Faith

Faith
Pernikahan adalah ujian


__ADS_3

Archie yang biasanya ketika selesai minum obat dari dokter Frans langsung tidur entah kenapa sore itu ia merasa kalau obat itu tak membuatnya mengantuk lagi , tiap ia akan memejamkan mata Archie selalu terbayang wajah sang anak ketika ia pertama kali melihatnya setelah anaknya lahir ke dunia .


" serindu inikah ayah padamu anakku " ucap Archie lirih sambil menatap foto baby Arthur di ponselnya .


" semoga kalian baik-baik saja my love " imbuh Archie sambil mencium foto Sasa dan baby Arthur .


Archie pun memaksa memejamkan mata karena ia merasa sangat lelah .


Hotel Bintang 5 di Ancol


Sasa menikmati waktunya dengan bersantai bersama baby Arthur dihotel bintang lima di pinggir pantai Ancol , ia ingin melupakan semua masalahnya dengan sang suami . Ini merupakan hari keempat ia pergi dari rumah dan menetap di hotel bersama sang putra .


tok


tok


" nak Sasa ini bapak nak "


Terdengar suara pak Budi Wardana pengacara pribadi Sasa datang bersama sang istri setelah ditelfon Sasa tadi malam , ia meminta pengacaranya datang ke hotel .


Mendengar suara pak Budi membuat Sasa berjalan ke pintu dan membuka kunci yang masih tersangkut rapi di lubang kunci , begitu pintu terbuka terlihat sepasang suami istri yang sudah mulai senja nampak tersenyum hangat ke arah Sasa .


" anakku ibu rindu padamu sayang " ucap nyonya Budi sambil memeluk Sasa dengan erat .


" Sasa juga rindu ibu budi maaf kalau tiba-tiba meminta kalian datang ke sini " jawab Sasa dengan mata berkaca-kaca .


Melihat emosi Sasa berubah membuat pak Budi langsung mengajak istrinya dan Sasa masuk ke dalam kamar karena ia tak ingin membuat keributan diluar . Begitu ada didalam perhatian pengacara senior itu teralihkan ke baby Arthur yang sedang tertawa di atas ranjang , dengan perlahan ia menggendong putra Sasa yang seperti cicitnya itu .


Melihat suaminya menggendong baby Arthur membuat ibu Budi pun ingin ikut menggendong , akhirnya setelah perdebatan panjang baby Arthur kini ada dalam pelukan ibu Budi .Sang pengacara hebat itu harus mengalah pada istrinya dihadapan Sasa dan membuat Sasa tertawa dan ini adalah tawanya pertama kali setelah ia pergi dari rumah .


" ada hal penting apa anakku ? " tanya pak Budi mencoba berbicara serius dengan Sasa .


" Sasa capek pak , Sasa ga kuat ngejalaninnya " jawab Sasa dengan air mata menetes menjawab pertanyaan pak Budi .


Pak Budi terdiam mendengar perkataan Sasa ia mencoba mengamati apa yang telah terjadi , ia tak menemukan sosok Archie di kamar Sasa . Pak Budi lalu tersenyum setelah mendapat kode dari sang istri yang tengah menggendong baby Arthur .


" inti dari sebuah pernikahan adalah saling mengerti , saling berbagi , saling melengkapi dan saling mencintai anakku . Pernikahan itu suci dan siapapun tak bisa bermain-main dengan ikatan suci itu " ucap pak Budi sambil tersenyum .


" sasa kira Sasa bisa bertahan di dalam ikatan itu pak tapi Sasa salah , sasa tak mampu pak sasa lelah " sahut Sasa sambil menyeka air matanya .


" kenapa dulu nak Sasa mau menikah dengan nak Archie yang jelas-jelas sangat mempunyai kepribadian yang jauh berbeda dengan nak Sasa ? " tanya pak Budi sambil membelai rambut baby Arthur yang ada dipelukan sang istri .


Mendapat pertanyaan seperti itu justru makin membuat Sasa menangis , ia tak bisa berkata-kata . Terlalu banyak masalah yang ia hadapi sejak kepergian kedua orang tuanya hingga akhirnya Archie lah tempatnya untuk bersandar dan tanpa Sasa sadari semua perlakuan Archie padanya sudah meluluhkan hatinya .


