Faith

Faith
Mariza x Clarissa


__ADS_3

Vote dulu sebelum baca , Terima kasih .


Setelah mengetahui kalau Sasa sedang hamil bayi kembar Archie semakin membatasi aktivitas sang istri , ia bahkan meminta secara khusus dua orang pelayan standby di lantai dua untuk berjaga apabila Sasa membutuhkan bantuan . Archie bahkan meminta bik Rani pengasuh baby Arthur untuk tak memberikan Arthur kepada Sasa mengingat usia kandungan Sasa yang masih sangat muda , Archie tak mau Sasa kelelahan karena mengasuh putra pertama mereka . Oleh karena itu Archie menjaga sedikit jarak antara Sasa dan Arthur , Archie masih trauma pasca Sasa keguguran ketika masih di Jakarta enam minggu yang lalu . Archie tak mau Sasa kelelahan lagi , karena itu ia melakukan semua hal yang menurut Sasa berlebihan itu .


"Mas berangkat ke kantor dulu ya." Pamit Archie kepada Sasa saat sudah selesai menikmati makan pagi bersama .


"Hari ini pulang jam berapa ?" Tanya Sasa sambil menyeka bibirnya menggunakan sapu tangan.


"Mungkin hari ini akan sedikit telat karena investor dari Meksiko akan datang kembali , tapi mas pastikan semoga mas pulang tidak lebih dari jam tujuh malam dan ingat pesan mas jangan melakukan apapun yang akan membuatmu lelah . Arthur sudah diurus oleh bik Rani dengan baik , jadi sayang hanya perlu melihatnya saja tanpa perlu turun tangan mengasuh Arthur " Jawab Archie sambil membelai rambut Sasa dengan perlahan.


"Iya mas Sasa ngerti , mas gak usah khawatir." Sahut Sasa sambil tersenyum.


Archie lalu mencium kening Sasa dengan lembut , ia lalu mengajak Sasa berjalan menuju halaman depan di mana mobilnya sudah siap mengantarnya ke kantor . Sesampainya di depan pintu rumah Archie berlutut dan mencium perut Sasa sambil berpamitan pada dua anak kembarnya didalam perut sang istri sehingga membuat Sasa tertawa geli .


"Baik-baik di perut ibu yang sayang , ayah pergi kerja dulu supaya bisa cari uang banyak untuk membelikan kalian pesawat jet seperti milik kakak Arthur....


"Masss ...jangan macam-macam ya , cukup Arthur saja yang dibelikan pesawat seperti itu .!! anak-anak ini tidak usah , memangnya untuk apa punya pesawat jet banyak ? mau buka rental pesawat jet begitu !! Pekik Sasa dengan suara meninggi memotong perkataan Archie .


Archie memicingkan satu matanya mencoba mencerna perkataan Sasa , ia tak mengerti dengan perkataan sang istri yang terlalu cepat seperti itu .


"Rental itu apa.?" Tanya Archie dengan polos.


"Duh salah bicara aku ...ya sudah sana mas berangkat saja , Sasa malas membahas itu ." Jawab Sasa merutuki kebodohannya karena berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang tak Archie mengerti.


"Sayang marah kepada mas.?" Tanya Archie yang semakin bingung.


"Enggak mas enggak , aku tak marah mas. Ya sudah sekarang mas berangkat ke kantor katanya ada meeting penting ." Jawab Sasa dengan senyum yang dipaksakan mencoba meminta Archie untuk segera berangkat ke kantor .


"Ya sudah kalau begitu mas berangkat ya , ingat pesan mas tadi tolong benar-benar dilakukan karena mas akan memantau melalui CCTV . Jadi kau tak bisa bohong kepada mas. " Ucap Archie sambil menunjukkan ponselnya kepada Sasa yang sudah terhubung dengan semua CCTV di rumah.


Sasa hanya tersenyum lebar mendengar perkataan sang suami ,ia tahu kalau suaminya pasti sudah memikirkan hal sejauh itu . Setelah mencium kening Sasa lagi Archie lalu masuk ke dalam mobilnya , Ia lalu pergi bersama beberapa orang bodyguard menuju ke kantor meninggalkan Sasa di rumah .

__ADS_1


"Aku harap Gustaf sudah menemukan klinik yang aku minta cari ." ucap Archie dalam hati penuh harap .


Archie berharap bisa segera membongkar topeng yang sedang dikenakan Mariza , ia tak mau terjadi hal-hal yang tak ia inginkan . Karena menurut feelingnya Mariza punya tujuan lain berada disampingnya , apalagi ketika mengetahui kalau ia berani menghapus pesan Sasa di ponselnya .


Setelah berkendara selama hampir empat puluh lima menit kedua mobil Archie akhirnya sampai di kantor Durran Internasional , saat sang pemilik utama memasuki area kantor para karyawan langsung menundukkan kepala memberi hormat kepadanya . Padahal Archie sudah melarang melakukan itu , karena Archie tak terlalu suka diperlakukan seperti itu . Akan tetapi tetap saja para karyawan sungkan kepadanya jika tidak melakukan hal seperti itu , akhirnya Archie hanya pasrah dan diam saja ketika para karyawan melakukan hal itu kepadanya.


