Faith

Faith
sayang " maafkan aku "


__ADS_3

Suasana dirumah archie mendadak menjadi kacau tatkala bik Rani menjerit para pelayan yang ada dilantai satu sontak berlarian menuju arah suara pelayan senior itu dikamar utama dilantai dua , begitu memasuki ruangan kamar mata mereka seakan ingin keluar ketika melihat sang nyonya sudah tergeletak dilantai dengan kening yang berdarah dan yang membuat mereka ketakutan adalah darah yang mengalir diantara dua kaki sang nyonya .


" nyonya muda bangun nyonya " teriak bik rani ketakutan .


" nyonyaa "


" ya tuhan nyonya pendarahan "


" oh tuhan "


" cepat siapkan mobil kita bawa nyonya ke rumah sakit " perintah bik rani


Pak baskoro yang kebetulan ikut masuk kerumah ketika mendengar keributan dari dalam rumah langsung mengambil tindakan untuk menggendong sang nyonya lalu berjalan pelan menuruni tangga untuk keluar rumah menuju rumah sakit dengan menggunakan mobil Alpard yang sudah siap .


Para pelayan terlihat semakin histeris ketika melihat tubuh sang nyonya diangkat tetesan darah dari kaki sang nyonya makin terlihat jelas , mereka berdoa untuk keselamatan sang bayi yang ada didalam kandungan sang  nyonya muda . Pak baskoro terlihat sangat berhati-hati ketika memasukan sang nyonya ke dalam mobil dimana bik rani sudah menunggu didalam mobil menjaga sang nyonya agar tak jatuh saat di mobil , begitu pak baskoro masuk mobil itu langsung pergi menuju rumah sakit mereka harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan dua nyawa itu .


" aduhh gimana ini no hp tuan ga aktif "  ucap seorang pelayan wanita muda yang mendapat amanah dari bik Rani supaya menghubungi Archie .


" aku telfon ke nomor tuan rico juga ga bisa , ya tuhan bagaimana inii " jawab pelayan lainnya .


" ya sudah kita coba telfon kekantor !!! " celetuk seorang pelayan lainnya .


Mereka segera menuju telfon rumah dan memasukan nomor kantor Durran Internasional berharap akan bisa berbicara dengan tuan nya .


" Duran Internasional selamat siang ada yang bisa dibantu " ucap seorang operator menjawab telfon para pelayan itu .


" maaf saya bisa berbicara dengan tuan muda ? "


" tuan muda siapa ? maaf kalau anda menghubungi untuk bermain-main saya tidak ada waktu " ucap operator itu jengkel karena merasa dipermainkan penelfonnya yang terus-terusan meminta disambungkan dengan orang yang disebut tuan muda .


" ini penting sekali tolong nonaa " pinta para pelayan terdengar mulai panik .


" maaf saya ada pekerjaan lain , terima kasih " tutup operator kantor Archie menutup sambungan telfon


Para pelayan muda itu terlihat sangat panik mereka tak tau nomor Archie yang lain , saat mereka sedang panik tiba-tiba ponsel Sasa dilantai dua berdering yang membuat mereka langsung menuju ke kamar sang nyonya untuk mengangkat panggilan masuk itu .


" hallo saa , lamaa amat ang..."


" hallo ini tuan Gusti ya ? kakak nyonya ? "  ucap Rusti pelayan yang paling muda mengangkat telfon Sasa


" iya saya Gusti ada apa bik kenapa bukan Sasa yang angkat telfonnya " tanya Gusti curiga .


" nyonya muda tuan hiksss "


" ada apa dengan adikku , kalian tenang dulu ambil nafas dalam-dalam baru berbicara supaya aku bisa mendengar jelas " ucap Gusti menenangkan pelayan-pelayan itu karena suara yang bising Gusti tak bisa mendengar dengan jelas suara mereka .


" nyonya mudaa pendarahan tuan dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit " ucap Rusti terbata  mencoba menjelaskan .


" pendarahan ??? " teriak Gusti terdengar panik .


" iya tuan "


" dibawa ke rumah sakit mana ?? "


" ga tau tuan , tadi yang bawa nyonya bik Rani dan pak Bas "


" ya tuhannn , berikan aku nomor hp pak Bas secepatnya " perintah Gusti


pelayan itu kemudian memberikan no hp pak Baskoro yang membawa Sasa ke rumah sakit , mereka kemudian turun ke lantai satu mencoba menghubungi archie kembali melalui telfon kantor namun lagi-lagi telfon mereka ditolak oleh operator .