" nak ingat lah satu perkataan bapak ya . Semua orang bisa menjadi orang tua , semua wanita bisa melahirkan anak tapi tak semua anak bisa beruntung mendapatkan kasih sayang orang tuanya . Kalau kalian berpisah bagaimana dengan masa depan anak kalian ? " tanya pak Budi serius .


" Arthur milikku dia harus ikut aku pak !!! " teriak Sasa tiba-tiba , emosinya naik ketika membahas sang anak .


" he he tentu saja dia anakmu nak , karena nak Sasa yang mengandung dan melahirkannya tapi ingat tanpa andil besar dari nak Archie baby Arthur tidak akan lahir , darah dan jiwa baby Arthur berasal dari cinta kalian berdua bukankah sangat egois jika salah satu diantara kalian mengakui kepemilikan baby Arthur secara sepihak ? " ucap pak Budi dengan nada lembut .


Deg


Jantung Sasa berdetak lebih cepat mendengar perkataan pengacaranya .


" memang nak sasa bisa membesarkan baby Arthur sendiri , nak Sasa punya kemampuan untuk itu . Tapi ingat nak membesarkan seorang anak tak hanya membutuhkan materi yang banyak tapi juga kasih sayang kedua orang tuanya , bukankah nak Sasa sudah mengalami nya sendiri ketika harus berjuang melanjutkan hidup setelah kedua orangtua nak sasa pergi untuk selamanya apa nak sasa mau baby Arthur mengalami semua kejadian kelam yang nak sasa alami dulu ? bahkan disaat usianya yang masih sangat muda seperti sekarang !! dimana saat ini baby Arthur masih sangat membutuhkan sosok ayah yang akan membentuk karakternya dimasa depan " ucap pak Budi mencoba menasehati Sasa .


" atau nak sasa mau membuat baby Arthur seperti ayahnya yang punya kepribadian keras itu ? bukankah nak Archie besar dalam keluarga yang tak harmonis saat masa remajanya " imbuh pak Budi


Mendengar perkataan pak Budi membuat tenggorokan Sasa tercekat , semua suaranya tertahan di ujung lidahnya . Sedangkan dari kedua netranya air mata sudah menganak sungai , ia mengingat semua perkataan Archie yang menceritakan masa lalunya dulu sewaktu Archie masih kecil . Sasa kemudian memandang wajah putranya yang sedang tertawa di pelukan ibu Budi hatinya terasa sakit melihat sang putra .


" pak Budi hu.. hu.. hu....hu.... " tangis Sasa akhirnya pecah , ia menangis di lantai sepeti anak kecil .

__ADS_1


Pak Budi hanya tersenyum melihat Sasa bertingkah seperti itu , ia paham hati klien yang ia anggap sebagai cucu itu pasti saat ini sedang kacau .


" menangislah jika itu bisa membuatmu merasa lega nak ,tapi ingat menjalani kehidupan tak semudah kau menangis " ucap pak Budi lembut pada Sasa ,ia kemudian duduk di ranjang bersama sang istri yang sedang bermain bersama baby Arthur .


Kedua orang tua itu benar-benar membiarkan Sasa meluapkan semua isi hatinya . Sesekali mereka melirik ke arah Sasa yang terlihat sangat terluka itu .


" apa yang bapak lakukan ke nak Sasa ga berlebihan ? " bisik ibu Budi pada suaminya .


" tidak buk , nak Sasa harus dibuka matanya lebar-lebar . Ia harus lebih bijak dalam mengambil keputusan karena ini tak hanya menyangkut hidupnya saja tapi kehidupan anaknya yang masih 6 bulan ini " jawab pak Budi dengan datar.


" tenang saja istriku anak capten Arjuna dan Kinanti tak selemah yang orang-orang pikir , ia sudah melewati masa paling berat dihidupnya dengan sangat baik . Bapak yakin kini ia juga akan melewati cobaan ini dengan baik pula " imbuh pak Budi sambil menatap Sasa yang masih menangis .


Setelah hampir sepuluh menit berlalu akhirnya suara tangisan Sasa terdengar makin kecil , yang tersisa adalah suara sesegukan saja . Karena tak tega melihat kondisi Sasa akhirnya ibu Budi memberikan Sasa segelas air putih , Sasa meminum air pemberian ibu Budi dalam sekali tegukan air itu sudah mengalir melewati tenggorokannya .


" nak ibu boleh bicara ? " tanya ibu Budi sambil membelai wajah Sasa yang terlihat pucat .


