Faith

Faith
Anything for you


__ADS_3

Bunyi alarm diatas nakas membangunkan Sasa dari mimpi indahnya , ia langsung loncat dari ranjang ketika melihat angka yang ditunjukkan oleh jam weker nya itu . Sasa langsung masuk kekamar mandi untuk bersiap berangkat kekampus karena hari ini ada jadwal ulangan tengah semester yang dimulai pukul sembilan sementara ia baru bangun jam delapan pagi .


Setelah mandi dengan terburu-buru Sasa kemudian segera berganti pakaian dan merias wajahnya dengan seadanya , walaupun memang biasanya Sasa tak pernah menggunakan make up kekampus tapi ia tak pernah melupakan rutinitasnya memakai sun screen untuk merawat wajah sensitifnya .


" bik ... mas Archie dimana ? " teriak Sasa dari tangga mencari sang suami .


" tuan sudah berangkat dari jam tujuh nyonya " jawab bik Rani dengan ramah sambil menggendong baby Arthur .


" ikh ga bangunin Sasa dia mah " gerutu Sasa dengan jengkel .


Sasa kemudian mengambil roti yang ada diatas meja dan meminum segelas almond milk lalu berjalan keluar dengan terburu-buru sampai ia lupa berpamitan dengan sang anak yang sejak tadi tertawa padanya . Suara tangis baby Arthur lah yang kemudian menyadarkan Sasa kalau sang anak tengah menantikan ciumannya , Sasa berlari masuk kedalam rumah dan mencium wajah baby Arthur dengan gemas sehingga membuat anaknya tertawa karena bahagia .


" jangan nakal ya anak ganteng ibu berangkat kuliah dulu ya , love you sayangku sampai ketemu nanti sore " ucap Sasa berpamitan pada sang putra .


" iya ibu hati-hati " jawab bik Rani sambil melambaikan tangan baby Arthur ke arah Sasa .


Sasa kemudian masuk kedalam mobil dimana supirnya sudah menunggu , setelah Sasa masuk mobil itu segera melaju meninggalkan kediaman menuju kampusnya .


drrttt


Ponsel Sasa berdering karena ada panggilan masuk dari Archie .


" hallo sayang sudah bangun ? " tanya Archie dari ujung telfon .


" udah ini udah otw kampus malah , mas kenapa ga bangunin Sasa si... hari ini Sasa ada ulangan dikampus kalau telat nilai Sasa ga akan keluar akh !!! mas jahat .. hiks " jawab Sasa panik .


" oh ada ulangan , mulai jam berapa ? " tanya Archie lagi .


" jam sembilan mulainya mas , ini udah jam sembilan kurang sepuluh menit hu hu " ucap Sasa sedih .


" ok hati-hati dijalan , serahkan semuanya sama mas yang penting hati-hati dijalan bilang supir jangan ngebut " titah Archie saat akan mengakhiri panggilannya .


" pak jangan ngebut , hati-hati aja lagipula percuma ngebut Sasa udah telat juga " pinta Sasa pada sang supir menyampaikan pesan suaminya .


" siap nyonya " jawab supir pribadi Sasa patuh .


Sasa kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi , percuma juga mereka ngebut toh ia sudah telat begitu yang Sasa pikirkan . Setelah berkendara hampir tiga puluh menit akhirnya mobil yang membawa Sasa sampai di kampus ia pun merasa heran ketika melihat masih banyak mahasiswa yang berjalan-jalan dengan santai diluar ruangan padahal sudah pukul sembilan lebih . Sasa turun dari mobilnya dan berjalan ke arah ruang kelasnya dengan berbagai pertanyaan yang ada dikepalanya , saat sedang berjalan Sasa mendengar bisik-bisik dari mahasiswa lain yang mengatakan kalau jadwal ulangan tengah semester dimundurkan ke jam sepuluh pagi .Sebuah senyuman tersungging di wajah Sasa , ia tau yang bisa melakukan hal seperti ini hanya ada satu orang .


