
Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba , tiga calon pengantin wanita sudah memakai gaun pengantin mereka masing-masing . Archie hanya mengundang beberapa orang kantor saja sebagai saksi pernikahan tiga orang terbaiknya itu .
Acara pernikahan pun dimulai , suasana haru mulai terasa ketika tiga pasang pengantin mengucapkan janji suci pernikahan yang diakhiri dengan suara riuh dan tepuk tangan dari para tamu yang datang ketika tiga pengantin itu saling berciuman .
" are you happy now ? " tanya Sasa pelan pada Archie yang sedang menyeka air matanya .
" yes i'm happy for them " jawab Archie lirih sambil mengambil alih baby Arthur dari gendongan sang istri .
" Akhirnya salah satu keinginan terbesarku terkabulkan hari ini sayang " imbuh Archie pelan .
" Mereka sangat beruntung bisa mendapatkan kakak sepertimu mas " sahut Sasa pelan .
" Hidupku makin membaik setelah aku membawa mereka dari jalanan waktu itu , aku merasa dititipkan berkah yang luar biasa setelah menolong anak-anak itu " ucap Archie sambil tersenyum .
Sasa tersenyum mendengar perkataan sang suami , ia mencoba untuk tak menangis dalam pernikahan tiga orang kepercayaan sang suami itu .
" Apa mas tau ibu dulu sering mengucapkan pribahasa yang sama sekali tak Sasa tau artinya , sampai akhirnya Sasa mencari tau sendiri apa makna pribahasa yang disebutkan oleh ibu sewaktu masih hidup dulu " ucap Sasa sambil tersenyum .
" maksudnya ? " tanya Archie bingung .
" Ngundung Wohing Pakarti itu pribahasa yang sering ibu katakan dulu " jawab Sasa sambil tersenyum karena mengingat memorinya bersama sang ibu ketika masih remaja dulu .
" Ngun ngun what is that !!! " tanya Archie tak mengerti , ia baru pertama mendengar istilah seperti itu seumur hidupnya .
" Susah ya diucapkan he he he " ucap Sasa sambil tertawa melihat ekspresi kebingungan sang suami .
" Ngundung wohing Pakarti artinya siapa yang menabur maka dia akan menuai , itu adalah pribahasa Jawa mas " imbuh Sasa pelan mencoba menjelaskan pada sang suami .
Mendengar perkataan Sasa membuat Archie terdiam , ia mencoba untuk mencerna perkataan sang istri dengan perlahan .
" Karena dulu mas membantu mereka , menolong mereka dari pinggir jalan maka sekarang Tuhan memberikan mas balasan yang luar biasa banyak ini " ucap Sasa sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca .
" Mas tak pernah memikirkan apa yang akan tuhan berikan pada mas sayang , waktu itu mas hanya tak tega melihat anak-anak itu hidup terlunta-lunta di jalanan yang keras di Canada . Melihat mereka mas merasa melihat diri mas sendiri , mas seperti sedang melihat kaca waktu itu . Karena itu mas mengajak mereka untuk tinggal bersama , mas beri mereka pengetahuan tentang komputer sedikit demi sedikit untuk bekal melanjutkan hidup . Makanya mas bersyukur waktu itu kabur dari rumah , mungkin ini juga cara yang ditunjukan tuhan untuk menolong mereka " sahut Archie pelan .
" Mas dibimbing oleh-NYA untuk menolong mereka " celetuk Sasa menimpali ucapan sang suami .
Archie tersenyum mendengar perkataan sang istri , mereka lalu berjalan mendekat ke arah meja altar karena diminta untuk foto bersama para pengantin oleh sang fotografer .
Archie dan Sasa duduk di sebuah kursi bersama baby Arthur dipangkuan Sasa , sementara itu ketiga pengantin berfoto dan berbaris rapi mengelilingi sepasang suami istri itu . Archie dan Sasa nampak seperti orang tua yang tengah merayakan pernikahan anak-anaknya dalam foto itu .
Sesi foto akhirnya selesai , acara pun dilanjutkan dengan resepsi yang bertabur makanan mewah walaupun tamu yang hadir hanya puluhan orang saja . Itupun hanya beberapa pertinggi dari perusaan Durran Internasional saja bersama para manager yang mengenal Rico dan Gustaf , sedangkan dokter Frans hanya mengundang direktur rumah sakit dan beberapa dokter untuk datang .