" huum bu " jawab Sasa singkat .


" dalam pernikahan kita melewati banyak sekali cobaan terutama dalam 5 tahun pertama usia pernikahan itu berjalan . Ujian itu akan datang ketika kalian sedang ada di atas , seperti godaan wanita lain atau datangnya orang-orang dimasa lalu kalian yang ingin mencoba masuk lagi dikehidupan kalian atau dari masalah paling klasik yaitu uang . Laki-laki jika ia sudah kaya , sukses dan punya karir bagus pasti banyak wanita yang mendatanginya nak , tapi untuk seorang nak Archie yang besar di luar negri seperti nya wanita bukan godaan lagi untuknya karena pasti nak Archie sudah ekspert dalam bidang itu ya kan tapi disaat dia sudah tak tergoda dengan wanita lain akan muncul sifat ajaibnya yang lain pula . Misal ia lebih pencemburu pada sang istri atau punya sifat pemarah itu pasti ada dalam diri nak Archie yang notabene sudah sangat sempurna itu , tinggal bagaimana kita , bagaimana cara nak Sasa sebagai istri bisa mengendalikan semuanya . Batu bila diadu dengan batu pasti akan hancur keduanya tapi jika batu berhadapan dengan air nak Sasa pasti sudah tau siapa pemenangnya bukan " ucap ibu Budi panjang lebar sambil membelai rambut Sasa .


" ingat nak kehidupan yang sedang kau benci ini adalah impian ratusan bahkan jutaan wanita diluar sana , mereka pasti ingin punya suami seperti nak Archie . Ya walau memang sifat pemarahnya sungguh luar biasa tapi ia adalah sosok suami yang bertanggung jawab , merubah sifat nak Archie tidak semudah membalikkan telapak tangan apalagi ia sudah melewati masa-masa suram itu bertahun-tahun . Sentuh hatinya dengan cintamu ibu yakin nak Archie pasti akan luluh dengan sendirinya sayang " imbuh ibu Budi .


" i ibuu yakiin dia bisa berubah ? Sasa takut tak bisa menghapinya lagi bu " ucap Sasa dengan terbata-bata .


Ibu Budi tersenyum mendengar perkataan Sasa ia kemudian memeluk Sasa dengan lembut sambil membelai rambutnya yang sudah berantakan itu .


" nak Archie manusia sayang bukan robot tentu saja kau bisa merubahnya , tapi ingat berbicara dengan orang yang keras seperti dia harus dengan lembut tak perlu dibalas dengan kekerasan pula . Ibu yakin nak Archie saat ini pasti sedang menggila karena istrinya yang cantik ini menghilang " ucap ibu Budi menggoda Sasa .


" akh ibuukkkkk " pekik Sasa dengan menahan malu .


" nah gitu senyum donk sayang , wajah cantik seperti ini tidak boleh cemberut " celetuk ibu Budi ketika melihat Sasa tersenyum .


" lain kali sebesar apapun masalah yang kalian hadapi bicarakan baik-baik berdua tanpa harus pergi seperti ini , ga baik anakku pamali seorang istri kebur dari rumah suaminya apalagi sambil membawa anak seusia Arthur " ucap Bu Budi menambahkan perkataan sebelumnya .


Pak Budi tersenyum melihat istrinya mampu meredakan amarah Sasa , ternyata idenya untuk membiarkan sang istri berbicara dengan Sasa adalah keputusan yang tepat .


" gak apa-apa nak , kalau nak Sasa masih ingin menenangkan pikiran nak Sasa bisa disini dulu . Nanti kalau emosi dan amarah nak Sasa sudah pergi nak Sasa bisa pulang ke rumah lagi " ucap pak Budi tiba-tiba .


" tapi jangan diulangi lagi ya nak " imbuh pak Budi dengan tersenyum .


Sasa menunduk karena malu , ia merasa sangat bodoh . Bu Budi dengan penuh kasih sayang menyentuh punggung Sasa untuk memberikan semangat .


" ya sudah ibu dan bapak pulang ya , ini dokumen yang nak Sasa minta . Saya sebagai pengacara sudah menjalankan tugas saya tapi keputusan ada ditangan nak Sasa " ucap pak Budi sambil menyerahkan satu lembar surat gugatan cerai yang Sasa minta .


