
Pesawat jet pribadi milik Archie transit di Hongkong selama dua jam untuk pengisian bahan bakar setelah terbang dari Toronto , Sasa turun bersama suami dan anaknya untuk mencari udara segar sekedar meregangkan badan hal yang sama juga dilakukan oleh semua bodyguard Archie .
Gusti mengendong baby Arthur karena sejak pertama melihat keponakannya dia sudah sayang sekali pada baby tampan itu karena memang Gusti dan Swari belum mempunyai anak , Archie hanya tersenyum tipis melihat anaknya di asuh oleh Gusti . Diantara semua rombongan itu hanya dokter Frans yang masih melipat wajahnya karena ia masih belum rela pergi kembali ke Indonesia lagi .
Archie menyewa satu restoran selama satu jam khusus untuk keluarga dan rombongannya untuk menikmati makan siang bersama pilot-pilot pribadinya . Sasa memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya setelah terbang hampir 20 jam membuatnya merasa harus terkena air segar . Selesai mandi Sasa bergabung dengan suaminya untuk makan bersama dengan orang-orangnya.
" apa perlu kita booking hotel ? " tanya Archie pada Sasa dengan lembut .
" ikh apaa si mas " bisik Sasa menahan malu .
" iya kalau kau masih mau rileks kita bisa sewa kamar , jangan berfikir aneh-aneh sayang " ucap Archie dengan senyum jahatnya karena berhasil menjahili Sasa .
" nakalll " jerit Sasa sambil mencubit lengan kekar Archie lalu tertawa bersama .
Dokter Frans menatap dalam ke arah pasangan suami istri itu berulang kali ia menghela nafas berat .
" yang iri bukan cuma anda dokter " bisik Rico pelan sambil memasukan potongan steik keml mulutnya .
" ya si Archie brengsek itu terlalu beruntung mendapatkan Sasa sebagai istrinya " sungut dokter Frans sambil menenggak minumannya .
" mungkin kita perlu mencari perempuan Indonesia sepertinya dok haha " ucap Rico sambil tertawa lepas .
Archie hanya melirik tajam ketika melihat dokter Frans dan Rico tertawa bersama ia kemudian kembali menggoda Sasa , hanya Gusti yang sibuk bersama dengan baby Arthur yang sedari tadi tertawa riang bersama pamannya .
Selang dua jam berlalu akhirnya bahan bakar pesawat jet sudah diisi full , akhirnya mereka langsung bangkit dan berjalan menuju pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia .
" sebentar lagi sampe Jakarta kita ya sayangku " bisik Sasa pada baby Arthur yang baru selesai menyusu .
" kita pulang ke tanah kelahiran ibu sayang " imbuh Sasa sambil mencium gemas baby Arthur .
" eyang pasti akan bahagia sekali melihat cicitnya datang " ucap Gusti sambil menepuk pundak Archie .
__ADS_1
" apa itu cicit ? " tanya Archie bingung .
" i means great grandchildren " jawab Gusti sambil tersenyum ia lupa Archie belum paham semua istilah dalam bahasa Indonesia .
" terima kasih Archie " imbuh Gusti dengan tulus .
" aku melakukan ini demi istriku tapi jika keluarga kalian mengusik keluarga ku lagi maka aku akan bawa Sasa ketempat yang paling jauh yang tak akan kalian temukan " ucap Archie sambil mengancam pelan .
" i know Archie " sahut Gusti cepat .
Archie mengangguk pelan lalu berjalan ke arah Sasa dan baby Arthur lalu ikut bergurau bersama , Archie bisa tenang karena penerbangan yang lama ini anaknya baik-baik saja . Dokter Frans standby di sekitar baby Arthur untuk menjaga kondisinya .
Rico nampak sibuk mengerjakan beberapa dokumen penting yang ia bawa dari Kanada bersama dengan Gustaf , mereka sedang mengerjakan project baru atas perintah Archie . Perusahaan Durran Internasional akan merambah dunia keamanan di sistem komputer karena mengingat banyak sekali hacker-hacker yang bertebaran saat ini , oleh karena itu Archie merekrut team IT baru dari seluruh dunia dengan penyeleksian secara ketat . Team baru ini akan berkerja langsung dibawah pengawasan Gustaf dan Rico .