" Kalian sangat cantik " ucap Sasa jujur ketika melihat Selena dan dua adik kembarnya berganti gaun yang lebih sederhana untuk resepsi .
" Terima kasih nyonya " jawab Selena dan kedua adiknya kompak .
" Nyonya ?? sejak kapan kalian memanggilku nyonya !! panggil nama saja kak " ucap Sasa dengan sedikit protes karena tak suka mendapat sebutan seperti itu dari Selena , Gracia dan Carolina .
" Karena aku sudah menikah dengan Rico maka aku mengikuti panggilan Rico padamu nyonya " jawab Selena sambil tersenyum .
__ADS_1
" Hal yang sama juga berlaku padaku dan Gracia " ucap Carolina menimpali perkataan Selena .
" Akh kalian ini , aku masih muda dan aku tak suka sebutan itu " bisik Sasa pelan pada tiga pengantin wanita yang ada dihadapannya itu .
Tiga pengantin wanita itu langsung tertawa mendengar perkataan Sasa , mereka benar-benar tak menyangka kalau Sasa punya sisi kekanakan seperti ini . Tak lama kemudian acara dansa pun dimulai karena hari sudah mulai gelap halaman ruang Archie terlihat seperti langit berbintang , hiasan lampu gantung memberikan kesan yang romantis dan hangat .
Archie mengajak Sasa untuk ikut berdansa bersama para pengantin saat baby Arthur digendong oleh Cheri yang sejak tadi terpesona akan ketampanan Archie . Sejak Sasa dulu mengaku kalau sudah menikah ia sangat penasaran dengan sosok Archie , hari ini ketika ia bertemu langsung dengan Archie mendadak Cheri tak bisa berkata-kata karena terlalu takjup melihat sosok pria yang ada dihadapannya itu .
Sasa berdansa sambil menyembunyikan wajahnya di dada Archie karena malu , ia tak bisa berdansa sama sekali . Bahkan ia saat ini sudah melepas sepatunya dan meletakkan kedua kakinya diatas sepatu sang suami supaya bisa mengikuti gerakan dansa .
" Ini kenapa orang-orang melihat ke arah kita si mas !! kan pengantinnya mereka " ucap Sasa lirih sambil menunjuk ke arah tiga pengantin yang sedang berdansa .
" Itu karena istriku jauh lebih cantik dari pengantin wanita " jawab Archie menggoda Sasa .
" Akh menyebalkan " sengit Sasa jengkel .
Mendengar Sasa merajuk membuat Archie tertawa , ia juga menyadari kalau sejak tadi dirinya dan Sasa menjadi pusat perhatian tamu undangan .
" Bos boleh aku berdansa dengan nyonya " ucap Rico tiba-tiba mengagetkan Sasa yang sedang melamun di dada Archie .
" Ehhh wait ini kenapa jadi mau dansa denganku , pengantinmu disana Rico " jawab Sasa panik sambil menunjuk ke Selana yang sedang berdiri anggun bersama dua adik kembarnya .
" Tak apa sayang , ini salah satu tradisi kami di Canada " ucap Archie pelan .
" Tradisi apa ?? bertukar pasangan begitu !! no aku tak mau " jawab Sasa cepat sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Archie .
Melihat ekspresi Sasa yang panik membuat semua orang yang ada di lantai dansa tertawa termasuk MC acara . Archie kemudian menjelaskan bahwa niat Rico untuk mengajaknya berdansa karena ia ingin memberikan ucapan terima kasih sekaligus penghormatan karena menganggap Sasa adalah pengganti orang tuanya , bahkan bukan hanya Rico yang ingin berdansa dengan Sasa tapi juga Gustaf dan dokter Frans .
" Terima kasih atas semuanya nyonya " ucap Rico pelan saat berdansa dengan Sasa .
" Terima kasih apa ? aku tak melakukan apapun " jawab Sasa singkat .
" Saya tau ide pernikahan ini anda yang mencetuskan dan saya juga tau kenapa anda melakukan pernikahan kami berbarengan seperti ini " sahut Rico cepat .
" Maksudnya apa Rico aku tak mengerti " cicit Sasa bingung .
" Saya tau kalau si brengsek Frans sudah mengambil keperawanan Carolina , oleh karena itu anda meminta kami menikah secara bersamaan supaya Gustaf tak mengikuti jejak ku dan Frans . Perkataan ku benar kan nyonya " tanya Rico sambil tersenyum .
