Faith

Faith
Happy family


__ADS_3

Gustaf langsung menutup mulutnya ketika menyadari kalau Sasa rupanya belum tahu mengenai kejadian di Fairmont Le Château Frontenac Hotel , ia langsung menoleh ke arah dokter Frans , Rico dan Archie yang sedang menatapnya dengan tatapan berkilat penuh kemarahan .


"Wah perang dunia ketiga akan segera di mulai." Gumam Gustaf lirih sambil tersenyum kecut .


Archie sebenarnya sudah siap untuk menimpali perkataan Gustaf , akan tetapi niatnya terhenti ketika tangannya dipegang oleh Sasa .


"Jangan menyalahkan orang lain jika mas punya kesalahan yang lebih besar dan mas coba tutupi dari ku." Ucap Sasa dingin sambil memegang tangan Archie dengan kuat .


"Bukan begitu sayang , mas sebenarnya sedang mencari waktu yang baik untuk mengatakan hal yang tadi terjadi diFairmont Le Château Frontenac Hotel . mas bukan bermaksud untuk membohongimu atau menyembunyikannya darimu sayang." Jawab Archie dengan cepat coba menjelaskan kepada Sasa .


"Lalu kenapa mas tidak mengatakannya dari tadi , kenapa harus Gustaf yang mengatakannya padaku terlebih dahulu . Aku yakin jika Gustaf tadi tidak keceplosan mungkin mas tidak akan pernah menceritakan kejadian di hotel itu bukan ." Sahut Sasa dengan ketus sambil melirik tajam ke arah Rico dan dokter Frans , Sasa tahu kalau Rico dan dokter Frans juga berusaha menyembunyikan kejadian di hotel itu darinya.


"Mas akan menceritakan semua padamu dengan sangat detail tapi mas takut jika mas menceritakannya sekarang kau akan kepikiran , apalagi jika mengetahui tentang keadaan Mariza Claudia yang asli . Mas tidak mau dengan mengetahui kejadian sebenarnya kesehatanmu akan terganggu , karena bukan hanya dirimu yang harus mas pikirkan tapi mereka berdua juga ." Ucap Archie pelan sambil menyentuh perut saya masih rata .


Sasa langsung terdiam mendengar perkataan Archie , otaknya mulai berpikir dengan jernih mencoba untuk memahami maksud dan tujuan Archie untuk menunda menceritakan secara detail kejadian yang baru saja mereka alami . Tiba-tiba saja kedua mata Sasa langsung berkaca-kaca ketika mengingat sumber masalah yang selama ini mengganggu mereka adalah sahabat baiknya di masa kecil dulu , Sasa merasa bersalah karena secara tidak langsung dia juga turut andil dalam masalah yang dibuat oleh Clarissa .


"Sayang kau kenapa .?" Tanya Archie pelan sambil menyeka air mata yang jatuh di pipi Sasa.


"Maafkan aku mas , aku yakin semua ini tidak akan terjadi kalau Clarissa tidak ingin balas dendam kepadaku. Aku tahu Clarissa masih sangat membenciku oleh karena itu ia berbuat sampai sejauh ini , bahkan sampai harus merugikan banyak orang yang tak bersalah . Dari awal akulah sumber masalahnya disini.....hu hu huuuu ..." Tangis Sasa akhirnya pecah setelah ia coba tahan .


Archie langsung memeluk Sasa dengan erat , ia memejamkan matanya karena tahu hal ini akan terjadi . Archie sudah bisa menebak jika Sasa mengetahui hal yang sebenarnya ia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah dilakukan oleh Clarissa , oleh karena itu Archie menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan secara detail kejadiannya kepada Sasa akan tetapi karena kecerobohan Gustaf akhirnya rencananya gagal .


"Lihatlah ini gara-gara mulutmu yang tak kau jaga Gustaf ." Bisik Rico pelan kepada Gustaf .


