
Kasih Vote dulunya donk kakak-kakak sayang heheh , Terima kasih
Setelah selesai berfoto bersama , Tuan Pedro dan rombongan akhirnya berpamitan kepada Archie dan anak buahnya karena harus segera kembali ke Meksiko . Pasalnya pesawat jet pribadi mereka sudah menunggu di bandara , Archie pun mengantar kepulangan rekan bisnis barunya itu sampai ke depan restoran karena Tuan Pedro menolak untuk diantar sampai ke bandara . Setelah melihat mobil yang membawa Tuan Pedro pergi Archie pun masuk kembali ke dalam restoran untuk mengambil jaketnya yang sebelumnya ia letakkan di kursi , saat akan membuka pintu langkahnya terhenti karena melihat Mariza sudah membawa jaket dan tasnya .
Senyum Archie langsung menghilang saat melihat Mariza mendekatinya , ia berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya kemarahan di dalam dadanya sudah memuncak . Kalau Archie tidak ingat sedang ada di tempat umum ia pasti sudah membunuh Mariza saat itu juga saat ia menerima pesan yang dikirimkan oleh dokter Frans .
Dulu Archie beranggapan bahwa apa yang dilakukannya di masa lalu adalah tindakan yang paling kejam sebagai manusia , akan tetapi setelah mengetahui apa yang dilakukan oleh Marisa palsu ini langsung membuat rasa bersalah Archie pergi .
"Ini Tuan jaket dan tas anda." Ucap Mariza sambil menyerahkan barang barang milik Archie .
"Tak usah repot-repot Mariza , aku bisa mengambilnya sendiri."Jawab Archie sambil meraih jaket dan tas yang sudah dibawakan oleh Mariza .
"Saya tak merasa direpotkan Tuan , karena ini juga bagian dari pekerjaan saya sebagai sekretaris anda." Sahut Mariza sambil tersenyum lebar .
Archie tersenyum tipis mendengar perkataan Mariza , ia lalu mengajak Rico dan Gustaf untuk kembali ke kantor setelah memerintahkan Mariza untuk pulang .
"Kenapa kau memerintahkan perempuan itu untuk pulang ke rumah bos .?" Tanya Rico pada Archie di dalam mobil karena penasaran .
"Nanti akan kujelaskan kepada kalian ketika sudah sampai di rumah sakit ."Jawab Archie datar .
"Rumah sakit ?? memangnya ada yang sakit bos ." Tanya Gustaf dengan cepat.
"Setelah sampai di rumah sakit kalian akan mengetahui semuanya secara langsung dari Frans ." Jawab Archie sambil memejamkan matanya dan bersandar di bangku .
Melihat perubahan sikap Archie langsung membuat Rico dan Gustaf terdiam , mereka pun menyadari kalau bosnya itu sedang menyembunyikan sesuatu . Oleh karena itu mereka berdua pun langsung terdiam tanpa berbicara apapun lagi .Riko kemudian menambah kecepatan menuju ke rumah sakit tempat dokter Frans praktek , sementara itu Gustaf menyibukkan diri dengan laptopnya kembali .
Setelah mengemudi hampir tiga puluh menit mobil yang dibawa Rico akhirnya sampai di depan lobby rumah sakit , dokter Frans yang sudah menunggu di depan lobby langsung berjalan mendekati mobil untuk membukakan pintu Archie .
"Kau sudah menyiapkan semuanya Frans.?" Tanya Archie lirih .
__ADS_1
"Sudah bos kita tinggal menyambungkan saja dengan mereka ." Jawab dokter Frans sambil tersenyum .
"Bagus kalau begitu , ya sudah ayo kita cepat masuk ." Ucap Archie datar sambil berjalan menuju lobby rumah sakit .
Dokter Frans mengangguk pelan merespon perkataan Archie , ia pun kemudian menyusul Archie masuk ke dalam rumah sakit . Sementara itu Rico dan Gustaf hanya diam dengan berjuta pertanyaan di dalam kepala mereka berdua setelah mendengar percakapan Archie dan dan dokter Frans , karena tak mengerti dengan maksud pembicaraan Archie dan dokter Frans .
Dengan menggunakan lift pribadi khusus para dokter mereka berempat pun akhirnya sampai di lantai empat di mana ruangan dokter Frans berada , Archie langsung berjalan menuju ke ruangan dokter Frans begitu pintu lift terbuka yang kemudian diikuti ketiga anak buahnya . Sesampainya di ruangan pribadi sang dokter Archie hanya tersenyum tipis ketika melihat apa yang sudah disiapkan oleh dokter Frans , tapi lain halnya dengan Rico dan Gustaf yang masih bingung karena melihat laptop dan layar proyektor terpampang nyata di dinding .
"Lebih baik kita mulai sekarang , daripada kedua orang ini akan semakin bingung Frans ." Ucap Archie tiba-tiba sambil duduk di kursi yang sudah ditata sedemikian rupa .
"Baik bos kalau begitu ." Jawab dokter Frans sambil berjalan mendekati laptopnya .
