Faith

Faith
Penyakit hati


__ADS_3

Sesampainya dirumah Archie langsung menyerahkan baby Arthur pada bik Rani untuk dimandikan karena hari sudah sore , Archie duduk di ruang tamu sambil berkali-kali menelfon Sasa walau tak ada satu pun panggilannya yang di jawab oleh istrinya . Rico hanya tersenyum kecut melihat tingkah Archie yang sedang dibakar api cemburu itu karena tak ingin kena getahnya akhirnya Rico memilih pergi kekamarnya di lantai satu karena beberapa bulan ini ia akan tinggal di rumah Archie dikarenakan didekat apartemennya sedang ada proyek pembangunan dan suaranya terlalu bising hingga memaksa Rico mengungsi sementara ke rumah bosnya .


Archie berjalan keluar ke taman depan rumah lalu masuk kembali ke ruang tamu lalu keluar lagi begitu terus hingga membuat para pelayannya menyingkir dengan sendirinya karena tau kalau sang tuan sedang marah , mereka sudah bisa membaca bahasa tubuh Archie . Sudah hampir setengah jam Archie menunggu Sasa pulang tapi yang ditunggu tak menampakkan batang hidungnya hingga membuat Archie makin marah , ia pun masuk dengan paksa ke kamar Rico .


" weitttssss ketuk pintu dulu bos !!! " teriak Rico kaget saat melihat Archie tiba-tiba sudah berbaring di ranjangnya masih dengan menggunakan jas yang ia pakai untuk ke kampus tadi .


" akh memang kau seorang gadis " jawab Archie sambil melempar bantal ke arah Rico yang sudah melepas bajunya untuk bersiap mandi .


Rico hanya nyengir kuda mendengar perkataan Archie ia pun memilih untuk segera mandi meninggalkan Archie yang sedang kesal itu , saat Rico selesai mandi ia kembali dikejutkan ketika melihat Archie sudah tertidur pulas di ranjangnya . Tak lama kemudian Rico memilih pergi ke meja makan untuk makan karena dia merasa lapar sekaligus menunggu Sasa pulang , ia ingin memberitahu kalau suaminya sedang marah .


Sementara itu saat sedang dalam perjalanan pulang Sasa mampir ke sebuah toko baju karena ia ingin membeli beberapa baju untuk kuliah , koleksi bajunya sudah tak muat untuknya bukan karena tubuh Viona yang membersar justru karena ukuran tubuh Viona sudah kembali ke masa ia belum hamil . Sasa memilih membeli baju baru karena tak mau memakai baju lamanya karena ia tak mau terlihat terlalu modis , Sasa tau Archie pasti tak akan suka kalau melihatnya memakai baju yang dapat menarik perhatian orang lain .


Sasa membeli beberapa helai celana jeans dan beberapa blouse serta pakaian dalam keluaran terbaru di sebuah toko baju bergengsi di mall Indonesia , saat Sasa sedang membayar ia melihat orang yang sangat ia kenal sedang duduk di sebuah kursi di dekat fitting room seperti sedang menunggu seseorang . Tak lama kemudian keluarlah seorang gadis yang ia juga sangat kenal teman baiknya semasa sekolah dulu Clarissa , rupanya gosip yang pernah Sasa dengar mengenai retaknya hubungan asmara antara Rizki dan Clarissa tak sepenuhnya benar terbukti hari ini ia melihat dua orang yang sangat dekat dengannya itu sedang berbelanja bersama .


Sasa langsung membuang mukanya ketika menyadari kalau Rizki juga tengah menatap ke arah kasir dimana ia sedang berdiri menunggu proses pembayaran selesai , begitu kasir menyerahkan kantong belanjaan miliknya Sasa langsung menerimanya dan berupaya untuk pergi sejauh mungkin dari toko pakaian itu . Ketika merasa sudah jauh Sasa kembali melanjutkan belanjaannya untuk membelikan beberapa pakaian untuk baby Arthur , sejak kehadiran baby Arthur ia lebih suka berbelanja pakaian untuk sang putra tampannya itu . Setelah hampir satu jam ada di mall itu Sasa baru menyadari bahwa ia lupa mengabari Archie , dengan cepat Sasa membawa ke empat kantong belanjaannya untuk ia bawa pulang karena hari sudah mulai senja dilihat dari sang surya yang mulai membenamkan dirinya di barat .