"Lain kali mulutmu harus di jahit dulu sepertinya Gustaf . "Imbuh dokter Frans menimpali perkataan Rico .


"Aku kan tidak tahu kalau bos belum mengatakan semuanya kepada nyonya ." Jawab Gustaf membela diri tanpa rasa bersalah .


Mendengar jawaban Gustaf membuat Rico dan dokter Frans langsung menatap tajam ke arah Gustaf , mereka berdua pun akhirnya menarik Gustaf pergi keluar dari ruang tamu meninggalkan Archie dan Sasa .


"Hei jangan menangis terus , kalau kau terus seperti ini apa kau tak kasihan dengan mereka berdua ."Ucap Archie pelan sambil melepas pelukannya pada sang istri dan berusaha menghapus air mata yang jatuh diwajah istrinya itu dengan perlahan .


"Sasa hanya tak habis pikir saja mas , kenapa Clarissa bisa berbuat sejauh itu . Sasa tak pernah menduga kalau Clarissa akan berubah menjadi monster yang mengerikan seperti itu ." Jawab Sasa terbata-bata.


"Kalau manusia sudah dibutakan dengan harta dan kekuasaan maka dia bisa melakukan apapun , walaupun harus mengorbankan banyak orang yang tak bersalah . Clarissa adalah satu contoh nyata dari jutaan orang jahat yang sepertinya , jadi kau tak perlu merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukan Clarissa karena kau tak ada hubungannya dengan kejahatan yang sudah ia lakukan." Sahut Archie pelan mencoba untuk menenangkan Sasa .


"Benarkah mas , tapi Sasa tetap merasa bersalah . Karena secara tidak langsung Sasa sudah menjadi pemicu atas semua tindakan jahat nya itu dan membuatnya terobsesi dengan apa yang sudah menjadi milikku ." Isak Sasa terbata-bata .


"Di dunia ini ada banyak sekali orang jahat dan Clarissa adalah satu dari sekian banyak orang jahat itu , jadi sekarang jangan pernah menyalahkan dirimu atas apa yang sudah Clarissa lakukan . Karena itu adalah murni perbuatannya yang tak ada sangkut-pautnya denganmu ." Ucap Archie pelan sambil mencium kening Sasa dengan mesra .


Sasa terdiam mendengar perkataan sang suami , Sasa merasa tenang karena Archie terus mendukungnya dan menguatkannya disaat ia benar-benar terpuruk . Tak lama kemudian Archie membawa Sasa untuk masuk kedalam kamar karena hari sudah makin malam , ia tak mau terjadi hal-hal yang tak diinginkan dengan salsa dan kedua bayinya . Setelah memastikan Sasa benar-benar tidur Archie kemudian keluar dari kamar , ia masih punya urusan dengan ketiga anak buahnya terutama Gustaf . Ia ingin membuat perhitungan dengan ahli IT terbaiknya itu .


"Maaf tuan mengganggu , saya ingin mengatakan sesuatu kepada anda ."Ucap Bik Rani sang pengasuh Arthur memotong jalan Archie .

__ADS_1


"Iya bik ada apa .?" Tanya Archie dengan tersenyum.


"Tadi saat bermain di lantai dua , tuan muda Arthur tak sengaja melempar hp nyonya ke lantai satu hingga akhirnya seperti ini ." Jawab bik Rani pelan sambil menunjukkan ponsel saya yang sudah hancur .


Archie tertegun melihat ponsel milik Sasa yang sudah hancur itu , tak lama kemudian sebuah senyuman tersungging di wajah Archie sehingga membuat bik Rani menjadi bingung .


"Anda tidak marah kan tuan pada saya karena saya lalai menjaga tuan muda Arthur sehingga membuat ponsel nyonya rusak seperti ini ." Tanya bik Rani ketakutan .


