Faith

Faith
Kembalinya Gusti


__ADS_3

Karena hari sudah mulai siang dan banyak mahasiswa yang sudah datang akhirnya memaksa Sasa untuk menghentikan tangisannya , ia berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya .


Sasa menambahkan sedikit BB cream untuk menyamarkan wajahnya yang pucat , ia juga menambahkan sedikit lip tint untuk menyempurnakan tampilannya .


" heh kayanya tadi gue liat si ayam kampus yang lagi hamil itu deh "


" iya temen gue juga bilang gitu , dia lagi nangis ditaman kayanya ditinggal Ama gadunnya itu haha "


" padahal dia cantik banget tau kenapa ya harus jual diri sayang banget "


" yah namanya butuh duit guys pasti lah segala cara dipake "


Sasa mendengar dengan jelas beberapa mahasiswi sedang membicarakan dirinya di depan wastafel , rupanya gosip tentang dirinya benar-benar sudah menyebar di seluruh penjuru kampus .


Setelah orang-orang itu pergi Sasa keluar dari dalam toilet dan berjalan menuju ruang kelasnya , dibelakangnya terdengar bisik-bisik dari mahasiswa yang ia temui .


Sasa mencoba menutup telinganya dari perkataan kasar itu , dia hanya fokus berjalan untuk masuk ke ruang kelasnya . Belum pernah selama hidupnya ia mendapatkan penghinaan sepeti ini , waktu kedua orang tuanya masih hidup mereka mendidik Sasa dengan sangat baik dengan tak pernah berkata kasar atau mengumpat orang lain .


" aku harus bagaimana ibu , bolehkah aku membalas mereka " ucap Sasa dalam hati .


duk


" awww "


Sasa menabrak suatu benda dihadapannya , dia hampir terjatuh untung saja tangannya sempat meraih daun pintu .


" jalan tu ngeliat kebawah bukan jelalatan " hardik Shireen dengan kencang .


Sasa mengangkat wajahnya untuk mencari tau apa yang sedang terjadi , rupanya benda yang tadi ditabraknya adalah kaki Clarissa yang sengaja ia keluarkan untuk membuat Sasa jatuh .


" kapan kalian akan berhenti menggangguku" tanya Sasa lirih .


" heh jangan kepedean dah , siapa juga yang gangguin elooo hello udah keren banget gitu hidup lo " jawab Ayu ketus .


" maksudnya apa kakimu begini clarie ? kau mau mencelakai orang ? " sengit Sasa mencoba menekan Clarissa dan teman-temannya .


" ha ha ada bukti apa gue mau nyelakain orang ? ga usah fitnah !! " pekik Clarissa emosi .


" penting banget gue urusan ma ayam kampus murahan kaya elo , najiss !!! " imbuh Clarissa sinis .


" ya mending lo urusin tu perut lo yang makin gede !! kasian ya lahir ga punya bapak hahah " ucap Shireen kasar .


" reen bukan ga punya bapak tapi dia bingung cari bapaknya yang mana saking banyaknya hahah " imbuh Ayu kemudian disambut gelak tawa teman-teman nya yang lain .


Sasa sekuat tenaga menahan air matanya , ia tak ingin terlihat lemah dihadapan orang-orang ini .


" udahlah ayo masuk kedalam kelas , alergi gue deket perempuan murahan kaya gini " hardik Clarissa menghina Sasa .


" ayok ayokk " ucap Ayu dan Shireen berbarengan .

__ADS_1


Sasa menarik nafas lega akhirnya para pengganggunya pergi .


" maaf nak , ibu hampir saja mencelakaimu " ucap Sasa lirih sambil meraba perutnya .


Sasa bersyukur dia tadi tidak jatuh karena bila itu terjadi anaknya pasti dalam bahaya , ia mengingat pesan dari dokter Mega untuk berhati-hati karena memang kondisi rahimnya yang lemah jadi kehamilan ini terlalu beresiko jadi dia harus ekstra hati-hati .


" sehat-sehat sayang sampai kita bertemu nanti tujuh bulan lagi " ucap Sasa dalam hati .


Sasa melanjutkan langkahnya untuk menuju kelas , tanpa Sasa ketahui Rizki mendengar ucapan Sasa waktu berbicara dengan bayi diperutnya .


" gue ga ngerti Sa kenapa lo jadi gini " ucap Rizki lirih dari balik tembok , hatinya sakit saat mengetahui bahwa gosip yang mengatakan Sasa tengah hamil itu ternyata benar .


" kalau lo butuh uang gue bisa bantu Sa tanpa lo harus melakukan ini " imbuh Rizki kesal .


Gosip yang tersebar dikampus sudah terdengar hampir oleh seluruh mahasiswa banyak dari mereka yang sudah mengetahui si ayam kampus itu adalah Sasa mahasiswa semester lima yang terkenal karena kecantikannya , para senior pria bahkan terang-terangan mengatakan ingin membayar Sasa klo ia mau melayaninya . Sasa dipermalukan hampir ditiap sudut kampus ia berada , kalau bukan memikirkan anaknya Sasa pasti sudah memberi mereka pelajaran dengan kemampuan karate nya yang sudah mahir .


Sasa menahan semua cemoohan kasar itu demi anaknya , ia tak ingin membuat anaknya merasakan energi buruk karena ia marah karenanya ia selalu diam ketika mendapat cacian dari teman-temannya .


Suara riuh mahasiswa dikelas mendadak berhenti ketika ada dosen masuk , Sasa duduk terpisah dari teman-temannya . Tempat duduk Sasa sengaja di dekatkan dengan meja dosen ia benar-benar sudah menjadi siswa yang terasing karena teman dikelasnya tak mau duduk berdekatan dengan Sasa .


