Faith

Faith
don't mess with me


__ADS_3

Archie membacakan cerita dongeng untuk anaknya diperut Sasa , padahal menurut Sasa itu belum diperlukan karena anaknya belum terbentuk sempurna karena usianya baru dua bulan . Tapi Archie mengacuhkan semua ucapan Sasa , baginya anaknya pasti mendengar ceritanya jadi ia ingin memulai menceritakan hal-hal yang ia sukai semasa kecil seperti membaca dongeng . Akan tetapi justru Sasa selalu tertidur ketika Archie mulai membacakan dongeng-dongeng itu .


" kau ini sayang selalu membuatku gemas padamu tiap hari " ucap Archie sambil memandang wajah Sasa yang sudah terlelap .


Archie kemudian memilih untuk ikut tidur juga karena sudah malam , besok pagi adalah jadwal Sasa kontrol ke dokter Mega jadi ia harus ikut tidur cepat supaya tak kesiangan .


Sementara itu suasana rumah Gusti sedang tak baik setelah kembali kerumah sang eyang langsung terdiam tak mengatakan sepatah katapun , hal itu membuat ayah Gusti menjadi khawatir .


" eyang ayo makan malam dulu " ucap Gusti lembut pada Raden Panji yang tengah duduk sambil melihat kolam ikan dibelakang rumah Gusti .


" eyang belum lapar Gusti " jawab Raden Panji lirih .


" kalau eyang ga mau makan kita semua ga akan makan juga eyang , padahal eyang kan tau sendiri kalau Romo punya sakit maag kronis " bisik Gusti merayu sang eyang , ia tau kalau ayahnya adalah kelemahan eyangnya dan benar saja ketika nama Raden Galih disebut sontak membuat Raden Panji berjalan menuju meja makan untuk makan malam .


Suara dimeja makan dirumah Gusti hanya terdengar bunyi sendok garpu yang beradu dengan piring , tak ada percakapan seperti biasa sewaktu berkumpul bersama .


" Romo mau tidur dulu , kalian teruskan saja ya " pamit Raden Panji tiba-tiba , ia hanya memasukan beberapa sendok makanan dan meminum susu yang dibuatkan Swari .


" inggih romo " jawab ayah Gusti dengan sopan .


Raden Panji berjalan menuju kamarnya yang sudah disiapkan oleh Swari , ia langsung menutup kamarnya dengan cepat ketika sudah masuk kedalam kamarnya .


" kasian eyang " ucap Gusti pelan


" Romo sepertinya sangat terpukul dengan ucapan Archie tadi dirumahnya " ujar Raden Galih sambil menggepalkan tangannya .


" tapi Archie juga tak bisa disalahkan Romo , dia sangat mencintai Sasa " ucap Gusti lirih .


" iya Romo bisa melihatnya Gusti , adik mu beruntung bisa mendapatkan suami seperti dia " bisik Raden Galih sambil berdiri dan berjalan menuju ruang keluarga .


Gusti duduk sendiri melihat ayah ibu dan istrinya sudah berkumpul di ruang tamu , pikirannya masih melayang-layang memikirkan kejadian tadi siang dirumah Archie. Dia masih tak habis pikir bagaimana mungkin eyang nya berfikir ingin memisahkan Sasa dan suaminya apalagi mereka saling mencintai .


" mikir apa le ? " tanya Raden Galih yang tiba-tiba duduk disamping sang anak .


"Gusti gak habis pikir Romo knp td eyang bicara seperti tadi " jawab Gusti sedih .


" Archie bukan orang yang akan diam saja kalau ditindas Romo " imbuh Gusti terdengar putus asa .


" Romo juga ndak mengerti Gusti , omongan Archie td juga sempat membuat Romo takut " ucap Raden Galih sambil memandang pintu kamar Raden Panji yang sudah tertutup rapat .

