
Saat membaca pesan dari Selena jantung Sasa berdetak sepuluh kali lebih cepat , ia tak percaya dengan apa yang sudah terjadi . Jadi gadis yang ia lihat di depan hotel adalah suruhan ayah Selena yang ingin membunuh Archie bahkan bukan hanya Archie sasarannya tapi semua orang terdekat termasuk karyawannya , mengebom sebuah hotel yang masih baru dan penuh pengunjung adalah tindakan yang paling sadis .
Sasa jadi mengerti kenapa suaminya semarah itu pada gadis misterius yang ternyata adalah anak sahabat Alexander Del Leon , yang lebih membingungkan lagi adalah dokter Frans rupanya jatuh cinta pada gadis itu . Berasal dari rasa iba pada gadis yang takk bersalah itu akhirnya benih cinta muncul di hati dokter Frans , Sasa tau kalau diantara tiga orang terbaik suaminya itu hanya dokter Frans yang tak pernah ia lihat sampai tinggal bersama dengan seorang gadis .
Ceklek ...
Pintu terbuka dari luar dan masuklah Archie yang menggunakan kacamata , Sasa paham kalau Archie memakai kacamata untuk menutupi sembam kedua matanya . Walau tau Sasa pura-pura tak tau seperti biasanya , dengan cepat Sasa menghapus pesan dari Selena walau kedua tangannya terasa dingin dan gemetaran sesaat .
" jam segini apa yang kau lakukan dengan ponselmu sayang ? " tanya Archie dengan senyum yang dipaksakan .
" oh enggak mas , Sasa mau bikin alarm aja supaya besok pagi ga kesiangan . Sasa kan harus kuliah ga enak ijin terus " jawab Sasa berbohong .
" aku pemilik kampus itu dan kau istriku lalu masalahnya dimana kalau kau ijin ? " sahut Archie dengan arogan .
Mendengar perkataan Archie membuat Sasa tersenyum , ia senang membahas soal kuliahnya ternyata berhasil membuat mood suaminya kembali lagi .
" ok ok ya sudah Sasa mau tidur lagi biar besok ga kesiangan , ayo sini mas tidur juga akh ... peluk Sasa dari belakang kaya biasa " ucap Sasa dengan nada yang dibuat seperti anak kecil mencoba merayu sang suami .
" besok sayang tetap belum boleh kuliah ga inget ya baru keluar dari rumah sakit tadi siang ? " tanya Archie dingin sambil berbaring disebelah Sasa .
" mmmmm .... Sasa bete dirumah terus ya udah deh besok Sasa kekantor aja ya mau ketemu pak Budi " sahut Sasa dengan bersemangat .
" ok itu mas suka tapi sama mas ya , mas mau lihat dua legal dari kantor pak Budi Masih genit atau tidak pada istriku ini " ucap Archie sambil mencubit pipi Sasa yang sedikit tirus .
" awwwww sakittt .... " jerit Sasa protes karena pipinya di cubit dengan gemas oleh sang suami .
Melihat Sasa bertingkah seperti itu membuat Archie tersenyum tipis ia kemudian menarik selimut dan memeluk tubuh langsing Sasa dari belakang , posisi tidur favoritnya dan sang istri . Sasa merasa seperti dilindungi jika tidur dengan gaya seperti itu sedangkan Archie lebih leluasa menggoda sang istri dengan menciumi tengkuk sang istri yang tengah terlelap , walau kadang-kadang Sasa terbangun karena Archie yang terlalu gemas ketika mencium tengkuk Sasa . Tak lama kemudian mereka berdua pun pergi ke alam mimpi bersamaan dengan pikiran masing-masing yang belum berhasil diutarakan .
Sesampainya di apartemen Asscot Gustaf memilih untuk menggendong Gracia ala bridal style keluar dari mobilnya untuk menuju lift yang akan mengantarkan mereka menuju kamar Gustaf , sebagai apartemen mahal yang sarat akan kehidupan bebas para penghuninya maka bukan hal aneh ketika salah satu diantara mereka melihat seseorang membawa gadis pulang . Sama seperti yang Gustaf lakukan sekarang , walau ia tak punya pikiran kesana akan tetapi pandangan tiap orang yang berpapasan dengannya di dalam lift nampak hanya tersenyum bahkan ada seorang pria tua yang baru keluar apartemem bersama istri mudanya nampak mengacungkan dua jempolnya ke arah Gustaf .
" dasar tua bangka !! kau kira aku sepertimu yang bisa tidur dengan wanita manapun " ucap Gustaf dalam bahasa Mexico sehingga orang-orang yang ada di dalam lift nampak bingung mendengar perkataan Gustaf .
Setelah lift terbuka dengan cepat Gustaf keluar dari lift untuk segera masuk ke dalam apartemennya , saat akan memasukkan passcode ia teringat akan keberadaan dokter Frans yang tidur di sofa miliknya . Gustaf dilema antara membantu Gracia atau tidak , karena jika tidak berarti dia harus meninggalkan Gracia di luar akan tetapi jika ia membantu gadis itu maka dokter Frans akan melihatnya membawa seorang gadis . Gustaf tak ingin membuat suasana hati dokter Frans makin hancur .
Saat melangkahkan kakinya kedalam apartemen Gustaf berjalan dengan supaya tak membangunkan dokter Frans , saat ia menoleh ke arah sofa rupaya teman baiknya itu sudah tak ada . Perlahan Gustaf menurunkan tubuh Gracia di atas ranjang miliknya , ia pun kembali keluar dari apartemen untuk memastikan sesuatu . Dengan menggunakan tangga darurat Gustaf akhirnya sampai ke lantai dimana unit dokter Frans berada , dengan cepat ia memasukan passcode untuk membuka pintu . Senyumnya mengembang ketika melihat dokter Frans tidur di Sofanya , ia pun membantu memperbaiki posisi tidur sahabatnya itu .
" karena wanita kau bisa seperti ini Frans !! sungguh memalukan " ucap Gustaf pelan sambil menggelengkan kepalanya perlahan .
__ADS_1
Setelah memastikan dokter Frans tidur dengan nyaman Gustaf kembali pulang ke unitnya yang hanya berbeda dua lantai dengan apartemen dokter Frans , ia tersenyum tipis saat melihat Gracia ada diatas ranjang besarnya . Karena sudah terlalu lelah Gustaf akhirnya memaksa Gustaf hanya mandi sebentar padahal ia sangat cina kebersihan , dengan cepat Gustaf memakai baju tidurny yang terdiri dari kaos t-shirt dan celana boxer bermotif kartun singa . Ia kemudian tidur di kamar tamu yang ukurannya lebih kecil dibanding kamar utama yang kini tengah dipakai oleh Gracia .
Pagi hari Gustaf terbangun ketika mendengar suara isak tangis seorang wanita , karena merasa terganggu ia menutupi kedua telinganya dengan bantal tapi apa yang ia lakukan rupaya tak berpengaruh karena tangisan itu makin kencang .
" akh siapa si jam segini udah nangis " pekik Gustaf jengkel sambil melempar bantalnya ke dinding , ia masih belum menyadari kalau Gracia telah ia bawa pulang tadi malam .
Dengan sempoyongan Gustaf berjalan keluar menuju sumber suara dan seketika ia membeku ketika melihat sosok gadis tengah menangis diatas ranjangnya .
" oh iya semalam aku yang bawa pulang dia " ucap Gustaf dalam hati , ia sudah ingat tentang Gracia .
Setelah menghela nafas panjang akhirnya Gustaf mengetuk pintu kamar utama dengan kasar .
Tttookkk tok...
Tttookkk tok...
" woi nona kalau menangis liat jam !! sepagi ini kau menangis memangnya mau ada casting drama ya ? " hardik Gustaf dengan kesal .
" heii diam !!! " imbuh Gustaf bertambah jengkel karena Gracia tak berhenti menangis juga ,padahal ia sudah berdiri didepan Gracia selama hampir lima menit .
Karena tak sabar Gustaf kemudian berjalan ke samping ranjang dimana Gracia tengah duduk , ia benar-benar sudah habis kesabaran . Biasanya jam empat pagi Gustaf masih nyenyak bermimpi dan hari ini karena gadis yang sudah ia bawa pulang tadi malam sepagi ini ia sudah terpaksa bangun .
" maaf tu tuann sa saya merepotkan ... tuan apa punya itu " tanya Gracia lirih .
" kau bicara apa aku tak mengerti !! " jawab Gustaf sambil menatap tajam ke arah Gracia .
" saya datang bulan apa tuan punya pembalut ?? " teriak Gracia cepat dengan wajah memerah .
Glek
Gustaf menelan salivanya mendengar perkataan Gracia , wajahnya bersemu merah karena tak menyangka Gracia akan bertanya perlengkapan wanita seperti itu padanya .
" kaauu kaauu pikir aku perempuan yang pakai pembalut !! mana mungkin aku punya semacam itu kau sudah gila ya....
