
Sasa sebenarnya masih ingin melanjutkan tidurnya pasca ia mendapatkan serangan fajar dari Archie , akan tetapi niatnya ia urungkan ketika mendengar suara ketukan di pintu yang berasal dari luar .
" Sa , kau sudah bangun kan ? " terdengar suara Swari lembut dari balik pintu .
" Iya kak , sudah ini baru selesai mandi tunggu sebentar ya Sasa turun " jawab Sasa berbohong .
" Ok ,kita tunggu dibawah ya nduk " imbuh Gusti menimpali perkataan sang istri .
Deg
Deru jantung Sasa berdetak lebih kencang ketika mendengar suara Gusti di luar pintu .
" Kangmas " ucap Sasa lirih ketika mendengar suara Gusti .
" Iya Gus....
Archie tak dapat menyelesaikan perkataannya karena mulutnya sudah dibekap oleh Sasa yang sedang panik .
" Lho kenapa mulut mah ditutup kayak gini ? " tanya Archie menggoda Sasa .
" Mas tu gimana siihhh !!! mas pengen banget yang mereka tahu kita sedang melakukan apa " jawab Sasa sambil memicingkan satu matanya .
" Ya nggak mungkin mereka tahu lah sayang . Kita kan tak membuka pintu , kecuali mereka langsung membuka pintu dan melihat kita dalam posisi seperti ini baru mereka tahu kalau kita baru saja bercinta " ucap Arashi tanpa rasa bersalah sedikitpun .
" Akh capek bicara sama mas , masnya nggak ngerti !! Ya udah Sasa mandi duluan nggak enak lama-lama di kamar terus " sahut Sasa sambil turun dari sofabed dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menggunakan sehelai benang pun.
Archie tersenyum melihat sang istri merajuk , ia tahu kalau istrinya adalah orang yang tak suka membuat orang lain menunggu lama. Oleh karena itu ia pun memilih menyusul Sasa kekamar mandi , akhirnya mereka mandi bersama seperti hari-hari sebelumnya . Sasa sebenarnya menolak Archie mandi bersama dengan dirinya , karena ia tahu ketika mandi bersama dengan sang suami maka ia membutuhkan waktu yang lebih lama karena Archie pasti akan menggodanya terlebih dahulu seperti yang sudah-sudah .
Setelah mandi selama sepuluh menit dengan extra cepat Sasa kemudian mengeringkan rambutnya dan segera berpakaian untuk segera menyusul Swari dan Gusti yang sudah menunggunya di meja makan bersama baby Arthur .
" Maaf kak nunggu lama " ucap Sasa pelan ketika sampai di meja makan .
" Enggak kok nduk , ini kita lagi melihat Arthur makan dia sudah sangat pintar makan sendiri . Oh iya di mana Archie aku belum melihatnya " tanya Gusti sambil tersenyum .
__ADS_1
" Mas Archie mules kangmas , tadi setelah selesai mandi dia langsung masuk ke kamar mandi lagi karena mengeluh perutnya sakit " jawab Sasa berbohong .
Mendengar perkataan Sasa membuat Gusti menganggukan kepalanya pelan ia lalu fokus kembali kepada baby Arthur yang sedang menikmati makan paginya , staff begitu lama turunlah Archie dengan terburu-buru saat mereka akan mulai makan .
Akhirnya mereka semua pun menikmati makan pagi dengan penuh tawa dan kehangatan , hari ini Swari dan Gusti akan menemui dokter Bryan Lie yang sudah sampai di Jakarta tadi pagi jam 3 subuh .Swari dan Gusti akan menemui dokter Bryan Lie di rumah sakit ibu dan anak di daerah Jakarta pusat , Sasaa dan Archie pun berniat ingin menemani Swari sekaligus ingin bertemu dengan dokter Bryan lie karena Archie sudah lama tak bertemu dengan salah satu teman baiknya itu.
Setelah makan mereka berlima pun akhirnya pergi menuju rumah sakit yang sudah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan satu buah mobil , setelah berkendara hampir tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit . Swari dan Gusti terlihat sangat gugup ketika pertama kali turun dari mobil sehingga membuat Sasa harus memberikan semangat kepada kakak sepupu dan istrinya itu .
drrtttt
Ponsel Archie tiba-tiba bergetar dengan cepat Archie mengangkat panggilan masuk dari nomor yang tak ada dalam kontak teleponnya itu .
" Hallo , Archie speaking " ucap Archie pelan saat menerima panggilan telepon masuk itu .
" Hi bro its me Bryan ,where are you ? " jawab seorang pria yang ternyata adalah dokter Bryan Lie .
" Aku baru saja sampai di rumah sakit bersama istri dan kakak iparku , kami akan segera masuk menemuimu " ucap Archie sambil tersenyum kearah Sasa memberikan kode bahwa yang sedang menelponnya adalah dokter Bryan.
