
Setelah makan malam ke empat sahabat itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai di ruang belajar sementara Sasa memilih mauk ke dalam kamarnya dengan membawa laptop , sudah beberapa hari ini dia tak masuk kuliah . Sasa kemudian mengerjakan tugas sebagai dispensasi karena tak masuk kuliah selama dua hari ini , walau sebenarnya dosen tak mengharuskannya untuk mengerjakan tugas setelah mendapatkan kabar kalau Sasa dirawat dirumah sakit . Akan tetapi Sasa memilih mengerjakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab , saat sedang membuat makalah tiba-tiba secara ridak sengaja akun media sosialnya mendapatkan pesan dari orang yang tak berteman dengannya .
Karena penasaran Sasa akhirnya membuka pesan masuk itu melalui ponselnya .
Anonymous :
" Hi stranger "
F. Zalia :
" Hi "
Anonymous :
" Can i get to know you "
Sasa meletakkan ponselanya dan kemudian mengklik profil anonymous yang baru saja menghubunginya itu , Sasa memeriksa daftar teman yang dimiliki akun bodong itu . Tiba-tiba senyum Sasa mengembang setelah melihat ada satu nama yang tak asing baginya . Sasa kemudian masuk kembali ke akun media sosialnya dan kembali melakukan chat dnegan akun tanpa nama itu .
F.Zalia :
"Off course , but are you not curious about Rico's current condition ?
Mendadak setelah Sasa menyinggung tentang Rico akun tanpa nama yang mengirimkan pesan padanya tiba-tiba menghilang , dengan senyum penuh kemenangan akhirnya Sasa keluar dari akun media sosialnya itu dan meletakkan kembali ponselnya disebelah laptop . Akan tetapi mendadak Sasa mengingat perkataan Rico bahwa orang bisa menghack akun media sosialnya itu dengan mudah oleh karena itu Sasa memilih menonaktifkan akunnya , walau Sasa tau Selena lah orang dibalik akun tanpa nama itu . Sasa tak mau mengambil resiko sekecil apapun karenanya ia mengikuti instruksi dari Rico apalagi saat ini Selena sudah kembali ke rumah ayahnya setelah kedok Selena terbongkar dengan mudah oleh Archie .
"Harusnya kau tak usah membuat fake account untuk berkomunikasi denganku kak " ucap Sasa llirih ketika sudah berhasil menonaktifkan akun media sosialnya itu .
Sasa bisa mengetahui kalau akun tanpa nama yang baru saja menghubunginya itu adalah Selena karena selama ini Sasa tak pernah berkomunikasi dengan siapapun melalui akun keduanya itu , pasca akun sosial utamanya dipakai oleh Archie . Sasa hanya menggunakan akun itu sebagai back up saja , dan Sasa pernah meminjamkan ponselnya pada Selena saat sedang ada di Australia dimana saat itu ponselnya tengah login ke akun keduanya itu.
setelah berkutat didepan laptop hampir dua jam akhirnya tugas yang diberikan sang dosen selesai , saat sedang merapikan laptop dan buku-bukunya dari ranjang tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan masuklah Archie dengan membawa dua buah cangkir yang berisi teh chamomile hangat .
__ADS_1
"Sudah selesai ? " tanya Sasa sambil meletakkan laptopnya diatas nakas dengan hati-hati .
"Yes ... kita tinggal menunggu pertunjukan besar saja besok pagi " jawab Archie sambil memberikan satu cangkir teh chamomile pada Sasa .
" Minumlah selagi hangat " imbuh Archie sambil meminum teh favorotnya itu dengan perlahan .
Sasa menganggukkan kepalanya lalu meninum teh yang sudah dibawakan oleh suaminya itu , aroma khas bunga chamomile yang sudah dibuat teh itu dungguh memberikan sensasi tersendiri untuknya . Apalagi sejak rutin ikut meminum teh chamomile kualitas tidurnya menjadi lebih baik karena efek menenangkan dari teh chamomile itu sendiri yang membuat tidur jadi lebih nyaman .
Setelah meminum habis teh itu Archie kemudian meminta cangkir yang masih dipegang Sasa ia kemudian meletakkannya diatas nakas , Archie dengan cepat meraih tubuh Sasa yang akan pergi kekamar mandi dan memeluknya erat dari belakang sambil mencium wangi rambut sang istri .
" Aku merindukanmu sayang " bisik Archie pelan dengan nafas berat .
" Aku sedang datang bulan mas " jawab Sasa sambil tersenyum , ia sudah hafal dengan ucapan sang suami ketika meminta haknya sebagai suami .
" Secepat ini ?? perasaan baru kemarin sayang " sungut Archie kecewa .
