
Sasa memilih naik taksi setelah berhenti di apartemen miliknya , ia ingin menenangkan diri menjauh dari Archie . Entah kenapa Archie selalu seenak sendiri kalau marah , ia tak pernah mendengarkan penjelasan Sasa terlebih dahulu .
" aku tak suka sifatmu yang egois ini mas " ucap Sasa dalam hati , matanya menatap lurus ke arah jalan raya ketika taksi yang membawanya sampai di komplek rumahnya dulu .
Sasa meminta taksinya berhenti ketika sampai didepan rumahnya dulu ia kemudian berjalan menyusuri jalan setapak dari depan bekas rumahnya menuju taman tempat pertama ia bertemu dengan Archie dulu ketika ia dituduh akan mencuri sepatunya , Sasa mengingat semua masa kecilnya ditempat itu . Tempat biasa ia akan melakukan piknik bersama ayah dan ibunya tiap libur , sekedar menggelar tikar di taman lalu makan siang bersama sambil memberi makan burung-burung liar yang hidup disana .
" semua seperti baru terjadi kemarin , kalau Sasa bisa memilih Sasa akan ikut kalian pergi waktu itu ayah ibu ... Sasa masih belum sanggup menjalani semua ini seorang diri " tangis Sasa mengingat kedua orang tuanya .
" Sasa cuma pingin bahagia bersama ayah dan ibu tanpa mengenal orang-orang itu , kenapa takdir harus membawa kalian pergi dari Sasa hiks " air mata Sasa membanjiri wajahnya
Sebelum sampai ditaman Sasa sudah membeli satu kantong plastik yang berisi jagung yang memang dijual di pintu dekat taman pada para pengunjung yang ingin memberi makan merpati yang hidup disana . Sasa menabur jagung yang ia beli untuk diberikan pada merpati-merpati yang terbang bebas di taman itu , Sasa bahagia melihat merpati itu terbang kesana kemari tanpa ada beban . Kebebasan yang Sasa impikan , tanpa ada orang yang mengekangnya .
Sasa tak menyadari kehadiran Archie dibelakangnya , ia masih asik bermain dengan merpati yang terlihat jinak itu . Sesekali sasa meletakkan jagung ditangannya supaya burung-burung itu mendekat dan makan ditangannya , melakukan hal itu saja sudah membuat Sasa tertawa lebar sejenak melupakan masalahnya .
" sayang maafin mas " ucap Archie yang tiba-tiba saja ada dibelakang Sasa , kehadiran Archie membuat merpati-merpati itu berterbangan .
Sasa menatap sinis ke arah suaminya yang sedang tersenyum padanya itu . Entah kenapa setiap melihat suaminya tersenyum kemarahan Sasa seperti menghilang begitu saja , tapi kali ini ia tak ingin seperti biasanya .Sasa memaksakan hatinya untuk tak luluh pada senyuman Archie .
" siapa kamu !! " ucap Sasa dingin sambil membuang pandangnya dari wajah Archie .
" mas minta maaf sayang " Archie mengulangi perkataannya .
" mas udah keterlaluan kan , mas minta maaf untuk itu sayang " pinta Archie memelas , ia duduk didepan Sasa sambil berlutut .
Sasa mencoba tak mendengar perkataan suaminya , ia berpindah duduk ke bangku disebelahnya lalu kembali memberi makan burung-burung itu .
Archie hanya tersenyum melihat Sasa mencoba menghindarinya , ia menyadari kesalahannya . Hampir tiga puluh menit Sasa mendiamkan Archie , ia bangkit dari kursinya setelah menyadari bahwa makanan burung yang ia bawa sudah habis . Sasa berjalan didepan mencoba menjaga jarak dengan Archie yang masih mengekor dibelakang . Archie berulang-ulang memanggil Sasa untuk mau mendengarkan permintaan maafnya tapi Sasa benar-benar mengabaikannya sekarang .
Sasa mempercepat langkahnya tapi tiba-tiba ia menutup hidungnya lalu mundur kebelakang dengan terhuyung ia mendadak seperti akan terjatuh Archie yang ada dibelakangnya dengan cepat menahan tubuh Sasa agar tak terjatuh , tak lama kemudian Sasa muntah-muntah tanpa bisa ditahan . Sasa mengeluarkan semua isi perutnya sambil memberikan isyarat pada Archie untuk segera meninggalkan tempat itu . Archie dengan cepat menggendong Sasa untuk segera pergi dari tempat itu , saat berjalan mata Archie melihat seonggok bangkai kucing yang membusuk tepat didepan tempat Sasa berdiri tadi , tak heran kalau Sasa akhirnya mengalami jackpot parah karena melihat bangkai binatang itu .