" heii Sa dari mana lo ? " tanya Ditta teman satu kelompok Sasa yang langsung menyapa Sasa ketika melihat Sasa didepan ruang kelasnya.


" dari sana Ditt " jawab Sasa sambil menunjuk ke arah jalan besar .


" akh gurau saja kau ni , eh btw tau ga jam ulangan dimundurkan satu jam ? " tanya Ditta lagi sambil merangkul Sasa .


" tau , tadi pas jalan dengar anak-anak ngomong . Kenapa si emangnya ya " sahut Sasa pura-pura tak tau apa-apa .


" dunno !! tadi si dosen bilang gitu bikin pengumuman dari sana pula " ucap Ditta sambil menunjuk ke arah speaker yang terpasang di sekitar lorong kampus .

__ADS_1


" oo gitu heheh , ya udah ayo masuk kita siap-siap di dalam aja ayo " ajak Sasa pada Ditta dengan tersenyum .


Ditta pun mengangguk dan mengikuti langkah Sasa masuk ke dalam kelas dimana teman lainnya sudah menunggu mereka di kursi masing-masing , di kampus baru ini Sasa punya lebih banyak teman karena jadi Sasa merasa nyaman ketika ada dikampus .


Saat waktu menunjukkan pukul sepuluh akhirnya para dosen pun datang masuk ke ruangan kelas masing-masing dimana semua mahasiswa sudah masuk dan siap menerima soal ulangan tengah semester , begitupun dengan ruang kelas Sasa . Ia dan teman-temannya pun langsung khusuk mengerjakan soal ulangan yang ada dihadapan mereka masing-masing , Sasa tersenyum saat menerima lembar soalnya kalau bukan karena sang suami ia pasti sudah telat dan tak bisa mengerjakan soalnya dengan sesantai ini .


" terima kasih mas " ucap Sasa dalam hati sebelum mengerjakan soal ulangannya .


Suasana kelas langsung sunyi saat para siswa sudah menerima lembar soalnya , mereka langsung fokus dengan dunianya sendiri mengingat kembali pelajaran yang sudah dipelajari selama perkuliahan . Sasa dengan mudah mengerjakan soal-soal yang ada dihadapannya , karena selama ini Archie membantunya mengasuh baby Arthur ketika ia sedang belajar sehingga membuat Sasa lebih fokus belajar tanpa memikirkan sang anak .


Setelah hampir dua jam akhirnya waktu untuk mengerjakan soal-soal itu berakhir dan membuat para mahasiswa harus menyerahkan lembar jawaban mereka pada dosen termasuk Sasa yang sebenarnya sudah selesai dari dua puluh menit yang lalu tapi ia tak ingin terburu-buru menyerahkan lembar jawabannya karena tak mau membuat teman-temannya panik . Saat dosen pengawas keluar para mahasiswa nampak berteriak mengekspresikan diri karena berhasil menyelesaikan satu soal , Sasa hanya tersenyum saat melihat teman-temannya bertingkah konyol ia mengambil ponselnya berharap ada pesan dari suaminya tapi rupanya harapan Sasa tak sesuai yang ia bayangkan .


" mungkin dia terlalu sibuk sampai lupa " ucap Sasa dalam hati dengan sedikit kecewa .


" woiii !! ngalamaun aja dah " teriak Santi yang duduk disebelah Sasa membuyarkan lamunan Sasa .


" siapa yang ngelamun deh , gue cuma mikir aja tadi jawaban gue ada yang salah apa enggak kok " jawab Sasa berbohong .


" ya elah Sa ngapain dipikir lagi dah yang udah lewat , mending pikirin ni soal jam kedua dah " celetuk Arin si gadis paling cerewet di kelompok Sasa .


" iya iya bos " sahut Sasa cepat sambil menarik buku yang sedang dipake Arin sandaran kepalanya diatas bangku hingga membuat Arin terkejut yang kemudian disambut gelak tawa teman-teman lainnya termasuk Sasa yang tertawa melihat ekspresi lucu Arin .


