Faith

Faith
Harapan Archie


__ADS_3

Setelah menangis kesekian kali dalam beberapa hari terahir baru kali ini Sasa merasa tenang setelah menangis , Sasa tak menyadari kalau Archie adalah satu-satunya tempatnya kembali dan bersandar . Bisa kembali merebahkan kepala di dada bidang sang suami dan mencium aroma maskulin Archie membuat Sasa tenang .


"Sudah stop nangisnya itu mata apa kacang kenari?"Bisik Archie pelan menggoda Sasa .


"Sasa mogok ngomong sama mas Archie, Sasa malez sama mas !! " jawab Sasa dengan ketus.


Mendengar perkataan sang istri membuat Archie tertawa keras sampai keluar air dari sepasang mata biru langit nya yang indah sehingga membuat Sasa makin jengkel , ia merasa kesal karena terus di goda oleh sang suami . Sasa akhirnya memilih bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati dinding kaca dimana ia bisa melihat  anak kesayangannya sedang tertidur diatas ranjang pesakitan dengan jarum infus tertancam dilengannya yang masih kecil hingga membuat Sasa menyesal , ia merasa kejadiaan yang menimpa sang putra adalah buah keegoisannya karena ikut membawanya pergi dari rumah beberapa hari yang lalu .


" maafkan ibu sayang , seandainya bisa ibu akan memindah rasa sakit ditubuhmu ke tubuh ibu nak " ucap Sasa lirih dengan mata berkaca-kaca menatap baby Arthur yang masih terpejam melalui kaca .


Melihat sang istri berdiri didepan kaca membuat hati Archie makin terluka , ia sebenarnya merasa sedih dan marah diwaktu yang sama tapi ia tak memperlihatkan perasaan sebenarnya di hadapan Sasa karena tak ingin membuat Sasa makin down . Archie berusaha tegar dihadapan sang istri walau hatinya sangat hancur melihat putra semata wayangnya ada di ruang ICU , ia merasa ikut bertanggung jawab atas kemalangan yang menimpa anaknya .


Archie berjalan pelan ke arah Sasa lalu memeluk perut Sasa dari belakang sambil menyandarkan dagunya di pundak Sasa sebuah kebiasaannya yang ia sukai ketika sedang bermesraan dengan sang istri , tapi kali ini ia melakukannya dengan menatap putranya tidur karena pengaruh bius dari obat didalam ruangan yang ada dihadapan mereka .


" Arthur hanya demam biasa sayang kau tak perlu terlalu khawatir " ucap Archie lirih sambil mencium leher jenjang sang istri setelah menyibak rambut panjang Sasa kesamping .


Archie meminta dokter Frans untuk memeriksa baby Arthur dengan lebih teliti karena mengingat sedari lahir kondisi baby Arthur ada dalam pengawasan dokter Frans jadi Archie meragukan diagnosis yang diberikan oleh dokter sebelumnya yang sudah memeriksa baby Arthur . Apalagi selama ini baby Arthur masih meminum ASI eksklusif dari Sasa yang notabene semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya adalah makanan dengan jaminan gizi yang tinggi karena diawasi langsung oleh dokter ahli gizi yang direkomendasikan oleh dokter Frans  .Setelah diperikasa ulang oleh dokter Frans kecurigaan Archie ternyata benar baby Arthur ternyata tak terkena pneumonia , mengetahui kondisi baby Arthur yang sebenarnya membuat Archie lega dan juga marah pada dokter yang memberikan diagnosis yang salah sebelumnya .


" sayang disini ya , mas ada urusan sebentar dengan Rico dan yang lainnya untuk membereskan kekacauan tadi " ucap Archie lembut .


" mas jangan marah lagi ya , kasian orang-orang itu udah luka parah mas " sahut Sasa cepat , ia tau suaminya akan mengurus orang-orang yang membuat Sasa menangis sebelumnya karena mengancam akan mengeluarkan baby Arthur dari ruang perawatan .


Cup


Archie mencium kening Sasa dengan mesra


" tenang saja , sayang disini ya jaga Arthur " ucap Archie kemudian berjalan ke ruangan yang ada diujung lorong rumah sakit dimana Rico sudah menunggu dirinya sejak tadi .


Archie berjalan dengan langkah yang mantap , derap sepatunya terdengar dengan jelas dan sangat mengintimidasi orang-orang yang sudah menunggunya dibalik pintu . Archie masuk ke dalam ruangan itu dengan dikawal oleh dua orang bodyguard yang sudah menunggunya didepan pintu .


