
Karena hari sudah pagi Akhirnya Sasa terbangun dengan badan yang terasa sakit semua . Sasa melihat ke arah sekeliling ia tak dapat menemukan Archie , dengan cepat Sasa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya .Dibawah pancuran shower Sasa mengingat peristiwa yang terjadi tadi malam , air matanya ikut menetes dan langsung berbaur dengan air shower .
Setelah mandi Sasa memakai pakaiannya dan memasukan mengambil beberapa uang cas yang ada di dalam brankas . Sasa tiba-tiba terfikir sesuatu ia kemudian berjalan ke arah luar dimana terdengar suara anaknya memenuhi rumah mereka , Sasa menatap dalam ke arah baby Arthur yang sedang duduk di baby bouncer nya .
" ikut ibu ayo " bisik Sasa lirih pada anaknya .
Sasa berjalan ke arah mobil yang akan mengantarnya kekampus , ia langsung naik ke dalam mobil tanpa menunggu bik Rani mobil itu langsung berjalan menuju kampus pelita harapan . Ketika hampir dekat area kampus Sasa meminta sopirnya untuk berhenti karena ingin membeli sesuatu , Sasa turun dengan menggendong baby Arthur yang masih terlelap.
" maafkan ibu sayang harus mempersulitmu " ucap Sasa lirih pada sang anak .
Kantor Durran Internasional
Sedari pagi Archie nampak sudah uring-uringan hingga membuat staff dikantornya merasa ketakutan , siapapun yang masuk ke ruang direktur pasti akan kena damprat oleh Archie entah itu pria atau wanita sehingga membuat Rico akhirnya turun tangan lagi .
Dengan perlahan Rico membuka pintu ruangan Archie dan terlihat Archie tengah duduk di mejanya dengan wajah yang sangat tidak bersahabat hingga membuat Rico ingin mengurungkan niatnya untuk masuk .
" kalau kau keluar akan kucincang kau bajingan " hardik Archie pada Rico yang membatalkan langkahnya masuk ke dalam .
" he he aku tak jadi masuk kalau melihatmu seperti ini bos , kau terlalu mengerikan he he " ucap Rico mencoba mencairkan suasana .
" hatiku sedang kacau Rico ayo temani aku pergi " ajak Archie pada Rico yang baru saja duduk di sofa .
Melihat Archie berjalan kearah lift pribadinya mau tak mau membuat Rico pun mengikutinya dari belakang , dengan cepat Rico mengambil ponselnya yang ada diatas meja lalu berlari ke arah lift dimana Archie sudah menunggunya .Begitu sampai dibasement mereka langsung pergi ke suatu tempat tujuan Archie dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh drivernya sebelumnya .
Mobil yang di tumpangi Archie dan Rico berhenti disebuah tempat yang tak asing untuk Rico karena ia biasa datang ketempat itu , sebuah bar milik Archie yang sudah dialihkan pada Rico .
Rico hanya tersenyum simpul ketika masuk ke dalam bar miliknya ,Rico tau kalau Archie sedang dalam mood yang jelek maka dari itu ia hanya menurut ketika diajak ketempat menyenangkan itu . Sewaktu Archie dan Rico masuk nampak beberapa gadis langsung menghampiri dua orang pria asing itu mereka langsung bergelayut manja di sekitar lengan lelaki mapan itu tanpa tau kalau mereka berdua adalah bos dari bar tempat mereka bekerja .
" siapkan beberapa botol di ruang VVIP " pesan Rico pada seorang gadis yang bergelayut di tangannya .
" dengan senang hati tuan " jawab gadis itu lalu pergi ke tempat bartender untuk mengambil pesanan orang asing yang tak lain adalah pemilik bar itu .
Setelah minuman datang para gadis itu dengan cekatan membuka botol-botol mahal itu untuk kedua tamunya , Rico yang memang senang dikelilingi oleh wanita cantik tampak menikmati waktunya sedang Archie hanya memejamkan mata dengan bersandar di sofa mahal itu pikirannya melayang memikirkan perbuatannya semalam pada sang istri . Ada rasa bersalah mengeliat di hatinya saat melihat sang istri tidur sambil menangis .
" kalian pergi dulu tinggalkan kami berdua disini " ucap Rico pada gadis-gadis yang ada diruangan itu dengan lembut .
" tapi tuan ..."
Rico tersenyum dan mengeluarkan uang 100 dollar empat lembar lalu diletakkan diatas meja tepat dihadapan gadis-gadis cantik itu .
" kalian bagi empat " ucap Rico dengan senyum manisnya mencoba untuk ramah , karena tak mau membuat Archie makin tak mood .
