Faith

Faith
I want to be born your husband again


__ADS_3

Mendengar permintaan Archie membuat Sasa naik darah , ia tak pernah menyangka kalau suaminya masih menginginkan sebelas anak darinya .


" Mas pikir Sasa itu induk kucing yang bisa melahirkan anak sebanyak itu ya ? " tanya Sasa dengan tatapan mata penuh kemarahan ke arah Archie.


" Lho salahnya di mana ? mas kan cuma pengen punya anak yang lebih dari satu sayang " jawab Archi tanpa rasa bersalah .


" Lebih dari satu itu dua atau tiga bukan sebelas , itu namanya penyiksaan terhadap istri mas !!! mas pikir hamil dan melahirkan itu adalah sesuatu yang mudah apa " ucap Sasa dengan nada meninggi .


Mendengar perkataan Sasa membuat Archie terdiam , ia tiba-tiba teringat saat Sasa harus melahirkan Arthur dalam usia tujuh bulan . Mata Archie tiba-tiba berkaca-kaca mengingat peristiwa mengerikan itu .


" Maafkan atas keegoisan mas sayang mas lupa kalau mau hampir kehilanganmu waktu melahirkan Arthur " ucap Archie dengan terbata-bata.


Deg


Kemarahan Sasa langsung menghilang ketika melihat wajah Archie yang memerah dan hampir menangis .


" Mas Archie kenapa ? " tanya Sasa pelan sambil meraba wajah sang suami yang berubah tiga ratus enam puluh derajat secara tiba-tiba.


" Mas mengingat waktu kau melahirkan Arthur di Canada , mengingat itu membuat mas merasa sakit kembali .Saat itu mas hampir gila karena melihatmu terbaring di ranjang operasi , andai saja waktu itu mas bisa menjagamu dengan baik mungkin kau tak akan mengalami hal seburuk itu sayang " jawab Archie terbata-bata .


Mendengar perkataan Archie membuat Sasa tersenyum , ia lalu memeluk sang suami dengan erat sambil sesekali mencium pipi Archie dengan lembut .


" Semua itu terjadi karena sudah menjadi bagian dari rencanaNYA jadi kita tak usah menyesalinya karena itu sudah tergaris dalam hidup kita mas " ucap Sasa pelan sambil memegang wajah Archie dengan lembut .


" Mas tau sayang , tapi jika mengingat kata-kata si brengsek Frans yang memintaku memilihmu dan Arthur aku kembali gila " sahut Archie cepat .


" Ya sudah gak usah diingat-ingat lagi , lagipula sekarang Arthur kan sudah besar mas " bisik Sasa pelan sambil memeluk Archie kembali .

__ADS_1


" Kalau begitu mas tak mau punya anak lagi , cukup Arthur saja sudah " ucap Archie dengan terbata-bata .


Sasa langsung melepaskan pelukannya pada tubuh sang suami , ia langsung menatap tajam ke mata Archie dengan tatapan yang dalam .


" Mas serius dengan apa yang baru saja mas katakan ? " tanya Sasa pelan .


" Iya !!! mas tak bisa melihatmu kembali ada di meja operasi seperti tahun lalu " jawab Archie singkat .


Mendengar perkataan Archie yang terlihat sangat serius itu membuat Sasa tersenyum , ia lalu mengajak Archie masuk kekamar karena hari sudah malam . Besok pagi mereka harus menemani Swari dan Gusti bertemu dengan dokter Bryan Lie untuk konsultasi dan Sasa tak mau bangun kesiangan lagi seperti pagi ini .


Waktu menunjukkan pukul dua belas malam saat Sasa terbangun karena haus , perlahan ia memindahkan tangan Archie yang sedang melingkar di perutnya dengan perlahan . Sasa meraih gelas yang ada disebelah tepat tidurnya , dengan cepat Sasa menghabiskan satu gelas air putih itu dalam sekali teguk kan . Karena belum mengantuk lagi Sasa akhirnya memilih membaca buku di sofa bed , saat sedang mengambil satu majalah yang ada di tumpukkan ia tak sengaja menyenggol amplop coklat besar yang ada di paling atas tumpukan majalah itu . Perlahan Sasa membuka amplop yang ternyata berisi paspor dan visa miliknya serta milik Archie dan baby Arthur yang sudah siap digunakan , ternyata Archie serius dengan ucapannya tadi sore dengan Sasa .


Melihat paspor dan visa yang sudah siap tiba-tiba mata Sasa berkaca-kaca , ia benar-benar belum siap meninggalkan Jakarta . Walau bagaimanapun Indonesia adalah tanah airnya , tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan .


" Apakah ini adalah saatnya aku benar-benar meninggalkan Jakarta dan mengikutimu mas " ucap Sasa pelan sambil menatap ke arah Archie yang sudah tertidur pulas diranjang .


Sasa menatap langit Jakarta dari kaca yang ada dikamarnya dengan berbaring di sofa bed sambil memeluk boneka teddy bear super besar miliknya yang dibelikan secara khusus oleh Archie di Jepang . Karena terlalu lelah Sasa akhirnya kembali tertidur di sofa bed tanpa berpindah ke ranjang besarnya dimana Archie berada .


" Masss wake up ....


" Jangan bangun ini hukuman untukmu karena pindah tempat tidur tanpa sepengetahuanku " ucap Archie cepat memotong perkataan Sasa .


" Sasa ketiduran setelah membaca majalah semalam mas " jawab Sasa pelan sambil meraba wajah Archie yang mempunyai berewok tipis itu .


" Aku tak menerima alasan apapun , yang jelas kau sudah meninggalkan aku diranjang sendirian tadi malam " sahut Archie ketus sambil mengeratkan pelukannya di perut Sasa .


" Akhhh sakit jangan begitu " pekik Sasa berontak ketika merasakan pelukan Archie terasa makin kencang diperutnya .

__ADS_1


Tanpa Sasa duga Archie langsung berbalik badan dan kini dalam posisi ada diatas tubuh Sasa , wajahnya sangat dekat dengan wajah Sasa yang ada dibawahnya . Nafasnya pun terdengar lebih berat karena birahinya sudah naik .


" Kau harus membayarnya sekarang juga " bisik Archie pelan ketelinga Sasa .


" Sudah siang mas awwww.....


Sasa tak mampu menyelesaikan perkataannya karena Archie sudah mendaratkan ciumannya ke leher Sasa dan membuat Sasa memekik kesakitan karena kecupan Archie yang sangat keras hingga membuat tanda merah keunguan di leher jenjang Sasa yang putih .


" I want you right now " bisik Archie dengan nafas yang terdengar lebih berat .


" Sudah siang mas aakhh ...jangan mas ....


Suara Sasa tak terdengar lagi karena Archie sudah melahap bibir Sasa dengan cepat sehingga sehingga membuat Sasa tak bisa berbicara lagi , tangan Archie pun sudah bergerilya ke balik baju tidur yang dipakai Sasa . Sasa menggeliat ketika merasakan dua gundukan bukit indahnya di cengkram dengan kuat oleh Archie sehingga membuatnya menggeliat-liat karena merasa geli akibat gerakan sensual suaminya itu .


Archie tersenyum tipis ketika melihat wajah Sasa yang sudah memerah karena berhasil terpancing olehnya , dengan cepat Archie melepaskan celana tidur panjang yang dipakai Sasa . Kulit putih Sasa membuat darah lelaki Archie berdesir , perlahan Archie mengarahkan wajahnya ke pangkal paha Sasa dan melakukan kegiatan favoritnya dibagian sensitif Sasa itu tak lama kemudian terdengar suara desahan Sasa karena aktivitas Archie .


" Stop mas ... no !!! " ucap Sasa terbata-bata sambil menjambak rambut Archie berusaha menjauhkan dari tubuh bawahnya itu .


" Kenapa ? " tanya Archie dengan senyum penuh kemenangan .


" Do it now !!! " jawab Sasa dengan wajah memerah .


Archie menyeringai pelan mendengar permintaan Sasa , dengan cepat Archie menyatukan dirinya dengan Sasa . Tak lama kemudian terdengar suara-suara surga dari keduanya , Archie berulang kali membisikkan kata cinta ketelinga Sasa . Sasa yang mengimbangi permainan Archie hanya bisa mengeluarkan suara lirih yang hampir tak terdengar merespon perkataan Archie .


Tak lama kemudian terdengar suara erangan panjang dari Archie ketika sudah berhasil mencapai puncaknya mengalahkan suara Sasa yang terdengar lebih lirih . Archie lalu merebahkan tubuhnya disamping tubuh Sasa yang masih tak tertutup apapun , ia memeluk perut rata Sasa dan tersenyum tipis melihat bekas ciumannya di sekitar dada Sasa yang membiru .


" I love you Sasa , I want to be reborn as your husband again " bisik Archie ketelinga Sasa .

__ADS_1


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang berjudul : bodyguard cantik . Terima kasih 🌹


__ADS_2