Faith

Faith
Cemburu


__ADS_3

Setelah hampir mandi selama dua puluh menit akhirnya Archie selesai dan memakai pakaian gantinya yang sudah disiapkan oleh Sasa , ia kemudian berjalan keluar untuk turun ke lantai satu untuk makan malam bersama istri dan anaknya .


" tu ayah dah selesai mandi ayo kita makan sayang " ucap Sasa pelan pada baby Arthur yang sedang senang memasukan jarinya kedalam mulut .


" sini Arthur sama ayah sayang " bisik Archie pelan pada baby Arthur yang masih duduk di baby bouncernya .


Sasa kemudian menyiapkan baby chair untuk diletakkan disebelah kursi Archie di meja makan , ia kemudian menyendokkan nasi dan lauk yang sudah Archie minta sebelumnya untuk menu makan malam . Setelah makanannya sudah tersaji di piringnya Archie langsung makan dengan lahap , tiga hari hanya makan roti sudah membuat Archie sangat rindu dengan masakan Indonesia terutama masakan sang istri . Sasa tersenyum melihat sang suami nampak sangat lahap memakan habis dua mangkuk besar yang berisi sayur bayam dan jagung .


" sayang ga makan ? " tanya Archie tanpa rasa bersalah .


" tiba-tiba Sasa udah kenyang mas " jawab Sasa dengan tersenyum sambil merapikan bekas alpukat yang berceceran di sekitar mulut baby Arthur yang suka sekali buah itu .


" oke mas habiskan ya itu " pinta Archie sambil menunjuk semangkuk sayur yang ada dihadapan Sasa dan belum tersentuh oleh Sasa.


Sontak Sasa langsung memberikan mangkuknya pada sang suami dan langsung dihabiskan oleh Archie seperti sedang minum air . Sasa hanya menggeleng kepalanya pelan melihat tingkah sang suami , ia kemudian merapikan bekas makan malam ke pantry dibantu para pelayanya yang sejak tadi hanya tersenyum melihat tuan besar mereka makan sangat lahap .


" ini tehnya mas " ucap Sasa pelan sambil meletakkan segelas chamomile tea diatas meja dimana Archie sedang duduk sambil menemani sang putra bermain Lego di lantai yang sudah berlapis permadani turki .


" terima kasih " sahut Archie cepat sambil meraih tangan Sasa supaya bisa bergabung dengannya duduk dilantai .


Senyum Sasa mengembang saat melihat baby Arthur sudah semakin pintar dan bisa membedakan warna dengan cepat , bahkan baby 8 bulan itu sudah mulai mengerti bentuk bangunan dari permainan Lego .


" kau belum cerita pada mas kenapa hari ini bertemu dengan pak Budi sayang " ucap Archie tiba-tiba .


" bukan surat keramat seperti...


" awwww sakitt !! " pekik Archie sambil menyentuh pahanya yang sudah dicubit Sasa .


" terus aja ngeledek akh " sengit Sasa merajuk .

__ADS_1


Melihat Sasa marah Archie langsung memeluk dan mencium wajah Sasa tanpa tersisa satu inci pun sehingga membuat Sasa meminta ampun untuk dilepaskan , karena Sasa terus meminta dilepaskan akhirnya Archie melepaskan pelukan mautnya dengan wajah penuh kemenangan .


" beritahu aku apa yang kalian bicarakan tadi , apalagi tadi ada dua orang baru yang tak kukenal sayang " ucap Archie meminta penjelasan pada Sasa .


" ok , wait here " sahut Sasa cepat lalu bangun dari lantai dan berjalan cepat ke arah kamarnya dilantai dua meninggalkan Archie dan putranya di kamar bermain sang anak .


Tak begitu lama kemudian Sasa sudah kembali dengan membawa sebuah amplop coklat yang cukup tebal di tangannya , Sasa kemudian menyerahkan amplo yang berisi berkas-berkas pentingnya pada Archie . Archie menerima berkas pemberian Sasa dan membacanya dengan serius , beberapa kali Archie nampak menaikkan satu alisnya ketika membaca jumlah angka yang tertera di berkas milik Sasa itu .


" kenapa tak memberitahu padaku lebih dulu tentang rencana mu ini sayang ? " tanya Archie sedikit kecewa .


" Sasa tu ga mau ganggu kerjaan mas dan ga mau dibantuin mas , Sasa mau bangun kantor Sasa dengan hasil kerja keras Sasa sendiri . Sasa mau buktiin kalau Sasa juga bisa seperti mas yang berguna bagi orang banyak " ucap Sasa dengan mata berapi-api .


