Faith

Faith
pulang ke solo


__ADS_3

Hari pertama Sasa kuliah dimulai dengan drama kecil dimana baby Arthur menjadi lebih manja pada Sasa seolah ia tau kalau akan berpisah cukup lama dengan sang ibu hari itu , Sasa sudah mencoba segala cara untuk membuat baby Arthur tak menangis tapi usahanya sia-sia bahkan ketika Archie juga turun tangan membujuk baby Arthur ia pun mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda dengan Sasa . Tangisan baby Arthur terdengar sangat sedih sampai suaranya serak hingga membuat Sasa tak tega akhirnya ia memutuskan untuk tak berangkat kuliah di hari pertamanya ini .


Saat Rico datang pun ia sempat terkejut ketika melihat baby Arthur yang beringat banyak sekali tidak seperti biasanya setelah mendapat penjelasan dari Archie barulah Rico mengerti kenapa baby Arthur bisa seperti itu .


" anakmu luar biasa bos " bisik Rico pelan pada Archie yang sedang memperhatikan Sasa menimang-nimang baby Arthur dengan pakaian yang siap pergi .


" why ? " tanya Archie bingung sambil menengok ke arah Rico .


" sikap posesif pada ibunya mengalahkanmu bos " jawab Rico datar sambil pergi ke dalam rumah karena belum sarapan ketika berangkat dari apartementnya .


Archie hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Rico yang memang benar itu , semakin besar baby Arthur semakin besar pula sifat posesifnya pada sang ibu yang membuat waktu Archie untuk bermesraan dengan Sasa makin terbatas .


" kau benar-benar anakku sayang " gumam Archie lirih sambil terus melihat Sasa yang sudah berhasil menenangkan baby Arhur di taman , ia pun berjalan masuk menyusul Rico untuk minum vanilla latte minuman wajibnya dipagi hari sebelum berangkat kerja .


Saat Archie berjalan ke meja makan terlihat Rico sedang berbincang serius dengan seseorang di teleponnya , Archie hanya duduk sambil menikmati sarapan paginya sambil memainkan tab miliknya dengan tetap memandang Sasa dan sang anak yang masih ada di taman samping rumah . Setelah berbicara lima belas menit di ponselnya akhirnya Rico pun duduk disamping Archie sambil menikmati kopi jahe favoritnya baru-baru ini , Archie hanya tersenyum melihat teman baiknya itu nampak menikmati sarapannya tanpa bertanya apa dan dengan siapa Rico barusan berbincang .


Rico menyerahkan ponselnya yang berisi pesan dari dosen dan rektor dikampus Sasa yang sudah memberikan ijin pada Sasa untuk tak masuk hari ini , rupanya tadi Rico menelfon staff kampus untuk memberitahukan bahwa Sasa tak bisa masuk dihari pertama kuliah . Archie hanya mengacungkan kedua jempulnya ke udara tanda puas dengan hasil kerja Rico , untuk beberapa hal penting yang berkaitan dengan keluarga Archie pasti akan diselesaikan dengan baik oleh Rico jadi Archie tak perlu turun tangan , Archie hanya akan ikut bekerja disaat Rico memang tak mampu menyelesaikan masalah itu dan hal itu sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu . Makanya Archie tak akan bisa bekerja bila tak ada Rico begitu juga sebaliknya .


Perbincangan Archie dan Rico tiba-tiba terhenti ketika melihat Sasa berjalan masuk dengan baby Arthur yang sudah tertidur pulas dipelukan Sasa , Archie dengan cekatan menarik kursi makan untuk Sasa duduk . Sasa bergabung dengan Archie dan Rico dimeja makan dengan masih menggendong baby Arthur yang benar-benar tak mau berpisah dengan Sasa karena tiap Sasa akan meletakkan baby Arthur di box miliknya ia akan langsung terbangun dan menangis , oleh karena itu Sasa memilih tetap menggendong baby Arthur ketika ia sarapan hanya Archie yang nampak tak tega pada Sasa karena sudah hampir tiga jam baby Arthur lengket seperti lem pada ibunya .


Archie lalu menyuapi makanan pada sang istri yang terlihat kepayahan itu , Rico hanya melirik tanpa bersuara melihat kemesraan dua orang itu yang akan membuat siapapun iri .

__ADS_1


" ya sudah mas kekantor ya , sayang gapapa kan mas tinggal ? atau mau ikut kekantor ? " pamit Archie pada Sasa didepan pintu .


" no mas , aku mau dirumah saja nanti kalau aku capek bisa minta tolong bibik buat gantian jaga Arthur " tolak Sasa pelan sambil mencubit pelan pipi gembul putranya .


Archie menangguk pelan lalu mencium kening Sasa seperti kebiasaanya selama ini setiap akan pergi bekerja kemudian melahap habis pipi baby Arthur yang nampak tak bergeming di ganggu sehingga membuat Archie heran karena anaknya tak seperti biasanya .


