
Hari pertama pembukaan Hotel Zachie Broadway bertepatan dengan adanya pesta pembukaan ajang sepak bola terbesar antar pelajar yang diadakan di kota Melbourne sehingg para pemain dan keluarganya banyak yang menginap di hotel baru milik Archie , apalagi hotel itu sedang dalam masa promosi sehingga dalam waktu setengah hari saja hampir 80 % kamar di hotel bintang 5 itu sudah terbooking oleh pengunjung .
Para pengunjung dibuat kagum dengan interior yang ada di hotel baru itu , Archie sengaja meminta beberapa seniman dari Bali untuk membantunya membuat desain dinding di hotelnya . Beberapa spot di tempat andalan Zachie Broadway hotel bahkan terlihat ukiran berbentuk batik Mega Mendung yang berasal dari daerah Cirebon Jawa Barat , Archie yang tergila-gila akan seni langsung setuju begitu para desainer menunjukan rancangan mereka yang akan membuat ukiran di dinding berbentuk batik . Dan ternyata pilihan Archie tak salah karena para pengunjung nampak mengagumi hasil karya itu bahkan beberapa media lokal nampak mengekspos ke media elektronik tentang keunikan hotelnya itu .
Sasa bangun ketika mendengar suara pintu kamarnya yang diketuk oleh sang pengasuh yang mengantarkan baby Arthur , dengan cepat ia memakai piyama tidurnya dan segera merapikan penampilannya yang berantakan sebelum membuka pintu . Setelah menyikat gigi dan mencuci wajahnya ia langsung berlari ke arah pintu dimana sang anak sudah menangis karena mencarinya , walau baby Arthur sudah tak minum ASI tapi ia sudah terbiasa tiap pagi bersama dengan sang ibu . Oleh karena itu ketika ia tak berhasil menemukan ibunya baby tampan itu langsung menangis .
Ceklek
Sasa membuka pintu kamarnya dari dalam dan begitu terbuka terlihat didepan pintu baby Arthur sudah menangis dengan air mata yang sudah membasahi wajah nya , dengan perlahan Sasa mengambil alih anaknya dari gendongan sang pengasuh .
" aduhh maaf ya sayangku ... maafin ibu ya " ucap Sasa pelan sambil mencium pipi gempal sang anak yang sudah basah karena terkena air matanya .
" maaf mengganggu nyonya pagi-pagi " sahut bik Rani sang pengasuh yang merasa tak enak karena sudah mengganggu nyonya mudanya itu .
" akh gak apa-apa bi , Sasa sudah bangun dari tadi kok tapi lagi isi air di bathup makanya lama bukain pintunya . Makasih ya bi " jawab Sasa berbohong , tak mingkin ia menceritakan hal yang sebenarnya pada sang pelayan .
" baik nyonya , saya permisi " pamit bik Rani sopan lalu berbalik badan dan berjalan menuju kamarnya .
Ada dalam gendongan sang ibu langsung membuat bayi tampan itu berhenti menangis seketika , baby Arthur sudah dapat mengenali sang ibu dengan baik bahkan kadang-kadang kalau tantrum-nya sedang datang ia tak mau digendong siapapun selain sang ibu . Sasa yang sudah tau kalau anaknya mewarisi sifat posesif sang suami hanya bisa tersenyum melihat anaknya .
" itu sana bangunin ayah " ucap Sasa pelan pada sang anak yang tersenyum sumringah itu .
"aakkkk akkkkk akkk " teriak baby Arthur merespon perkataan sang ibu .
" ayah bangun donk ini ada Arthur mau ajak main " ucap Sasa sambil menurunkan baby Arthur ke kasur dimana Archie masih terlelap dibawah selimut tebal .
" ayahhh.... " panggil Sasa mengulang perkataannya yang sebelumnya karena Archie tak kunjung membuka matanya .
" mas ya ampun dipanggil berapa kali gak bangun-bangun si !! kasian ini lho anaknya mau ajak main akh " sengit Sasa kesal karena suaminya tak kunjung membuka matanya .
" eemmmm jam berapa si sayang ,pagi-pagi udah bangunin mas yang semalam kurang ? " tanya Archie sambil mengeliat tanpa membuka mata .
