Faith

Faith
tu es mon destin


__ADS_3

Lorong rumah sakit tempat sasa dirawat mendadak gaduh karena banyaknya pria berjas hitam berlarian menuju kamar VVIP dimana Sasa masih terbaring di atas ranjang , Rico berlari paling depan disusul dokter Frans dan Gustaf dibelakangnya .


Mereka langsung pergi ke rumah sakit begitu tak menemukan bos dan istrinya di dalam rumah setelah berhasil mengintrogasi sang pelayan yang sebenarnya diminta Archie untuk tak mengatakan pada siapapun kalau Sasa dirawat , Selena yang datang bersama Rico akhirnya memilih tinggal dirumah untuk merawat baby Arthur yang sudah menangis sejak pagi karena mencari sang ibu sejak pagi .


" boss !!! " ucap Rico cepat ketika membuka pintu kamar nomor 11A dimana Sasa sedang menerima kunjungan dari dokter untuk pengecekan rutin di jam makan siang .


" bos apa nyonya baik-baik saja ? " tanya Gustaf dan dokter Frans hampir bersamaan ketika berhasil masuk ke ruang perawatan Sasa .


Archie menoleh ke arah pintu dimana anak buahnya sudah berkumpul ia mengangkat jari telunjuknya ke arah mulut untuk memberikan kode agar orang-orang itu diam supaya dokter bisa bekerja dengan baik .


Melihat kode yang diberikan Archie sontak membuat Rico , dokter Frans dan Gustaf yang datang paling belakang langsung terdiam , mereka lalu berjalan mendekati Archie yang berdiri disebelah dokter yang tengah memeriksa Sasa yang masih terpasang jarum infus ditangan kanannya dan wajahnya masih nampak pucat dengan lingkar hitam dibawah mata yang menandakan bahwa Sasa mengalami kekurangan tidur yang cukup parah .


" istri anda dilarang mengkonsumsi seafood untuk beberapa bulan ini tuan , sepertinya tubuh istri anda benar-benar menolak makanan yang sudah ia makan kemarin " ucap sang dokter yang baru selesai memeriksa Sasa .


" seafood jenis apapun dok ? bagaimana dengan ikan ? " tanya Archie mencoba memastikan kembali .


" lebih baik jangan dulu akan tetapi kita lihat kedepan apakah nyonya Sasa masih bisa mengkonsumsi ikan lagi atau tidak " jawab sang dokter sambil tersenyum , lalu pamit untuk melanjutkan pekerjaannya lainnya .


Archie dan ketiga sahabatnya mempersilakan sang dokter pergi , mereka lalu duduk di sofa yang ada diruang perawatan Sasa .


" kenapa kau tak memberitahu padaku tadi malam bos ? " tanya dokter Frans pelan .


" aku tak mau merepotkanmu Frans , kalian juga butuh istirahat makanya aku pergi ke sini " jawab Archie sambil terus menatap Sasa yang masih memejamkan mata , tadi malam Sasa terus muntah sampai tak bisa tidur .


" apa ada orang yang alergi sesuatu sampai seperti ini Frans ? " tanya Archie tiba-tiba .


Mendengar perkataan Archie membuat dokter Frans tersenyum ia kemudian menjelaskan dengan hati-hati supaya tak membuat Archie makin khawatir dengan kondisi Sasa .


" bisa meninggal Frans ?! " tanya Archie kaget setelah mendengar perkataan dokter Frans .


" Pada kondisi tertentu, reaksi alergi makanan bisa sangat serius dan dapat membahayakan nyawa penderitanya, yang disebut sebagai syok anafilaktik. Reaksi alergi ini merupakan kondisi gawat darurat dan harus segera mendapat penanganan di rumah sakit , tapi melihat kondisi Sasa yang sekarang sepertinya ia belum sampai ke tahap itu . Bagus tubuhnya langsung merespon dengan memuntahkan isi perutnya jadi dia bisa langsung mendapat penanganan intensif dari dokter " jawab dokter Frans berusaha menenangkan Archie .


Gustaf yang sudah mendapatkan identitas gadis yang menerobos kamar dokter Frans pun tak berani mengatakan pada Archie ia tau kondisi hati sang bos tengah tak baik , Archie yang dulu sangat acuh itu kini berubah menjadi orang yang over protective terutama pada sang istri dan anaknya . Hal itu pula yang membuat anak buahnya harus hati-hati berbicara padanya apalagi di saat-saat seperti ini .


" semua akan baik-baik saja bos , tenang saja istrimu sudah mendapatkan perawatan terbaik " ucap dokter Frans sambil menepuk pundak Archie pelan .


" I hope so Frans, aku bisa gila jika terjadi hal buruk menimpa dirinya " sahut Archie cepat sambil terus menatap Sasa yang masih betah memejamkan matanya .


Rico menghela nafas panjang ia akhirnya mengajak dua sahabatnya untuk keluar meninggalkan Archie bersama Sasa .

__ADS_1


" jangan ganggu bos , biarkan dia konsentrasi menjaga istrinya kita selesaikan urusan kantor tanpa bos " ucap Rico memberikan pengarahan pada Gustaf dan dokter Frans .


" aku akan disini ikut menjaga nyonya " sahut dokter Frans cepat .


" oke kalau begitu aku dan Gustaf akan mengurus kantor , jaga dia juga Frans " ucap Rico pelan memberikan kode pada dokter Frans untuk tetap mengawasi Archie .


Dokter Frans menganggukan kepalanya tanda mengerti ucapan Rico , setelah Rico dan Gustaf pergi akhirnya dokter Frans masuk kembali ke dalam ruang perawatan untuk duduk di sofa bersama Archie yang tengah berusaha menahan rasa kantuknya .


" tidurlah bos , aku yang akan menjaga nyonya " ucap dokter Frans sambil tersenyum .


" aku baik-baik saja Frans " jawab Archie berbohong .


" kau adalah pembohong paling jelek di dunia ini bos , kau harus istirahat kalau tidak aku akan kewalahan merawat kalian berdua nanti " sahut dokter Frans sambil senyum mencibir .


" aku titip istriku Frans " ucap Archie sambil menutup mulutnya karena menguap .


Dokter Frans tersenyum sambil mengangguk pelan , hanya butuh waktu 5 menit untuk Archie tidur dengan pulas di sofa . Dokter Frans menggeleng pelan melihat bosnya yang sok kuat itu sudah terkapar di sebelahnya . Setelah memastikan Archie benar-benar sudah tidur dokter Frans kemudian membuka laptopnya , walau dia seorang dokter tapi ia mempunyai porsi jabatan yang sama di kantor Durran Internasional .


Dokter Frans mencoba membobol database milik Leon Corporation untuk memastikan apakah gadis yang kemarin menodongkan pistol padanya benar-benar suruhan dari Alexander Del Leon atau bukan , setelah hampir tiga puluh menit berselancar di dunia maya akhirnya dokter Frans mendapatkan hasil dari apa yang ia cari .


" Carolina Lumenta , 23 tahun " ucap dokter Frans lirih membaca biodata gadis yang ia cari .


" jadi dia gadis yang membuat keributan di hotel kemarin ? " tanya Sasa tiba-tiba yang sudah berdiri disebelah dokter Frans .


" shittt jangan berisik kau akan membangunkan mas Archie !!! " ucap Sasa cepat memotong perkataan dokter Frans yang terlihat sangat kaget itu .


Dokter Frans mengangguk pelan lalu bangun dari tempat duduknya mendekati ranjang Sasa karena sang nyonya memanggilnya untuk mendekat .


" jadi benar yang aku tanyakan tadi dok ? " tanya Sasa dengan suara lirih .


" heemmm ?? apa ? " tanya balik dokter Frans yang tak mengerti arah pembicaraan Sasa .


" data gadis yang kau dapatkan setelah meretas data perusahaan ayah kak Selena apakah benar dia orangnya yang menerobos kamarmu " sahut Sasa pelan dengan tatapan tajam ke arah dokter Frans .


Dokter Frans mengangguk pelan menjawab pertanyaan Sasa sehingga membuat Sasa tersenyum tipis tanpa suara , ia kemudian memilih untuk berbaring lagi diatas ranjang karena kepalanya masih sedikit pusing . Dokter Frans langsung menyelimuti Sasa dengan cepat tanpa diperintah , ia kemudian mengecek selang infus yang menggantung untuk memastikan kalau aliran infus nya lancar .


" temukan gadis itu dan selamatkan dia sebelum suamiku menemukan dia lebih dulu dok, kau pasti tau apa yang akan suamiku lakukan kalau ia menemukan gadis itu terlebih dahulu" ucap Sasa pelan sambil menutup matanya kembali .


