
suara kicauan burung dari taman membangunkan archie yang masih memeluk sasa dengan erat . archie memandangi wajah sasa yang masih terlelap dalam tidurnya senyumnya mengembang ketika melihat ke arah leher sasa yang terlihat bekas kegarangannya semalam begitu pula disekitar dada sasa .
" aku terlalu bersemangat tadi malam " batin archie .
" aaawww .."
suara jeritan sasa menyadarkan archie dari lamunannya .
" kenapa sayang " tanya archie sambil membelai rambut sasa yang berantakan .
sasa hanya meringis menahan sakit mendengar pertanyaan archie .
" sesakit itu kah ? " archie bertanya lagi karena tak tega melihat ekspresi wajah sasa yang keliatan menahan sakit.
sasa mengangguk perlahan menjawab pertanyaan suaminya .
" maaf sayang kalau semalam aku menyakitimu " bisik archie lembut " aku terlalu mencintaimu sampai aku takut kau pergi menjauh dariku " imbuh archie lirih .
" apa maksudmu menjauh ? " tanya sasa pelan dia merasa ucapan archie mengandung makna tersembunyi .
archie menjelaskan semuanya dari awal bagaimana dia melihat sasa di restoran pada hari itu sampai dia bertemu dengan ray yang ternyata adalah anak om Rudi yang dulu pernah bertemu denganya waktu di India , archie juga menceritakan bahwa ia juga tau saat sasa datang kekantornya dua hari lalu sampai akhirnya sasa pergi shopping .
" jadi gustaf yang menceritakan padamu " gumam sasa sembari memanyunkan bibirnya yang membuatnya seperti anak kecil .
cup cup
archie mencium sasa dengan gemas karena melihat ekspresi sasa .
" akhhh sakitttt " jerit sasa ketika dia menggeserkan tubuhnya berusaha menghindari ciuman archie . archie berhenti menggoda istrinya dia tak tega melihat istrinya kesakitan .
" ayo mandi bersihkan dirimu lalu sarapan ini udah jam sepuluh pagi "
" tapi akuu..
" aku gendong sayang " ucap archie memotong ucapan sasa dengan satu angkatan dia berhasil menggendong sasa . " lepaskan selimutnya apa kau mau membawanya sampai kamar mandi ?" goda archie yang kesulitan melangkah karena selimut yang tebal . sasa bergeming mendengar ucapan archie dia merasa malu kalau harus melepas selimut yang membalut tubuhnya .
" aku sudah melihat semuanya apalagi yang harus kau sembunyikan dariku " bisik archie nakal .
" berhenti menggodaku masss...." pekik sasa kesal dia merasa suaminya sedang mempermainkannya , dengan mengumpulkan keberanian akhirnya sasa melepas selimutnya . archie menurunkan tubuh sasa perlahan ke dalam bathup yang berisi air hangat , sasa meringis menahan perih saat tubuhnya terkena air .archie tersenyum iba melihat istrinya menahan sakit dengan telaten archie membantu sasa mandi , tangan archie dengan lembut membasuh tubuh sasa setelah selesai mengurus sasa akhirnya archie juga membersihkan dirinya sendiri.
" mass ini biar aku yang mencucinya sendiri jangan suruh bibi ya " ucap sasa sambil memegang selimut dan seprai yang terkena noda darah .
" kenapa ? itu tugas mereka sayang "
__ADS_1
" aku maluu " jawab sasa dengan pipi merona , archie tersenyum melihat wajah sasa yang memerah .
" ok nanti aku saja yang membersihkannya atau mungkin kita simpan saja sebagai kenangan indah " ucap archie menggoda sang istri .
" masss aku seriuss "
" iya sayang ok aku yang mencucinya sana kau duduk di sofa aku mau bongkar seprainya dulu " archie meminta sasa menyingkir dari ranjang untuk melepas seprai , dengan cepat archie merapikan ranjangnya dengan memasang seprai yang baru lalu menyimpan seprai lama di keranjang baju kotor lalu memasukannya kekamar mandi. sasa tersenyum melihat suaminya .
" ayo kebawah aku sudah lapar kau bisa jalan kan sayang " ajak archie pada sasa setelah selesai merapikan ranjang mereka
sasa mengangguk pelan kemudian berjalan menuju pintu bersama archie yang menggandengnya , saat menuruni tangga archie telaten membantu sasa beberapa pelayan tersenyum melihat kemesraan mereka .
" hari ini ga kekantor mas ?"
" kau ikut aku kekantor sayang setelah makan "
uhukkk uhukkk
" pelan sayang " ucap archie sambil memberikan air minum pada sasa yang tersedak makanan.
" dikantor ada banyak teman kampusku mas aku belum siap bertemu mereka " ucap sasa lirih
"mereka tak akan bisa melihatmu percaya padaku , aku masih ingin berdekatan denganmu hari ini dan jangan menolak " ujar archie dingin .
