
Suasana di rumah Archie beberapa hari ini terlihat sangat sibuk , karena Archie telah tengah menggelar persiapan pesta pernikahan untuk Rico , Gustaf dan dokter Frans secara bersamaan .
Archie mendekorasi halaman luas di rumahnya dengan tiga pelaminan sekaligus , dilengkapi tiga buah jalan berkarpet merah yang menuju ke satu meja altar yang besar . Sasa pun terlihat bersemangat ketika mempersiapkan pesta pernikahan adik-adik sang suami , ia yang sudah berpengalaman mencoba memberikan support kepada tiga calon pengantin wanita .
Sasa masih menyimpan rahasia Carolina yang sudah tidak perawan , ia tak mau memberitahukan hal itu kepada siapapun karena menurutnya itu adalah aib bagi seorang wanita yang belum menikah .
" Ini yakin kita besok pagi akan menikah ? " tanya Gracia lirih ketika sedang mencoba gaun pengantinnya di sebuah butik milik teman Sasa .
" Hari H besok kenapa masih tanya lagi nona cantik " tanya balik Cheri sang pemilik butik yang merupakan teman lama Sasa yang dulu bekerja di salon .
" Sebenarnya aku belum siap usiaku masih dua puluh dua tahun aku masih ingin menikmati masa mudaku " jawab Gracia jujur .
" Usia anda 22 tahun sekarang ? dulu waktu Sasa menikah ia masih berusia 17 tahun loh " celetuk Cheri dengan gaya centilnya menimpali perkataan Gracia .
Mendengar perkataan Cheri membuat Selena , Gracia dan Carolina langsung menengok kearah Sasa yang sedang duduk melihat-lihat gambar gaun pengantin yang ada di katalog butik milik Cheri .
" Apa benar yang kak cheri katakan Sa ? "tanya Selena dengan penasaran .
" Tanya apa ? "tanya balik Sasa yang tak mengerti dengan perkataan Selena .
" apa benar dulu anda menikah saat usia anda masih tujuh belas tahun " ucap Gracia cepat mengulangi pertanyaan Selena.
" Oh itu... iya aku menikah dengan Archie saat usiaku 18 tahun kurang 2 bulan " jawab Sasa sambil tersenyum .
" bagaimana mungkin " pekik Selena kaget .
" Ceritanya panjang kak , jadi dulu waktu aku masih bayi kedua orang tuaku membuat usiaku satu tahun lebih tua di akta kelahiran , jadi di identitasku tertera usiaku sudah 19 tahun tapi sebenarnya aku masih berusia 18 tahun " ucap Sasa menjelaskan yang sebenarnya sambil tersenyum cantik .
" Jadi usiamu tahun ini baru....
" Baru menginjak dua puluh tahun " ucap Sasa cepat memotong perkataan Carolina sehingga membuat Carolina tak dapat menyelesaikan perkataannya .
Mendengar jawaban rasa membuat Selena dan kedua adik kembarnya bengong dan saling tatap , mereka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengarkan .Sementara itu Cheri dan Sasa hanya bisa tersenyum melihat ekspresi tiga calon pengantin itu.
__ADS_1
" Memang terdengar aneh tapi itu adalah fakta . Archie menikahiku di saat usiaku masih sangat muda jadi ya aku menikmatinya saja sekarang dan bersyukur karena sudah memiliki Arthur dalam usia semuda ini " ucap Sasa sambil tersenyum.
" Aku kira usiamu sudah seumuran kita Sa " ucap Selena lirih , ia merasa malu pada Sasa yg sudah lebih dewasa daripada dirinya itu .
" Bagaimana bisa seumuran kak he he ....sedangkan aku memanggilmu saja dengan sebutan kakak , sudah lah itu tidak usah dibahas lagi . Jadi gaun mana yang akan kalian pakai ? " tanya Sasa mengalihkan pembicaraan .
" Semuanya bagus aku sulit memilihnya " jawab Carolina dengan tersipu malu .
" Iya semua gaun ini terlihat sangat cantik , oh iya kak Cheri sejak kapan kakak punya butik gaun pengantin secantik ini ? " tanya Sasa pada Cheri teman lamanya itu.
" Aku sebenarnya suka menggambar sejak lama masa cuma karena waktu itu aku tak memiliki modal aku jadi memilih untuk bekerja di salon ketimbang membuka butik , sambil mengumpulkan uang untuk membuat usaha ini Sa " jawab Cheri sambil tersenyum .
" Oh jadi begitu , tapi kakak hebat sekarang punya bisnis seperti ini " ucap Sasa tulus memuji Cheri .
Cheri yang centil hanya bisa tersenyum saja mendengar perkataan dari Sasa yang memujinya , setelah ada di butik Cheri selama hampir dua jam akhirnya tiga calon pengantin itu sudah memutuskan gaunnya masing-masing . Sasa kemudian mengajak tiga calon pengantin itu untuk pergi ke salon yang sudah ia booking sebelumnya , untuk melakukan perawatan sebelum hari H besok pagi.