Sasa berhasil melupakan sedikit kekecewaannya hari ini dengan mengalihkan perhatiannya pada ulangan yang sedang ia jalani bersama teman satu kelasnya , sampai jam akhir pelajaran berbunyi ia tak mengingat Archie kembali . Sepanjang hari Sasa tak mendapatkan pesan dari suaminya padahal Archie tak pernah seperti ini sebelumnya , karena biasanya dia akan mengirimkan pesan hampir satu jam sekali pada Sasa .


" beneran ga ikut main ni Sa ? " tanya Ana berulang-ulang .


" engga honey bunny swety aku ada udah ada janji ama orang ga enak kalau ga ditepatin " jawab Sasa menolak dengan alasan yang dibuat-buat .


Sasa melambaikan tangannya pada teman-temannya yang sudah pergi itu , ia kemudian berjalan menuju mobil mahalnya yang sudah menunggunya di tempat parkir khusus dosen . Sasa sengaja meminta supirnya untuk menunggunya di parkiran VIP supaya tak ada temannya yang melihat ia menaiki mobil mewah kekampus , setelah Sasa masuk ke dalam mobil sang supir langsung tancam gas meninggalkan kampus menuju rumah . Sepanjang perjalanan Sasa hanya memejamkan mata berusaha tak mengingat apa yang ia harapkan di hari ini , sesampainya dirumah Sasa tak bisa menemukan baby Arthur . Kepanikan Sasa akhirnya hilang setelah para pelayannya mengatakan bahwa baby Arthur sedang diajak pergi oleh dokter Frans untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit .


" nyonya bangun sudah malam " ucap bik Rani membangun Sasa yang telah ketiduran karena membaca buku pelajarannya dikamar bermain baby Arthur .


" jam berapa bik ? " tanya Sasa sambil merapikan buku pelajarannya.


" hampir jam delapan malam nyonya lebih baik nyonya segera mandi dan segera pergi kerumah sakit karena ada pesan penting dari dokter Frans mengenai tuan muda kecil yang harus nyonya dengar sendiri " jawab sang pelayan menyampaikan pesan dari dokter Frans .


" Arthur !!! kenapa Arthur bik ? " teriak Sasa panik .


Bik Rani kemudian menjelaskan pesan yang sudah disampaikan sebelumnya oleh dokter Frans untuknya , Sasa langsung berlari ke kamarnya dilantai dua untuk mandi dan segera bersiap menuju rumah sakit ditempat dokter Frans . Disepanjang perjalanan Sasa merasa sedikit aneh karena supirnya membawa ke jalan yang berbeda ketika menuju rumah sakit , tapi berkali-kali sang supir menjelaskan kalau jalan yang mereka lalui adalah jalan yang paling cepat hingga Sasa percaya .


" pak ini dimana kok bukan gedung rumah sakit " tanya Sasa pada sang supir saat mereka sampai didepan sebuah gedung asing untuk Sasa .


" dokter Frans mengatakan beliau sedang ada disini nyonya makanya saya diminta untuk mengantar nyonya kemari " jawab sang supir cepat .


Karena sudah khawatir pada sang anak akhirnya Sasa percaya , ia langsung masuk ke dalam gedung asing itu ditemani oleh sang supir karena keadaan gedung yang sepi membuat Sasa sedikit takut . Saat mereka sampai di sebuah taman yang gelap Sasa makin mengeratkan pegangan tangannya di lengan sang supir karena ia merasa sedikit takut dengan kesunyian gedung itu , ketika sedang berjalan dijalan setapak tiba-tiba saja semua lampu digedung itu mati .


" pak paakkk pak Andi !!! " Sasa berteriak memanggil supirnya yang tiba-tiba saja sudah tak berada disampingnya .

__ADS_1


" pak jangan bercanda ini ga lucu ... !! jerit Sasa berulangkali sambil mengangkat kedua tangannya ke udara berharap bisa menemukan supir pribadinya .


