Faith

Faith
Rencana pembalasan Archie


__ADS_3

Setelah kedatangan Clarissa ke rumahnya membuat Sasa lebih waspada , ia memerintahkan bodyguard yang menjaga rumah untuk tak mengijinkan orang asing masuk ke dalam rumah dengan alasan apapun kalau belum membuat jadwal dengan Archie atau dirinya . Hal itu membuat Archie senang karena istrinya sudah mulai pandai mengatur rumah dan hal ini sudah sangat lama ditunggu oleh Archie .


" mas kayanya ini nomor hape Clarissa deh " teriak Sasa sambil berlari ke arah sofa diruang tamu dimana Archie sedang menikmati secangkir teh chamomile favoritnya .


" pelan-pelan sayang jatuh nanti lho " ucap Archie sambil meletakkan cangkir tehnya di meja .


Sasa menunjukan nomor ponsel yang sudah seminggu ini mengganggunya dengan tiba-tiba menelfon tanpa suara ketika Sasa angkat atau mengirimkan WhatsApp dengan gambar bunga mawar secara berulang-ulang hingga membuat Sasa merasa terganggu . Archie mengambil ponsel Sasa lalu memperhatikannya dengan seksama lalu tersenyum tipis kemudian berjalan masuk ke ruang belajarnya dan tak lama ia keluar dengan membawa satu buah laptop .


Archie terlihat serius menatap layar monitornya hingga membuat Sasa penasaran dan berpindah tempat duduk disebelah Archie dengan meletakkan dagunya di bahu sang suami yang membuat Archie tersenyum , ia membelai wajah Sasa dengan lembut lalu mencium bibirnya hingga membuat Sasa malu karena masih banyak pelayan diruang tamu yang sedang bekerja . Melihat tuan dan nyonya sedang bermesraan membuat para pelayannya kemudian pergi ke dapur dengan sendirinya .


" tebakan istriku benar " ucap Archie tiba-tiba sambil menunjukan layar laptopnya pada sang istri .


" apa ini Sasa ga ngerti " jawab Sasa cepat saat melihat layar laptop suaminya yang berisi coding program peretas itu .


Archie tertawa geli karena menyadari kesalahannya , sang istri tak mungkin paham bahasa pemrograman akhirnya Archie menjelaskan dengan lebih detail pada Sasa . Sasa hanya mengangguk berkali-kali saat Archie berbicara padanya , bukannya mendengarkan penjelasan suaminya Sasa justru memandang wajah tampan suaminya karena kagum suaminya tak hanya pintar berbisnis tapi juga tau dunia cyber .


" mas tau kalau mas ini tampan tapi apa perlu kau menatap mas sepeti itu sayang ? " celetuk Archie tiba-tiba hingga membuat wajah Sasa memerah .


" akh siapa yang liatin mas , ge er aja " pekik Sasa kaget karena kepergok suaminya .


" mulutmu boleh berkata tidak tadi bahasa tubuhmu aku tau sayang " bisik Archie pelan dengan wajah menggoda Sasa .


" nakal ... dah akh Sasa mau buat makan malam udah sore " jawab Sasa cepat lalu meninggalkan suaminya sendirian di sofa .


Archie hanya cekikikan melihat Sasa pergi ia pun kembali sibuk dengan laptop yang ada dihadapannya . Ia kembali sibuk dengan mainannya itu mencari tau tentang motif Clarissa meneror istrinya . Sementara di dapur Sasa terlihat sibuk membuat steik untuk makan malam karena malam ini Rico , Gustaf dan dokter Frans akan menginap seperti biasa . Jadi Sasa yang mengatur menu makan malam hari ini dan pelayannya hanya boleh membantunya melakukan pekerjaan kecil.


Sasa membuat Mash potato untuk teman steik kesukaan Archie tapi ia juga membuat potato wedges sebagai pilihan lain kalau nanti tamunya tak suka dengan Mash potato .


