
Mendengar perkataan dokter Frans membuat Archie tiba-tiba merasakan sesak didada yang membuatnya harus menunduk untuk meredakan sakitnya sehingga membuat dokter Frans bertindak dengan cepat .
" apa yang terjadi padanya frans ? " teriak Rico panik ketika melihat Archie memegangi dadanya berbaring di lantai setelah terjatuh dari kursi .
" calm down rico !! " ucap Gustaf mencoba menenangkan Rico yang terlihat sangat khawatir .
" frans jawab !!! " hardik Rico berulang-ulang karena dokter Frans telihat mengacuhkannya .
Gustaf menarik paksa Rico keluar dari ruang makan untuk membiarkan dokter Frans menangani Archie yang sedang kesakitan dilantai , terdengar beberapa kali dokter Frans memanggil nama Archie berulang-ulang untuk membuatnya tetap tersadar hingga membuat orang yang ada dirumah ikut panik terutama Rico yang sudah memukul pintu berusaha untuk keluar dari kamar tapi dihalangi Gustaf .
Duk
Rico memukul tembok yang ada disebelahnya hingga tangannya langsung berdarah seketika .
" i will kill you Sa if something bad happen with him " teriak Rico kesetanan di dalam kamar , kedua matanya memerah menahan emosi bagi Rico seorang Archie lebih dari sahabat , ia bahkan rela menukarkan seluruh hidupnya untuk melayani Archie .
" tenang rico !! frans akan menolong bos , yakin dan percaya bos akan baik-baik saja " ucap Gustaf mencoba menenangkan Rico .
Mendengar perkataan Gustaf membuat Rico terdiam dan sedikit tenang , tak begitu lama pintu kamar Rico diketuk oleh pelayan yang mengabarkan kalau Archie sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit atas petunjuk dokter Frans . Mengetahui Archie dibawa ke rumah sakit membuat Rico langsung berlari menuju mobilnya diikuti Gustaf , Rico berhasil mengekor mobil yang membawa Archie .
Sesampainya dirumah sakit sejumlah dokter dan perawat terlihat sudah siap menerima kedatangan Archie , bahkan sebuah brankar juga sudah siap untuk membawa Archie . Para dokter langsung melakukna pekerjaannya begitu Archie terlihat ketika pintu mobilnya dibuka , tubuh Archie langsung dibaringkan di brankar lalu didorong bersama-sama ke ruangan gawat darurat . Dokter Frans langsung turun tangan mengurus Archie , sementara itu diluar ruangan perawatan Archie nampak Rico sedang dirawat oleh seorang perawat untuk membalut luka ditanggannya nampak tak tenang menunggu Archie di dalam .
Gustaf terlihat sibuk dengan laptopnya melakukan sesuatu yang tak diketahui Rico ,tak begitu lama area disekitar ruang gawat darurat itu sudah di sterilkan oleh bodyguard Archie . Rico meminta pihak rumah sakit tak membocorkan rahasia kalau Archie sedang dirawat karena tak mau hal-hal yang tak diingkan terjadi jika para rival bisnisnya tau dia sedang sakit .
" nyonya sasa sepertinya sudah merencanakan semua ini dengan sangat detail rico " ucap Gustaf lirih sambil terus mengutak atik laptopnya .
" apa maksudmu ? " tanya Rico jengkel ketika mendengar nama Sasa disebut oleh Gustaf .
" aku melacak penggunaan kartu debit dan kartu kreditnya ternyata transaksi terahir terjadi tiga hari lalu dikampus pelita harapan dan untuk dua hari ini belum terjadi transaksi apapun , bahkan aku juga tak bisa menemukan data dari emailnya dia tak menggunakan sosmednya untuk berkomunikasi mengingat ia sudah meninggalkan ponselnya di mobil kemarin " jawab Gustaf menjelaskan , ia sudah berhasil menghack semua sosial media Sasa .
" blokir semua debit card dan credit card atas namanya " ucap Rico dingin .
__ADS_1
" kita lihat sampai kapan dia bisa hidup tanpa uang , jangan lupa ambil alih semua uang pembayaran apartemennya dan satu lagi selidiki apa dia pulang ke rumah keluarganya di solo . Cari tau apa yang dilakukan gusti dan istrinya " imbuh Rico sambil mengepalkan tangannya ia ingin mempersempit pergerakan Sasa .
Gustaf mengangguk pelan lalu menjalankan semua yang telah Rico ucapkan , ia menghubungi team IT lainnya dikantor untuk memblokir semua rekening atas nama Sasa yang sudah tercatat di file keluarga Archie .Rico akhirnya duduk di kursi karena sudah terlalu lelah berjalan bolak-balik sepanjang lorong rumah sakit , sudah hampir 45 menit dan dokter Frans belum keluar dari ruangan gawat darurat hingga membuat Rico khawatir .
Setelah ada didalam ruang perawatan akhirnya dokter Frans keluar bersama beberapa orang dokter lainnya dan langsung disambut oleh Rico yang sudah sangat khawatir itu karena ia adalah orang yang paling dekat dengan Archie sebelum bertemu yang lainnya termasuk dokter Frans dan Gustaf .
" frans kau brengsek kenapa diam saja !! jawab frans bagaimana kondisi bos ? " tanya rico berulang-ulang karena tak sabar ingin mengetahui keadaan Archie .
" Archie terkena gastritis atau radang perut " jawab dokter Frans menjelaskan .
" lalu kenapa ia tadi memegangi ulu hatinya kalau dia cuma sakit radang perut ? " tanya Rico dengan polos .