Deg
Sasa melepaskan tangannya dari tangan Rico secara mendadak karena kaget mendengar perkataan Rico.
" Siapa yang bilang padamu !! " tanya Sasa panik .
" Tenang nyonya istriku tak tau apa yang sudah dilakukan Frans pada Carolina " jawab Rico cepat menenangkan Sasa yang panik
" Siapa yang memberitahu padamu " tanya Sasa sekali lagi .
" Bos yang memberitahu nyonya " jawab Rico cepat sambil melirik ke arah Archie yang sedang berbincang dengan tiga pengantin wanita .
__ADS_1
Sasa terdiam , ia bingung bagaimana Archie tau tujuan awalnya menikahkan secara bersamaan Rico , Gustaf dan dokter Frans .
Tak lama kemudian giliran dokter Frans untuk berdansa dengan Sasa , ia mengucapkan permintaan maaf dan ucapan terima kasih pada Sasa yang membuat Sasa tak nyaman dan merasa tak enak .
" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih nyonya " ucap dokter Frans pelan saat melepaskan tangannya dari tangan Sasa .
" Aku harap kau bisa membahagiakan istrimu dok " sahut Sasa pelan .
" Ok sekarang giliran ku" ucap Gustaf sumringah sambil mengulurkan tangannya ke arah Sasa .
Sasa tertawa melihat tingkah Gustaf di pria kutu laptop yang pendiam dan dingin itu , Sasa pun berdansa dengan Gustaf . Karena Gustaf membuat lelucon yang lucu akhirnya Sasa tertawa terbahak-bahak sampai membuat Archie penasaran dan berjalan mendekati mereka .
" Ok ok ini istriku sekarang kau kembali pada pengantinmu sana Gustaf " ucap Archie posesif sambil merangkulkan tangannya ke pinggang Sasa .
" Maaf bos , permisi nyonya " sahut Gustaf cepat , ia lalu berjalan mendekati Gracia dengan langkah tegap .
Archie akhirnya bisa berdansa dengan istrinya kembali , ia mengeratkan pelukannya pada Sasa .
" I love U Farasya " bisik Archie pelan .
" Sudah lama sekali aku tak mendengar mas memanggilku dengan nama lengkapku itu " jawab Sasa sambil tersenyum .
" Rasanya baru seperti kemarin aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu sayang " ucap Archie pelan mengingat kenangan indahnya bersama Sasa .
" Waktu berjalan cepat ya mas " sahut Sasa pelan .
" Karenanya aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama denganmu sayang " ucap Archie jujur .
Sasa tersenyum mendengar perkataan Archie , mereka pun berdansa sampai malam dan akhirnya pesta pun berakhir . Satu persatu tamu undangan pulang , tiga mobil mewah berjajar di halaman rumah Archie . Mobil mewah itu akan mengantar tiga pengantin menuju hotel pilihan masing-masing untuk menikmati malam pertama sebagai pengantin baru .
" Hati-hati ya " ucap Archie pada ketiga supirnya .
" Baik tuan " jawab ketiga supir kompak .
Tak lama kemudian mobil mereka pun pergi memecah kesunyian malam menuju hotel meninggal Archie dan Sasa di rumah .
" Akhirnya selesai , ya sudah ayo masuk hari sudah semakin dingin sayang " ucap Archie pelan mengajak Sasa masuk kedalam rumah .
" Iya mas " jawab Sasa cepat sambil menahan sakit perut, ia merasakan kram pada perutnya yang sudah terasa beberapa terakhir ini .
Archie menggandeng Sasa masuk ke dalam rumah namun tiba-tiba Sasa terjatuh yang sontak membuat Archie panik.
" Sayang kenapa ??? " tanya Archie kaget ketika melihat Sasa terjatuh dilantai .
" Perutku sakit mas " jawab Sasa lirih , wajahnya sudah pucat dengan butiran keringat yang membasahi wajahnya .
" Perutmu sakit " ucap Archie mengulang perkataan Sasa , Archie mengalihkan pandangannya ke arah bagian bawah tubuh Sasa kedua matanya langsung membelalak ketika melihat ada warna merah menembus gaun putih yang Sasa pakai .
" Tuan ... nyonya pendarahan !!! " pekik bik Rani tiba-tiba
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