Melihat Archie masuk membuat para staff eksekutif rumah sakit langsung lemas , mereka tak menyangka akan berurusan dengan seorang Archie Durran August .


" kalian tau kenapa anak buahku meminta kalian datang kesini ? " tanya Archie dengan nada tinggi .

__ADS_1


" ma maaf tuann kami tidak tauu " jawab sepuluh orang yang mempunyai kuasa di rumah sakit menjawab pertanyaan Archie .


Archie tersenyum tipis mendengar perkataan orang-orang yang ada dihadapannya , ia kemudian memberikan kode pada Rico untuk membawa masuk orang-orang yang sudah mereka beri pelajaran sebelumnya . Rico menarik paksa oknum dokter yang ia sudah beri pelajaran kehadapan para staff eksekutif itu , melihat ada karyawannya terluka membuat para eksekutif itu marah mereka bersiap membuka mulutnya akan tetapi saat mereka akan berbicara lagi-lagi mereka dikejutkan dengan masuknya beberpa orang wanita di bagian kasir dan suster beserta satpam nampak terluka .


" kalian pasti bertanya kenapa mereka seperti itu bukan !! " tanya Archie dingin sambil menatap orang-orang yang terluka itu satu demi satu .


" kami tak mengerti maksud anda tuan Archie " jawab seorang pria yang memakai kacamata .


" Rico !!" ucap Archie meminta Rico untuk memutar rekaman CCTV yang terjadi dimana terekam jelas bagaimana orang-orang itu memperlakukan Sasa dengan semena-mena .


Para eksekutif nampak sangat terkejut melihat rekaman yang Rico tunjukan beberapa dari mereka bahkan sampai terduduk di kursinya kembali karena shock , mereka terkejut begitu mengetahui wanita yang diperlakukan seperti itu adalah istri seorang Archie Durran yang merupakan pebisnis sukses yang sudah banyak mendapatkan berbagai penghargaan didalam dan luar negri . Bahkan nama Archie masuk dalam deretan 10 orang pebisnis muda yang sukses dalam majalah forbes yang merupakan sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat .


" maaf tuan kami tak tau kalau nyonya itu adalah istri anda " ucap dokter pria yang sudah babak belur karena pukulan Rico .


"  maafkan kami tuan " imbuh seorang staff kasir yang sangat kasar pada Sasa sebelumnya , ia merasa ketakutan ditatap Archie dengan pandangan dingin .


" kalau menurut kalian apa yang harus aku lakukan pada kalian setelah apa yang kalian lakukan pada anak dan istriku ? " tanya Archie sambil duduk dihadapan orang yang sudah perban itu .


Archie bangkit dari kursinya dan berdiri dihadapan orang-orang itu dengan melipat kedua tangannya di dada sambil membelakangi orang-orang yang sedang bersimpuh dilantai meminta ampunannya .


" aku tanya kalian ,  apa tugas dari seorang tenaga medis ? apakah begitu perlakuan yang kalian berikan pada orang yang membutuhkan bantuan kalian ? " ucap Archie dengan nada meninggi .


" bukankah kalian harus menolong orang yang membutuhkan bantuan terlepas bagaimana kondisi mereka mau mereka kaya atau pun miskin , bukankah itu sudah ada dalam sumpah janji kalian sebagai seorang petugas medis sebelum terjun ke masyarakat ? kalian pada istriku saja bisa bersikap seperti ini lalu bagaimana dengan orang lain , apakah ini bentuk pelayanan rumah sakit ini yang bisa semena-mena pada orang sedang mengalami musibah ?! " imbuh Archie dengan menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya .


Mendengar ucapan Archie membuat orang-orang yang ada diruangan itu mendadak sepi , mereka tak bisa menjawab perkataan Archie termasuk pada petinggi rumah sakit yang Rico kumpulkan sebelumnya . Archie hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali karena sikap orang-orang yang ada dihadapannya .


" siapa disini yang sudah menikah ? " tanya Archie tiba-tiba dan membuat heran Rico dan anak buahnya yang lain .


" angkat tangan kalian jawab pertanyaan tuan !! " teriak Rico yang tak sabar karena tak ada yang merespon perkataan Archie .