Akhirnya pesawat jet mereka mendarat dengan mulus di bandara internasional Soekarno Hatta dijakarta , saat mereka turun terlihat beberapa bodyguard Archie yang ada dijakarta langsung menyambut kembali kedatangan tuannya itu . Sasa menyerahkan baby Arthur pada Archie untuk digendong karena ia merasakan pusing akibat jet lag .
" Frans " jerit Archie dengan keras ketika melihat Sasa sempoyongan seperti orang mabuk
Dokter Frans kemudian memberikan minum kepada Sasa untuk meredakan rasa mual dan pusingnya .
" tak usah khawatir " ucap dokter Frans cepat ketika menyadari Archie dan Gusti khawatir .
" semoga hanya jetlag biasa " celetuk Gusti cepat .
" sure , oh iya Archie lebih baik kau urus baby Arthur sementara waktu karena istrimu butuh istirahat yang banyak nanti dirumah " pesan dokter Frans pada Archie .
" tak perlu dirawat dirumah sakit kan ? " tanya Archie cepat .
" no , she is ok ... hanya perlu istirahat saja " jawab dokter Frans tersenyum .
Akhirnya dokter Frans dan Rico berpisah dengan Archie dan rombongan karena akan langsung pulang ke apartemen milik Rico yang sudah di bersihkan oleh pelayannya , sejak hubungannya kandas dengan Lisa apartemen itu kembali seperti semula hanya di tempati oleh seorang pelayan saja . Oleh karena itu Archie menganjurkan agar dokter Frans tinggal bersama Rico saja sementara waktu , walau awalnya ditentang oleh Rico karena dokter Frans pasti akan melarangnya minum lagi sepeti kebiasaannya .
__ADS_1
Archie menatap mobil yang membawa dua sahabatnya pergi menuju keramaian ibukota ia pun masuk ke mobil dimana Sasa sudah masuk terlebih dahulu , baby Arthur sudah pulas dipelukan Archie wajahnya memerah karena perubahan suhu dijakarta akan tetapi itu wajar menurut dokter Frans . Tak lama kemudian mobil mereka sampai di mansion mewah milik Archie yang sudah lama ditinggalkan , para pelayan langsung menangis haru ketika menyambut tuan dan nyonya mereka datang tapi kesedihan itu kemudian sirna ketika melihat baby Arthur yang tampan . Mereka langsung berebut ingin menggendong tuan muda cilik mereka itu .
Bik Rani membimbing Sasa masuk kedalam rumah sedangkan Archie mengekor dari belakang sambil tersenyum melihat anaknya tampak seperti pangeran yang sedang dikerubuti dayang-dayang . Bik Rani lalu menghidangkan semangkuk bakso favorit Sasa yang sudah ia pesan sejak di Kanada , Sasa langsung menikmati bakso sapi buatan pelayannya itu dengan lahap Sasa menikmati makanan yang sudah lama sekali tak ia makan .
" sayang sambelnya jangan banyak-banyak " ucap Archie dengan meringis ketika melihat Sasa menambahkan dua sendok sambal ke mangkuk baksonya .
" biar pusingnya ilang mas , ini obat pusing paling mujarab tau " jawab Sasa sambil tersenyum lebar .
" ingat kau sedang meng-ASI-hi Arthur , jaga makanan yang masuk ketubuhmu " ucap Archie serius .
" yes sir " sahut Sasa cepat sambil berpose memberi hormat hingga membuat semua pelayan dirumah besar itu tertawa .
Archie hanya menggelengkan kepalanya sambil terus berfikir bagaimana mungkin makanan pedas bisa menghilangkan pusing , sementara itu Sasa terlihat sangat menikmati makanannya bersama Gusti dimeja makan .
Archie mengambil baby Arthur dari para pelayan untuk ia ajak masuk ke dalam kamar karena anaknya itu sudah tidur , dengan perlahan Archie meletakkan anaknya di ranjang lalu ikut berbaring disebelahnya dengan membelai pipi gembul baby Arthur .
" sayang dikamar inilah kau diproduksi hehe mungkin ayah akan memaksa ibumu membuat adikmu sebentar lagi disini " bisik Archie pada baby Arthur yang menggeliat geliat di ranjang .
" mesummm.... !!! "
teriak Sasa spontan ketika masuk ke dalam kamar .
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih sudah mengikuti Faith sampai sejauh ini buat kakak-kakak semua , untuk itu Thor mau kasih visual Baby Arthur semoga kakak-kakak suka :)
Baby Arthur Sebastian August
__ADS_1