
Rico , Gustaf dan dokter Frans bersama istri mereka masing-masing kembali menginap dirumah Archie sebelum mereka pindah ke apartemen barunya yang hari ini sudah mereka kunjungi bersama-sama .
Archie secara khusus meminta ke salah satu hotel ternama di Quebec untuk mengirimkan beberapa chef untuk datang ke mansion miliknya , karena Archie ingin merayakan kepindahan Rico , Gustaf dan dokter Frans ke apartemen baru dengan makan malam spesial yaitu kambing guling . Archie sengaja meminta dimasakkan kambing guling agar Sasa dan semua pelayannya yang berasal dari Indonesia bisa ikut makan bersama .
Suara tawa terdengar dari halaman depan rumah Archie ketika kambing guling yang dimasak para chef matang , Archie mengajak semua pelayannya untuk ikut makan bersama di meja panjang yang sudah ditata sore harinya .
"Terima kasih mas sudah membuat acara seperti ini." Ucap Sasa pelan sambil memeluk Archie dari samping .
"Aku ingin membuat semua pelayan merasa nyaman disini , jadi ketika besok aku kekantor mereka bisa menemanimu dengan baik dirumah." Sahut Archie pelan .
"Akh iya besok Sasa sendirian di rumah ya." Celetuk Sasa cepat ketika menyadari kalau semua orang sudah kembali ke kegiatannya masing-masing .
"Tenang saja mas akan pulang setiap jam makan siang untuk bertemu denganmu dan Arthur , jadi kau tak akan merasa kesepian dirumah sayang." Bisik Archie pelan mencoba untuk menenangkan Sasa .
Sasa menganggukkan kepalanya pelan merespon perkataan sang suami Ia lalu berjalan menuju meja makan untuk ikut menikmati daging kambing guling yang sudah ada di meja makan , Sasa menikmati makan malamnya dengan penuh sukacita dan kehangatan keluarga .
Karena sudah kenyang Sasa akhirnya pamit untuk tidur terlebih dahulu , ia juga ingin cepat-cepat masuk kerumah karena melihat baby Arthur menangis di layar ponselnya miliknya yang terhubung dengan CCTV di kamar sang putra tampannya itu . Sementara itu Archie masih menikmati daging kambing guling nya bersama dengan ketiga sahabatnya , mereka makan daging ditemani dengan beberapa botol minuman keras yang ada di atas meja .
"Aku sudah kenyang kak ayo masuk ke kamar." Bisik Carolina mengajak Selena masuk ke rumah.
"Iya ... biarkan saja pria-pria itu minum sampai pagi." Jawab Selena sambil bangun dari kursinya dengan perlahan .
"Tunggu akuuu....."Pekik Gracia yang masih menghabiskan wiski mahalnya yang ada di gelas .
Selena dan Carolina tak mendengarkan teriakan Gracia , mereka tetap meneruskan langkahnya menuju ke dalam rumah tanpa menunggu Gracia yang masih terlihat sangat menikmati minuman mahal yang sudah disediakan oleh Archie . Gracia langsung meletakkan gelas nya di atas meja begitu tak melihat keberadaan Selena dan Carolina lagi , ia lalu berlari menuju ke dalam rumah meninggalkan suaminya yang sejak tadi terus menuangkan minuman ke dalam gelas nya .
Sesampainya di kamar Sasa langsung menggendong Arthur yang masih menangis karena popoknya basah , dengan telaten Sasa mengganti popok sang anak . Setelah diganti dengan popok yang baru Arthur kembali tertidur sehingga membuat Sasa tersenyum.
__ADS_1
"Kau cepat besar sekali Arthur." Bisik Sasa pelan sambil mencium pipi Arthur yang menggemaskan .
" I love you my son , my soul , my blood ,my everything ....
"My future." Ucap Archie tiba-tiba memotong perkataan Sasa .
"Ssttttt..... Arthur baru tidur lagi mas , jangan berisik."Jawab Sasa sambil meletakkan jarinya ke bibirnya , memberikan kode pada Archie untuk tak berisik.
Archie tersenyum mendengar perkataan sang istri , ia lalu berjalan berjinjit menuju kearah ranjang milik Arthur . Dengan perlahan ia mendaratkan satu ciuman di pipi gembul sang putra , tak lama kemudian ia melirik tajam ke arah Sasa dengan pandangan yang penuh arti .
"Kenapa lihatin Sasa seperti itu.?" Tanya Sasa dengan cepat ketika melihat pandangan Archie yang seperti ingin memakannya itu .
"Kenapa apanya ? bukankah biasa saja .?" Tanya balik Archie menggoda Sasa .