__ADS_1


" Archie bukan orang sembarangan Romo , dia punya segalanya baik materi atau orang-orang hebat dibelakang nya , tentu saja ia mempunyai kepercayaan diri yang tinggi ketika berhadapan dengan eyang " ujar Gusti merespon ucapan ayahnya .


" bagaimana bisa Sasa mengenal orang hebat seperti Archie ? " tanya Raden Galih penasaran.


Gusti terdiam kemudian menceritakan pada sang ayah awal mula Sasa bisa mengenal Archie seperti yang Archie pernah diceritakan padanya . Raden Galih berkali-kali menganggukan kepalanya ketika mendengar cerita Gusti .


" dia orang hebat , keluarga kita bukan lawannya apalagi dia tumbuh dan besar dengan perbedaan kebudayaan yang sangat bertolak belakang dengan kita " ucap Raden Galih lirih .


" iya Romo " jawab Gusti lirih


" lebih baik kau bicara padanya Gusti , mintakan maaf eyang mu padanya . Romo takut ia akan memperlakukan Sasa dengan buruk karena yang terjadi tadi siang " titah Raden Galih serius .


" ia tak akan mungkin memperlakukan Sasa dengan buruk Romo , ia mencintai Sasa " Gusti mencoba menyakinkan ayahnya .


" Romo hanya takut hal buruk terjadi le , lebih baik kita mencegah hal-hal buruk terjadi " ucap Raden Galih dingin .


" injih Romo Gusti akan berbicara pada Archie " seru Gusti cepat .


Raden galih tersenyum mendengar ucapan Gusti , ia kemudian masuk kedalam kamarnya karena hari sudah malam . Gusti masih terdiam diruang tamu seorang diri karena Swari sudah masuk kekamar sejak tadi . Hari ini terasa melelahkan untuk semua keluarganya .


" aku harus bertemu dengan Archie untuk bicara empat mata dengannya " ucap Gusti dalam hati .


Setibanya dimansion besar itu Gusti memperlambat laju mobilnya ketika melihat sosok yang ia cari tengah berdiri disamping mobilnya seperti sudah menunggu seseorang .


" tinggalkan mobilmu disini kau ikut aku " ucap Archie alih-alih menyapa Gusti yang baru sampai .


Gusti memarkirkan mobilnya didepan rumah Archie , ia keluar dari mobilnya lalu menuju mobil Archie dimana Archie sudah menyalakan mobilnya . Setelah Gusti naik mobil Archie langsung melaju dengan cepat menuju ketempat yang ingin Archie datangi . selama perjalanan Archie dan Gusti terdiam tanpa sepatah katapun terucap , padahal sejak tadi sudah banyak kata-kata yang ingin Gusti ucapkan pada Archie .


" yang dibelakang orang-orangku kau tak usah khawatir " ucap Archie sinis ia risih ketika melihat Gusti sering menengok kebelakang karena ada dua mobil yang mengekor dibelakang mobil Archie .


Gusti langsung membatu begitu mendengar ucapan Archie , ia sama sekali tak menduga kalau Archie bisa membaca sikapnya yang tak tenang didalam mobil .


Sesampainya disebuah bar yang terlihat mewah mobil Archie masuk lewat jalur VVIP setelah Archie mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam yang merupakan kartu limited edition untuk keanggotaan , para security langsung memberi hormat pada Archie begitu mobilnya melintasi pintu masuk . Orang-orang Archie dibelakang mengikuti jalan mobilnya setelah Archie mengatakan bahwa ia bersama dengan dua mobil dibelakangnya .


Saat Archie keluar dari mobil muncullah seorang petugas valet yang langsung mengambil alih mobil Archie dan langsung diparkiran ditempat super keren di parkiran itu yang hanya bisa ditempati oleh anggota yang benar-benar membayar mahal keanggotaan klub itu .