Melihat ada uang di meja membuat gadis-gadis itu langsung pergi tanpa diperintah dua kali mereka tak tau kalau pria yang ada dihadapannya adalah pemilik tempat mereka bekerja , Rico hanya tersenyum tipis melihat gadis gadis itu kegirangan melihat uang yang ia berikan . Sepeninggal keempat gadis itu Rico menuangkan minuman ke dalam gelas untuk Archie yang masih memejamkan mata itu .
" drink it , you will better " ucap Rico sambil memberikan gelas yang berisi Vodka itu pada Archie .
" thanks " jawab Archie tanpa membuka matanya .
" akkrghh kenapa minuman keras bisa sepahit ini " pekik Rico setelah menenggak habis minumannya satu gelas penuh .
" lebih pahit kehidupan " celetuk Archie sambil membuka matanya lalu meraih gelas yang ada dihadapannya dan langsung meminumnya sampai tak bersisa .
__ADS_1
" kau masih peminum yang keren bos ha ha ha " teriak Rico memuji Archie yang sedang meminum Vodka langsung dari botolnya sampai habis setengah botol hingga membuat wajah Archie langsung memerah seketika .
" siapapun bisa minum Rico tak usah berlebihan " hardik Archie sambil melempar botol Vodkanya ke arah Rico .
Rico dengan cepat menerima botol Vodka yang dilempar Archie , ia kemudian meminumnya dengan cara yang sama dengan Archie .
" what the hell siapa yang dari tadi menelfon !! matikan ponselmu Rico berisik ... " teriak Archie dengan kesal saat mendengar ponsel miliknya dan milik Rico berbunyi secara bergantian , iapun langsung melemparkan ponselnya ke sofa setelah di nonaktifkan .
Melihat Archie melempar ponselnya membuat Rico melakukan hal yang sama , mereka ingin menikmati hari tanpa ada pengganggu seperti yang mereka lakukan bertahun-tahun lalu . Jadilah hari itu sepasang sahabat itu menikmati harinya dengan pesta minuman keras tak lama kemudian muncul Gustaf dan dokter Frans yang sudah dihubungi oleh Rico sebelumnya datang , mereka akhirnya bergabung dengan Rico dan Archie .
Sementara itu di rumah Archie tengah terjadi kepanikan karena Sasa menghilang bersama baby Arthur ia hanya meninggalkan secarik kertas di dalam amplop untuk Archie , sopir yang tadi pagi mengantar Sasa nampak seperti orang gila ia ketakutan akan hukuman yang akan diberikan oleh Archie karena tak melakukan tugasnya dengan benar .
" memang kau berhenti dimana tadi boy ? " hardik pak Baskoro yang sudah marah .
" tadi nyonya minta berhenti di supermarket dekat kampusnya , nyonya bilang mau beli popok untuk tuan muda kecil sebentar jadi aku tak curiga apalagi nyonya juga meninggalkan ponselnya di mobil pak bas " jawab Boy sopir pribadi Sasa .
" aduhh bagaimana ini tuan besar dan tuan Rico tak bisa dihubungi dari tadi , mana hari sudah malam pula " ucap bik Rani ikut panik .
Para pelayan dirumah Archie nampak kebingungan mencoba menghubungi orang-orang yang sering datang kerumah tapi lagi-lagi tak ada jawaban dari mereka hingga membuat pelayan-pelayan itu pasrah , mereka hanya bisa menyiapkan hati menunggu hukuman apa yang akan diterima jika Archie marah .
Sampai malam mereka menunggu tuan besarnya pulang tapi hasilnya nihil tak ada mobil tuannya masuk ke halaman rumah sampai jam 3 pagi , karena kelelahan para pelayan yang sedang khawatir itu tertidur di ruang tamu dengan duduk saling berpelukan.
" bangun-bangun sudah pagi , tuan sudah pulang " ucap pak bas sang penjaga gerbang mencoba membangunkan pelayan yang tertidur itu .
" tuan sudah pulang ? " tanya mereka hampir bersamaan .
" iya cepat bersiap " bisik pak Bas kemudian .
Rico terlihat masih menepuk pundak Archie untuk meringankan rasa mualnya padahal ia juga sedang mabuk , setelah mengeluarkan isi perutnya Archie bangun dan berjalan lagi masuk kerumah dengan di papah oleh dokter Frans si peminum yang payah . Saat masuk dan melewati ruang tamu keempat pria itu hanya berjalan trus tanpa menoleh ke arah para pelayan yang tengah berdiri dengan wajah ketakutan . Mereka terus berjalan dan masuk ke kamar Rico yang ada dilantai satu tanpa keluar lagi
" tuan dari mana kenapa bau alkoholnya kuat sekali ? " bisik seorang pelayan muda bertanya pada bik Rani .