"Mas ....jangan macem-macem ya ini dikamar Arthur lho .!!!" Jawab Sasa memperingatkan Archie .
"Nanti Arthur terbangun mas ." Sahut Sasa sambil berjalan menjauh dari Archie yang siap untuk melahapnya itu.
Melihat Sasa menjauh darinya membuat nafsu Archie semakin bertambah besar , ia lalu mengejar Sasa dan menjatuhkan tubuh Sasa di atas ranjang besar yang biasa dipakai Sasa untuk bermain dengan Arthur . Setelah berhasil menjatuhkan Sasa diatas ranjang Archie lalu membuka baju yang dipakai Sasa dengan paksa , ia tak bisa menahan lebih lama dirinya ketika melihat wajah sang istri yang sudah memerah .
Sasa akhirnya hanya bisa pasrah ketika sang suami sudah mulai melakukan aktivitasnya , ia bahkan harus menutup mulutnya dengan tangan ketika Archie melakukan gerakan yang membuatnya menggila . Sasa takut kalau suara desahannya akan terdengar oleh Arthur dan membuatnya terbangun . Archie malam itu tak melepaskan Sasa sedetikpun dari pelukannya , makan daging kambing ditambah dengan minum minuman keras benar-benar membuat staminanya menggila .
Hal yang sama pun terjadi kepada ketiga orang anak buah kepercayaannya , mereka juga sedang bercinta dengan pasangan masing-masing . Archie sudah memberikan perintah kepada Rico , Gustaf dan dokter Frans agar membuat para istri mereka hamil secara bersamaan . Gracia yang masih malu-malu pada Gustaf hanya bisa pasrah dan menurut ketika Gustaf memintanya untuk melakukan berbagai macam gaya baru ketika bercinta .
Malam penuh cinta itu akhirnya berlangsung sampai pagi hari dan membuat ke empat pasang suami istri itu bangun kesiangan , sehingga rencana mereka untuk pergi ke kantor pun akhirnya gagal . Tangisan Arthur membangunkan Sasa yang masih tidur dalam pelukan Archie tanpa menggunakan sehelai baju pun , dengan perlahan Sasa turun dari ranjang . Ia kemudian menyambar handuk yang ada di dekat lemari Arthur untuk membalut tubuhnya , Ia lalu berjalan pelan menuju Arthur yang sudah menangis karena lapar diatas ranjangnya .
Sasa kemudian menyerahkan Arthur pada Archie karena ia ingin mandi , Sasa tak ingin pelayanan dirumahnya melihat dirinya dalam kondisi seperti itu . Setelah mandi dan memakai baju ganti Sasa lalu memandikan Arthur dan meminta Archie untuk mandi karena hari sudah siang .
__ADS_1
"Ayo mas jangan lama-lama lho pakai bajunya." Teriak Sasa dari pintu mengajak Archie keluar dari kamar .
"Sabar sayang , mereka juga belum bangun kok tenang saja." Jawab Archie sambil menyemprotkan parfum ke tubuhnya yang belum memakai baju .
" Tau dari mana si mas , ini sudah hampir jam sepuluh pagi mas. " Sahut Sasa jengkel .
" Ha ha ha istriku ini benar-benar tuan rumah yang sangat baik , ya sudah ayo turun mas sudah selesai pakai baju. " Ucap Archie lembut sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Sasa yang berdiri di depan pintu sambil menggendong Arthur .
Sasa menjulurkan lidahnya mengejek perkataan Archie , mereka kemudian keluar dari kamar dan menuju ke lantai satu dimana para pelayannya sudah selesai merapikan meja makan . Sasa langsung menyerahkan Arthur pada bik Rani untuk diberi makan , ia kemudian duduk di kursi yang ada disebelah Archie menatap makanan yang ada dihadapannya .
"Bik apa Rico dan lainnya sudah bangun.? " Tanya Archie pada pelayanan .
"Belum tuan ... tuan muda bertiga itu belum ada yang keluar dari kamarnya tuan " Jawab bik Rani sambil mengelap wajah Arthur yang belepotan terkena alpukat.
Nendengar jawaban bik Rani membuat Archie tersenyum penuh kemenangan , ia lalu menendang kaki Sasa yang ada di sebelahnya di bawah meja dengan perlahan .
" Apa mas bilang ....mereka itu sedang produksi juga sama seperti kita tadi malam . " Ucap Archie sambil terkekeh.
"Masssss ..... " Teriak Sasa dengan spontan ketika mendengar perkataan Archie .
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainya diantaranya :
Bodyguard cantik
Faith 2 The return of the prince ( bantu like sampai 1000 ya nanti Thor masukan foto para pemainnya he he he )
__ADS_1