
Hampir setiap hari Sasa mengalami morning sickness yang parah sampai makanan pun tak bisa masuk ke perut Sasa , sehingga membuat Archie dan orang-orang rumah ikut setress karena melihat kondisi Sasa yang semakin kurus .
Dokter Mega belum menganjurkan Sasa untuk meminum obat penahan mual kalau Sasa masih sanggup menahannya , Sasa pun mengikuti anjuran dokter Mega .
" ayo makan sedikit sayang ini sarapannya " ucap Archie lembut
" belum laper mas , Sasa pengen makan belimbing mas " ucap Sasa sambil menunjukkan foto belimbing wuluh pada Archie .
Melihat foto yang diberikan oleh Sasa membuat Archie heran dia belum pernah melihat buah yang ditunjukan oleh Sasa , akhirnya Archie meminta pelayannya untuk mencarikan buah yang diminta sang istri tak bergitu lama belimbing wuluh yang diminta Sasa sudah ada di piring .
Bik Rani menyiapkan garam dan cabai rawit disebelah belimbing wuluh sesuai permintaan Sasa , tak lama Sasa turun ke meja makan dilantai satu . Sasa memakan belimbing itu dengan nikmat padahal itu adalah buah yang sangat asam , beberapa pelayan terlihat mengecapkan mulutnya berkali-kali ketika melihat Sasa makan .
" mas coba ya sayang kayanya enak banget " pinta Archie penasaran karena melihat Sasa begitu menikmati makanannya .
" niihh " ucap Sasa senang sambil menggeser piring buahnya .
" arrrrhgghhhhhh , what the hell " teriak Archie ketika menggigit belimbing wuluh pertama kali . Archie segera berlari kearah kamar mandi untuk mencuci mulutnya , Sasa dan pelayan yang lain nampak tertawa melihat tingkah Archie .
" enak begini kok " ucap Sasa senang sambil memasukan potongan belimbing wuluh dengan cabai dan garam ke mulutnya .
" bibik mau ? " tanya Sasa pada para pelayannya .
" tidak nyonya untuk nyonya saja " jawab pelayannya bersamaan .
Sasa tertawa melihat ekspresi pelayannya , tak lama kemudian Archie nampak kembali bergabung bersama Sasa dimeja makan , dia meminum segelas almond milk sampai habis untuk menyegarkan mulutnya .
" sayang itu asem sekali rasanya lho " ucap Archie pelan saat melihat Sasa sangat menikmati buahnya .
" enak tau mas " jawab Sasa dengan senyum lebar . " ya udah ayo berangkat bareng Sasa dah kenyang " imbuh Sasa riang .
Archie segera menggandeng tangan Sasa menuju mobil mereka diluar dimana Rico terlihat sudah menunggu , setelah Sasa dan Archie masuk mobil itu segera berlalu menuju keramaian ibu kota .
" ayah kekantor dulu ya sayang , jangan nakal diperut ibu ya anak pintar " bisik Archie lembut ke perut Sasa .
" iya ayah " ucap Sasa menirukan suara anak kecil .
Sasa meminta Archie untuk menyebutnya sebagai ayah karena Sasa tak suka dengan sebutan Daddy . Sasa ingin anaknya nanti memanggil didirinya dengan sebutan ibu seperti yang dulu diajarkan oleh kedua orang tuanya .
Mobil Archie perlahan berjalan meninggalkan kampus Sasa berhenti melambaikan tangannya ketika mobil suaminya tak terlihat lagi , Sasa berjalan dengan menuju ruang kelasnya dan berpapasan dengan beberapa mahasiswa yang melihatnya dengan pandangan aneh .
" farasya bisa ikut saya " ucap proff Yohan ketika berpapasan dengan Sasa .
" baik proff " jawab Sasa dengan lembut .
Sasa mengikuti langkah kaki dosennya menuju ruangan sang dosen .
" are you ok farasya ? " tanya proff Yohan ketika memulai perbincangan .
" im fine proff "
" kau tau beberapa hari ini ada gosip yang menyebar dan membicarakan tentang mu ? "
" saya tau proff , tapi biarkan saja toh semuanya tak terbukti kan " ucap Sasa dengan santai .
Dikampus beredar gosip bahwa Sasa anak semester lima adalah seorang ayam kampus sangat santer terdengar , bahkan ada beberapa mahasiswi yang terang-terangan langsung menyindir Sasa ketika berpapasan dijalan .