Selain membuat steik Sasa juga membuat makanan khas Kanada lainnya diantaranya Cedar plank salmon yang terbuat dari daging salmon yang dipanggang dengan rempah pilihan yang merupakan makanan favorit Archie lalu ia juga membuat Nanaimo bar yang berupa kue tiga lapis yang terbuat dari campuran remah, icing mentega yang diberi vanilla, dan coklat leleh di bagian atasnya . Cemilan favorit keempat pria Canada itu , Sasa mempelajari secara otodidak membuat makanan-makanan itu .


Tak begitu lama akhirnya semua masakan Sasa sudah siap disajikan , Archie yang tak sabar akhirnya dapat mencicipi Nanaimo bar yang manis itu setelah gagal memelas pada Sasa supaya diijinkan menikmati salmon dan steiknya lebih dulu hingga membuat Sasa kesal dan akhirnya memberikan ijin Archie untuk makan cemilan terlebih dahulu .


" makan barengan sama tamu mas " ucap Sasa dengan nada meninggi .


" tapi mas udah pengen makan itu " pinta Archie dengan nada memelas .

__ADS_1


Cup


Sasa mencium bibir Archie dengan cepat untuk menenangkan suaminya yang tengah merajuk itu , mendapatkan ciuman dari Sasa membuat Archie langsung diam dan berhenti meminta makanan hingga membuat Sasa menggeleng-gelengkan kepalanya . Archie pun naik ke kamarnya untuk mandi karena hari sudah mulai malam dan disusul Sasa yang baru selesai menata meja , setelah jam tujuh tamu-tamu Archie datang dengan menaiki mobil mewah nya masing-masing .


Baby Arthur yang sudah bangun langsung menjadi rebutan ketiga pria single itu , Rico yang sangat posesif pada baby Arthur membuat Gustaf dan dokter Frans jengkel karena mereka juga ingin menggendong baby lima bulan itu . Sudah dua bulan Sasa tinggal dijakarta bersama anak dan suaminya , mereka kemudian menikmati makan malam yang Sasa sudah buat . Para pria single itu selalu lahap kalau memakan masakan Sasa , hingga membuat Archie juga menambah kecepatan makannya supaya tak kehabisan makanan itu .


" akhhh kenyangnyaaa .... " ucap dokter Frans sambil menyentuh perutnya yang penuh dengan makanan itu .


" kau bisa buka restoran kalau begini caranya nyonya " celetuk Gustaf menimpali perkataan dokter Frans .


" iya kalau istriku buka restoran dalam sebulan pasti bangkrut kalau melihat cara makan kalian malam ini " ucap Archie sinis sambil memeluk Sasa dari belakang .


" ha ha ha .... ampun bos " teriak ketiga pria itu bersamaan .


Selesai makan mereka menunju ke ruang keluarga sibuk didepan laptopnya masing-masing , Archie yang sedang mereview laporan dari kantor Australia , Gustaf yang ditugaskan Archie membajak ponsel Clarissa dan dokter Frans yang sedang mempelajari laporan di rumah sakitnya hanya Rico yang terlihat santai dan bermain dengan baby Arthur bersama Sasa di lantai yang sudah dialasi karpet asli turki itu .


Archie sesekali melirik ke arah Sasa yang akhirnya juga sibuk didepan laptopnya karena ada tugas kuliah yang belum ia kerjakan , saat semua orang sedang sibuk tiba-tiba datang pak Baskoro dengan tergesa-gesa ke arah ruang keluarga itu .


" ada apa pak bas ? " tanya Rico penasaran


" wanita ini ? " tanya Archie sambil menunjukan foto Clarissa pada pak Baskoro .


" iya tuan betul wanita itu !!! " pekik penjaga rumahnya itu cepat .


" ok pak bas silahkan kembali kedepan lagi , terima kasih laporannya " ucap Rico cepat sambil menyerahkan baby Arthur pada pelayan untuk dibawa masuk ke kamar .


Sasa langsung menatap suaminya dengan sedikit resah karena merasa hidupnya sedang di teror Clarissa , Archie menggenggam tangan Sasa untuk menguatkan sang istri .