"Pagi tuan ."Sppa Mariza yang ternyata sudah ada di dalam lift ketika Archie membuka lift pribadinya.


"Selamat pagi , apa kau baru datang juga Mariza ." Tanya Archie kepada Mariza basa-basi.


"Tidak tuan , saya tadi baru pergi ke divisi penjualan untuk meminta laporan dari kepala bagiannya. Akan tetapi tadi saya turun ke lobi sebentar karena untuk mengambil barang saya yang ketinggalan di taksi ." Jawab Mariza sambil menunjukkan tas kecil miliknya yang baru saja dikembalikan oleh supir taksi.


"Oh begitu , syukurlah kalau masih ada orang-orang baik di dunia ini ."Sahut Archie sambil tersenyum penuh arti mencoba menyindir Mariza.


Mariza tersenyum mendengar perkataan Archie ,ia lalu kembali sibuk dengan mengecek berkas yang baru saja ia ambil dari divisi penjualan . Tak lama kemudian lift pun berhenti di lantai paling atas di mana ruangan Archie berada setelah pintu lift terbuka Archie keluar lebih dahulu kemudian disusul Mariza yang langsung berjalan menuju ruangannya dengan tetap membaca dokumen yang ada di tangannya . Saat Archie membuka pintu ruangannya ia dikagetkan karena melihat keberadaan Riko , Gustaf dan dokter Frans sudah berdiri tegang menungggu kedatangannya .


"Apa yang kalian....


"Sstttttt...diam bos , lebih baik kau suruh sekretaris mu itu pergi lebih dulu ." Ucap dokter Frans pelan memotong perkataan Archie sambil meletakkan satu jari tangannya di depan mulut.


Tok


Tok


"Boleh aku masuk.?" Tanya Archie pelan setelah mengetuk pintu .


"Tentu tuan tentu saja boleh ." Jawab Mariza dengan hampir berteriak .


Archie tersenyum tipis melihat ekspresi Mariza yang sangat girang itu , ia lalu duduk di depan kursi yang ada di sebelah meja Mariza .


"Ada yang bisa saya bantu tuan.?" Tanya Mariza dengan mata berbinar-binar .

__ADS_1


"Nanti siang aku ada meeting dengan klien dari Meksiko yang aku yakin kau sudah tahu juga , maka dari itu aku ingin memberikan mereka jamuan spesial . Jadi aku ingin meminta bantuan padamu untuk mencari restoran terbaik yang ada di sekitar perusahaan , untuk kita pergi makan siang bersama dengan mereka . Apa kau bisa melakukan itu untukku Mariza .?" Tanya balik Archie dengan tersenyum .


"Tentu saja bisa tuan , saya akan melakukan tugas ini dengan sangat baik ." Jawab Mariza sambil bangun dari kursinya dengan cepat.


"Baiklah kalau begitu kau boleh pergi sekarang juga ." Ucap Archie sambil ikut bangun dari kursinya dan menyerahkan kartu kredit perusahaan kepada Mariza untuk membooking restaurant .


Dengan cepat Mariza meraih kartu kredit yang diberikan oleh Archie , ia lalu langsung mengambil tasnya dan berjalan keluar ruangan meninggalkan Archie yang masih berdiri di depan meja kerjanya . Archie hanya tersenyum tipis ketika melihat betapa bahagia dan bersemangatnya Mariza melakukan tugas kecil yang baru saja ia berikan .


Setelah memastikan Mariza benar-benar pergi , Archie kemudian keluar dari ruang sekretaris pribadinya itu dan berjalan menuju ruangan pribadi nya dimana ketiga anak buahnya sudah menanti kehadirannya .


"Kenapa kalian sampai membuat aku repot seperti ini ." Hardik Archie penuh emosi ketika membuka pintu ruangannya .


"Maaf bos ini demi kebaikan kita semua , aku yakin kau pasti sangat terkejut ketika mengetahui apa yang ada di dalam kotak ini." Jawab Rico sambil tersenyum .


"Memangnya apa isi kotak ini .?" Tanya Archie sambil menatap kotak yang ada di depan mejanya.


"Kau bisa membukanya dan melihatnya langsung ." Jawab Gustaf dengan tersenyum tipis .


"Kalian benar-benar menyusahkan aku ." Gerutu Archie sambil membuka kotak kecil itu dengan cepat .


Saat meraih foto yang ada di dalam kotak kecil itu tiba-tiba kedua matanya langsung membelalak dan terdiam beberapa saat saat melihat foto yang baru saja ia keluarkan dari dalam kotak .


"Ini......


"Itu adalah foto Clarissa Eugene , satu-satunya pasien yang datang ke rumah sakit itu satu minggu sebelum sosok Mariza tertangkap keluar dari klinik kecantikan itu ." Jawab dokter Frans dengan cepat .


🌼Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :


Faith 2 The return of the prince

__ADS_1


Bodyguard cantik


Budayakan vote dan Ratting setelah membaca , terima kasih . Bantu Faith masuk dalam 20 besar .


__ADS_2