" are you ok sayang " tanya Archie khawatir karena melihat Sasa berkeringat cukup banyak .
Sasa meminum air mineral pemberian Rico , dengan cepat Sasa menghabiskan air itu lalu mencoba menyandarkan kepalanya yang terasa berat itu di kedua tangannya . Sebenarnya Archie sudah meminta Sasa bersandar padanya tapi Sasa menolak , Rico hanya tersenyum kecut melihat suami istri itu masih belum berbaikan .
" ayo pulang , kau terlihat sangat lelah " ucap Archie membujuk Sasa yang masih tak bergerak dari posisinya .
" maafin mas sayang , mas janji ga akan seperti itu lagi . Sasa boleh menghukum mas dengan cara apapun nanti dirumah , yang penting kita pulang dulu yuk " ucap Archie lembut .
" kasian si jagoan itu di dalam perutmu , ayo sayang pulang yuk " bujuk Archie berulang kali .
Sasa mengangkat wajahnya dengan perlahan wajahnya terlihat memerah dengan keringat dingin yang terus mengalir dari keningnya , saat Sasa mencoba bangun tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dipelukan Archie . Dengan sigap Archie menangkap Sasa yang pingsan , ia lalu membawa Sasa masuk ke mobilnya dan meminta sang driver pergi ke rumah sakit .
Di rumah sakit Sasa mendapat perawatan intensif , jarum infus terpasang apik di tangan kanannya karena jari tangan kirinya terluka maka dokter memasang infus disebelah kanan . Dokter mengganti perban dijari tangan Sasa karena kain kasanya sudah kotor , Archie bisa melihat bekas operasi yang masih baru itu . Dokter menjelaskan pada Archie yang bertanya tentang luka Sasa , sang dokter kemudian mengatakan bahwa luka di jari Sasa lumayan dalam makanya harus di operasi untuk menutup perdarahan . Archie menatap Sasa yang masih tertidur di ranjang rumah sakit , wajahnya berangsur-angsur kembali seperti sedia kala .
__ADS_1
" kenapa tiap aku bertengkar dengannya selalu berakhir dirumah sakit Rico " ucap Archie pada Rico yang berdiri disampingnya .
" kau harus bisa mengendalikan emosimu mulai sekarang bos " bisik Rico pelan .
" aku tak bisa menahan amarahku tiap melihat ia melanggar aturan yang aku buat Rico " jawab Archie membela diri .
" kau mencintainya kan ? rubahlah sedikit sifat posesif berlebihanmu padanya . Semakin kau mengekang dia semakin keras pula usahanya untuk melepaskan diri dari kekanganmu itu , berilah ia kepercayaan aku yakin istrimu sudah cukup dewasa untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk " ujar Rico sembari menepuk pundak Archie , ia kemudian pergi keluar meninggalkan Archie berdua dengan Sasa diruangan itu .
" apa caraku mencintaimu salah sayang ? " bisik Archie lirih sambil mencium tangan Sasa yang baru diganti perban oleh dokter .
" aku hanya memintamu untuk mengikuti kemauanku tak lebih , apa itu terlalu sulit bagimu ? " batin Archie sambil membelai wajah Sasa .
Archie memang terlalu posesif pada Sasa dan ia menyadari itu . Tapi sikap Sasa yang selalu terlihat melawannya membuat Archie tak mampu menahan emosinya . Archie akhirnya tertidur di ranjang Sasa dengan menggenggam erat tangan Sasa .
Dari balik kaca Rico hanya tersenyum getir melihat Archie yang sudah ikut terlelap di ranjang sang istri .
" kau beruntung Sasa memiliki suami seperti Archie , hanya saja kau butuh kesabaran menghadapi pria keras kepala ini " ucap Rico dalam hati
Rico memejamkan mata mengingat masa kelamnya bersama Archie saat mereka masih hidup dalam dunia gelap , Archie yang kejam dan tanpa belas kasih itu tetep menjadi cassanova di kalangan para wanita cantik di Canada . Sampai akhirnya takdir membawa mereka ke Asia untuk mengembangkan bisnis di Macau dan akhirnya membawa Archie menetap di Indonesia dan bertemu dengan Sasa .
Sasa membuka matanya saat merasa haus ia merasakan tangannya menjadi berat ketika ia sadar ternyata ia sudah terbaring di ranjang rumah sakit dan ia melihat Archie yang tidur sambil memegang tangannya erat .
