Faith

Faith
ini sakit


__ADS_3

sasa duduk disamping mintarsih sang budhe diruang keluarga sastrohadi kusumo bersama keluarga besarnya . mata sasa tak berhenti menatap kumpulan foto masa kecil ibunya yang terlihat sangat bahagia . mintarsih menceritakan masa kecilnya bersama pinan sang adik yang lain adalah ibu sasa .


" jadi kau adik gusti " tanya swari yang tiba tiba muncul di depan sasa .


" iya cah ayu ini sasa adiknya gusti " mintarsih menjawab pertanyaan swari , sesekali ia menyentuh rambut sasa  dengan lembut ia sangat menyesal dulu pernah berkata kasar kepada sasa .


 " maafkan aku pernah cemburu padamu aku kira kau wanita yang akan merebut gusti dariku " isak swari lirih mengingat pertunangannya dibatalkan .


" mana mungkin aku suka pada kakak sepupuku sendiri lagipula dia sudah memiliki kau yang begitu sempurna ini " ucap sasa tulus.


mendengar ucapan sasa swari tersenyum kemudian memeluk sasa erat dia merasa bahagia karena sudah kembali kepada cintanya dan mendapatkan adik perempuan baru .


" ini ada apa kok peluk pelukan ? " goda gusti yang datang dari arah dapur


" kenapa si kau suka sekali menggodaku gustiii !!! " teriak swari manja .


sasa tertawa melihat gusti dan swari bergurau akhirnya mereka bisa kembali bersama setelah raden panji menjelaskan pada ayah swari bahwa pinan sudah meninggal dan akhirnya dia bisa menerima kenyataan walau pada awalnya dia sangat marah begitu mendengar pinan cinta pertamanya sudah meninggal .


" archie " pekik sasa tiba tiba mengagetkan semua orang diruang tamu entah bagaimana dia bisa melukapan pria yang sudah menjadi suaminya itu . sasa terlihat panik mengaktifkan smartphonenya yang ternyata sudah lowbatt .

__ADS_1


" kau kenapa sa ? " tanya gusti heran melihat sasa


" antarkan aku ke bandara sekarang aku harus balik kejakarta pentiiingggg "


" iya tapi kenapa ?? "


" nanti aku cerita tapi ayo sekarang antar aku kebandara !!! "


karena melihat kepanikan sasa akhirnya gusti dan swari mengantar sasa kebandara sebenarnya raden panji dan keluarga lainnya melarang sasa untuk kembali kejakarta secepat ini tapi sasa memaksa harus kembali ke jakarta dan semua keluarganya pun tak bisa menahan sasa . setelah dua jam perjalanan akhirnya mobil gusti sampai dibandara adi sumarmo secepat kilat sasa berlari kearah penjualan tiket dan ternyata penerbangan terahir kejakarta sudah berangkat lima belas menit yang lalu , untuk penerbangan paling pagi ada di jam tiga subuh yang berarti masih dua jam lagi.


sasa terduduk lemas diruang tunggu dengan memegang selembar tiket pesawat menuju jakarta sementara ditangan satunya nampak sasa berusaha menyalakan smartphonenya yang ternyata tak bisa berfungsi lagi akibat terjatuh saat sasa merapikan pakaiannya dirumah tadi .


setelah berpamitan dengan gusti dan swari sasa berjalan cepat menuju gate keberangkatan yang dia fikirkan harus secepatnya sampai dijakarta , ia terlalu takut untuk memikirkan apa yang archie lakukan padanya .


" ayo pulang gustii aku ngantuk " pinta swari yang masih bersandar dikursi , gusti tersenyum melihat swari ternyata rasa cinta swari meluluhkan hatinya . Gusti membimbing swari berjalan untuk menuju mobil meningglkan bandara .


selama didalam pesawat perasaan sasa sungguh kacau dia mencari alasan yang tepat untuk berbicara pada archie walau bagaimanapun sasa bersalah karena pergi tanpa persetujuan archie yang sudah resmi menjadi suaminya . akhirnya pesawat sasa landing dengan aman sasa segera berlari menuju pintu keluar untuk mencari taksi tujuannya cuma satu yaitu secepatnya sampai dirumah .


" archiee maafkan akuu " ucap sasa lirih berulang kali dia melihat jam tangan tangannya sudah dingin karena takut

__ADS_1


setibanya dirumah milik archie sasa disambut oleh sang penjaga yang nampak kaget melihat istri tuannya sepagi itu baru pulang .


" nyonya dari mana ? tuan panik mencari nyonya dari tadi siang !! " tanya penjaga rumah archie panik .


" dimana dia sekarang ??? " jawab sasa bergetar .


" ada didalam nyonya bersama tuan rico "


sasa bergegas masuk ke rumah saat membuka pintu nampak keadaan rumah sangat kacau dimana mana tersebar makanan kecil berhamburan dan botol minuman keras nampak bergulingan . kertas bekas conffeti nampak makin membuat kotor di rumah itu , aroma minuman keras nampak sangat mendominasi seluruh ruangan lantai satu . sasa berjalan menutup hidungnya menuju lantai dua dimana kamarnya berada .


langkah sasa terhenti saat ingin membuka pintu kamarnya karena matanya dapat melihat dengan jelas suaminya sudah tertidur pulas tanpa baju dengan dua orang wanita ditempat tidurnya . Jantung sasa berpacu cepat melihat kedalam kamar dunianya seperti mau runtuh melihat suaminya tidur bersama wanita lain di ranjang pengantinnya  .


" sakitt archiee " isak sasa menahan suaranya agar tak terdengar archie yang masih tidur , sasa kemudian pergi keluar menuju mobilnya terparkir .


melihat nyonya rumah menuju mobil membuat penjaga pintu segera membukakan pintu gerbang untuk memberi jalan pada mobil yang dikendarai sasa . sasa memacu mobilnya menuju apartemen miliknya dengan perasaan sakit karena apa yang baru dia lihat dirumah .


 


" arrgggghhh .... ini yang kau bilang ingin menjagaku archie ? ini yang kau bilang kau mencintaiku !!!! "  teriak sasa didalam mobil .

__ADS_1


saat sudah memasuki area apartement sasa memutar arah mobilnya menuju pantai ancol tempat dimana dia biasa mencurahkan perasaannya ketika sedang sedih atau sedang ada masalah . sasa ingin menangis sepuasnya dipantai itu rasa lelah dan rasa kantuk sasa menghilang .


" kau jahat archieee...... teriak sasa di bibir pantai dimana matahari pagi mulai menampakan sinarnya


__ADS_2