Faith

Faith
Where it all began


__ADS_3

Sasa terbangun dengan bersemangat karena hari ini adalah hari pertama kuliah setelah libur semester selama satu bulan , walau tubuhnya masih terasa lelah setelah pertempurannya tadi malam dengan sang suami Sasa tetap memaksakan diri untuk bangun . Sasa memilih berendam di bathup untuk merilekskan tubuhnya tak lama kemudian datang Archie dan ikut bergabung bersama Sasa untuk mandi bersama karena ingin berangkat kekantor pagi dikarenakan banyak hal yang harus ia urus apalagi setelah berhasil mengakusisi Leon Corporation .


Setelah mandi selama hampir tiga puluh menit akhirnya Sasa dan suaminya selesai mandi kemudian bersiap dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Sasa sebelumnya .Sasa memilih memakai pakaian jeans dan T-shit lengan panjang yang ia lipat sampai ke siku , penampilan Sasa dilengkapi dengan sneakers merk Nike brand favoritnya sejak SMA .


" sayang mas turun duluan ya " teriak Archie pada Sasa yang masih ada didalam closet baju .


" iya mas , Sasa lagi cari tas ini " jawab Sasa pada Archie .


Archie tersenyum kemudian keluar dari kamar menuju ke lantai satu dimana sarapannya sudah tersedia diatas meja , Archie langsung berjalan ke arah baby Arthur yang sedang digendong oleh bik Rani . Melihat sang ayah datang membuat baby Arthur berteriak kegirangan ia bahkan mengulurkan tangannya seolah minta untuk digendong oleh sang ayah , dengan cepat Archie mengambil anaknya dari gendongan bik Rani sang pengasuh khusus baby Arthur sejak anak tampan itu lahir .


" anak ganteng udah mau satu tahun ya mmmuacchhh cepet gede ya sayang , nanti ayah ajarin bawa pesawat " ucap Archie gemas sambil menggigit kecil pipi baby Arthur hingga membuat pipi baby bule itu memerah .


" masss!!! kok Arthur digigit sikk " jerit Sasa dari tangga melihat anaknya digigit oleh sang suami , Sasa langsung cepat-cepat turun dari tangga dan berlari ke arah meja makan dimana Archie tengah menggendong sang anak .


" ya ampun Arthur sayangkuu pipinya sampe merah masss.... " ucap Sasa sambil mengelus-elus pipi sang anak yang gempal , sementara itu baby Arthur yang belum tau apa-apa hanya bisa tertawa saat melihat ibunya sedang memarahi sang ayah .


" maaf sayang " pinta Archie berulang-ulang pada Sasa dimeja makan .


" tau akh kalau gemes mbok ya jangan gigit anaknya bisa kan ? kasian kan pipinya jadi merah gini " sengit Sasa dengan ketus melirik ke arah Archie yang duduk disebelahnya .


" iya mas janji ga diulangin lagi sayang " ucap Archie memelas dengan mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya .


" awas aja sampe gigit Arthur lagi " sahut Sasa cepat sambil terus mencium bekas cubitan Archie di pipi baby Arthur .


Archie mengangguk dengan bersemangat ia kemudian melanjutkan sarapannya yang sempat terhenti karena tadi mencoba merayu Sasa yang marah padanya , Archie tersenyum ketika melihat Sasa bergurau dengan baby Arthur ingin rasanya ia bertigaan saja dirumah tiap hari tapi ia harus bekerja demi masa depan sang anak walau sebenarnya harta yang dimiliknya tak akan habis sampai 3 keturunannya .


" ayo berangkat " ajak Archie pada Sasa untuk berangkat bersama sambil menyeka bibirnya dengan sapu tangan .


" Sasa bawa mobil sendiri aja mas , lagipula ini masih pagi ga macet kok mas . Sasa mau bawa mobil soalnya nanti sore pulang kampus Sasa mau kekantor yang udah hampir selesai pemasangan furniture , komputer dan sambungan internetnya " jawab Sasa menolak ajakan sang suami .


" oh begitu ya sudah nanti bawa mobilnya hati-hati sayang ....mas jalan dulu ya dikantor banyak kerjaan yang harus diselesaikan " ucap Archie berpamitan sambil mencium kening Sasa dan mencium pipi baby Arthur , setelah itu Archie berjalan keluar menuju ke halaman dimana sang supir dan beberapa orang bodyguardnya siap mengantarnya ke kantor .


Sasa menatap kepergian Archie sambil menghabiskan makanannya yang masih dimakan sedikit , tak lama kemudian ia pun bersiap untuk berangkat kuliah dengan perlahan ia menyerahkan sang anak kepada pengasuhnya.

__ADS_1


" ibu berangkat dulu ya anak ganteng baik-baik dirumah ya muachh " pamit Sasa pada baby Arthur


Ia pun berangkat menuju kampus dengan mobil mewahnya , Sasa sudah tak perduli lagi dengan omongan teman-temannya dikampus karena menurut Sasa lambat laun teman-teman dikampusnya juga akan segera tahu identitasnya yang sebenarnya . Setelah berkendara selama hampir empat puluh lima menit Sasa akhirnya sampai dikampusnya yang sudah lumayan ramai , ia memarkirkan mobilnya di area parkir khusus mahasiswi yang sudah canggih karena dilengkapi dengan mesin parkir elektronik dan kamera CCTV sehingga ia merasa nyaman memarkirkan mobilnya di sana .


Saat Sasa turun dari mobil seperti dugaan Sasa sebelumnya banyak orang yang memperhatikannya tapi ia sudah menyiapkan diri jika hal itu terjadi , oleh karena itu Sasa memilih untuk berjalan cepat menuju ruang kelasnya . Beberapa mahasiswi senior tampak tak suka ketika melihat Sasa turun dari mobil mahal mereka nampak berbisik-bisik ketika Sasa berjalan dihadapan mereka , Sasa hanya tersenyum simpul mendengar banyak  yang membicarakan dirinya .


" aku dulu pernah dengan baik melewati masa-masa seperti ini jadi sekarang akupun pasti bisa dengan baik melaluinya lagi seperti dulu " ucap Sasa dalam hati dengan terus berjalan ke arah ruang kelasnya mencoba mengacuhkan para seniornya itu .


" woii Sasa ....!!! " teriak Santi saat melihat Sasa datang .


" sini Sa siniii... " imbuh Dita sambil menarik sebuah kursi yang memang sudah dipersiapkan untuk Sasa sebelumnya .


Sasa tersenyum melihat teman-temannya ia kemudian berjalan ke arah keempat temannya didekat jendela yang ada didepan meja dosen . Mereka kemudian berpelukan satu sama lain menyambut Sasa yang terahir datang , tak lama kemudian para gadis itu berbicang saling menceritakan liburan mereka selama satu bulan . Sasa hanya tersenyum mencoba menjadi pendengar yang baik karena ia memilih tak menceritakan aktivitasnya .


" berisik woy .. norak amat si cuma ke singapura aja berisik !! " teriak Mitha si gadis yang paling membenci geng Sasa mencoba mengomentari cerita Arin .


" tauk nih kamseupay amat dah " imuh Claudia menimpali perkataan Mitha sang ketua geng yang memprolakmirkan diri sebagai geng paling cantik dikelas .


" maaf ya kalau suara tawa kita ganggu " ucap Sasa angkat bicara sambil tersenyum ke arah Mitha dan gengnya .


" kenapa si tu cewek kalo ngomong pedes banget kaya carolina peper si cabe paling pedes di dunia itu " celetuk Ana jengkel ketika melihat Mitha dan kawan-kawannya pergi .


" udah biarin aja kenapa si , selama mereka ga nyentuh kita secara langsung diemin aja guys " ucap Sasa mencoba menenangkan teman-temannya yang jengkel pada Mitha dan gengnya .


" akh lu mah terlalu baik Sa , eh gue mau tanya emang bener yang dibilang anak-anak ya ? " tanya Dita penasaran.


" apaan dit ? " tanya Arin cepat .


" itu soal lu bawa mobil sport mahal kekampus Sa " ucap Dita sambil menatap Sasa dengan penasaran .


" oh itu , itu mobil laki gue heheheheh " jawab Sasa sambil tertawa .


" apa laki ?? serius itu mobil cowok lu Sa ??....

__ADS_1


" wah gila , kenalin kek gue ama temen cowok lu Sa ...


" hussttt jangan berisik tu dosen dah masuk !! " ucap Sasa cepat memotong perkataan teman-temannya yang masih penasaran karena mengira mobil yang ia pakai mobil pacarnya , padahal Sasa sudah bersiap menceritakan yang sebenarnya tapi rupanya temannya salah pengertian .


Karena dosen sudah masuk akhirnya pelajaran dimulai , tak lama kemudian Mitha and the gank masuk dengan tergesa-gesa . Sasa secara tak sengaja bertatapan mata dengan Mitha yang tengah memperhatikannya sehingga membuat Mitha salah tingkah karena Sasa menangkap basah dirinya . Sasa hanya tersenyum ketika melihat Mitha salah tingkah , ia kemudian kembali fokus pada penjelasan dosen .


Tak lama kemudian jam akhir tanda perkuliahan berbunyi para mahasiswa pun berhamburan keluar dari kelas termasuk Sasa dan teman sekelasnya , hari pertama kuliah mereka belum banyak belajar jadi jam satu siang mereka sudah bisa pulang .


" guys , gue duluan ya soalnya ada urusan penting hehehe " ucap Sasa berpamitan pada teman-temannya di depan ruang kelas .


" mau kemana si , baru juga jam satu ... maen dulu ayolah " celetuk Ana sambil memegang lengan Sasa .


" iya Sa kan kita dah sebulan ga ketemu " imbuh Ditta menimpali perkataan Ana .


" serius guys gue hari ini janji penting ini hehehe , next ya kita maen bener deh janji " ucap Sasa menolak ajakan temannya .


" ya udah next time aja lah , pulangnya hati-hati Sa " sahut Arin sambil tersenyum .


Sasa mengangguk pelan lalu berjalan pergi meninggalkan teman-temannya ke area parkir , teman-teman Sasa bisa melihat dengan jelas Sasa menaiki mobil mewahnya yang sudah pergi meninggalkan area kampus . Sasa memacu mobilnya menuju kantor barunya yang akan rampung dan bisa ditempati dalam waktu dekat , Sasa sudah tak sabar bisa bekerja dikantor propertinya itu .


Mobil sport Sasa kemudian berhenti di depan sebuah komplek perkantoran yang bejajar rapi , matanya berbinar-binar ketika melihat plang nama di depan kantornya . Tulisan  PT Zakina Properti dengan warna merah terpasang rapi di dinding , Sasa sengaja memilih nama Zakina yang ia ambil dari gabungan nama dirinya dan kedua orang tuanya Kinanti dan Arjuna . Setelah puas melihat-lihat kantornya Sasa akhirnya pulang karena hari sudah mulai sore ia tak mau telat sampai dirumah .


Saat sedang mengendarai mobilnya menuju jalan pulang Sasa tak menyadari ada dua mobil berwarna hitam mengikutinya dari belakang , ketika sampai dijalanan yang cukup sepi tiba-tiba saja satu dari dua mobil itu berhenti dengan cepat di depan mobil Sasa dan membuat Sasa harus menginjak rem supaya  tak terjadi kecelakaan . Belum hilang rasa kagetnya tiba-tiba kaca mobilnya diketuk dengan kasar oleh seseorang yang memakai masker serba hitam dengan membawa pistol , ia menggedor-gedor kaca mobil sehingga membuat Sasa takut .


Prank....


Kaca disebelah Sasa berhasil dipecahkan oleh pria bermasker itu sehingga membuat Sasa menjerit belum hilang rasa kekagetan Sasa tiba-tiba sebuah sapu tangan yang sudah ada obat bius langsung membekap Sasa sehingga membuat Sasa pingsan seketika .


💮 Bersambung 💮


Jangan lupa klik Like dan komentar , kakak juga bisa mampir dan baca novel kedua saya yang berjudul


° You are mine , Viona .

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2