Karena merasa tak menemukan supirnya akhirnya Sasa menangis sejadi-jadinya karena ketakutan , Sasa takut berada ditempat asing yang gelap itu apalagi kini ia seorang diri .Tiba-tiba Sasa merasakan ada tangan yang melingkar ke perutnya dari belakang yang seketika membuat Sasa menjerit sekuat tenaga karena kaget bercampur takut .


" hei heiii its me ..." bisik orang yang sedang memeluknya .


" mmmaaass .... " ucap Sasa dengan nada bergetar .


Cetek


Tiba-tiba semua lampu menyala dan menampilkan sebuah dekorasi indah yang terbuat dari susunan lampu dan bunga yang terpasang apik yang membentuk sebuah lorong menuju ke taman yang lebih besar.


" happy birthday my love " ucap Archie dengan tersenyum pada Sasa yang masih nampak shock .


Sasa yang masih speechless itu nampak tak menjawab perkataan Archie , ia masih takjup melihat dekorasi di taman itu .


" hei happy birthday " ucap Archie sekali lagi sambil menarik wajah Sasa dengan menggunakan kedua tangannya untuk menatapnya .


" huuuu mas jaahhaattt... Sasa takut " teriak Sasa sambil menjatuhkan dirinya kepelukan suaminya .


Archie hanya tersenyum sambil membelai rambut Sasa dan kemudian suara musik dan tepuk tangan terdengar dengan sangat meriah sehingga membuat Sasa melepas pelukannya pada tubuh Archie dan mengalihkan pandangannya pada sumber suara .


Saat melihat ke arah sumber suara senyum Sasa langsung mengembang ketika melihat semua keluarganya sedang berdiri dihadapannya dengan membawa bunga mawar putih kesukaan Sasa .


" go temui keluargamu " bisik Archie dari belakang meminta Sasa berjalan kedepan .


" with you " jawab Sasa sambil tersenyum dan menggandeng tangan Archie dengan mesra lalu berjalan kearah depan dimana keluarganya sudah menanti kehadirannya .


Archie meminta anak buahnya untuk menjemput semua keluarga Sasa dari solo , ia bahkan meminta secara pribadi pada keluarga om Rudi untuk datang diacara ulang tahun Sasa . Senyum Sasa tak berhenti ketika melihat semua anggota keluarganya merayakan hari ulang tahunnya .


" terima kasih mas " ucap Sasa dengan penuh ucapan syukur setelah


" anything for you my love " bisik Archie sambil mencium kening Sasa dengan lembut.


Sasa kemudian memeluk Archie dengan manja setelah acara potong kue , mereka melakukan dansa bersama dengan iringan lagu romantis . Anggota keluarga Sasa lainnya juga melakukan dansa yang sama seperti Gusti dan Swari lalu ada Rendra dan Miley bersama kedua orang tua mereka masing-masing . Malam ini merupakan hari yang paling bahagia bagi Sasa bisa melihat anggota keluarganya berkumpul termasuk bertemu dengan keluarga om Rudi .


" ini kado terindah dalam hidupku mas terima kasih " ucap Sasa dalam pelukan Archie diatas lantai dansa .


" ini bukan apa-apa untukku , tapi kau harus membayarnya untukku secepatnya " bisik Archie dengan tersenyum penuh kemenangan ke arah Sasa .


" Sasa lagi haid ga usah macem-macem " sahut Sasa cepat .


" lho emang apa deh kenapa mikirnya kesana dasar istriku mesum !! " ucap Archie sambil tertawa terbahak-bahak .


"nakal !! " sungut Sasa dengan kesal sambil memukul dada Archie dengan menahan malu .


Archie memeluk Sasa dengan erat sambil menikmati alunan lagu romantis di malam special untuk Sasa . Semua keluarga Sasa nampak ikut bahagia melihat kemesraan Sasa bersama suaminya .

__ADS_1


" siapkan dirimu untuk hadiah special yang sudah menunggu " ucap Archie pelan ketelinga Sasa .


💮 Bersambung


__ADS_2