" tapi tuan ini...." sahut Gracia cepat memotong perkataan Gustaf sambil berdiri dari ranjang saat itu pula lah Gustaf hampir hilang keseimbangan dan terjatuh , bagaimana tidak di bekas tempat duduk Gracia terdapat bercak noda darah yang lumayan banyak .
" maaf aku tak tau kalau darah datang bulanku sebanyak ini " ucap Gracia lirih sambil berdiri di samping ranjang sambil memegang perutnya yang sakit .
__ADS_1
Gustaf berjalan mundur melihat darah Gracia mengotori seprai putih di ranjangnya , seketika ia hilang akal berkali-kali Gustaf menggaruk kepalanya yang tak gatal itu .
" jam empat pagi dimana yang jual pembalut dan pakaian dalam wanita jam segini aduhhh .... " ucap Gustaf frustasi .
Saat sedang berdiri didepan meja tv ia menatap figura foto dirinya dan kedua sahabatnya Rico dan dokter Frans tengah berpose dengan Archie yang nampak tampan dengan tuxedo mahalnya saat persta pernikahannya dengan Sasa .
" oh iya nyonya !!!! " pekik Gustaf cepat , ia lalu berlari ke arah kamarnya untuk mengambil jaket dan memakai celana panjang .
" aku pergi sebentar kau diam disitu jangan kemana-mana , karena kalau kau keluar dengan pakaianmu itu orang-orang akan mengira aku sudah memperkosamu !! aku pergi sebentar " ucap Gustaf berpamitan pada Gracia , ia lalu berlari ke arah pintu dan dengan cepat keluar dari apartemennya .
Suara langkah kaki Gustaf yang berlari masih terdengar jelas oleh Gracia , gadis itu pun memilih untuk membaringkan tubuhnya ke atas ranjang rasa sakit saat datang bulan benar-benar menyiksanya .
Mobil Gustaf meluncur cepat menuju kediaman Archie dalam waktu dua puluh menit Gustaf akhirnya sampai ke rumah besar itu , setelah memarkirkan mobilnya dengan apik di halaman ia langsung berlari menuju lantai dua dimana kamar Archie berada .
Saat sudah sampai didepan kamar Archie dan Sasa ia tak berani mengetuk pintu kamar sang bos besar , ia hanya berjalan mondar mandir saja .
Tiba-tiba saja kamar baby Arthur yang ada didepan kamar Archie terbuka dan keluarlah Sasa dari kamar itu .
" nyooonyaaaa help me..... " pekik Gustaf cepat saat melihat Sasa keluar dari kamar sang pewaris utama kekayaan Archie .
" heiii apa apaan inii " sahut Sasa risih karena tiba-tiba Gustaf memegang kedua tangannya .
" ohh maaf nyonya , saya bukan bermaksud seperti itu " ucap Gustaf sambil melepas tangannya dari tangan istri bos besarnya .
" apa yang terjadi sampai sepagi ini kau sudah sampai didepan kamar kami ? " tanya Sasa sambil menyilang kan kedua tangannya di dada .
Gustaf menelan salivanya lalu berjalan mendekat dan berbicara pelan pada Sasa , ia menjelaskan semua kejadian yang dimulai dari ia membawa pulang Gracia .
Begitu selesai mendengar perkataan Gustaf wajah Sasa berubah sangat serius , ia kemudian masuk ke dalam kamarnya dimana Archie masih tidur tanpa berbicara pada Gustaf dan meninggalkan pria itu di depan kamar baby Arthur .
Melihat sang nyonya nampak acuh membuat Gustaf semakin frustasi , ia bertambah pusing mau minta tolong siapa lagi . Karena di Jakarta ia tak mengenal wanita luar selain istri sang bos dan kekasih Rico , Gustaf memilih pergi ke Sasa karena ia sudah mengenal istri bosnya itu lebih lama dibanding Selena yang baru beberapa bulan ini menjadi kekasih Rico .
Gustaf berjalan perlahan menuju mobilnya yang ada dihalaman sepeti orang yang kurang gairah , saat akan mengeluarkan kunci mobilnya tiba-tiba saja ada orang yang merebut kuncinya dengan kasar .
" ayo naik aku yang bawa mobilmu .. !!! " pekik Sasa sambil melempar satu tas yang ia bawa kepada Gustaf .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komen dan vote ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹
🍃🍃 silahkan mampir ke novel ketiga Thor yang berjudul : Faith 2 ( bodyguard cantik )