" mass haus " ucap Sasa pelan .
" hehhh apa " tanya Archie kaget ketika merasakan tangan Sasa bergerak .
Archie kemudian memberikan air minum yang sudah ada diatas meja , Sasa meminum air pemberian Archie .
" pelan-pelan " ucap Archie lembut .
Sasa menghabiskan air minum di gelas nya , ia kemudian menyandarkan tubuhnya kembali diatas bantal . Archie membelai wajah Sasa dengan perlahan sementara Sasa tak menolak ketika diperlakukan seperti itu , tenaganya untuk berdebat sudah habis ia masih merasa lemas .
" maafin mas yang bodoh ini ya " ucap Archie pelan .
" mau maafin mas kan ? " tanya Archie kembali karena Sasa tak menjawab pertanyaan pertamanya .
" Sasa ga suka sama mas " jawab Sasa lirih .
Archie tersenyum getir mendengar perkataan sang istri , ia kemudian mencium tangan Sasa dengan lembut .
" kalau Sasa mau pukul mas gpp kok , mas rela asal mas dapat maaf dari Sasa " ucap Archie tulus .
" kenapa mas selalu jahat sama Sasa ? " tanya Sasa sambil menarik tangannya dari genggaman Archie tapi ia membatalkannya karena luka pada jarinya terasa sakit .
__ADS_1
Melihat Sasa kesakitan Archie sedikit khawatir , ia meniup-niup tangan bekas operasi Sasa .
" masih sakit ?" tanya Archie khawatir .
" ngilu aja " jawab Sasa sambil menahan sakit .
Archie bangun dari duduknya kemudian keluar dan tak lama kemudian dia sudah kembali bersama dengan seorang dokter , dokter itu memeriksa bekas operasi di jari Sasa .
" ini karena efek biusnya sudah hilang makanya terasa sedikit sakit , lebih baik Bu Sasa menginap di rumah sakit malam ini " dokter wanita itu menjelaskan pada Archie .
" baik dok terima kasih " ucap Archie penuh syukur , ternyata bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan .
Setelah dokter itu berbicara pada Archie ia kemudian keluar meninggalkan Archie bersama Sasa , Archie meminta Rico untuk pulang kerumah untuk mengambil beberapa pakaian untuk Sasa dan dirinya .
" Sasa pulang ya , Sasa ga mau nginep di rumah sakit " rengek Sasa pada Archie yang sedang merapikan letak selimut Sasa .
" jangan mulai lagi sayang , tolonglah ikuti petunjuk dokter toh ini demi kebaikanmu " ucap Archie dengan senyum yang dipaksakan .
Sasa menggigit bibir bawahnya karena kesal seperti kebiasaannya ketika sedang kecewa . Archie menangkap hal yang Sasa lakukan itu , darah lelakinya berdesir ketika melihat Sasa terlihat seperti sedang menggodanya itu .
cup
Archie mencium bibir Sasa dengan ganas ia melumat bibir Sasa , padahal baru empat hari ia tak mendapatkan hak biologisnya tapi rasanya seperti sudah berbulan-bulan .
" mass stop " ucap Sasa mencoba berbicara .
Archie melepaskan ciumannya pada Sasa , nafasnya terdengar naik turun karena menahan nafsu biologisnya .
" jangan menggodaku ditempat seperti ini " bisik Archie pelan .
" emang Sasa ngelakuin apa ? Sasa kan diem aja di sini ga lagi nari-nari striptis " ujar Sasa tanpa rasa bersalah .
" kau tau sayang , semua gerakan yang kau lakukan dengan mudah membangkitkan gairahku . Mulai sekarang hentikan kebiasaanmu menggigit bibir kalau tidak mas akan memakanmu saat kau melakukan itu lagi " ucap Archie serius .
" akhhh kenapa kau suka sekali menggodaku " pekik Sasa yang akhirnya menyadari arah pembicaraan suaminya .
Archie tersenyum Sasa mengerti maksudnya , ia kemudian memeluk Sasa erat sambil mencium kening Sasa .
" aku terlalu mencintaimu sampai aku gila , maafkan mas kalau mas bertindak diluar akal sehat " bisik Archie pelan .
" maafin mas ya " pinta Archie tulus .
" huum , tapi janji jangan suka marah-marah lagi " jawab Sasa lirih .
__ADS_1
Archie tersenyum mendengar perkataan Sasa , ia makin memeluk erat tubuh wanita yang ia cintai itu .
" tunggu pembalasanku mas , kali ini kau akan merasakan apa yang aku rasakan " ucap Sasa dalam hati