Dengan cepat Sasa memasukan hasil belanjaannya ke dalam bagasi belakang mobilnya dan saat akan membuka pintu tiba-tiba ia dikagetkan dengan sentuhan tangan seseorang di pundaknya yang otomatis membuatnya membalikan badannya .


" benar kan itu kamu sa !!! " teriak Clarissa senang , ia langsung memeluk Sasa dengan erat tanpa rasa bersalah padahal dulu ia pernah menyakiti Sasa dengan sangat dalam .


" apa kabar sa ?  " tanya Rizki dengan tersenyum saat Clarissa sudah melepaskan pelukannya pada Sasa .


" aaamm im fine  , long time no see " jawab Sasa dengan terbata karena tak menyangka akan bertemu lagi dengan mantan kekasih dan teman lamanya itu .

__ADS_1


" kita baik sa , aku dan Rizki udah nikah sa " celetuk Clarissa sambil menunjukan cincin pernikahannya pada Sasa sambil merangkul Rizki mesra .


Melihat tingkah Clarissa membuat Sasa tersenyum ia ikut bahagia melihat teman baiknya akhirnya menikah walaupun masih ada rasa sakit yang membekas di hati Sasa atas fitnah dan gosip murahan yang Clarissa buat dulu semasa kuliah bersama .


" sa maafin aku ya , aku tau dulu udah bikin kamu sakit hati banget aku bodoh sa " ucap Clarissa meminta maaf


" udah clarie semua kan udah lewat juga aku udah lupain dan maafin kalian juga kok " jawab Sasa sambil tersenyum .


"jadi kita temen lagi kan sa ? " tanya Clarissa tiba-tiba menggenggam tangan Sasa dengan erat .


Sasa hanya tersenyum tipis dengan mengangguk pelan merespon perkataan Clarissa di sebelah Clarissa nampak Rizki juga ikut tersenyum . Clarissa kemudian menarik tangan Sasa untuk duduk di coffe shop bersama Rizki , Clarissa menceritakan semua yang terjadi setelah Archie membuat kampus mengeluarkan dirinya dan kedua temannya . Kini Clarissa hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk Rizki sementara Rizki memilih melanjutkan bisnis keluarganya dan keluar dari kampus , mereka kini tinggal di rumah keluarga Rizki . Sasa hanya tersenyum medengar cerita Clarissa , ia bersyukur kalau temannya ini sudah berubah tapi hati kecilnya masih berkata tidak pada Clarissa entah perasaan apa itu Sasa pun tak mengerti . Sasa hanya berusaha berfikir positif atas perubahan sikap Clarissa padanya .


Karena sudah terlalu lama diluar akhirnya Sasa berpamitan dengan dua teman lamanya itu , ia teringat akan anaknya yang pasti sudah menunnggunya dirumah . Sasa dengan cepat berjalan ke arah mobil yang sudah menunggunya di parkiran mall itu , mata Clarissa menatap tajam ke arah mobil Sasa ada kilatan tatapan aneh keluar dari sepasang mata itu . Rizki pun mengajak Clarissa pergi setelah mobil yang ditumpangi Sasa menghilang dari tatapan kedua orang itu .


Di sepanjang jalan Sasa memikirkan baby Arthur , sudah hampir dua jam ia ada di luar . Sasa takut anaknya akan menangis seperti biasanya, walau Sasa sudah menyiapkan stok asi untuk anaknya di kulkas tapi tetap saja ia masih khawatir kalau sang anak akan mencarinya .


"baik nyonya " jawab sopir itu sembari menambah kecepatan mobilnya memecah keramaian ibu kota .