" entah lah lebih baik kita mulai bekerja dan membuat makanan sebelum mereka bangun " ucap bik Rani mencoba menenangkan para pelayan junior itu .
Mendengar perkataan bik Rani mereka langsung bekerja dengan tugasnya masing-masing dengan hati yang campur aduk .
Jam dinding besar yang menempel di dinding berbunyi dan menunjukan pukul 3 sore hingga membuat Archie dan ketiga temenannya bangun dan keluar dari kamar Rico , mereka berjalan dengan memegangi kepala masing-masing karena masih merasa pusing . Karena baju yang dipakai semalam berbau alkohol mereka menyempatkan berganti baju yang sudah disiapkan oleh pelayan Archie .
" tuan besar dari mana semalam ? " tanya bik Rani memberanikan diri .
" kenapa bik tumben tanya , kita abis party berempat !! " jawab Rico enteng .
" itu tuan nyonya... nyonya sa..
" sudah lah bik aku mau makan jangan bahas istriku dulu .. biarkan kami makan dengan nyaman !! ayo makan dulu tak laparkah kalian !!! " ucap Archie memotong perkataan pelayan paling senior itu dengan cepat .
Mendengar kata makan membuat Rico , Gustaf dan dokter Frans bangkit dari duduknya lalu berjalan mengikuti Archie menuju meja makan dimana sudah tersaji makanan favorit Archie cedar plank salmon . Mereka menikmati brunch dengan penuh gelak tawa di meja makan tanpa mengetahui yang sudah terjadi .
" kau libur saja Frans !! " ucap Archie sambil meminum segelas air putih dingin .
" ya rencanaku juga seperti itu , kepalaku masih tak bisa diajak untuk berfikir " jawab dokter Frans dengan jujur .
__ADS_1
" ha ha kau satu-satunya dokter paling bodoh yang kukenal Frans !! " celetuk Rico menertawakan dokter Frans dan disambut gelak tawa lainnya .
" puas kalian !! " sungut dokter Frans sambil memijit kepalanya yang masih sedikit pusing itu .
Dokter Frans berjalan ke arah dapur untuk mengambil jus jeruk yang ada di kulkas .
" dokter " sapa bik Rani dengan lirih .
" ya bik ada apa ? " tanya dokter Frans ramah sambil menikmati jus jeruknya .
" nyonya membawa tuan muda kecil pergi dari kemarin pagi dan sampai sekarang belum kembali " jawab bik Rani dengan suara yang hampir tak terdengar .
" apa bik aku tak bisa mendengar bisa bicara lebih kencang " ucap dokter Frans mengulangi perbuatannya .
Bik Rani terlihat menarik nafas panjang dengan wajah yang pucat ia berusaha menenangkan dirinya hingga membuat dokter Frans khawatir karena melihat bik Rani yang memegang dadanya .
" bibik sakit ? " tanya dokter Frans khawatir .
" bukan tuan bukan saya tapi nyonya ...
" kenapa nyonyamu ? " tanya Rico yang datang tiba-tiba memotong perkataan bik Rani .
" nyonya pergi bersama tuan muda kecil dari kemarin dan belum kembali sampai sekarang tuan Rico " jawab bik Rani terbata-bata sambil menangis .
Prank
Gelas yang dipegang dokter Frans dan Rico jatuh bersamaan karena kaget mendengar perkataan pelayan paruh baya itu .
" ada apa ? " tanya Archie dengan berteriak .
" woi jawab !! " teriak Archie lagi karena kesal tak mendapat jawaban dari Rico dan dokter Frans .
" biar aku yang memberitahu dia " ucap dokter Frans sambil menepuk pundak Rico yang masih nampak shock itu , ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi sesaat lagi .
Rico mengangguk pelan lalu berusaha memeluk bik Rani yang terlihat ketakutan itu , ia berusa menenangkan pelayan yang paling lama berkerja dirumah Archie dengan memberikan semangat .
Dokter Frans berjalan pelan kearah meja makan dimana Archie masih duduk bersama Gustaf .
" aku harap kau bisa tenang dan berfikir jernih arc " ucap dokter Frans lirih .
" kau kenapa ? kenapa sepeti seorang wanita tua yang sedang memberikan nasehat hah ha ha ha " jawab Archie sambil tertawa lebar .
" istrimu membawa anakmu pergi dari kemarin arc.....
Duggg
Tiba-tiba seperti ada bogem mentah yang menghantam dada Archie mendengar perkataan sahabatnya itu .
" apa maksudmu Frans ?? " tanya Archie dengan suara yang bergetar .
" istrimu kabur .....
__ADS_1
❤️ Bersambung