" saya tak perlu mengklarifikasi apapun proff karena saya tidak merasa seperti gosip itu " imbuh Sasa kemudian .
" saya tau kamu bukan gadis seperti itu , saya harap kau tak mengecewakan saya " ucap proff Yohan lembut sambil memegang tangan Sasa yang ada diatas meja .
Sasa segera menarik tangannya saat melihat tangan proff Yohan berusaha menggenggam tangannya .
__ADS_1
" kalau tidak ada hal lain saya permisi proff " ucap Sasa tiba-tiba .
Dengan cepat Sasa keluar dari ruangan sang dosen kemudian berjalan cepat menuju kelasnya , anak didalam perutnya seperti paham sang ibu harus belajar jadi selama di dalam kelas Sasa tak merasakan mual apapun berbeda ketika ada dirumah .
" lihat tu cewek murahan tenang banget ya dia ngejalanin hidup " ucap Ayu dengan keras saat Sasa lewat .
" mungkin jatah bulanan dari gadunnya berlimpah kali guys hahah " imbuh Shireen menimpali ucapan Ayu .
Clarissa hanya tertawa puas mendengar ucapan kedua teman baiknya itu , sementara Sasa melanjutkan langkahnya menuju kantin untuk membeli jus sirsak favoritnya .
Rizki yang sejak tadi melihat Clarissa dan teman-temannya membully Sasa menjadi geram dan menghampiri tempat duduk mereka .
" omongan kalian bisa disaring gak si ? " hardik Rizki tiba-tiba .
" apaan si honey, kita dari tadi cuma bercanda biasa kok !! ya kan guys " jawab Clarissa dengan centil .
" aku dengar semuanya Clarie ga usah pura-pura " ucap Rizki dengan dingin . " atau kalian yang menyebarkan gosip murahan ini pertama kali ya !!! " imbuh Rizki mencoba menekan Clarissa .
" Ki kalau lo tau.....
" udah lah honey , semua kebusukan cewek itu akan segera terbuka kok " ucap Clarissa memotong ucapan Ayu .
Rizki bergeming mendengar ucapan Clarissa dengan kesal akhirnya Rizki meninggalkan tunangannya bersama teman-temannya .
" Clar , laki lo kok masih perhatian ama mantannya si " cicit Shireen mencoba menggoda Clarissa.
" iya kayanya doi belum bisa lupain tu cewek deh " imbuh Ayu
" tenang aja dia ga akan bisa dapatin Rizki lagi gue jamin itu , apalagi om Dedy benci banget ama tu cewek sok polos " ucap Clarissa dingin .
" Clar , kayanya foto itu harus kita up deh biar makin panas " cicit Shireen tiba-tiba .
" ok , kalian up foto itu biar tidak cewek ga bisa berkutik lagi " jawab Clarissa dingin .
Ayu dan Shireen tertawa mendengar ucapan Clarissa ,mereka kemudian membuka laptop dan meng-upload foto Sasa sewaktu di rumah sakit di forum mahasiswa kampus .
Tak lama foto itu terupload banyak mahasiswa yang geger karena melihatnya , bahkan Rizki pun ikut kaget ketika melihat foto Sasa ada di dokter obgyn .
Sasa yang sedang menikmati jus sirsak kesukaannya nampak tak tau apapun , suasana dikantin yang tadinya tenang mendadak menjadi ramai saat mereka melihat foto Sasa di forum sekolah .
" wah bentar lagi buncit nih perutnya haha "
" berati om nya masih tokcer guys hahah "
" makanya pakai pengaman donk biar ga kebobolan "
" kejar setoran coy buat biaya lahiran haha "
Terdengar suara sindiran dari beberapa orang mahasiswa dibelakang Sasa . Rizki yang datang kekantin lalu menarik Sasa keluar dari kantin , Sasa yang tak tau apa-apa hanya bisa mengekor dibelakang Rizki .
" Ki sakit lepasin " ucap Sasa berkali-kali ketika Rizki mencengkram tangan Sasa .
" nanti , sekarang lo ikut gue Sa " jawab Rizki dingin .
Rizki kemudian melepaskan tangan Sasa begitu sampai di bangku taman dekat air mancur .
" bilang sama gue ini bukan lo Sa !! " ucap Rizki sembari menyerahkan ponsel pintarnya pada Sasa .
Sasa terdiam melihat postingan di forum sekolah yang mengatakan bahwa dirinya sang ayam kampus kini tengah hamil anak hasil jual diri .
tes tes tesss
__ADS_1
air mata Sasa mengalir dikedua pipinya .