Rico dan Gustaf langsung duduk di sebelah Archie tanpa berbicara apapun , mereka menunggu dengan sabar dan penasaran dengan apa yang dilakukan oleh dokter Frans di depan laptopnya . Tak lama kemudian dokter Frans sudah berhasil melakukan video call dengan salah satu temannya yang ada di Korea Selatan melalui aplikasi Skype , ia lalu mematikan lampu ruangannya untuk membuat panggilan itu lebih nyaman .
"Siapa dia.?" Tanya Gustaf pelan pada Rico .
"Entah lah , sepertinya dia juga dokter lihatnya pakaiannya ." Jawab Rico lirih .
"Halo semuanya perkenalkan nama saya Park so jin , saya adalah seorang dokter umum di rumah sakit universitas Nasional Seoul . Saya adalah teman lama dokter Frans , kami berdua bertemu pertama kali di Guangzhou China beberapa tahun yang lalu ." Ucap pria bernama Park so jin memperkenalkan diri ke arah layar laptop dimana Archie , dokter Frans , Rico dan Gustaf sedang menatapnya .
"Halo dokter Park , senang bertemu dengan anda .Perkenalkan saya dengan Archie dan ini kedua orang kepercayaan saya bersama Frans yang tentunya sudah kau kenal sebelumnya , kami ada disini karena ingin melihat dan mendengar langsung penjelasan dari anda atas apa yang sudah anda bicarakan sebelumnya dengan Frans ." Jawab Archie memperkenalkan diri pada dokter Park melalui layar laptop yang sudah tersambung langsung dengan dokter Park di Korea .
"Halo Tuan Archie saya sudah mendengar banyak tentang anda dari dokter Frans sebelumnya , sungguh suatu kehormatan bisa melihat anda saat ini secara langsung melalui panggilan video ini . Seperti yang sudah anda ketahui sebelumnya dari dokter Frans , saya secara tak sengaja menemukan seorang gadis asal Indonesia yang terkurung di sebuah apartemen kecil dalam kondisi yang mengenaskan . Saya menemukan gadis itu saat sedang melakukan kunjungan pribadi pada pasien di apartemen karena mendengar teriakan seorang petugas kebersihan yang mendengar suara rintihan dari kamar naas itu , atas bantuan pihak kepolisian kami semua akhirnya mendobrak pintu apartemen itu dan menemukan gadis malang itu sedang terikat di atas tempat tidur . Berikut ini adalah foto-foto yang berhasil saya ambil ketika menemukan gadis itu pertama kali ." Ucap dokter Park dengan cepat.
Deg
Deg
Jantung Archie berpacu dengan cepat mendengar perkataan dokter Park , ia terlihat menarik nafas panjang sambil memejamkan mata sehingga membuat Gustaf kembali bingung .
__ADS_1
"Gadis siapa ? kenapa ....
Gustaf tak dapat menyelesaikan perkataannya ketika layar proyektor sudah menampilkan foto-foto seorang gadis berambut panjang yang terpotong cobak cabik dengan tangan terikat di ranjang dalam kondisi tak memakai baju selai benang pun , di sekujur tubuhnya terlihat noda memar bekas pukulan .
Archie bahkan menjatuhkan ponselnya secara tak sengaja dari atas meja , ketika melihat dua foto terakhir yang menunjukkan luka di alat kelamin gadis itu yang yang disinyalir akibat terkena sundutan rokok .
Sementara dokter Frans hanya memejamkan matanya sambil meletakkan tangan di atas kepalanya , karena tak sanggup melihat foto-foto yang sedang berputar di layar proyektor . Sedangkan Rico hanya diam sambil tak melepas pandangannya dari foto-foto gadis malang tersebut .
"Ini adalah foto-fotonya di saat kami menemukan gadis itu pertama kali , karena kondisi psikis gadis itu yang sangat tidak stabil akhirnya kami mengisolasinya di ruangan khusus di bawah pengawasan dua dokter kejiwaan dan saya secara langsung. " Ucap dokter Park sambil menyudahi rekaman foto video yang berisi foto-foto mengerikan itu .
" Siapa yang tega melakukan hal mengerikan itu ." Celetuk Gustaf sambil menatap tajam kearah dokter Park di layar laptop .
"Seorang dokter ahli operasi plastik yang saat ini sudah ditangkap karena dakwaan telah melakukan malpraktek kepada para pasiennya , gadis ini rupanya sudah menjadi budak **** nya selama satu tahun terakhir ini ." Jawab dokter Park dengan lirih .
Glek
Rico menelan salivanya pelan mendengar perkataan dokter Park , kedua matanya memerah karena menahan emosi .
"Siapa gadis malang itu .?" Tanya Rico dengan terbata-bata secara tiba-tiba .
"Pemilik nama dan identitas asli yang dipakai oleh Mariza." Jawab Archie dengan bergetar karena menahan emosi .
"Apa maksud....
"Dia adalah Mariza yang asli ." Ucap dokter Frans memotong perkataan Gustaf .
🌼Bersambung🌼
Faith akan tamat dalam 4 episode lagi , jadi tetap baca ya dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak .
__ADS_1
Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...
Terima kasih