" kita kekantor tuan saja ayo percuma kita telfon terus tapi tak tersambung , nanti kita disalahkan kalau tak memberitahu pada tuan " usul Rusti terdengar panik .


" baik ayo kita berangkat tapi harus ada satu orang yang tinggal dirumah untuk berjaga " jawab pelayan lainnya .

__ADS_1


Mereka berempat pun kemudian pergi kekantor Archie menggunakan sebuah taksi online karena sopir dirumah sudah tak ada , mereka berharap untuk cepat sampai dikantor sang tuan .


" Swariiii sayangggg " teriak Gusti ketika menutup sambungan telfonnya .


" Swariiiiiiiii  "


" iya mas ada apa jangan teriak-teriak aku dengar " ucap Swari sedikit kesal pada suaminya .


" kita kerumah sakit ayo " ajak Gusti panik .


" rumah sakit ? siapa yang sakit ? " tanya Swari


" sasa sasa pendarahan " ucap gusti lirih .


" sasaa ??"


" dia sedang hamil sayang ayo kita kesana aku sudah dapat alamat rumah sakitnya !! " ucap Gusti cepat kemudian menarik tangan Swari dengan cepat .


" sebentar mas aku ambil tas dulu dikamar " ucap Swari sembari melepas tangan suaminya lalu berlari menuju kamarnya .


Gusti dengan cepat mengunci pintu apartemennya begitu sang istri melangkah keluar , ia kemudian menggandeng tangan sang istri untuk menuju lift . Swari berusaha menenangkan sang suami dengan berulang kali mengelus dada sang suami , ia tau suaminya sangat khawatir pada sang adik .


" sudah berapa bulan mas ?" tanya Swari lirih memecah keheningan didalam mobil .


" mau masuk tujuh minggu sayang , aku juga baru tau tadi pagi ketika sasa memberitahukan padaku " jawab Gusti .


" aku seharusnya tak meninggalkan Sasa dirumahnya tadi siang sehingga kejadian ini tak terjadi ya tuhaann selamatkan adikku " ucap Gusti dengan terbata , matanya sudah berkaca-kaca .


" sabar mas ini diluar kehendak kita  , kita doakan saja semoga Sasa dan bayinya tak apa-apa " ujar Swari lembut ia mencoba menenangkan sang suami yang terlihat sangat panik .


" liat ini " ucap Gusti lirih sembari menyerahkan ponselnya pada Swari .


Swari menerima ponsel dari Gusti seketika raut mukanya berubah ketika membaca tulisan yang ada diponsel Gusti ,  rupanya Gusti memberikan forum mahasiswa kepada Swari yang berisi umpatan dan makian kasar pada Sasa yang mengatakan Sasa seorang pelacur . Bahkan ada editan foto Sasa yang bertelanjang tengah duduk diantara para pria , didalam forum itu bahkan mereka juga ikut mengumpat bayi Sasa .


" siapa yang sejahat ini mas hu hu " tangis Swari dipelukan Gusti .


" aku akan mencari tau mereka satu persatu sayang " ucap Gusti lirih .


" sasa ??"


" Sasa sudah tau sayang , aku tau ini dari Sasa tadi pagi " jawab Gusti menyesal .


" dia pasti sangat terluka mas , kasian sekali huhu "


" akan kupastikan orang-orang ini mendapat balasan setimpal " ucap Gusti penuh emosi .


" ayo cepat kita kerumah sakit mas , Sasa membutuhkan kita " pekik Swari


Gusti langsung melepas pelukannya pada sang istri kini ia harus kembali fokus menyetir mobilnya menuju rumah sakit Mediosa tempat Sasa dilarikan oleh para pelayannya .


Setibanyanya di rumah sakit Swari dan Gusti langsung berlari menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Sasa , mereka kemudian berlari menuju ke ruang instalasi gawat darurat tempat dimana Sasa sedang mendapatkan perawatan intensif . Langkah Gusti terhenti saat melihat dua orang pelayan Archie tengah terlihat panik .


" pergii kaliann !!! " hardik Gusti pada bik Rani dan pak Baskoro


" tuan Gusti " ucap mereka bersamaan .


" pergi kalian dari sini , kalian tak pantas ada disini !!! kalian tak mampu menjaga adikku dengan baik " teriak Gusti emosi , sementara Swari terlihat menenangkan Gusti dari belakang .