" dia udah mabok asi mas jadi ga akan mungkin terbangun diganggu kaya gitu " ucap Sasa sambil menahan tawa melihat Archie kebingungan .


" hei anak ganteng jangan lama-lama ya menyewa milik ayah kasian ayahmu ini nak " bisik Archie dengan tersenyum nakal menggoda Sasa .


" mesum !!! udah akh sana berangkat " sahut Sasa dengan pipi memerah mengusir Archie pergi .


Dengan tertawa puas akhirnya Archie berjalan masuk ke mobilnya dimana Rico sudah menunggu dan akhirnya mobil itu pergi dengan beberapa mobil yang mengawal . Sasa pun masuk kedalam rumah setelah mobil Archie tak terlihat dipandangannya .  Sasa duduk disofa khusus yang Archie pesankan dengan masih memeluk baby Arthur , perlahan Sasa meletakkan baby Arthur di baby bouncernya karena ingin berganti pakaian . Memakai celana jeans dan kemeja rapi membuatnya tak dapat bergerak dengan leluasa , bik Rani terlihat menjaga baby Arthur ketika Sasa masuk ke dalam kamar .


" iya dia tau sekali kalau ibunya mau pergi , kalau begini bagaimana Sasa bisa pergi kuliah bik " sahut Sasa dengan tersenyum kecut , menjadi seorang ibu membuatnya mengalahkan egonya demi kepentingan baby Arthur .


" besok pagi kalau nyonya mau berangkat kuliah nyonya pamitan dulu pada tuan muda supaya tuan muda ga merasa akan ditinggal seperti hari ini nyonya , anak sekecil tuan muda perasaannya sangat sensitif dan nalurinya akan tau jika akan berjauhan dengan sang ibu " ucap bik Rani menjelaskan .


Sasa mengangguk pelan mengerti maksud perkataan bik Rani dengan perlahan Sasa mencium kening anaknya yang sudah semakin pintar itu lalu beranjak meninggalkan baby Arthur bersama bik Rani karena ingin memakai masker wajah untuk menyegarkan diri .


Kantor Durran Internasional

__ADS_1


Sejak pagi Archie sudah disibukkan dengan meeting bersama dengan para patner bisnisnya , karena proyek baru kantornya membutuhkan banyak rekan bisnis baru makanya Archie harus turun tangan langsung bersama dengan Rico dan Gustaf . Mengembangkan proyek sistem software terbaru membuat Archie harus lebih teliti dan bijak dalam mengambil keputusan .


Rico dan Gustaf pun dengan teliti mendengarkan penjelasan Archie di dalam ruangan meeting , mereka mencatat semua hal yang Archie koreksi . Orang-orang penting di perusahaannya meeting sampai lupa jam makan siang sehingga memaksa Archie mengahiri meetingnya siang itu karena jika tidak ia stop maka team barunya itu tidak akan break untuk makan siang . Loyalitas orang-orang kepercayaan Archie memang tak perlu diragukan lagi sehingga membuat Archie kadang-kadang harus memaksa mereka untuk istirahat .


" bos ini " ucap Rico yang sedang menikmati makan siang sambil menyerahkan ponselnya pada Archie .


" apa ini ? " tanya Archie setelah membaca pesan singkat di ponsel Rico .


" itu pesan dari dokter yang merawat eyang Sasa , mereka mengabari bahwa kondisi eyang itu sudah makin kritis bos . Lebih baik kau segera membawa Sasa pulang ke solo kalau tidak entah apa yang akan terjadi " jawab Rico dengan serius .


Archie terdiam mendengar perkataan Rico , memang sejak satu bulan ia kembali ke Indonesia Sasa belum ia perbolehkan pergi ke solo . Archie mengingat video yang Gusti perlihatkan sewaktu di Canada dulu hingga membuatnya luluh dan akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia . Setelah terdiam cukup lama akhrinya ia memerintahkan Rico untuk mengatur penerbangannya untuk pergi ke solo , ia kemudian keluar dari ruang kerjanya untuk pulang kerumah . Rico hanya tersenyum melihat Archie pulang , ia tau Archie adalah orang baik yang kadang-kadang memang sikapnya berlebihan apalagi jika itu menyangkut Sasa dan anaknya .


Suara mobil Archie di halaman membuat Sasa kaget ,ia pun langsung menggendong baby Arhur yang sedang ia ajak bermain itu untuk menyambut Archie pulang seperti kebiasaannya setiap hari , tapi hari ini Sasa heran karena masih siang tapi Archie sudah pulang . Dengan rasa penasaran yang tinggi Sasa berjalan ke depan untuk bertemu dengan Archie yang juga nampak terburu-buru jalan masuk kedalam rumah hingga membuat Sasa makin heran .


" sayang ayo siap-siap " ucap Archie begitu sampai di dalam rumah .


" siap-siap apa ? " tanya Sasa bingung .


" kita pulang ke solo , eyangmu kritis ,...."  jawab Archie lirih sambil mengambil baby Arthur dari pelukan Sasa .


 

__ADS_1


 


__ADS_2