
Kasih Vote dulunya donk kakak-kakak sayang heheh , Terima kasih
Archie , Rico dan Gustaf akhirnya pergi ke sebuah restoran yang sudah di booking oleh Mariza atas perintah Archie sebelumnya untuk makan siang bersama investor dari Meksiko . Sedangkan dokter Frans kembali ke rumah sakit untuk mengambil beberapa vitamin tambahan yang diminta Archie untuk Sasa .
Dengan menggunakan satu mobil Archie dan kedua orang kepercayaannya akhirnya sampai di restoran yang dimaksud , ia langsung turun diikuti oleh Rico dan Gustaf di belakang . Saat melangkahkan kaki masuk ke dalam restoran Archie terlihat sangat mengatur emosinya ketika melihat Mariza berdiri tanpa rasa bersalah , sekretarisnya itu sedang bercakap-cakap dengan para pelayan untuk mengatur meja . Ada rasa menggelitik yang membuat Archie ingin muntah ketika melihat sosok Marissa yang ada di depannya saat ini , ingatannya tentang sosok Clarissa setahun lalu kembali hadir dalam bayangannya .
"Anda sudah datang tuan .?" Sapa Mariza sambil tersenyum lebar berjalan mendekati Archie yang berdiri bersama Rico dan Gustaf .
"Apa semua sudah siap .?" Tanya balik Archie berpura-pura tak tahu apapun .
"Sudah tuan , kita tinggal tunggu mereka datang saja ." Jawab Mariza sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada sehingga membuat buah dadanya berdekatan dan membuat belahannya terlihat jelas karena ia memang menggunakan dress dengan potongan dada rendah .
Sasa mengangguk pelan sambil tersenyum mendengar perkataan Mariza , walau sebenarnya ia sudah ingin sekali menendang gadis yang ada dihadapannya itu . Begitu pula dengan Rico dan Gustaf yang sebenarnya sudah sangat jijik pada Mariza akan tetapi mereka berdua berusaha tenang karena tak mau merusak rencana yang dibuat Archie untuk membuat Mariza mengaku sendiri kalau dia adalah Clarissa .
"Bos itu sepertinya Tuan Pedro dan rombongan sudah datang ." Bisik Rico pelan memberitahu Archie kalau investornya dari Mexico sudah sampai di restoran .
"Ayo kita sambut mereka ." Jawab Archie sambil tersenyum.
"Baik tuan ." Sahut Mariza bersemangat sambil berjalan dibelakang Archie menuju pintu dimana para investor dari Mexico baru saja datang .
Rico dan Gustaf yang sudah membuka mulut pun tak jadi bersuara karena Mariza sudah mendahului mereka , kalau bukan karena Archie yang melarang mereka untuk tak menahan diri mungkin saat ini Mariza sudah tak bisa bernafas lagi .
Archie pun menyambut tamunya dengan baik ia lalu mengarahkan sang investor untuk duduk ke sebuah tempat VIP yang sudah dipesan oleh Mariza sebelumnya , ketika sudah berada di ruang VIP para pelayan pun mulai menyajikan makanan mewah untuk mereka nikmati bersama . Archie adalah tipikal orang yang tak akan diam saja ketika mengetahui para partner bisnisnya datang ke tempatnya , ia akan menjamu mereka dengan baik para rekan kerjanya tersebut semampunya. Karena bagi Archie rekan bisnis bukanlah sekedar hanya rekan saja , ia berharap suatu saat mereka bisa menjalin hubungan baik di luar pekerjaan .
"Coba tebak berapa ukuran dadanya pasca operasi ."Bisik Gustaf menggoda Rico .
__ADS_1
"Diam kau Gustaf ." Jawab Rico sambil membelalakan kedua matanya meminta Rico untuk tak mengganggunya .
"Jawab dulu setelah itu aku tak akan mengganggumu lagi." Ucap Gustaf sambil terus menyenggol kaki Rico di bawah meja untuk menebak ukuran dada milik Mariza yang sudah melakukan permak di seluruh tubuhnya termasuk dada dan bokong .
"Bagiku tidak penting untuk menebak silikon palsu itu , karena milik istriku jauh lebih menggairahkan daripada benda palsu itu ." Sahut Rico sambil tersenyum tipis kearah Mariza yang sedang mengiris steak .
Mariza yang merasa diperhatikan nampak tersenyum tipis , tak lama kemudian ia menarik pakaiannya ke bawah sehingga membuat dadanya menyembul semakin keluar . Mencoba menarik perhatian Gustaf dan Rico yang sejak tadi memperhatikan dari jauh , melihat apa yang dilakukan oleh Mariza membuat Gustaf hampir tersedak . Bukan karena ia terangsang tapi lebih karena ia merasa jijik dengan apa yang dilakukan oleh Marizaa tersebut.
"Yuck ...menjijikan ." Ucap Gustaf pelan sambil meminum air putih di gelasnya dengan cepat .
"Ha ha ha ...mati kau ." Ejek Rico sambil tertawa lebar melihat Gustaf hampir tersedak karena melihat apa yang dilakukan oleh Mariza baru saja .
"Apa bagusnya mengimplan dada seperti itu , bukankah bentuknya terlihat menjadi aneh dan menjijikan ya . Bagiku wanita yang mempunyai dada palsu seperti itu adalah perempuan yang mempunyai kelainan jiwa karena bangga membawa buah melon kemanapun ia pergi di dadanya. " Ucap Gustaf lirih tanpa rasa bersalah .
Mendengar Rico terbatuk membuat semua orang langsung memperhatikannya , termasuk Archie yang sedang berbincang dengan Tuan Pedro sang investor dari Meksiko . Menyadari kalau sahabatnya menjadi pusat perhatian Gustaf langsung menepuk pundak Rico untuk meredakan batuknya.
"Dasar bodoh kenapa kau bisa terbatuk seperti itu ." Ucap Gustaf dengan kesal .
"Kau yang bodoh , kenapa kau harus menyebut dua benda itu sebagai melon .Aku kan jadi tersedak seperti tadi ." Jawab Rivo membela diri menyalahkan Gustaf .
"Memang bagiku nampak seperti melon ,lihat saja ukurannya yang sangat tidak wajar itu ." Sahut Gustaf sambil melirik kearah Mariza yang sedang membersihkan mulutnya menggunakan sapu tangan .
"Sudah sudah... jangan dibahas lagi , aku khawatir ia akan curiga kalau kita terus-terusan menatapnya seperti ini . Aku tak mau rencana bos berantakan , lebih baik kita teruskan makan saja tanpa berbicara apapun lagi termasuk membahas buah melon lagi . Kalau kau tetap membahasnya , maka aku akan membunuhmu saat itu juga gustaf." Ancam Rico kepada sang adik ipar .
Mendengar perkataan Rico langsung membuat Gustaf menutup mulutnya , ia tahu kalau Rico sedang serius dengan ucapannya saat ini . Mereka berdua lalu meneruskan makan yang sempat tertunda dengan tenang , tak lama kemudian makanan penutuppun dihidangkan kembali oleh para pelayan . Marisa nampak menjerit kegirangan ketika melihat dessert yang ada di hadapannya , ia memuji sang pembuat makanan dengan berkali-kali mengucapkan kata-kata manis sehingga membuat Tuan Pedro sang investor tertawa karena melihat tingkah sekretaris Archie yang nampak seperti anak kecil itu.
__ADS_1
Archie hanya tersenyum tipis merespon Tuan Pedro yang memuji Mariza , Tuan Pedro nampak terkesan dengan sikap Mariza yang sangat ramah dan cekatan . Ia mengatakan kalau Archie sangat beruntung bisa mendapatkan sekretaris secantik dan sepintar Mariza .
"Kau belum tahu siapa Mariza sebenarnya tuan , makanya kalau bisa berkata seperti itu ." Ucap Archie dalam hati sambil menatap Mariza yang sedang berbincang dengan asisten pribadi Tuan Pedro .
Drrtttt
Drrtttt
Ponsel pintar yang ada di saku jas mahal milik Archie bergetar meminta untuk di angkat , dengan perlahan Archie pun meraih ponsel pintarnya itu .
Ia langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh dokter Frans , kedua matanya langsung membelalak ketika melihat pesan yang berisi foto seorang gadis yang wajahnya mirip dengan Mariza sedang dipasung di sebuah kamar apartemen kecil di kota Seoul Korea Selatan .
Bibir Archie bergetar menahan emosi ketika membaca tulisan yang dikirimkan bersama foto gadis malang tersebut , Archie membacanya pesan itu perlahan dalam hati . Archie benar-benar tak menyangka kalau Clarissa akan berbuat sejauh itu demi membalaskan dendamnya kepada dirinya dan sang istri.
Dengan cepat Archie memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya kembali , karena Tuan Pedro mengajaknya untuk berfoto bersama . Layar ponselnya masih terbuka dengan pesan yang berbunyi :
"Gadis ini adalah Mariza Claudia yang asli , ia adalah gadis asal Indonesia yang ditipu oleh Clarissa . Semua ijazah dan identitasnya diambil oleh Clarissa untuk menyamar menjadi Mariza , gadis ini mengalami siksaan fisik yang cukup berat sehingga membuatnya nampak menjadi orang yang yang linglung .Salah satu temanku sudah merawatnya dengan baik di rumah sakit universitas Seoul dengan baik "
🌼Bersambung🌼
Faith akan tamat dalam 4 episode lagi , jadi tetap baca ya dan jangan ketinggalan satu episode pun ya kakak-kakak .
Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...
Terima kasih .
__ADS_1