" ini tas barumu sayang " goda archie sambil menyerahkan tas baru sasa .
" mass aku marah ya kalau kau terus menggodaku " sungut sasa kesal .
archie tertawa melihat istrinya marah dengan mesra archie menggandeng sasa masuk ke mobil tak lama mobil mereka melaju menuju kantor archie di pusat kota . setibanya dikantor mereka langsung menuju lift pribadi archie yang langsung menuju ruangan pribadinya , sasa mencengkram erat lengan suaminya rasa gugupnya datang saat membayangkan bagaimana nanti kalau dia berpapasan dengan teman kampusnya .
" rico sudah mengurus semuanya kau tenang saja " ucap archie lembut menenangkan sang istri yang terlihat pucat.
" makasih mas " sasa sedikit lega mendengar ucapan suaminya . dia masih belum mau memeberitahukan pada orang lain tentang statusnya .
pintu lift terbuka dilantai 31 tepat di depan pintu masuk ruangan archie .
" selamat datang ibu bos " sapa rico pada sasa .
" mass , rico mulai lagiii " sungut sasa meminta perlindungan suaminya
" rico kau senang sekali mengganggu istriku bulan depan gajimu aku potong !! " hardik archie dengan suara meninggi tetapi ekspersinya terlihat menahan tawa .
" akh kalian sama aja !! " teriak sasa kesal dia menyadari kalau sang suami tak benar benar membelanya dengan kesal sasa berjalan cepat menuju ruangan archie . rico dan archie tertawa melihat kelakuan sasa yang kekanakan .
__ADS_1
" kau sudah berbaikan dengannya ? " tanya rico pelan pada archie yang masih berdiri memandang sasa masuk .
" siapa yang bertengkar ? kami baik baik saja seperti yang kau liat " jawab archie singkat kemudian berlalu meninggalkan rico .
rico tersenyum melihat sahabat baiknya bahagia dia masih ingat bagaimana kejadian kemarin saat archie marah melihat sasa bersama seorang lelaki asing yang ternyata adalah anak dari seseorang yang sudah archie kenal , gustaf memberikan semua info tentang ray termasuk kejadian setahun lalu sewaktu sasa mengalami kejadian naas dimana ray dengan telaten merawat sasa .
tok
tok
" permisi pak , ini ada beberapa dokumen yang harus ditanda tangani oleh anda secepatnya " terdengar suara lisa dari balik pintu . sasa yang sedang membaca beberapa majalah disofa nampak kaget mendengar suara lisa .
" masss " cicit sasa lirih
" tak apa di sekretarisku kau harus berkenalan dengannya jangan seperti kemarin kau pergi setelah melihatnya " ucap archie sambil berjalan ke arah pintu untuk mempersilahkan lisa masuk .
" lisa kenalkan ini istriku farasya august " archie memeluk sasa saat memperkenalkannya pada lisa
" senang bertemu anda nyonya " ucap lisa terbata dia sangat kaget saat mendengar ucapan archie matanya menatap tajam pada sasa .
" saya juga begitu , mohon bantuannya nona lisa " suara sasa terdengar tegas . archie tersenyum melihat istrinya menjadi sosok yang lebih berwibawa dihadapan karyawannya .
archie terlihat fokus membaca dokumen yang baru diterima dari lisa tak begitu lama ia menandatangai dokumen itu lalu kepada lisa yang sedang menunggu . sasa duduk disebelah archie dia memilih melanjutkan membaca majalah dia menyadari bahwa lisa sedang memperhatikannya .
" kenapa sekretarismu ? " tanya sasa setelah lisa meninggalkan ruangan archie .
" ada apa sayang ? "
" dia melihatku seperti ingin menelanku hidup hidup mas "
" hahaha lisa mungkin iri karena kecantikanmu sayang " archie mencoba menenangkan sasa yang sedang emosi dia paham kalau istrinya tidak suka pada lisa .
" apa kau akan setia padaku mas ? disekitarmu pasti banyak wanita cantik " ucap sasa lirih
archie bangkit dari kursinya kemudian memeluk sasa dengan erat dan menciumi wajah sang istri yang terlihat muram .
" aku mencintaimu sejak aku belum mengetahui namamu sayang , jangan ragukan cinta dan kesetiaanku padamu . maafkan aku kalau selama ini aku belum bisa membahagiakanmu tapi percayalah dalam nafasku hanya ada namamu sayang " ucap archie lembut .
sasa terdiam mendengar ucapan suaminya , air mata sasa mengalir membasahi pipinya .
" jangan tinggalkan aku " isak sasa terbata , dia merasa takut kehilangan suaminya apalagi setelah kejadian tadi malam saat dia sudah menyerahkan segalanya untuk membuktikan cintanya pada sang suami .
archie makin erat memeluk sasa ia tersenyum mendengar ucapan sang istri . " aku akan membahagiakanmu selamanya " bisik archie ditelinga sasa
__ADS_1