"Tentu saja tidak bik , untuk apa saya marah hanya untuk ponsel seperti ini . Saya bahkan bisa membeli perusahaannya jika saya mau , jadi sekarang bibi tak usah merasa bersalah seperti itu . Saya justru yang berterima kasih kepada bibi karena bibi sudah menjaga Arthur dengan baik sampai sekarang ." Jawab Archie pelan sambil memegang tangan mengasuh anaknya yang sedang ketakutan itu .


"Oh syukurlah tuan kalau begitu , dari tadi saya sudah takut sekali .Kalau bergitu saya permisi tuan ." Ucap bik Rani sambil tersenyum .


Archie hanya mengangguk pelan merespon perkataan sang pengasuh putranya itu , ia lalu menatap ponsel milik Sasa yang sudah hancur itu dengan wajah yang tersenyum tipis.


"Sepertinya Tuhan sudah menjaga istriku dengan baik , aku saja yang terlalu takut ." Ucap Archie pelan sambil membuang ponsel Sasa yang sudah retak layar lcd nya ke dalam tempat sampah , ia kemudian meneruskan langkahnya menuju ke ruang belajarnya dimana ketiga anak buahnya sudah menanti kedatangannya .


Saat Archie sudah masuk kedalam ruang belajarnya ia terkejut ketika melihat murung .


"Kalian kenapa.?" Tanya Archie pelan sambil menutup pintu ruang belajarnya .


"Dokter Park baru saja meneleponku dan mengabariku kalau Mariza Claudia bunuh diri dengan melompat dari jendela lantai empat di rumah sakit ." Jawab dokter Frans lirih .


Archie langsung membeku mendengar perkataan dokter Frans , ia sangat kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh dokter pribadinya itu. Archie dan ketiga anak buahnya pun kembali duduk diam membisu di ruang belajar miliknya , mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing karena mendengar berita buruk yang di sampaikan oleh dokter Park .


Karena hari sudah semakin malam Rico dan dua sahabatnya pun kembali ke apartemen setelah mendapatkan SMS dari istri mereka yang meminta untuk segera pulang , Archie menatap kepergian ke tiga orang anak buah terbaiknya menuju ke apartemennya dengan hati yang masih terasa sakit . Ia merasa bersalah atas apa yang dialami oleh Marisa Claudia .


"Mungkin perasaan inilah yang dirasakan oleh istriku." ucap Archie dengan pelan sambil bersandar di tiang rumahnya saat mengantar kepulangan ketiga anak buah terbaiknya.


Archie pun berjalan masuk ke dalam rumah karena rasa kantuk dan lelah mulai menyerangnya dengan perlahan Archie melangkah di anak tangga menuju kamarnya yang ada dilantai dua .


Delapan bulan kemudian


Suasana pagi di imperial hospital tempat dokter Frans bekerja terjadi keributan di ruang bersalin karena tengah berlangsung persalinan Lumenta bersaudara secara bersama , mereka bertiga mengalami kontraksi parah dalam waktu yang hampir bersamaan sehingga membuat para suaminya bingung .


Archie dan Sasa yang datang ke rumah sakit hanya bisa diam ketika melihat ketiga pria itu mondar-mandir di depan ruang bersalin .


"Frans melahirkan normal tak sakit bukan ." Ucap Rico berkali-kali .


"Kenapa lama sekali Frans , kau bilang melahirkan normal cepat ." Imbuh Gustaf panik sambil terus menatap ke kaca yang gelap tempat Gracia melahirkan .


"Setahuku cuma sebentar , tapi kan aku juga tidak tahu bagaimana pastinya . Kalian kenapa terus bertanya padaku si ...kan kalian tahu kalau Carolina juga sedang berusaha di dalam ." Jawab dokter Frans ketus karena sedari tadi kedua temannya itu selalu bertanya kepadanya , padahal saat ini ia juga sedang panik karena memikirkan nasib Carolina .