Melihat surat yang diserahkan pengacaranya membuat Sasa gemetaran , ia merasa ketakutan melihat surat itu .IBu Budi yang sedang memeluk Sasa bisa merasakan kalau ada sesuatu yang terjadi pada Sasa dengan cepat Bu Budi merampas surat yang dipegang suaminya lalu ia remas dan buang menjauh .


" bapak !!! " hardik bu Budi dengan nada meninggi pada suaminya .


Pak Budi tersenyum tipis melihat istrinya marah dan sedang mencoba menenangkan Sasa kembali .


" udah tenang nak suratnya sudah ibu buang , tenang ya . Bapak itu emang sedikit gila , maaf ya nak " bisik bu Budi lembut , ia tau kalau Sasa shock melihat surat yang dibawa pak Budi .


Sasa mencoba menata hatinya kembali ia sedang menyesali perkataannya tadi malam yang meminta pengacaranya mengurus perceraian nya buktinya ketika ia baru melihat kertas gugatan cerai saja seluruh tubuhnya mendadak lemas bagai tak bertulang .


" Sasa bodoh ya bu " tanya Sasa lirih hampir tak terdengar .


" engga nak , siapapun orangnya kalau dibawah pengaruh amarah juga akan bertindak ceroboh " jawab bu Budi lembut .


" tapi nak Sasa harus jadikan semua ini pelajaran , apa yang ada dalam bayangan kita tak semudah itu menjalankannya " imbuh bu Budi dengan tersenyum .


Sasa mengeratkan pelukannya pada istri pengacaranya itu , hatinya merasa lebih hangat mendengar perkataan lembut itu . Bu Budi membalas pelukan Sasa dengan erat pula hingga membuat pak Budi tersenyum puas .

__ADS_1


" ya sudah kami pamit nak , oh iya ini ada uang dua ratus juta di amplop nak Sasa bisa pakai dulu untuk keperluan nak Sasa dan baby Arthur bapak tau nak Sasa hanya memegang uang dollar " ucap pak Budi sambil menyerahkan satu amplop coklat besar yang berisi uang rupiah .


" makasih pak , nanti Sasa akan tukar dollar " jawab Sasa dengan tersenyum sambil menggendong baby Arthur yang sudah tertidur .


" itu ga usah dipikirin , uang nak Sasa banyak masih ada dibapak . Ya sudah bapak dan ibu pulang ya jaga diri baik-baik dan jangan lupa makan , itu wajahmu sudah sangat tirus kasian baby Arthur akan kekurangan makan kalau ibunya sakit " ucap pak Budi sambil membelai wajah Sasa .


" makasih pak Sasa selalu repotin bapak " sahut Sasa merasa bersalah .


" engga anakku , bapak senang membatu Sasa . Sana makan dulu itu makan malamnya keburu dingin " celetuk pak Budi sambil melirik ke meja makan .


Sasa mengangguk pelan lalu memeluk bu Budi dengan erat sebagai ucapan terima kasih karena sudah menasehatinya , pak Budi kemudian memeluk Sasa juga lalu pergi meninggalkan kamar Sasa menuju lift .


" nak Sasa pintar ia tak mau membuat orang-orang nak Archie melacaknya " ucap bu Budi dengan tersenyum .


" jadi ibu tau kenapa bapak tadi kasih uang cas ke nak Sasa ? " tanya pak Budi polos .


" tentu saja ibu tau !! ibu kan pinter " jawab bu Budi sambil tertawa lalu masuk kedalam lift disusul sang suami . Pasangan pengacara itu pulang dengan hati lega karena sudah bisa melunakkan hati Sasa .


Sepeninggal pengacaranya Sasa duduk di pinggiran ranjang dengan menggendong putranya yang masih terlelap , ia memejamkan mata mengingat semua perkataan pengacaranya tadi . Ada rasa penyesalan mengeliat di hatinya karena sudah melakukan hal bodoh , Sasa kemudian meletakkan baby Arthur diranjang karena cacing diperutnya sudah demo minta diberi makan . Sudah tiga hari Sasa tak makan dengan baik , saat sedang menikmati makan malamnya Sasa melirik dan melihat ada hal aneh terjadi pada anaknya .


Baby Arthur yang biasanya tak mudah berkeringat tiba-tiba saja bajunya sudah basah dengan keringat dan membuat Sasa panik .


" sayang kenapa ? " ucap Sasa berkali-kali karena merasakan panas ditubuh anaknya .