Beberapa orang wanita cantik yang sexi langsung menyambut kedatangan Archie dan rombongan ketika memasuki pintu masuk klub , Archie nampak biasa saja ketika diikuti oleh empat orang wanita yang berusaha bergelayut padanya . Gusti terlihat beberapa kali menolak disentuh oleh beberapa wanita dan hal itu membuat Archie dan orang-orangnya tertawa .


" rilex , mereka hanya ingin melakukan pekerjaannya . Jangan kau tolak mereka " ucap Archie pada Gusti , tangannya memegang satu gelas whiskey mahal .

__ADS_1


" aku tak pernah masuk tempat seperti ini " desis Gusti dingin , ia benar-benar tak mengerti dengan pola pikir Archie .


" cepat katakan apa perlu apa kau ingin bicara empat mata denganku ? " tanya Archie mengintimidasi .


Gusti melihat sekeliling ruangan yang berisi banyak orang itu , ia kesulitan untuk menjawab pertanyaan Archie karena yang ingin ia bicarakan adalah masalah keluarga .


prok


prok


terdengar suara tepukan tangan Archie tak lama kemudian datanglah seorang manager klub yang terlihat sangat menghormati Archie masuk kedalam ruangan tempat mereka duduk , tak lama ia memberikan kode pada Archie dan Gusti untuk mengikutinya menuju sebuah dinding yang ternyata adalah sebuah pintu rahasia yang hanya bisa dimasuki setelah memasukan kode .


Begitu pintu terbuka terlihat sebuah ruangan super mewah yang merupakan ruangan pribadi Archie ketika datang ke klub itu , terlihat foto Archie tergantung gagah di belakang sebuah meja dan kursi . Archie melangkah masuk dan diikuti Gusti , tak lama kemudian manager itu keluar dan memberikan key card pada Archie .


" tak usah heran seperti dugaanmu klub ini milikku " ucap Archie dengan tenang . Ia berjalan menuju kursinya dan duduk setelah membuka jaketnya .


" apa yang mau kau katakan ? aku akan mendengarnya sekarang " imbuh Archie sambil menenggak minumannya .


" apa Sasa tau kau punya bisnis kotor seperti ini ? " hardik Gusti dengan emosi .


" ha ha ha tentu saja tidak , tenang saja " celetuk Archie dengan senyum sinisnya .


" kau ternyata punya bisnis kotor juga Archie " sindir Gusti tajam .


" dengarkan aku wahai pangeran yang terhormat, aku kau sebut punya bisnis kotor ? coba jelaskan dimana kotornya ? " tanya Archie dengan senyum mengejek .


" wanita sexi , minuman keras , lelaki hidung belang , apa ini semua kau sebut ? " Gusti terlihat benar-benar emosi .


" aku hanya memperkerjakan gadis-gadis yang pengangguran itu , masalah minuman kenapa kau salahkan aku ? itu permintaan para konsumen yang datang !!! dan terakhir pria hidung belang katamu ? aku tak bisa menyaring pengunjung yang datang kesini satu demi satu ... lalu dimana salahku ? " ucap Archie dengan ketus .


Gusti terdiam mendengar penjelasan Archie yang masuk akal itu , entah kenapa ia tak pernah bisa menang ketika berdebat dengan Archie .


" kau tenang saja Gusti aku tak memberi makan istriku dengan uang dari klub ini !! semua keuntungan klub ini adalah milik Rico , aku hanya butuh kekuasaan dari sini untuk mencari tau musuh-musuhku " ucap Archie dengan dingin .


Dalam hati Gusti merasa tak percaya dengan ucapan Archie yang terdengar mustahil itu , mana mungkin ada pengusaha yang tak mengambil keuntungan tapi malah memberikan semua keuntungan itu pada orang lain .


" uang dari perusahaanku lebih dari cukup untuk memberi makan istriku Gusti , kau tak perlu khawatir " celetuk Archie kesal karena ia melihat Gusti yang melamun .


" kalau kau berani menyakiti Sasa kau akan kubunuh Archie " ucap Gusti tiba-tiba .

__ADS_1


__ADS_2