Hati Sasa begitu sakit saat melihat umpatan-umpatan yang ada di postingan itu yang mengatakan bahwa anaknya adalah anak haram , bahkan ada beberapa mahasiswi yang menyumpahi anaknya yang belum lahir . Batinnya terluka saat membaca tulisan di forum itu , apalagi sebagai seorang ibu muda yang masih awam perkataan itu sangat melukai hatinya .
Rizki kaget saat melihat tangan Sasa bergetar ketika memegang ponselnya , wajah Sasa sudah basah terkena air matanya
" Sa , are you ok saaa ... " tanya Rizki panik ketika melihat wajah Sasa semakin pucat .
" Saaaa jawab guee saaa !!!!" teriak Rizki sambil menggoyangkan bahu Sasa yang sejak tadi menangis tanpa suara .
Sasa hanya terdiam tak merespon ucapan Rizki , perlahan Sasa mengembalikan ponsel milik Rizki lalu berjalan meninggalkan Rizki di taman sendirian . Melihat Sasa berjalan tertatih membuat Rizki tak tega , Rizki berlari menyusul Sasa kearah jalan raya .
" Sa , lu mau kemana ? " ucap Rizki khawatir .
" aku mau pulang Ki " jawab Sasa terbata .
" gue anterin sa "
" ga usah Ki , aku naek taksi aja " tolak Sasa lirih .
Sebuah mobil taksi berhenti didepan Sasa ketika Sasa melambaikan tangannya , Sasa masuk ke taksi itu kemudian pergi meninggalkan Rizki yang masih berdiri ditepi jalan .
" apa salahmu nak , kau tak tau apapun kenapa kau harus menerima cacian mereka hiks " ucap Sasa lirih dalam tangisnya , ia tak rela sang anak terkena cacian dari teman-temannya .
" non ini " ucap sopir taksi sembari memberikan tisyu .
Sasa menerima tisyu pemberian sang sopir taksi .
" pak antar saya ke mall Indonesia ya pak " ucap Sasa lirih .
" baik non " jawab sopir taksi .
Sasa ingin melupakan apa yang baru saja terjadi , ia ingin membeli sesuatu di mall itu . Taksi yang ditumpangi Sasa berhenti di lobby mall kemudian Sasa berjalan masuk ke mall setelah memperbaiki riasannya .
Sasa melangkah kaki menuju toko buku bacaan anak-anak , ia ingin membaca buku-buku itu tiap sebelum tidur malam supaya sang anak bisa mendengar ceritanya .
Saat Sasa sedang memilih buku cerita matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal tengah berjalan dihadapannya , Sasa meletakkan buku-buku itu kemudian keluar mengikuti orang itu.
Langkah Sasa terhenti ketika orang itu masuk ke sebuah restoran , Sasa berdiri didepan restoran ragu untuk masuk . Hatinya menyangkal bahwa orang itu tak mungkin seperti yang dia pikirkan .
Karena rasa penasaran akhirnya Sasa memberanikan diri masuk ke restoran , jantungnya seketika berdetak semakin kencang ketika melihat orang yang ada dihadapannya .
Air mata Sasa kembali mengalir deras ketika melihat suaminya tengah duduk berdua dengan seorang wanita berwajah bule yang mempunyai rambut berwarna merah , Archie nampak sedang memakaikan kalung berlian berbentuk hati keleher wanita itu . Sang wanita kemudian mencium mesra bibir Archie lalu mereka berpelukan.
Sasa menyentuh perutnya ketika melihat suaminya tengah bermesraan dengan wanita lain .
" nak , ingat perkataan ibumu ini . Ayahmu sangat mencintai ibu dia tak mungkin melakukan hal serendah ini dibelakang ibu " ucap Sasa terbata .
Sasa melangkahkan kakinya keluar dari restoran , dia membatalkan niatnya untuk membeli buku . Sasa memesan taksi untuk pulang kerumah . Didalam taksi Sasa mengirimkan pesan pada suaminya .
Sasa :
mas udah makan siang belum ?
arc :
nanti sayang ini masih meeting .
Sasa menangis saat membaca pesan dari suaminya , mata Sasa lalu menatap foto yang baru saja ia ambil dimana terlihat suaminya tengah mencium kening wanita cantik itu.
" inikah yang namanya meeting mass ... " Isak Sasa dalam tangisnya .
__ADS_1