" awwwwww!!! " jerit Archie tiba-tiba , ia langsung bangun begitu merasakan kalau pahanya dicubit oleh Sasa .
Saat membuka mata Archie bisa melihat mood sang istri sedang tak bagus ia hanya bisa tersenyum bodoh melihat sang istri menatap tajam padanya . Archie langsung mencoba meraih sang anak yang masih ada dipelukan sang istri akan tetapi ia lupa kalau ia belum memakai baju sehingga membuat Sasa menjerit karena kaget .
" mas ikhh jorok banget sii jadi orang " pekik Sasa dengan wajah memerah karena sudah melihat tubuh bagian bawah sang suami sudah kembali on poin.
" he he maklum masih pagi sayang , jadi jagoanku ini masih semangat-semangatnya " jawab Archie seenaknya .
" pake baju dulu sana , ga malu apa ada Arthur " sengit Sasa gemas .
__ADS_1
" Arthur anakku kenapa harus malu , lagipula dia masih bayi sayang " sahut Archie membela diri .
" dasar mesum !!jangan deket-deket Arthur kalau gitu , aku gak mau anakku tertular virus mesum ayahnya " jawab Sasa cepat sambil membalikkan tubuhnya berusaha menjauh dari ranjang .
Melihat Sasa pergi menjauh langsung membuat Archie melompat dari ranjang dan kemudian menyambar piyama tidurnya lalu menyusul sang istri yang tengah duduk di sofa didekat jendela besar yang mempunyai pemandangan laut yang indah , karena memang letak hotel yang dibangun Archie sangat strategis karena dekat pantai dan banyak daerah wisata lainnya . Senyuman Archie mengembang ketika melihat anaknya tertawa riang dipelukan sang istri perlahan Archie berjalan mendekat lalu memeluk istrinya dari belakang .
" pemandangannya indah dari sini mas " ucap Sasa mengagumi keindahan kota Melbuurne dari atas hotelnya .
" kau suka ? " tanya Archie cepat sambil mencium leher jenjang Sasa yang tertutup rambut panjangnya .
" akhhh mmm mass jangan gitu " cicit Sasa dengan mendesah , leher adalah titik kelemahannya dan Archie suka sekali bermain-main disekitar sana sehingga membuat Sasa kadang merasa jengkel .
Karena Sasa terus menggeliat akhirnya Archie menghentikan aktivitas nakalnya itu dengan tersenyum penuh kemenangan . Ia kemudian membalik tubuh Sasa sehingga kini berhadapan dengan dirinya terlihat wajah Sasa yang memerah dan Archie suka kalau melihat istrinya seperti itu .
" tahan dulu sampai nanti malam sayang setelah itu kita bisa mengulangi lagi permainan kita " goda Archie pada Sasa yang terlihat terengah-engah itu .
" ikh apa si .. nakal banget jadi orang !! sana mandi dulu gantian " ucap Sasa sambil berusaha menyembunyikan wajahnya dari pandangan sang suami dengan mencium baby Arthur yang sejak tadi tertawa itu .
" kenapa ga bareng aja ? " tanya Archie sedikit kecewa mendengar perkataan sang istri .
Sasa mengangkat baby Arthur pelan kehadapan Archie sehingga membuat suaminya tersenyum karena menyadari ada sang anak tengah bersama mereka . Archie kemudian pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri bergantian dengan Sasa yang sedang menjaga sang anak yang sudah makin pintar itu , baby Arthur tak mau terlalu lama berjauhan dengan sang ibu ketika ibunya sedang ada dirumah akan tetapi jika ibunya sedang kuliah baby Arthur tak rewel bahkan sangat gampang sekali di ajak bermain oleh para pelayannya dirumah .
" yuk sarapan " ucap Archie mengajak Sasa untuk turun ke restoran .
" lho Sasa kira sarapannya diantar ke kamar " jawab Sasa sambil mengambil alih sang anak dari pelukan suaminya ketika sudah berganti pakaian .
" kita sarapan dibawah saja bersama rico dan yang lainnya " sahut Archie sambil mencium kening Sasa dengan lembut .