Archie hanya tersenyum mendengar perdebatan ketiga calon ayah itu , ia bisa memahami posisi ketiga anak buahnya itu karena sudah pernah mengalaminya sewaktu Sasa melahirkan Arthur du tahun yang lalu .

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu ruang bersalin pun terbuka dan datanglah ke tiga orang suster yang membawa ketiga baby oereperempuan cantik yang sudah memakai gelang nama di masing-masing tangannya , Rico , Gustaf dan dokter Frans pun langsung berlari ke anaknya masing-masing .


Mereka langsung mencium putrinya itu dengan tangis haru , walaupun dokter Frans seorang dokter tapi ia tak berani menyentuh putri kecilnya itu ia hanya bisa menatap malaikat cantiknya itu dengan penuh syukur


Begitu pula dengan Rico dan Gustaf yang hanya bisa diam tanpa suara ketika melihat putri mereka menangis di dalam gendongan sang perawat . Saat Archie akan mendekat ke arah tiga baby perempuan itu tiba-tiba tangannya dicengkeram oleh Sasa yang sejak tadi hanya diam .


"Sayang kau ...


Archie tak dapat menyelesaikan perkataannya karena melihat Sasa yang sudah pucat dengan keringat dingin membanjiri wajahnya .


"Dokterrrr tolong istriku !!!!" Teriak Archie dengan keras ketika menyadari kalau Sasa akan melahirkan.


Beberapa orang suster pun langsung berlari menuju tempat Sasa duduk , mereka langsung menaikkan Sasa ke atas ranjang dan segera dibawa ke ruang operasi karena Sasa tak bisa melahirkan secara normal karena sudah pernah melahirkan secara Caesar .


Kini giliran Archie yang panik dan tak tenang di depan ruang operasi Sasa , bayangan ketika Sasa melahirkan dulu kembali teringat di memorinya . Dokter Frans yang tak bertugas hanya bisa memberikan dukungan secara moral pada Archie dan menyakinkan Archie kalau Sasa dan kedua anaknya akan baik-baik saja di bawah penanganan dokter ahli di dalam ruang operasi .


Ceklek


Pintu ruangan operasi pun terbuka dan keluarlah seorang suster yang masih menggunakan masker .


"Bagaimana istriku sus....anak-anakku .?" Tanya Archie sambil berlari ke arah sang suster .


"Istri dan kedua baby anda baik-baik saja tuan , anda diminta masuk oleh nyonya Sasa saat ini untuk melakukan tugas anda . "Jawab sang perawat sambil tersenyum .


Archie meneteskan air mata mendengar perkataan sang suster , ia kemudian masuk kedalam ruang operasi dengan menggunakan pakaian yang sama seperti para suster itu gunakan . Senyum Archie mengembang pelan ketika melihat Sasa sedang tersenyum menggunakan selang oksigen di hidungnya .


"Lakukan tugasmu mas ." Ucap Sasa pelan sambil menatap dua box baby yang ada di sampingnya .


Archie mengangguk pelan dan kemudian menunduk di box baby kembarnya dan mulai melantunkan kalimat kalimat suci yang sudah ia pelajari sejak dulu Arthur lahir ke dunia .


"Selamat datang ke dunia anak-anakku Allard Jarvish August dan Ashley Jarvish August " Bisik Archie lirih ketika menyudahi tugas pertamanya sebagai ayah sambil mencium pipi kedua anak kembarnya itu secara bergantian .


"I love you mas ." Ucap Sasa pelan sambil tersenyum .


"I love you more sayang , terima kasih atas hadiahmu ini ." Sahut Archie pelan sambil mencium kening Sasa dengan mesra .


🌺TAMAT🌺


Sampai jumpa di Faith 2 : The return of the prince ya kakak-kakak .


Terima kasih atas apresiasinya selama ini kakak-kakak , maaf kalau ada banyak kurang selama Thor nulis Faith 1 ini .


Berikan vote ya kakak-kakak untuk hadiah perpisahannya 💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2