" jadi kau mau jadi pebisnis juga ? " tanya Archie menahan tawa .


" huum , untuk mengembangkan bisnis yang sudah dimulai ibu dulu . Ibu meninggalkan bisnisnya untuk Sasa jadi Sasa juga mau mewariskan hasil kerja keras Sasa pada Arthur mas " ucap Sasa sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca .


" kau boleh membuat perusahaan asal tak mengurangi perhatianmu ke Arthur dan suamimu ini ya " bisik Archie pelan sambil memeluk Sasa .


" I'm so proud of you " bisik Archie pelan .


" bimbing dan bantu Sasa ya supaya bisa sehebat mas " jawab Sasa cepat .


" yes i will " ucap Archie sambil melumat bibir Sasa dengan mesra , Archie kemudian menidurkan tubuh Sasa dilantai tanpa ia melepaskan ciuman mesranya pada sang istri sampai akhirnya tangannya sudah bergerilya di tubuh ramping Sasa hingga membuat Sasa mendesah karena sentuhan Archie .


" jangan disini " ucap Sasa mencoba menghentikan Archie dengan nafas yang sudah memburu karena gairahnya sudah naik akibat sentuhan lembut suaminya .


" why ? " tanya Archie sambil terus mencium dan mengecup leher jenjang Sasa yang merupakan titik kelemahan Sasa sehingga membuat Sasa menggelinjang beberapa kali .


" apa mas mau membuat Arthur dewasa sebelum waktunya apalagi kita sedang ada di lantai satu dimana orang bisa mendengar kita dari luar kan " jawab Sasa dengan terbata-bata karena menikmati aktivitas suaminya sampai Sasa menjambak rambut Archie karena tak tahan .

__ADS_1


Archie melepaskan ciumannya dari leher Sasa , ia kemudian mencium kening Sasa penuh cinta lalu berusaha mengatur nafasnya dengan perlahan .Setelah berhasil mengatur nafasnya Archie kemudian menggendong baby Arthur untuk dipindahkan kekamarnya dilantai dua supaya ia dan sang istri bisa melakukan kegiatan yang sempat tertunda itu . Sasa membersihkan bekas ciuman suaminya dilehernya , ia kemudian mengikuti langkah sang suami untuk naik ke lantai dua dimana kamar sang anak berada persis didepan kamarnya .


Saat diletakan di tempat tidur dikamarnya sendiri mendadak baby Arthur merajuk dan tak mau ditinggal oleh Sasa seolah ia tak rela sang ibu bermesraan dengan ayahnya , saat Archie menyentuh pundak Sasa mendadak baby Arthur berteriak kencang sambil memukul tangan Archie dengan tangan mungilnya sehingga membuat Sasa tertawa puas .


" hei jagoan ini sudah waktunya ayah dan ibu bersama , kau tidur ya " ucap Archie menggoda sang anak .


"akkkkkkk aakkkkk " jerit baby Arthur sambil melayangkan tangannya ke udara seperti mau memukul sang ayah yang ada didepannya , sepertinya baby Arthur tak rela berbagi sang ibu dengan ayahnya .


" lho kok gini , siapa yang ngajarin ini " celetuk Archie heran .


" ya kali ada yang ngajarin , suka aneh deh mas " sahut Sasa menahan tawa .


" hei anak ganteng ibumu milik ayah lho " ucap Archie dengan tatapan mata yang dibuat sedikit tajam sehingga membuat baby Arthur seperti akan menangis yang sontak membuat Sasa langsung memukul punggung Archie karena kesal .


" kenapa jadi marahin Arthur si " sengit Sasa jengkel.


" abis dia ga mau lepasin kamu loh sayang , kamu milikku " ucap Archie dengan nada meninggi .


" lalu maksudnya mas itu cemburu pada Arthur ? " tanya Sasa tak percaya melihat kelakuan ajaib sang suami .


" mungkin " jawab Archie seenaknya .


Sasa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya , akhirnya karena baby Arthur tak mau melepaskan Sasa akhirnya membuat Archie mengalah pada sang anak yang nampak sangat posesif pada ibunya .


Archie bangkit dari ranjang kemudian berjalan mendekati Sasa yang masih menggendong sang anak , ia berbisik pelan ketelinga Sasa dengan mengatakan " ayo sayang mas sudah pingin , sudah satu menunggu satu minggu lebih sayang " ......


💮 Bersambung


Jangan lupa klik like dan komentar ya kakak untuk memberikan semangat pada Thor 😊

__ADS_1


love u all


nafadila


__ADS_2