Sasa mengangguk pelan lalu berjalan menuju pintu diikuti Archie yang kemudian menutup pintu kamarnya dengan card khusus miliknya . Mereka kemudian berjalan menuju lift untuk turun ke restoran yang ada di lantai satu , tak lama kemudian lift akhirnya terbuka dilantai satu ,para bodyguard langsung mengawal bos besarnya itu menuju restoran sehingga secara tak langsung menarik perhatian para tamu lainnya .
" udah mas akh tu diliatin tamu " bisik Sasa pelan pada Archie .
" tak apa sayang , aku lebih nyaman seperti ini " jawab Archie dengan tersenyum .
Sasa hanya menggeleng pelan mendengar jawaban sang suami , walau bagaimanpun Archie kini adalah seorang pengusaha yang sudah makin dikenal banyak orang jadi keamanannya adalah prioritas nomor satu bagi para pengawal pribadinya . Sasa tersenyum ketika melihat ke arah meja dimana Selena tengah melambaikan tangannya , ia kemudian duduk bergabung dengan Selena dan Rico yang langsung mengambil alih baby Arthur dari gendongan Sasa .
Archie kemudian mengajak Sasa untuk memilih makanan yang ada di buffe , semua makanan sehat dan mahal terhidang diatas meja . Sebagai hotel bintang 5 tentu saja makanan untuk para tamu menjadi prioritas managemen hotel apalagi ini mereka langsung kedatangan si empunya hotel secara eksklusif bersama keluarga , jadi para koki langsung menyiapkan makanan terbaiknya untuk menjamu sang pemilik hotel .
Setelah memilih cukup lama akhirnya Archie dan Sasa kembali ke meja dengan membawa menu makanan yang sudah diambil sebelumnya , Sasa hanya mengambil pan seer salmon favoritnya sementara Archie nampak kelaparan karena mengambil dua potong steik ribeye besar hingga membuat Rico tersenyum penuh arti melihat porsi makan sang bos .
" berapa ronde semalam bos ? " tanya Rico berbisik .
__ADS_1
" dua " jawab Archie cepat .
" akh kau kalah bos , Rico saja sampai empat ronde " sahut Gustaf merespon perkataan Archie .
Mendengar perkataan Gustaf keempat sahabat itu kemudian tertawa lebar sehingga membuat Sasa dan Selena penasaran , Archie memberikan kode pada Sasa kalau mereka sedang bergurau biasa akhirnya Sasa kembali melanjutkan makannya sementara Selena kembali menggoda baby Arthur .
" bagaimana dengan kalian berdua ? " tanya Archie mengejek pada Gustaf dan dokter Frans .
" uhukkk uhukkkkk....
Dokter Frans tersedak air minum ketika mendengar pertanyaan Archie sehingga membuat Rico menepuk punggungnya dengan perlahan supaya membuat dokter Frans nyaman .
" jangan tanyakan itulah bos , kau menghina namanya " sahut Gustaf dengan ketus .
Tawa Archie dan Rico kembali meledak mendengar perkataan Gustaf sampai membuat semua orang melihat ke arah meja mereka termasuk para koki yang sedang stanby didekat meja makanan , mereka takut meninggalkan restoran sebelum Archie selesai makan .
" ok setelah kita kembali ke jakarta kita bahas ini lebih serius " ucap Archie sambil terseyum .
" benarkah ? kau akan membantu kami bos ?" tanya Gustaf polos dengan mata berbinar-binar .
" sure !! setelah pesta pernikahan Rico tentunya " jawab Archie singkat .
" menikah ??? no aku belum siap menikah bos !!! " pekik Rico menolak rencana Archie .
Prank ....
Tiba-tiba sendok yang sedang dipegang Selena jatuh ke atas piring ketika ia mendengar perkataan Rico yang sangat lantang itu .
" maaf aku sudah kenyang , permisi " ucap Selena dengan nada bergetar menahan tangis sambil berusaha bangun dari kursinya .
Deg
Jantung Rico berdetak cepat menyadari kesalahannya , ia kemudian bergegas keluar restoran mengejar Selena yang berlari ke arah lift .
\~\~\~ Bersambung
Jangan lupa like dan komen ya kakak-kakak, terima kasih .
__ADS_1