" kita harus buat perempuan itu jera " ucap dokter Frans tiba-tiba .


" tentu saja !!! " sahut Archie cepat .


" bingo ... kalian pasti kaget kalau melihat ini " teriak Gustaf kegirangan , ia kemudian menunjukan layar laptopnya kepada semua orang.


Dalam tampilan laptop milik Gustaf terlihat Clarissa tengah berjalan di sebuah lorong rumah sakit ditemani kedua orang tuanya sekilas memang tak ada yang aneh , tapi saat diperhatikan lebih teliti ternyata tempat yang Clarissa kunjungi adalah rumah sakit jiwa .Rupanya sepeninggal Sasa ke Canada Clarissa menjadi depresi ia kemudian menjalankan treatment di ruang sakit jiwa itu selama dua bulan sebelum akhirnya ia menikah dengan Rizki .

__ADS_1


" kasian .... " ucap Sasa lirih .


Mendengar perkataan Sasa membuat keempat pria itu langsung menoleh ke arahnya dengan cepat hingga membuat Sasa salah tingkah .


" apa yang kasihani sayang ? " tanya Archie gemas .


" walau bagaimanapun dia temen Sasa mas " jawab Sasa dengan menunduk .


" teman itu saling menjaga , saling mendukung bukan malah menikung seperti itu nyonya " sahut Gustaf cepat , seorang Gustaf yang pendiam tiba-tiba menjadi sangat cerewet malam itu .


" sudahlah hilangkan rasa kasihanmu padanya sayang , dia harus mendapatkan balasan yang setimpal sayang " ucap Archie sambil membelai rambut panjang Sasa .


Sasa terdiam mendengar perkataan Archie , ia mengingat masa mudanya bersama Clarissa . Walau Clarissa sering memanfaatkan dirinya tapi dia adalah teman terlama yang Sasa miliki karena mereka sudah bersekolah bersama sejak SD .


" oh my God aku hampir lupa bos , aku dapat informasi penting !!bisnis orang tua Clarissa sempat bangkrut setahun lalu mungkin itu juga yang membuatnya mengalami depresi " celetuk Rico cepat sambil menunjukan ponselnya pada Archie .


" i know jadi niat dia menjatuhkan nyonya setahun lalu karena ia ingin merebut anda tuan " ucap Gustaf tanpa rasa bersalah .


" hehh jaga ucapanmu " baik dokter Frans sambil memberikan kode pada Gustaf karena melihat wajah Sasa makin muram .


" maaf nyonya " cicit Gustaf merasa bersalah karena bicara sembarang .


Sasa tersenyum dan menggeleng pelan dengan menarik nafas panjang akhirnya Sasa menceritakan awal mula persaingan ketatnya dengan Clarissa dimulai . Archie dan ketiga orang terbaiknya mendengarkan cerita Sasa dengan sangat serius . Mereka jadi paham kenapa Clarissa menjadi sangat terobsesi pada Sasa .


" Clarissa urusan suamimu sayang kau tak usah fikirkan ya " ucap Archie lembut ketika Sasa mengakhiri ceritanya .


Sasa mengangguk pelan lalu bangkit dari kursinya karena baby Arthur nampak sudah terbangun , ia kemudian bergegas meninggalkan keempat pria itu menuju kamarnya . Melihat Sasa pergi membuat Archie menghela nafasnya panjang .


" rupanya ada siluman rubah yang mengikuti istriku selama ini " ucap Archie penuh emosi .


" kita jalankan rencana Rico saja bos " sahut Gustaf dengan tersenyum .


" apa rencanamu Rico ? " tanya Archie dengan serius .


Rico kemudian tersenyum dan menceritakan rencananya secara detail pada Archie , kedua temannya nampak mengangguk-angguk tanda setuju .

__ADS_1


" oke kita antar wanita itu kembali ke rumah sakit jiwa " ucap Archie dengan tersenyum saat Rico berhenti bicara


__ADS_2