" pergi aku bilang , akan kubunuh majikan kalian yang brengsek itu kalau terjadi sesuatu pada adikku dan bayinya " Gusti berulang-ulang mengeluarkan makian pada kedua pelayan Archie .


" mas tenang dulu kita dirumah sakit , nanti kita diusir satpam " ucap Swari lembut ia menyadari suaminya tengah dilanda emosi membara .


Gusti kemudian duduk setelah mendengar ucapan sang istri dan terus berdoa demi keselamatan adiknya didalam ruang oprasi .

__ADS_1


Para pelayan Archie yang sedang menaiki taksi online untuk menuju kantornya sudah tiba didepan kantor bertingkat itu , mereka kemudian masuk kedalam lobby dan disambut oleh beberapa orang resepsionis dan beberapa orang security .


" tolong nona kami ada perlu dengan tuan Archie " ucap Rusti memelas .


" maaf kalau tidak ada janji sebelumnya kami tak bisa mengijinkan mbak-mbak semua bertemu dengan pak direktur "  jawab seorang resepsionis yang bernama Sinta .


" tolong nona kami mohon ini menyangkut keselamatan nyonya kami " imbuh Rusti dengan terbata .


" maaf kami tak bisa membantu , ini sudah peraturan dikantor kami . pak usir mereka keluar  " titah resepsionis lainnya pada beberapa orang security yang ada disekitar meja resepsionis .


Security itu menarik keempat pelayan Archie dengan kasar ia tak mendengarkan jeritan gadis muda itu yang memohon untuk bertemu dengan Archie .


Saat keempat pelayan itu ditarik paksa keluar terlihat rombongan beberapa pria berbadan besar tengah menggandeng paksa seorang lelaki berwajah latin tengah menunduk dengan tangan yang terborgol , dibelakangnya berjalan seorang wanita cantik yang nampak shock yang mendapat perlakuan serupa pula . Tak lama terlihat Archie dan Rico beserta orang-orangnya berjalan mengikuti rombongan itu .


Para pelayan yang sudah ada diluar itu melihat sosok archie kemudian berlari menuju tempat Archie yang bersiap masuk ke sebuah mobil mewah .


" tuan mudaaa tuaannnn " teriak mereka berbarengan .


Archie berhenti ketika mendengar suara yang familiar itu , matanya mencari sumber suara dan terlihat dikejauhan beberapa orang wanita muda memanggilnya yang tengah ditahan oleh beberapa orang security .


" itu pelayanmu dirumah bos " bisik Rico lirih .


" iya aku tau , ada apa mereka kemari " ucap Archie , ia kemudian berjalan mendekati para pelayannya dengan kawalan pria berbadan besar .


" apa yang kalian lakukan disini ?? " tanya Archie dingin pada para pelayannya yang sudah menangis itu


" anda kenal mereka pak ? " tanya seorang security .


" mereka pelayan dirumahku " jawab Archie singkat .


" kalau tuan bertanya kalian jawab " ucap Rico dengan ramah karena tak tega melihat gadis-gadis itu menangis .


" nyonya tuan nyonya muda hikss " Rusti menjawab ucapan Rico dengan terbata .


" nyonya ? " tanya Archie bingung .


" kalian minum dulu supaya tenang " ujar Rico sembari menyerahkan beberapa minuman mineral .


Keempat pelayan itu menerima minim pemberian Rico mereka berusaha menenangkan dirinya sebelum berbicara lagi , Archie terlihat bingung melihat pelayannya bisa ada dikantornya .


" katakan ada apa ? " titah Rico


" nyonya muda pendarahan tuan " jawab Rusti terisak .


BLARRRRRR


Tiba-tiba ada bogem besar terasa menghantam dada Archie , gelas yang ia pegang mendadak jatuh ketika mendengar ucapan pelayannya .


" mak maksud mu ? " tanya Rico panik


" nyonya Sasa mengalami pendarahan kami menemukan nyonya sudah pingsan dikamar siang ini " jawab Rusti lirih .


Archie langsung membalikan badannya dan berlari menuju mobilnya dan merebut kuncinya dari sang sopir . Dia kemudian memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju rumah sakit , dia sudah tau dimana Sasa dirawat setelah berhasil menghubungi bik Rani yang membawa istrinya ke rumah sakit .


" noo sayang noooo " ucap archie bergetar


" pleasee no sayang , maafkan akuu sayang nooo " teriak archie kesetanan didalam mobil , airmatanya mengalir deras dari kedua mata biru langitnya .


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2