Melihat pembalut yang dipegang Sasa membuat Archie langsung melepaskan pelukan dari tubuh sang istri , ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur sementara Sasa hanya tersenyum simpul melihat tingkah sang suami . Usia Archie yang menginjak usia 35 tahun benr-benar membuatnya selalu bergairah apalagi jika sedang berduaan dengan Sasa dikamar , ia tak pernah membiarkan Sasa tidur dengan nyenyak tiap malam kalau Sasa tak sering menolaknya .
Lima menit kemudian Sasa sudah keluar dari kamar mandi setelah berganti pembalut , ia duduk di kursi meja riasnya dan menatap sang suami dari pantulan kaca . Sasa kemudian berjalan pelan menuju ranjang dan naik keatas ranjang lalu berbaring disamping Archie yang masih asik memainkan ponselnya .
" Bagaimana dengan Rico mas ? " tanya Sasa pelan .
" Kenapa tanya si bajingan itu ? bukankah yang sedang kecewa itu adalah aku " jawab Archie merajuk .
" Apa si ini kenapa ada Arthur disini " ucap Sasa menggoda Archie yang sedang kesal karena gagal mendapatkan jatah malamnya .
Archie hanya memajukan bibirnya pelan merespon perkataan Sasa sehingga membuat Sasa gemas dan akhirnya membuat Sasa menggelitik perut dan pinggang Archie sehingga membuat Archie berguling-guling diatas ranjang karena merasa geli . Jadilah di atas tempat tidur terjadi peperangan antara Sasa dan Archie yang mencoba menghindari gelitikkan dari Sasa .
" Ampun ampuunn mas capek sayang " ucap Archie menyerah sambil memeluk Sasa dengan erat .
__ADS_1
" Abis ngeselin sih ditanya bener-bener jawabnya ngeselin " sahut Sasa sambil menggigit dada Archie dengan gemas .
" Awwww... aduhh ada drakula " jerit Archie kesakitan sambil memegang dadanya yang baru saja digigit oleh Sasa.
" Mau nakal lagi gak ? " tanya Sasa sambil duduk dan merapikan rambutnya yang sudah tak terbentuk lagi .
Archie menggelengkan kepalanya pelan dan memberikan ekspresi wajah yang sedih sehingga membuat Sasa akhirnya tertawa terbahak-bahak , mereka lalu berpelukan erat setelah bercanda dan menghabiskan energi . Di dalam pelukan sang suami Sasa kembali bertanya mengenai kondisi Rico pasca kejadian tadi pagi dikantor , Archie menjelaskan dengan detail kondisi Rico pasca kejadian mengenaskan dikantor hari ini .
"Seandainya Rico benar-benar jatuh cinta pada Selena bagaimana mas ? " tanya Sasa lirih ketika Archie menyudahi ceritanya .
" Mana mungkin bajingan itu bisa jatuh cinta pada penghianat seperti Selena " jawab Archie sambil mematikan lampu utama dikamar tidurnya dan menyalakan lampu tidur yang ada diatas nakas .
" Ya siapa tau aja kan mas , namanya perasaan cinta kan bisa datang kepada siapa saja dan tak bisa ditebak mas" sahut Sasa sambil menguap .
" Mas tau sayang , tapi mas akan pastikan Rico mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Selena Del Leon itu " ucap Archie pelan sambil menutup matanya dan memeluk tubuh Sasa dengan erat .
Sasa terdiam tak merespon perkataan sang suami ia tau kalau Archie pasti sudah sangat marah sekali pada Selena , satu pertanyaan besar dibenaknya yang belum terjawab sampai saat ini adalah kenapa suaminya membiarkan Selena tetap mendekati Rico disaat ia sudah tau kalau Selena adalah mata-mata yang dikirimkan oleh Alexander Del leon . Apalagi sampai membiarkan mereka tinggal bersama selama tiga bulan ini , Sasa ingin sekali bertanya pada Archie tapi ia masih terlalu takut untuk bertanya . Oleh karena itu Sasa masih menyimpan pertanyaan besarnya itu sambil menunggu waktu yang tepat untuk bertanya .
Di kamar lantai satu Rico nampak belum berhasil memejamkan matanya , ia masih mengingat Selena . Bukan hal mudah baginya untuk melupakan bayang-bayang Selena apalagi setelah mereka bersama hampir tiga bulan ini . Wajah , suara dan aroma tubuh Selena masih dapat Rico ingat dengan sangat jelas , bahkan desahan Selena ketika bercinta pun masih berputar-putar dalam benaknya .
"Aku membencimu Selena "
Bersambung
__ADS_1