
Mendengar Sasa menangis membuat Archie menghentikan ceritanya dan memeluk sang istri yang menggemaskan itu . Setelah puas memeluk Sasa ia kemudian duduk di sofa sambil memangku Sasa , dengan perlahan ia menjelaskan hal yang sebenarnya dari awal kecurigaannya pada Alexander Del Leon.
Kedatangan Selena ke apartemen Rico menurutnya sangat janggal , bagaimana bisa orang luar tau apartemen Rico sedangkan Rico tak pernah memberikan alamatnya pada orang lain . Seandainya Selena datang mencari pertolongan kenapa harus pada Rico , bukankah harusnya dia mencari orang lain bukan orang terdekat musuh ayahnya .
Dia menggunakan selaput dara palsu untuk menjebak Rico untuk membuatnya merasa bersalah karena telah merusak keperawanan seorang gadis , secara otomatis Rico akan kasihan pada Selena . Apalagi jaman sekarang mencari perawan bak mencari jarum di tumpukan jerami . Dari dua hal yang berkaitan itulah kecurigaan Archie makin bertambah .
" lalu kenapa mas langsung menaruh curiga pada Selena ? " tanya Sasa penasaran , walau dari semalam Archie sudah menjelaskan padanya tapi ia masih belum paham karena ia masih tak percaya Selena adalah orang jahat .
" karena sejak Selena datang semua kejadian aneh datang bertubi-tubi dan caranya pun hampir sama , Gustaf dan Frans didekati oleh wanita yang lemah dan tak berdaya supaya bisa mendapatkan simpati mereka " jawab Archie sambil melirik ke arah Rico yang tengah duduk bersama Gustaf dan dokter Frans .
" jahat sekali pria bernama Alexander Del Leon menggunakan seorang wanita untuk menyerang musuhnya " celetuk Sasa dengan suara lirih .
" orang jahat tak punya perasaan seperti ini sayang , bagi mereka asal tujuannya tercapai ia akan menghalalkan segala cara walau harus merugikan banyak orang dan memanfaatkan wanita seperti cara yang ia gunakan untuk menghancurkan perusaanku diam-diam ini " sahut Archie sambil tersenyum hangat .
Mendengar perkataan Archie membuat Sasa terdiam , ia mencoba mencerna semua perkataan sang suami . Sesekali Sasa menoleh ke arah Rico yang sedang tertunduk lesu itu . Sasa bangun dari pangkuan Archie dan berjalan ke arah Rico ia duduk disamping pria malang itu didekat Gustaf dan dokter Frans .
" maafkan aku Rico , karena aku adalah orang yang membawa Selena padamu waktu itu " ucap Sasa pelan .
" apa maksudmu nyonya " tanya Rico sambil mengangkat wajahnya ke arah Sasa .
" aku turut andil dalam masalah ini , seandainya waktu itu aku tak bertemu dengan Selena di jembatan mungkin ceritanya tak akan seperti ini . Mungkin kau tak akan jadi punya rasa bersalah padanya , akulah yang secara tidak langsung memintamu untuk bertanggung jawab padanya " jawab Sasa dengan penuh penyesalan .
" bukan salahmu nyonya , semua ini memang sudah direncanakan oleh mereka " ucap Rico dengan senyum yang dipaksakan .
" ya anggap saja aku mendapatkan teman tidur gratis selama beberapa bulan ini " imbuh Rico sambil melirik ke arah Archie yang tengah memperhatikannya .
" dasar kau bajingan !! " hardik Gustaf cepat .
" aku yang akting justru belum dapat apa-apa " ucap dokter Frans menimpali perkataan Gustaf .
Sasa yang mengerti arah pembahasan tiga pria single itu mendadak wajahnya memerah karena malu , walau ia sudah menikah dan punya anak tapi ia masih tetap merasa tidak nyaman ketika membahas hal semacam itu . Tanpa bicara Sasa langsung berjalan masuk ke dalam kamar yang ada disamping meja sang suami untuk menyusul sang anak yang tengah tidur .
" nyonya kenapa ? " tanya Gustaf dengan ekspresi bodoh .
__ADS_1
" kalian lah kenapa harus membahas masalah seperti itu didepan istriku , dia itu pemalu " jawab Archie singkat .
Mendengar perkataan Archie membuat Gustaf langsung tertawa lebar sampai menunjukan deretan gigi putihnya .
" kau beruntung bos mendapatkan istri seperti nyonya " celetuk Rico tiba-tiba .
" iya kau benar Rico !! nyonya itu cantik , pintar , baik dan lucu " imbuh Gustaf menimpali perkataan Rico tanpa rasa bersalah sedikitpun .
" akan ku pastikan kau akan mendapatkan istri yang terbaik pula Rico " ucap Archie pelan sambil tersenyum ke arah Rico , ia tau arah pembicaraan Rico .