Sasa tersenyum membaca kode yang diberikan oleh sang suami , tak begitu lama kemudian Archie pun menutup panggilan telepon dari dokter Bryan . Mereka lalu masuk ke dalam rumah sakit menuju ruangan yang sudah disebutkan oleh Dokter Bryan sebelumnya , Swari terlihat sangat gugup dari caranya berjalan melihat itu membuat rasa tersenyum simpul dan mencoba menenangkan kakak iparnya itu .
" Archie !! "
" Bryan !!! "
Dokter Bryan dan Archie saling menyapa dan berpelukan ketika pertama kali masuk ke dalam ruangan , mereka berpelukan cukup lama karena hampir dua tahun tak bertemu .
" Dimana dokter brengsek pribadimu itu ? " tanya Dokter Bryan sambil tersenyum menggoda Archie .
" Dia sedang ada di honeymoon di Maldives bersama istrinya " jawab Archie sambil menggendong baby Arthur.
" Akhirnya si Frans **** itu menikah juga ya ha ha ha " sahut dokter Bryan sambil tertawa .
" Walau bagaimanapun mereka bertiga harus punya kehidupan pribadinya sendiri , oh iya ini kenalkan istriku Farasya dan putra pertamaku Arthur " ucap Archie memperkenalkan anak dan istrinya kepada sahabat lamanya itu .
__ADS_1
" Sasa " ucap Sasa sambil
mengulurkan tangannya ke arah dokter Bryan .
" Bryan , saya salah satu teman berkelahi suami anda dulu nyonya " jawab dokter Bryan menerima uluran tangan Sasa .
" **** ini dasar !!! sudahlah jangan bahas yang sudah berlalu " ucap Archie tiba-tiba memotong perkataan dokter Bryan .
Mendengar perkataan Archie membuat dokter Bryan tertawa lebar , mereka berdua pun akhirnya saling tertawa dan mengejek membahas masa lalu sewaktu masih tinggal di Amerika . Sementara itu Swari dan Gusti hanya bisa tersenyum melihat keakraban Archie dengan salah satu dokter fertilitas terbaik di dunia itu .
" Oh iya nyonya silakan duduk di ranjang kita mulai pemeriksaannya " ucap Bryan ketika kepada Swari setelah mereka berkenalan .
" Baik dok " jawab Swari gugup .
" Relaks saja " sahut dokter Bryan mencoba menenangkan Swari .
Karena takut Swari pun akhirnya ditemani oleh Gusti ketika melakukan pemeriksaan , dokter Brian mulai memasukkan alat untuk melakukan USG transvaginal untuk melihat kondisi rahim dan sel telur dari Swari . Tak begitu lama kemudian Ia pun melakukan USG ulang melalui perut setelah melakukan pemeriksaan selama hampir sepuluh menit sehari akhirnya diperbolehkan untuk duduk kembali dan bersiap mendengarkan penjelasan dari dokter Bryan .
" Sudah berapa lama kalian menikah " tanya Dokter Brian kepada Swari dan Gusti .
" Jalan 2 tahun ini do " jawab Swari gugup .
" Sebenarnya kondisi kesehatan anda tak ada masalah , hanya saja anda mengalami rusaknya jalur sel telur pada tuba falopi sehingga menyebabkan sel telur Anda sulit sampai ke dalam rahim . Sehingga membuat s.perma sulit membuahi sel telur anda , oleh karena itu saya sarankan kepada anda berdua untuk melakukan prosedur in Vitro fertilization atau ( IVF ) " ucap dokter Bryan lie sambil tersenyum menjelaskan kondisi Swari yang sebenarnya .
Air mata Swari menetes dengan deras ketika mendengar perkataan dari dokter Bryan , ia tak menyangka kalau selama ini ialah penyebab sulitnya mendapatkan keturunan .
" Jangan bersedih nyonya , anda masih bisa mengandung dan melahirkan secara normal . Hanya saja kita bantu secara medis untuk melakukan pembuahan diluar rahim " ucap dokter Bryan mencoba menenangkan suami yang sedang shock .
Swari lalu menyeka airmata yang turun di wajahnya dengan perlahan , wajahnya yang pucat terlihat sangat sedih ia kemudian menatap dokter Bryan lie dengan tatapan sayu penuh harap .
" Tapi itu tetap anak kami kan dok , sel telur nya juga diambil dariku kan dokter . Bukan dari perempuan lain kan " tanya Swari sambil terbata-bata .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan baca novel Thor yang lainnya yang berjudul : bodyguard cantik 🌹. Terima kasih .
Nb : Untuk kakak-kakak yang sedang menanti buah hati juga semoga segera diberi kepercayaan oleh Allah SWT aamiin .