" Arthur Arthur sayangkuuu... " pekik Sasa menggila , ia kemudian meraih tasnya lalu pergi meninggalkan hotel untuk pergi ke rumah sakit dengan masih menggunakan piyama tidur .


Dengan menggunakan taksi Sasa pergi ke rumah sakit , sesampainya dirumah sakit Sasa mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari staff rumah sakit . Mereka meminta Sasa melakukan pembayaran sementara KTP dan identitas Sasa lainnya tertinggal di kamar hotel , rupaya Sasa salah membawa tas .


" KTP saya ketinggalan mba tolong rawat anak saya dulu , ini saya cuma baru ada uang cas 500 RB untuk pendaftaran . Tolong mba rawat anak saya dulu " ucap Sasa berulang-ulang pada seorang suster yang terlihat tak ramah .


" oke kita rawat anak mba , tapi mba silahkan lakukan pendaftaran didepan dan lunasi biaya pendaftaran !! emang ini dinas sosial apa yang serba gratis !!! " jawab suster itu sambil membawa baby Arthur yang terlihat menggigil di atas ranjang .


Sasa merasa ketakutan melihat kondisi anaknya , selama ini baby Arthur tak pernah sakit karena itu Sasa sangat panik ketika melihat anaknya menggigil dengan suhu badan tinggi .


Saat sedang melakukan pembayaran dikasir lagi-lagi Sasa ditolak karena tak bisa melunasi pembayaran , ia lupa kalau di tas yang ia bawa hanya berisi uang dollar dan beberapa lembar rupiah saja . Padahal tadi ia sudah mendapatkan uang rupiah dari pak Budi tapi tak terbawa olehnya .


" ini dollar asli mbak , mbak bisa cek " ucap Sasa berulang-ulang .


" ya kalau gitu sana tukar dulu ke money changer , kita ga nerima dollar disini " jawab kasir dengan ketus .


" mba ya ampun tolong dulu lah pakai ini supaya anak saya bisa dapat tindakan secepatnya mbak " pinta Sasa berulangkali .


Staff kasir yang tak suka mendengar jawaban Sasa akhirnya meminta satpam datang untuk mengusir Sasa karena tak percaya , mereka melihat pakaian Sasa dengan tatapan curiga . Sasa yang dulu pernah belajar karate dengan mudah menjatuhkan dua satpam yang menariknya keluar , ia panik karena mendengar suster yang tadi membawa baby Arthur masuk ke ruang ICU mengatakan kalau baby Arthur terkena pneumonia .


Sasa menangis panik ia tak tau harus bagaimana , Sasa lupa kalau ia meninggal ponsel barunya di ranjang hotel .Saat Sasa sedang panik datang seorang wanita paruh baya memberikan pertolongan , ia meminjami Sasa ponselnya . Dengan penuh ucapan syukur Sasa berusaha menghubungi Archie suaminya .


" mas angkat mas ya ampun..." ucap Sasa dengan panik .


" akh ya ampun lagi dimana si mas !!! "


Sasa sudah menelfon Archie 5x tapi gak tersambung juga , dengan penuh harapan dan doa Sasa mencoba menelfon Archie untuk terakhir kalinya dan saat akan menutup panggilannya tiba-tiba terdengar suara di ujung telfon menjawab panggilannya .


" mass mas Archie ini Sasa ,, Arthur sakit mas .. anak kita sakit mas " tangis Sasa pecah saat panggilannya tersambung pada suaminya .


Sasa duduk dilantai dengan sambungan telfon yang masih tersambung , ia hanya bisa menangis dan memohon Archie untuk datang secepatnya kerumah sakit . Sementara itu petugas kebersihan yang meminjamkan ponselnya pada Sasa terlihat mencoba menenangkan Sasa dengan ikut duduk dilantai .


Sepuluh menit kemudian terdengar derap langkah sepatu datang beramai-ramai memenuhi koridor rumah sakit , terdengar jeritan beberapa wanita saat melewati rombongan pria yang sedang berlari itu .


Prank....


Suara pintu kaca yang pecah karena terkena tendangan seseorang dari luar mengagetkan semua orang yang ada diruang pendaftaran masuk ICU kecuali Sasa yang masih menangis dengan memeluk ponsel pinjaman .

__ADS_1


" kalian semua cari mati hah !!!!! " teriak seorang pria yang tak asing bagi Sasa .


__ADS_2