Sasa pergi ke salon dengan dikawal dua mobil yang berisi pengawal pribadi sang suami , setelah menempuh perjalan selama hampir satu jam akhirnya mobil yang dinaiki Sasa dan ketiga calon pengantin wanita pun akhirnya sampai di sebuah salon yang terbilang cukup mewah . Mereka berempat langsung menuju tempat pendaftaran di mana nama mereka sudah terdaftar dalam tamu VIP yang akan mendapatkan perawatan full body hari ini .
Sasa pun ikut melakukan perawatan karena iya merasakan sakit di sekujur badan pasca empat hari berkutat dalam persiapan pesta pernikahan Rico , Gustaf dan dokter Frans .
Para calon pengantin pria terlihat gugup dan berjalan mondar-mandir di ruang belajar Archie , sementara itu Archie hanya tersenyum dari balik meja kerjanya melihat tingkah tiga sahabat baiknya itu.
" Sampai kapan kalian akan berjalan seperti komedi putar ini ? " tanya Archie menahan tawa.
" Aku gugup bos bagaimana kalau besok tidak berjalan dengan lancar " jawab dokter Frans jujur .
" Kenapa harus gugup ?bukankah kalian sudah belajar bagaimana tata proses pernikahan nanti " ucap Archie sambil tersenyum .
" Aku takut melakukan kesalahan bos " celetuk Rico cepat , ia akhirnya berbicara setelah hampir dua jam ada diruang belajar Archie .
" Tenanglah semuanya pasti akan lancar dan tidak akan ada kesalahan percaya padaku " sahut Archie cepat .
Tiga calon pengantin pria itu lalu tersenyum bersamaan mendengar perkataan Archie .
__ADS_1
" Kalian menikah tidak mengucapkan kalimat ijab qabul seperti yang aku ucapkan dulu pada saat menikahi Sasa , jadi aku yakin semuanya aku rasa akan terasa lebih mudah bagi kalian " imbuh Archie sambil menatap foto pernikahannya dengan Sasa yang ada diatas meja .
Tiga calon pengantin itu langsung terdiam , mereka masih ingat waktu akan menikahi Sasa dua tahun lalu Archie mengalah mengikuti keyakinan yang Sasa anut . Sampai proses pernikahan mereka pun menggunakan tata cara pernikahan kepercayaan Sasa .
" Iya kami mengerti pengorbanan yang sudah kau lakukan dulu bos " ucap Rico sambil tersenyum .
" Kau bahagia kan dengan pilihanmu itu bos ?" tanya gustaf pelan .
" Tentu saja aku bahagia , aku mengikuti kepercayaan yang Sasa anut atas kemauan ku sendiri tanpa dipaksa oleh siapapun . Walaupun sampai saat ini aku belum menjadi seorang muslim yang taat setidaknya aku sudah mengerti apa yang boleh dilakukan dan yang tak boleh dilakukan dalam agama ini " jawab Archie pelan .
Tiga anak buahnya langsung terdiam mendengar perkataan Archie , mereka mengingat kembali bagaimana perubahan sikap yang sudah terjadi dalam diri Archie selama tiga tahun terakhir ini pasca Archie mengenal Sasa .
" Tenanglah aku tak akan memaksa kalian untuk mengikutiku , karena Sasa mengatakan padaku bahwa keyakinan seseorang tidak bisa dipaksakan " ucap Archie sambil tersenyum.
" Kami tau bos terima kasih " sahut Rico , Gustaf dan dokter Frans bersamaan .
" Aku harap setelah kalian menikah kalian akan mendapatkan kebahagiaan , seperti yang aku rasakan setelah menikah dengan Sasa . Dan semoga kalian segera diberikan bayi-bayi yang lucu , supaya kalian tahu bagaimana rasanya mengurus bayi ha ha ha " ucap Archie sambil tertawa .
Melihat Archie tertawa membuat tiga orang anak buahnya pun ikut tertawa , mereka berempat lalu berpelukan dengan erat . Archie terlihat menghapus air mata yang tertahan di kedua matanya ia merasa bahagia karena akhirnya salah satu mimpinya bisa terkabul .
" Akhirnya Tuhan mengabulkan semua doa doaku , melihat kalian menikah adalah hal yang paling ingin aku lihat setelah aku menikah dan mempunyai anak " ucap Archie dengan suara yang hampir tak terdengar .
" Kami beruntung bisa mengenalmu bos , entah dengan apa kami membayar atas semua kebaikanmu selama ini kepada kami " jawab Rico dengan mata berkaca-kaca .
" Bayarlah dengan kehidupan bahagia kalian , karena itu sudah membuatku merasa senang " jawab Archie dengan tersenyum .
Mendengar perkataan Archie membuat Rico , Gustaf dan dokter Frans kembali memeluk Archie dengan erat , dalam hati mereka mendoakan Archie agar selalu bahagia selamanya .
Dari balik pintu Sasa menyeka air matanya yang sudah jatuh di wajah cantiknya , ia tersenyum melihat persahabatan empat pria itu .
" Aku beruntung memilikimu mas " ucap Sasa dalam hati .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Thor kasih bocoran dikit setelah ini drama Kumbara akan kembali menguji kesetiaan Sasa pada sang suami .
Untuk itu jangan lupa terus ikuti Faith ya kakak-kakak 🌹🌹🌹. Terima kasih .