Rico mengangguk pelan sambil tersenyum , ia tak bisa berbohong kalau sebenarnya di dalam hatinya sudah mulai tumbuh perasaan cinta pada Selena . Makanya selama ini ia selalu membodohi dirinya sendiri dengan mengatakan kalau kecurigaan Archie itu tidak benar , sampai akhirnya ia menemukan bukti saat mendengar percakapan Selena dengan Alexander Del Leon saat mereka selesai bercinta malam itu . Karena biasanya setelah mereka bercinta Rico akan tertidur pulas karena kehabisan energi , hal itu selalu Selena manfaatkan untuk melaporkan informasi yang ia dapat pada sang ayah .
Setelah mendapatkan bukti didepan mata , hati Rico hancur sehancur-hancurnya . Ia pura-pura tidur malam itu bersama Selena di ranjang dengan berakting seolah-olah tak terjadi apapun .Pagi harinya Rico melaporkan pada Archie tentang kebenarannya , Archie saat mendengar hal itu sudah sempat meminta anak buahnya untuk mengurus Selena akan tetapi Rico mencegahnya dengan alasan ingin menjaga musuhnya tetap ada disebelahnya .
" kalian mulai hari ini tinggal dirumahku , apartemen kalian akan dikosongkan dalam beberapa hari kedepan " ucap Archie membuyarkan lamunan Rico .
" got it " sahut Gustaf dan dokter Frans hampir bersamaan .
" semua dokumen penting sudah kalian rapikan bukan ? " tanya Archie pada Gustaf .
" good job " sahut Archie sambil mengacungkan satu jempol kepada Gustaf .
Rico hanya tersenyum melihat tingkah Gustaf , sementara itu dokter Frans nampak menepuk pundak Rico untuk memberikan dukungan pada sahabatnya itu .
Mereka berempat kemudian melanjutkan meeting membahas langkah selanjutnya setelah membuka kedok Selena . Karena Archie yakin Alexander Del Leon tak mungkin diam saja setelah rencananya berhasil diketahui oleh Archie .
Kediaman Alexander Del Leon
Prank
Prank
Prank
__ADS_1
Suara benda-benda yang hancur karena ditendang oleh Alexander Del Leon , ia kesal karena rencana yang sudah dipikirkan secara matang itu dengan mudah diketahui oleh Archie . Sementara itu di hadapan Alexander duduk tiga putrinya kembarnya Selena , Carolina dan Gracia . Walau mereka kembar tiga tapi hanya Carolina dan Gracia saja yang mempunyai wajah sama persis karena mereka kembar identik , sedangkan Selena mempunyai wajah yang berbeda dengan dua adiknya itu .
" apa gunanya aku memanggil kalian kemari kalau semua rencanaku hancur dalam waktu singkat hah !!! " teriak Alexander Del Leon pada tiga putri nya itu .
" Archie Durran lebih pintar dari gudaan daddy " jawab Carolina cepat .
" seharusnya kalian bermain lebih pandai lagi !! padahal rencanaku hampir berhasil sedikit lagi arrgghhhh siall !!!! " pekik Alexander Del Leon .
" semua anak buahnya sangat loyal padanya daddy , itulah kenyataannya " ucap Selena sambil meletakkan gelas diatas meja .
" ya aku tau itu , makanya aku meminta kalian mendekati tiga pria itu !!! lalu kenapa kau gagal Selena , kau hampir mendapatkan Rico " bentak Alexander Del Leon kesal .
" percuma aku mengeluarkan banyak uang untuk membiayai operasi selaput daramu agar kau kembali perawan itu !!! " imbuh Alexander Del Leon penuh amarah pada Selena .
Mendengar perkataan sang ayah Selena langsung terdiam , begitupun Carolina dan Gracia yang ikut menciut mendengar perkataan sang ayah .
" pergilah kalian bantu aku cari ide lain untuk menghancurkan Archie Durran " teriak Alexander Del Leon pada ketiga anaknya .
Ketiga gadis itu langsung beranjak dari ruang tamu yang sudah hancur itu menuju kamarnya masing-masing sambil menunduk .
Selena membuka pintu kamarnya dengan perlahan , ia menatap kamar yang sudah hampir tiga bulan ini tidak ia tiduri karena selama tiga bulan terakhir ia bersama dengan Rico .
" perasaan apa ini Tuhan " ucap Selena dalam hati sambil duduk di ranjang empuknya , kedua matanya sudah berkaca-kaca .
Selena membaringkan tubuhnya diatas kasur sambil memejamkan mata mencoba menghapus kenangan-kenangannya bersama Rico selama tiga bulan terakhir ini . Akan tetapi saat ia akan melupakan semua hal yang sudah ia lakukan bersama Rico kenangan-kenangan itu justru makin kuat dan kembali berputar di kepalanya .
" kalau kau tau dari awal aku adalah mata-mata dari ayahku kenapa kau masih bersikap baik padaku Rico " ucap Selena lirih , ia mengingat semua sentuhan Rico saat mereka bercinta hampir tiap malam selama tiga bulan ini .
Bahkan ketika Selena datang bulan Rico tak melepaskan dirinya walau Rico hanya menyentuh tubuhnya saja , tapi mengingat itu justru membuat debaran aneh di dalam diri Selena .
" aku tak sepenuhnya berbohong padamu Rico " gumam Selena dalam tidurnya , ada air mata yang keluar dari sudut matanya .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar dan bantu rating ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹.