Faith

Faith
Suami cerminan istri


__ADS_3

Suasana di rumah Archie beberapa hari ini terlihat sangat sibuk , karena Archie telah tengah menggelar persiapan pesta pernikahan untuk Rico , Gustaf dan dokter Frans secara bersamaan .


Archie mendekorasi halaman luas di rumahnya dengan tiga pelaminan sekaligus , dilengkapi tiga buah jalan berkarpet merah yang menuju ke satu meja altar yang besar . Sasa pun terlihat bersemangat ketika mempersiapkan pesta pernikahan adik-adik sang suami , ia yang sudah berpengalaman mencoba memberikan support kepada tiga calon pengantin wanita .


Sasa masih menyimpan rahasia Carolina yang sudah tidak perawan , ia tak mau memberitahukan hal itu kepada siapapun karena menurutnya itu adalah aib bagi seorang wanita yang belum menikah .


" Ini yakin kita besok pagi akan menikah ? " tanya Gracia lirih ketika sedang mencoba gaun pengantinnya di sebuah butik milik teman Sasa .


" Hari H besok kenapa masih tanya lagi nona cantik " tanya balik Cheri sang pemilik butik yang merupakan teman lama Sasa yang dulu bekerja di salon .


" Sebenarnya aku belum siap usiaku masih dua puluh dua tahun aku masih ingin menikmati masa mudaku " jawab Gracia jujur .


" Usia anda 22 tahun sekarang ? dulu waktu Sasa menikah ia masih berusia 17 tahun loh " celetuk Cheri dengan gaya centilnya menimpali perkataan Gracia .


Mendengar perkataan Cheri membuat Selena , Gracia dan Carolina langsung menengok kearah Sasa yang sedang duduk melihat-lihat gambar gaun pengantin yang ada di katalog butik milik Cheri .


" Apa benar yang kak cheri katakan Sa ? "tanya Selena dengan penasaran .


" Tanya apa ? "tanya balik Sasa yang tak mengerti dengan perkataan Selena .


" apa benar dulu anda menikah saat usia anda masih tujuh belas tahun " ucap Gracia cepat mengulangi pertanyaan Selena.


" Oh itu... iya aku menikah dengan Archie saat usiaku 18 tahun kurang 2 bulan " jawab Sasa sambil tersenyum .


" bagaimana mungkin " pekik Selena kaget .


" Ceritanya panjang kak , jadi dulu waktu aku masih bayi kedua orang tuaku membuat usiaku satu tahun lebih tua di akta kelahiran , jadi di identitasku tertera usiaku sudah 19 tahun tapi sebenarnya aku masih berusia 18 tahun " ucap Sasa menjelaskan yang sebenarnya sambil tersenyum cantik .


" Jadi usiamu tahun ini baru....


" Baru menginjak dua puluh tahun " ucap Sasa cepat memotong perkataan Carolina sehingga membuat Carolina tak dapat menyelesaikan perkataannya .


Mendengar jawaban rasa membuat Selena dan kedua adik kembarnya bengong dan saling tatap , mereka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengarkan .Sementara itu Cheri dan Sasa hanya bisa tersenyum melihat ekspresi tiga calon pengantin itu.

__ADS_1


" Memang terdengar aneh tapi itu adalah fakta . Archie menikahiku di saat usiaku masih sangat muda jadi ya aku menikmatinya saja sekarang dan bersyukur karena sudah memiliki Arthur dalam usia semuda ini " ucap Sasa sambil tersenyum.


" Aku kira usiamu sudah seumuran kita Sa " ucap Selena lirih , ia merasa malu pada Sasa yg sudah lebih dewasa daripada dirinya itu .


" Bagaimana bisa seumuran kak he he ....sedangkan aku memanggilmu saja dengan sebutan kakak , sudah lah itu tidak usah dibahas lagi . Jadi gaun mana yang akan kalian pakai ? " tanya Sasa mengalihkan pembicaraan .


" Semuanya bagus aku sulit memilihnya " jawab Carolina dengan tersipu malu .


" Iya semua gaun ini terlihat sangat cantik , oh iya kak Cheri sejak kapan kakak punya butik gaun pengantin secantik ini ? " tanya Sasa pada Cheri teman lamanya itu.


" Aku sebenarnya suka menggambar sejak lama masa cuma karena waktu itu aku tak memiliki modal aku jadi memilih untuk bekerja di salon ketimbang membuka butik , sambil mengumpulkan uang untuk membuat usaha ini Sa " jawab Cheri sambil tersenyum .


" Oh jadi begitu , tapi kakak hebat sekarang punya bisnis seperti ini " ucap Sasa tulus memuji Cheri .


Cheri yang centil hanya bisa tersenyum saja mendengar perkataan dari Sasa yang memujinya , setelah ada di butik Cheri selama hampir dua jam akhirnya tiga calon pengantin itu sudah memutuskan gaunnya masing-masing . Sasa kemudian mengajak tiga calon pengantin itu untuk pergi ke salon yang sudah ia booking sebelumnya , untuk melakukan perawatan sebelum hari H besok pagi.


Sasa pergi ke salon dengan dikawal dua mobil yang berisi pengawal pribadi sang suami , setelah menempuh perjalan selama hampir satu jam akhirnya mobil yang dinaiki Sasa dan ketiga calon pengantin wanita pun akhirnya sampai di sebuah salon yang terbilang cukup mewah . Mereka berempat langsung menuju tempat pendaftaran di mana nama mereka sudah terdaftar dalam tamu VIP yang akan mendapatkan perawatan full body hari ini .


Sasa pun ikut melakukan perawatan karena iya merasakan sakit di sekujur badan pasca empat hari berkutat dalam persiapan pesta pernikahan Rico , Gustaf dan dokter Frans .


Para calon pengantin pria terlihat gugup dan berjalan mondar-mandir di ruang belajar Archie , sementara itu Archie hanya tersenyum dari balik meja kerjanya melihat tingkah tiga sahabat baiknya itu.


" Sampai kapan kalian akan berjalan seperti komedi putar ini ? " tanya Archie menahan tawa.


" Aku gugup bos bagaimana kalau besok tidak berjalan dengan lancar " jawab dokter Frans jujur .


" Kenapa harus gugup ?bukankah kalian sudah belajar bagaimana tata proses pernikahan nanti " ucap Archie sambil tersenyum .


" Aku takut melakukan kesalahan bos " celetuk Rico cepat , ia akhirnya berbicara setelah hampir dua jam ada diruang belajar Archie .


" Tenanglah semuanya pasti akan lancar dan tidak akan ada kesalahan percaya padaku " sahut Archie cepat .


Tiga calon pengantin pria itu lalu tersenyum bersamaan mendengar perkataan Archie .

__ADS_1


" Kalian menikah tidak mengucapkan kalimat ijab qabul seperti yang aku ucapkan dulu pada saat menikahi Sasa , jadi aku yakin semuanya aku rasa akan terasa lebih mudah bagi kalian " imbuh Archie sambil menatap foto pernikahannya dengan Sasa yang ada diatas meja .


Tiga calon pengantin itu langsung terdiam , mereka masih ingat waktu akan menikahi Sasa dua tahun lalu Archie mengalah mengikuti keyakinan yang Sasa anut . Sampai proses pernikahan mereka pun menggunakan tata cara pernikahan kepercayaan Sasa .


" Iya kami mengerti pengorbanan yang sudah kau lakukan dulu bos " ucap Rico sambil tersenyum .


" Kau bahagia kan dengan pilihanmu itu bos ?" tanya gustaf pelan .


" Tentu saja aku bahagia , aku mengikuti kepercayaan yang Sasa anut atas kemauan ku sendiri tanpa dipaksa oleh siapapun . Walaupun sampai saat ini aku belum menjadi seorang muslim yang taat setidaknya aku sudah mengerti apa yang boleh dilakukan dan yang tak boleh dilakukan dalam agama ini " jawab Archie pelan .


Tiga anak buahnya langsung terdiam mendengar perkataan Archie , mereka mengingat kembali bagaimana perubahan sikap yang sudah terjadi dalam diri Archie selama tiga tahun terakhir ini pasca Archie mengenal Sasa .


" Tenanglah aku tak akan memaksa kalian untuk mengikutiku , karena Sasa mengatakan padaku bahwa keyakinan seseorang tidak bisa dipaksakan " ucap Archie sambil tersenyum.


" Kami tau bos terima kasih " sahut Rico , Gustaf dan dokter Frans bersamaan .


" Aku harap setelah kalian menikah kalian akan mendapatkan kebahagiaan , seperti yang aku rasakan setelah menikah dengan Sasa . Dan semoga kalian segera diberikan bayi-bayi yang lucu , supaya kalian tahu bagaimana rasanya mengurus bayi ha ha ha " ucap Archie sambil tertawa .


Melihat Archie tertawa membuat tiga orang anak buahnya pun ikut tertawa , mereka berempat lalu berpelukan dengan erat . Archie terlihat menghapus air mata yang tertahan di kedua matanya ia merasa bahagia karena akhirnya salah satu mimpinya bisa terkabul .


" Akhirnya Tuhan mengabulkan semua doa doaku , melihat kalian menikah adalah hal yang paling ingin aku lihat setelah aku menikah dan mempunyai anak " ucap Archie dengan suara yang hampir tak terdengar .


" Kami beruntung bisa mengenalmu bos , entah dengan apa kami membayar atas semua kebaikanmu selama ini kepada kami " jawab Rico dengan mata berkaca-kaca .


" Bayarlah dengan kehidupan bahagia kalian , karena itu sudah membuatku merasa senang " jawab Archie dengan tersenyum .


Mendengar perkataan Archie membuat Rico , Gustaf dan dokter Frans kembali memeluk Archie dengan erat , dalam hati mereka mendoakan Archie agar selalu bahagia selamanya .


Dari balik pintu Sasa menyeka air matanya yang sudah jatuh di wajah cantiknya , ia tersenyum melihat persahabatan empat pria itu .


" Aku beruntung memilikimu mas " ucap Sasa dalam hati .


🌼 Bersambung 🌼

__ADS_1


Thor kasih bocoran dikit setelah ini drama Kumbara akan kembali menguji kesetiaan Sasa pada sang suami .


Untuk itu jangan lupa terus ikuti Faith ya kakak-kakak 🌹🌹🌹. Terima kasih .


__ADS_2