" baik nyonya " jawab dokter Frans lirih sambil tersenyum , ia kemudian pergi keluar untuk melakukan apa yang sudah Sasa perintahkan .

__ADS_1


Rupanya saat akan masuk ke mobil di depan hotel Sasa juga melihat sosok gadis yang juga tengah dilihat oleh dokter Frans, sebenarnya Sasa tak merasa ada yang aneh tapi ia baru menyadari ada hal yang janggal saat melihat perubahan ekspresi diwajah dokter Frans yang tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari sosok gadis yang memakai topi warna hitam itu .


Sasa menebak kalau gadis itu adalah gadis yang tengah dicari oleh sang suami dan orang-orangnya melihat bagaimana paniknya dokter Frans waktu itu yang meminta agar mobil untuk cepat berangkat ke bandara Melbourne padahal waktu mereka sangat fleksibel karena mereka akan naik pesawat jet pribadi milik Archie yang waktunya bisa menyesuaikan sesuatu permintaan Archie sebagai pemilik .


Setelah dokter Frans pergi Sasa membuka matanya kembali ia tersenyum melihat tingkah sang dokter yang langsung melakukan apa yang sudah ia perintahkan sebelumnya .


" mungkin ini waktunya kau mendapatkan kebahagiaanmu juga dokter " ucap Sasa sambil tersenyum melihat ke arah Archie yang tengah tertidur pulas .


Kantor Durran Internasional


Gustaf dan Rico bekerja bersama untuk menangani beberapa sisa pekerjaan yang harus dikerjakan secepatnya tanpa Archie , karena walau bagaimanapun urusan kantor harus secepatnya diselesaikan supaya tak menggangu aktifitas di kantor .Apalagi proses akuisisi Leon Corporation juga harus diselesaikan secepatnya , karena dengan sepak terjang seorang Alexander Del Leon yang sudah terkenal licik membuat Archie harus segera mengesahkan ke notaris tentang pemilikan Leon Corporation yang baru .


Karena sudah jam makan siang Gustaf akhirnya memilih mencari makan siang diluar karena Rico tak mau pergi meninggalkan pekerjaannya sebelum semua selesai , etos kerja Rico sudah sangat mirip dengan Archie sehingga akhirnya Gustaf pergi sendiri mencari makan siang untuk mereka di restoran turki yang ada didekat kantor .


Saat sedang berjalan menuju restoran langkah Gustaf terhenti ketika mendengar keributan yang berasal dari dalam restoran , karena penasaran Gustaf memilih untuk masuk .


" kalau anda tak membayar makanan yang sudah anda makan silahkan ikut kami ke kantor polisi " ucap seorang manager restoran pada seorang gadis yang tengah kebingungan .


" saya akan bayar , tunggu dulu saya harus mencari dompet saya " jawab si gadis cepat .


" anda sudah mengatakan itu berkali-kali , sudah lah nona kalau anda tak mampu bayar lebih baik ikut kami ke kantor polisi saja " imbuh sang manajer hotel sambil berusaha menarik tangan si gadis .


" awww sakit !!! sabar saya akan cari ....


" berapa yang harus dia bayar ? " tanya Gustaf cepat memotong perkataan si gadis sehingga membuat semua orang yang ada diruangan itu menoleh ke arah Gustaf yang baru masuk .


" tiga juta lima ratus ribu rupiah tuan " jawab sang manajer restoran cepat .


Gustaf mengeluarkan empat lembar uang pecahan 100 USD yang kemudian langsung diterima oleh sang manager restoran dengan cepat .


" maaf tuan " ucap si gadis penuh syukur .


" its ok , lain kali sebelum pergi cek dulu barang bawaanmu " sahut Gustaf cepat lalu berjalan ke arah ruang VIP yang ada di restoran itu untuk makan .


Si gadis cantik yang ditolong Gustaf kemudian keluar dari restoran dengan cepat karena merasa malu sejak tadi jadi pusat perhatian para pengunjung restoran yang rata-rata adalah orang asing seperti dirinya .


" gadis jaman sekarang tak ada rasa terima kasihnya sama sekali " gumam Gustaf lirih sambil menikmati sisha di kursinya sambil melihat gadis yang baru saja ia tolong pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih pada dirinya .


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya kakak-kakak , terima kasih 🌹.


Nb : jangan lupa baca novel kedua saya yang berjudul : you are mine , Viona


__ADS_2