" maaf pak telat " ucap Gusti dari pintu kelas


" ok silahkan masuk Gusti " jawab proff Yohan lembut.


cuit cuiiit


" wah yang abis honeymoon seger banget dah "


" ampun silau bangett ni pengantin baru "


suara anak-anak dikelas mencoba menggoda Gusti , mereka tau bahwa Gusti ijin tak masuk kuliah selama dua minggu karena menikah .


mata Gusti langsung menangkap sosok Sasa yang duduk terpojok seorang diri , ia berjalan tanpa menghiraukan teman-teman nya yang berusaha memberikan ucapan selamat .


" saaa " ucap Gusti lembut .


" kangmas " jawab Sasa lirih sebuah senyuman mengembang diwajahnya yang pucat .


" kangmas duduk disini ya " ujar Gusti sambil menarik kursi kosong untuk duduk disebelah Sasa .


Sasa menganggukan kepalanya tanda mengiyakan , Gusti tersenyum lalu duduk persis disebelah sang adik . Sementara rombongan Clarissa nampak tak suka dengan kehadiran Gusti , mereka tau Gusti adalah sodara Sasa .


" akh elah pangeran solo itu kenapa udah masuk si " gumam Ayu kesal , ia menjadi benci pada Gusti sejak mengetahui berita pernikahan Gusti .


" tau ni merusak suasana aja " imbuh Shireen memanasi Ayu .


" take eassy !!! mungkin Gusti sudah datang dan bisa melindungi adiknya dari kita tapi kita liat apa dia mampu melindungi perempuan itu dari bully"anak seluruh kampus haha " ucap Clarissa dingin .


Ayu dan Shireen nampak menganggukan kepalanya mendengar ucapan Clarissa .

__ADS_1


" kau memang bisa Sasa dari kami Gusti tapi gue mau liat apa lo bisa ngadepin semua anak dikampus ini " ucap Clarissa dalam hati , tujuannya untuk menghancurkan Sasa tinggal satu langkah lagi .


" ok pelajaran selesai hari ini , sampai ketemu besok " ucap proff Yohan menutup kelas , ia melirik pada Sasa sesaat lalu pergi .


" bahkan dosen pun sekarang membenciku " ucap Sasa lirih saat menyadari pandangan kecewa dari proff Yohan , dosen yang selama ini selalu baik padanya bahkan meminta Sasa memanggil namanya secara langsung .


" saaa apa yang terjadi ? apa yang kangmas lewatkan selama dua minggu ini !! " tanya Gusti panik , ia merasa ada yang tak beres telah terjadi .


Gusti merasa aneh pada sikap anak-anak dikelas yang terasa seperti menjauhi Sasa dan berusaha mengucilkan Sasa .


" kita ketaman kangmas jangan disini " bisik Sasa pada Gusti yang sedang menunggu jawaban Sasa .


" ok " jawab Gusti cepat kemudian segera merapikan buku miliknya dan membawakan tas milik Sasa .


Gusti berjalan beriringan dengan Sasa dan ikut mendengarkan ucapan sarkas dari setiap anak yang berpapasan dengan mereka , kupingnya panas saat mendengar perkataan mereka yang menyebut Sasa adalah seorang ayam kampus .


Sasa berusaha menahan emosi Gusti agar tak membalas mereka karena Gusti sudah terlihat sangat ingin meledak dari sorot matanya . Sasa mempercepat langkahnya menuju taman ia ingin mengadukan semua bebannya pada sang kakak .


brakkkkk


" brrrrenggseekkkkk ... siapa yang nyebar berita hoax kaya gini pertama kali " teriak Gusti penuh amarah ketika melihat forum sekolah yang berisi caci maki untuk Sasa dari hampir semua mahasiswa .


Tangan Gusti bergetar memegang ponsel milik Sasa , hatinya sakit merasakan hinaan pada anggota keluarga yang terhormat .


" kenapa kau tak memberitahu mereka bahwa kau sudah menikah Sasa " tanya Gusti penuh sesal .


" Archie melarangnya kangmas " jawab Sasa lirih .


Gusti mengangkat satu alisnya heran setelah mendengar ucapan Sasa .


" maksudmu ?? " hardik Gusti


" Archie melarang membuka identitas ku sebagai istrinya karena kalau musuh bisnisnya tau aku istrinya perusahaan nya akan dalam masalah " ucap Sasa terbata , air matanya sudah membanjiri wajahnya .


" akhhh lelaki bajingan , itu alasan dia saja Sa !!! kangmas tanya apa dia tau kau hamil ? " tanya Gusti dengan suara lembut karena tak tega melihat Sasa sudah menangis .


Sasa menganggukan kepalanya perlahan merespon ucapan Gusti , Gusti memeluk Sasa erat untuk menenangkan Sasa yang sudah menangis dari tadi .


" kenapa kau tak membagi bebanmu padaku Sa ?" aku kakakmu " ucap Gusti penuh sesal .


" aku pikir masalahnya tak akan serumit ini kangmas hiks " jawab Sasa terbata ia merasa sedikit beban di pundak nya pergi setelah berbicara pada kakaknya .


" anak bodoh !!! kau itu masih menyebalkan seperti dulu aku mengenalmu " ucap Gusti pelan .


" terima kasih kangmas , Sasa merasa tak sendirian lagi di dunia ini " isak Sasa terbata .


Gusti tersenyum mendengar ucapan adiknya , ia merasa menyesal tak ada disamping Sasa saat gosip itu mulai menyebar . kini Gusti memikirkan cara untuk menghilangkan gosip itu dengan cara lain karena Sasa melarangnya mengatakan ke orang-orang bahwa Sasa adalah istri Archie .


" aku akan membunuhmu Archie kalau kau berani membuat adikku menderita " ucap Gusti dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2