Tak lama kemudian mobil mewah itu sampai di sebuah rumah besar yang berpagar tinggi , saat berhenti dihalaman Sasa langsung berlari ke arah rumah meninggalkan hasil shopingnya hari ini didalam mobil . Sasa langsung menuju kamarnya dilantai dua dimana sang anak berada , sejak datang ke Indonesia Archie belum membiarkan Arthur tidur dikamarnya sendiri .


" akh syukurlah masih tidur anakku  " ucap Sasa lega saat melihat sang anak masih tertidur pulas , pakaiannya sudah diganti dengan pakaian tidur .


Karena putranya masih tidur akhirnya Sasa memilih mandi supaya nanti kalau anaknya sudah bangun ia sudah bersih , di dalam kamar mandi Sasa memikirkan pertemuannya kembali dengan Clarissa . Walau ia sudah meminta maaf padanya tetap saja masih ada hal yang mengusik pikirannya .

__ADS_1


" kita sudah berteman dari bangku sekolah dasar Clarie jadi aku tau siapa kau sebenarnya tapi aku harap semoga saja kali ini kau benar-benar sudah berubah " ucap Sasa dalam hati sambil membasuh wajahnya dengan air hangat yang mengalir dari shower , kali ini mandi dengan cepat menggunakan shower tak seperti biasanya berendam di bath up .


" ingat rumah juga !!! " hardik Archie dengan nada tinggi ketika Sasa baru keluar dari kamar mandi hingga membuat Sasa kaget dan hampir terjatuh kalau tak cepat berpegangan pada daun pintu kamar mandi.


" jalan tu pake mata !! ceroboh banget si jadi orang " bentak Archie jengkel ketika melihat Sasa bersandar pada dinding .


Karena malas berdebat akhirnya Sasa hanya menunduk dan memilih masuk ke dalam closet untuk berganti baju karena ia masih memakai handuk untuk melilit tubuhnya .Melihat Sasa mengacuhkannya membuat Archie makin naik darah dengan cepat ia ikut masuk ke dalam closet baju itu lalu mendorong Sasa ke dinding dengan satu gerakan sampai membuat Sasa menjerit kesakitan karena tak sengaja kakinya terantuk pinggiran brangkas yang ada di dalam closet bersama baju-baju itu .Tapi Archie tak menghiraukan jeritan Sasa ia justru makin terbakar emosi karena menurutnya Sasa sedang pura-pura .


" kau istriku , kau harusnya bisa menempatkan diri !!! kau bukan gadis lagi kau adalah seorang ibu Sasa " bentak Archie dengan suara kencang tepat di depan wajah Sasa .


" apa maksud mas sasa ga ngerti " jawab Sasa sambil menahan nyeri yang luar biasa di kakinya .


" kalau kau masih mau bersenang-senang silahkan aku tak melarang tapi kau tak akan bisa lagi melihat Arthur !! " ucap Archie dingin sambil melepas tangannya yang mencengkram bahu Sasa , ia kemudian keluar dari ruangan itu menuju tempat tidurnya dan mengangkat baby Arthur yang masih tidur .


Sasa keluar dari ruangan penyimpanan baju itu dengan tertatih karena mendengar tangisan baby Arthur yang menangis karena kaget dibawa Archie pergi , Sasa berteriak pada Archie untuk tak membawa anaknya pergi tapi Archie mengacuhkannya . Sasa tak berani keluar dari kamar karena ia belum memakai baju akhirnya Sasa masuk lagi ke dalam closet untuk mencari baju tidurnya , saat melihat kaca Sasa bisa melihat bekas cengkraman tangan Archie membekas di pundaknya ada luka goresan karena terkena kuku suaminya .


" sampai kapan kau akan seperti ini mas " ucap Sasa lirih sambil meraba bahunya yang terasa perih , ia juga merasakan ngilu pada kaki kirinya .


Sasa bisa melihat ada warna ungu kemerahan di kakinya tapi rasa sakit di kakinya tak sesakit perasaannya yang lagi-lagi terluka oleh Archie .


" kadang-kadang aku merasa salah pernah bertemu denganmu waktu itu mas hikss... hiksss " tangis Sasa memantul diruangan kedap suara itu .


 

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2