... " jawab Selena sambil menangis .
__ADS_1
" kakak pulang lah ke apartemen Rico bicara dengan nya empat mata aku yakin Rico akan membantu kakak , urusan Archie biar aku yang bicara padanya " ucap Sasa sambil menggengam tangan Selena yang dingin .
" aku bersalah padanya Sa waktu itu aku menyatakan cinta pada Archie didepannya , aku bisa melihat kalau Rico benci padaku " tangis Selena dengan terbata-bata .
" percaya padaku , Rico sudah jatuh cinta padamu kak !! mana ada lelaki yang bisa melupakan wanita yang sudah ia ambil kesuciannya kak , asal kakak tau walau Rico seorang playboy tapi ia orang yang klasik kak ... masih menghormati dan menghargai keperawanan seorang wanita " sahut Sasa memberi semangat pada Selena .
" benarkah ? " tanya Selana tersipu , walau ia awalnya tak menyukai Rico tapi karena ia sudah pernah tidur dengan Rico perasaan cinta kini mulai datang di hatinya .
" 220116 itu adalah password apartemen Rico , pulanglah kesana bicarakan baik-baik dengannya lagipula kakak tak punya tujuan kan sekarang " jawab Sasa mencoba menyakinkan Selena .
Selena mengangguk pelan lalu menyeka air matanya dengan tissue , Sasa lalu berpindah tempat duduk lalu memeluk Selana dengan erat . Ia merasa kasian pada Selena yang terlibat menjadi batu pinjakan ayahnya yang jahat itu .
" ayo Sasa temani cari baju tidur !! " bisik Sasa pelan pada Selana .
" buat apa ...
" anggap ini hadiahku untuk kalian , nikmati malam indah ini bersamanya kak " ucap Sasa cepat memotong perkataan Selena .
Blush
Wajah Selena langsung memerah setelah mendengar perkataan Sasa , sementara Sasa hanya cekikikan sambil berjalan ke arah toko pakaian diikuti Selena dibelakangnya .
" oke kak semangat ya kejar cintamu !!! aku tau kau mencintai Rico " ucap Sasa sambil menyerahkan goodie bag yang berisi pakaian dalam yang sudah mereka beli sebelumnya .
" aku malu Sa ..." cicit Selena dengan terbata-bata .
" sudahlah kalian kan sudah dewasa , Sasa ngerti kok !! aku nitip Rico ya walau bagaimanapun dia sudah seperti adik bagi Archie " sahut Sasa dengan tersenyum .
Selena menganggukan kepalanya lalu naik ke taksi yang sudah dipesan sebelumnya .Kali ini Selena pergi ke apartemen Rico dengan hati yang sedikit lega tak seperti waktu itu . Setelah sampai didepan kamar 3117 Selena memasukan kombinasi angka yang sudah diberikan Sasa sebelumnya , senyum Selena mengembang ketika berhasil masuk ke kamar Rico .
Selena kemudian mandi untuk membersihkan diri karena hari sudah mulai senja , ia sengaja tak menyalakan lampu supaya tak membuat Rico curiga . Selena menunggu Rico datang dengan perasaan yang sangat berantakan .
Setelah menunggu hampir dua jam akhirnya pintu apartemen Rico terbuka , Selena yang sedang menunggu dikamar tamu langsung bersiap . Ia berdiri persis dibelakang Rico yang sedang berjalan ke arah kamarnya .
Bug
Selana memeluk Rico dari belakang , Rico yang kaget pun tak bisa menghindari .
" maafkan aku Rico ....." bisik Selena pelan ke telinga Rico hingga membuat Rico langsung on .
Rico langsung menarik Selena kehadapan nya ia langsung memeluk dan mencium leher Selena yang wangi lalu meninggalkan beberapa jejak kepemilikan disekitar leher jenjang selena sampai membuat Selena mendesah .
__ADS_1
" kau milikku malam ini ..... " bisik Rico pelan sesaat setelah melepas ciumannya dari leher Selena .
💮 Bersambung