Beberapa orang nampak langsung mengangkat tangannya tinggi keudara termasuk para eksekutif yang duduk di kursi , mereka nampak bingung dengan pertanyaan Archie . Setelah hampir semua orang mengangkat tangannya tinggi Rico kemudian memerintahkan mereka untuk menurunkan kembali tangannya .


" jadi diruangan ini hampir semuanya kalian sudah menikah ya , saya ingin bertanya sebagai seorang manusia . Bagaimana perasaan kalian jika pasangan atau anak kalian diperlakukan seperti istri dan anakku ? apakah kalian akan diam saja ? " tanya Archie dengan tersenyum lebar .

__ADS_1


" ampun tuan ...."


" maafkan kami tuan Archie "


" maaf tuan kami tak akan mengulanginya lagi hiks hiks .. "


Mendengar pertanyaan Archie membuat orang-orang itu menangis dengan berbarengan , mereka kini mengerti maksud pertanyaan Archie yang sebelumnya begitupula para eksekutif yang tertunduk lesu .


" saya tak akan memberikan hukuman lagi pada kalian  , saya rasa pelajaran yang sudah diberikan anak buahku sudah lebih dari cukup untuk kalian . Saya akan menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian mereka yang pantas menghukum kalian dan untuk rumah sakit ini saya akan meminta pemerintah melakukan peninjauan kembali apakah rumah sakit ini masih pantas beroprasi atau tidak supaya hal seperti tidak menimpa orang lain lagi " ucap Archie sambil berjalan pergi menemui beberapa orang polisi yang sudah menunggu nya di pintu keluar .


Archie memilih menyerahkan kasus ini pada pihak yang berwajib karena ia sudah tak mau berurusan dengan orang-orang rumah sakit , baginya pelajaran yang sudah diberikan Rico dan anak buahnya sudah lebih dari cukup tanpa ia turun tangan sendiri .


Setelah Archie keluar beberapa orang polisi langsung masuk ke dalam ruangan dan langsung menangkap semua orang yang sedang duduk dilantai , mereka hanya bisa pasrah tanpa bisa melawan karena memang bersalah apalagi bukti rekaman CCTV menjadi bukti yang sangat mutlak dan tak bisa mereka sangkal . Rico hanya tersenyum tipis melihat Archie nampak mengangguk puas padanya , rasa sedihnya atas kegagalan dalam pencarian Sasa akhirnya bisa terbayar karena keberhasilannya mengurus masalah ini .


Archie dan orang-orangnya hanya diam menatap kepergian para polisi yang membawa orang-orang yang sudah memperlakukan Sasa dengan buruk .Sedang para eksekutif nampak masih terduduk di kursi mereka didalam ruangan karena mereka mendapatkan telfon dari para penanam saham yang nampak sangat kecewa dan menyalahkan para eksekutif karena harga saham di rumah sakit nampak anjlok setelah pengacara Archie melancarkan tuntutan pada pihak rumah sakit atas petunjuk Rico . Archie kemudian memilih pergi meninggalkan para eksekutif yang sedang panik itu bersama seorang pengacara pribadi Archie yang membawa sebuah berkas tuntutan .


" aku harap tak ada kasus seperti ini lagi dimasa yang akan datang " ucap Archie lirih sambil berjalan menuju tempat perawatan baby Arthur .


" semoga dengan adanya kejadian ini pihak rumah sakit bisa memperbaiki pelayanan mereka pada masyarakat  " imbuh Rico merespon perkataan Archie yang disambut anggukan kecil dari Archie .


Saat sampai di ruangan ICU dimana sang anak sedang dirawat Archie tak bisa menemukan sosok sang istri , dengan sedikit panik Archie mencari Sasa . Setelah mencari Sasa sampai di ujung lorong koridor rumah sakit  Archie akhirnya menemukan sang istri tengah menunduk di atas wastafel sambil mencuci mulutnya . Sasa yang menyadari keberadaan Archie langsung berjalan ke arah sang suami yang sudah berdiri didepan toilet .


"mas kira sayang pergi lagi lho " ucap Archie tanpa rasa bersalah mencoba menggoda Sasa .


" akh apaan si males akh ... maaass huuekk " Sasa memegang mulutnya kemudian berlari kembali ke arah wastafel sembari mengeluarkan isi perutnya yang hanya air .


Archie tertegun melihat sang istri sedang muntah-muntah , tiba-tiba senyuman tersungging di bibirnya dengan mata berbinar-binar sambil berkata


  " sayang apa bulan ini kau sudah datang bulan ? "


 


 

__ADS_1


__ADS_2