" cuma kepalamu !! Gastritis bisa berkembang menjadi kronis dalam waktu singkat atau berlangsung selama bertahun-tahun tergantung dari perawatan yang dilakukan. Gejala umum yang menyertainya adalah ketidaknyamanan pada bagian dada atau sakit di ulu hati ditambah kemarin seharian dia tak makan kan hanya minum minuman keras bersamamu !! " ucap dokter Frans dengan nada tinggi .
Rico langsung diam mendengar penjelasan dokter Frans ia merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Archie , karena ia tak memperhatikan bagaimana pola makan sahabatnya itu .
" bagaimana kondisinya ? " tanya Rico penasaran .
Rico duduk di kursi bersama dengan Gustaf yang sejak tadi tak lepas dari laptopnya , dia sedang berselancar di dunia cyber untuk mencari Sasa tapi hasilnya tetap nihil . Sasa tak tertangkap di kamera mall manapun .
" kemana sebenarnya nyonya " gumam Gustaf lirih hampir tak terdengar .
" entah lah aku juga tak tau , ruang lingkup pertemanan dia sedikit ditambah keluarganya yang ada diluar kota aku yakin dia tak mungkin pergi jauh . Apalagi dia membawa baby Arthur ponakanku yang ganteng itu " ucap Rico menimpali perkataan Gustaf .
" tapi karena itu juga justru makin sulit aku mencarinya " sahut Gustaf dengan sedikit emosi karena belum berhasil menemukan istri bosnya .
Rico hanya tersenyum tipis , ia kemudian sibuk berbicara dengan anak buahnya melalui ponsel . Tak lama kemudian Rico duduk disebelah Gustaf yang sedang serius itu .
" anak buahku sudah aku sebar di jakarta , di airport , terminal bis , stasium dan tempat-tempat ramai lainnya . Semoga saja sebelum bos bangun sasa sudah kita temukan . Lagipula sasa tak membawa paspornya jadi aku yakin dia tak akan pergi jauh " ucap Rico sambil menepuk pundak Gustaf .
" i hope so " celetuk Gustaf sambil menarik nafas panjang .
__ADS_1
Karena masih lelah akhirnya Rico dan Gustaf tidur di kursi didepan ruang perawatan Archie sementara bodyguard lainnya masih siap dengan posisinya masing-masing , mereka tak mau terjadi hal yang tak diinginkan . Saat malam tiba Rico terbangun karena mendengar suara Archie yang memanggil namanya dari dalam sontak Rico bangun dan langsung masuk ke dalam kamar perawatan Archie.
" dimana ini rico ? " tanya Archie dengan suara lirih .
" rumah sakit si brengsek frans " jawab Rico dengan cepat , ia melihat cairan inpus ditangan Archie sudah habis dengan cepat Rico memencet tombol untuk memanggil suster dant beberapa saat kemudian suster yang dipanggil datang lalu dengan cepat mengganti dengan botol inpus yang baru .
" kau sudah menemukan sasa dan arthur ? " tanya Archie dengan mata yang memerah .
" kita akan segera menemukannya bos , lebih baik kau istirahat supaya cepat sehat ya .... aku ada diluar " ucap Rico mengalihkan pembicaraan , ia tau kalau tetap ada didalam maka Archie akan terus mengajaknya bicara .
Archie mengangguk pelan merespon ucapan Rico , rico kemudian keluar dari ruang perawatan VVIP itu dan memilih duduk didepan bersama Gustaf yang sedang menikmati secangkir kopi . Sebenarnya didalam ruang perawatan Archie ada kursi sofa yang empuk dan nyaman tapi mereka tak mau ada didalam karena jika mereka ada didalam maka Archie tak akan bisa istirahat dengan maksimal .
Setelah Rico keluar Archie meraih ponselnya yang ada diatas meja dengan perlahan ia mencoba duduk tapi tak bisa , akhirnya Archie hanya menggunakan tanggannya untuk mengambil ponselnya setelah hampir lima menit akhirnya Archie bisa mengambil ponselnya . Archie melihat isi ponselnya yang penuh dengan foto anak dan istrinya bersama dirinya , foto-foto sang istri dari masih menggunakan seragam putih abu-abu yang ia ambil diam-diam dan beberpa foto pernikahan mereka .
" sudah sefatal inikah kesalahanku sampai kau meninggalkanku sayang ? " ucap Archie lirih sambil menatap foto cantik Sasa .
" apa kau benar-benar meninggalkanku seperti yang lainnya sayang ? "
" maafkan mas.. sayang "
Archie menyesali perbuatan terahirnya , amarahnya langsung meledak ketika Sasa menuduhnya hanya ingin menjadikan Sasa sebagai pemuas nafsunya saja padahal Archie benar-benar mencintai Sasa dengan tulus walau kadang-kadang ia tak bisa mengontrol emosinya jika sedang dikendalikan nafsu amarahnya . Hidup didunia penuh kekerasan sejak kecil sudah membuat kepribadian Archie menjadi keras dan karena itu tak mudah baginya untuk merubah sisi gelapnya itu dengan mudah . Apalagi semasa kecil hari-harinya terbiasa melihat pertengkaran ayah dan ibunya yang kadang-kadang suka main tangan , memori itulah yang berperan besar dalam pembentukan karakter seorang Archie .
Setelah menjadi seorang pebisnis sukses tak jarang Archie menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan masalahnya ,dia selalu berpikir bahwa dengan uang semua masalah bisa ia selesaikan tanpa mau memikirkan cara lain .
" aku butuh kau ada disisiku untuk meredakan api yang berkobar didalam diriku sayang , jangan pergi kembalilah padaku sasa .. maafkan aku yang bodoh ini " ucap Archie lirih sambil memejamkan matanya dan terlihat ada butiran air mengalir dari sudut netranya membasahi bantal yang ia gunakan .
❤️ Bersambung
° visual seorang Farasya zalia yang membuat Archie tergila-gila
__ADS_1