Faith

Faith
Menghargai hidup


__ADS_3

Rico yang semalaman tak bisa tidur dengan nyenyak di dalam kamarnya karena memikirkan Selena akhirnya terbangun ketika mendengar suara keributan para pelayan Archie yang sedang membuat sarapan pagi , Rico dengan cepat berganti pakaian dan menyambar kunci mobilnya yang ada diatas nakas lalu dengan setengah berlari dia membuka pintu kamarnya lalu berjalan menuju halaman untuk pergi dengan mobilnya . Beberapa bodyguard Archie yang berjaga malam nampak heran melihat Rico pergi dengan terburu-buru di jam empat pagi .


Rico memacu mobil sport mewahnya dengan kecepatan tinggi dijalanan Jakarta yang masih sangat sepi itu , ia berharap masih bisa menemukan Selena di apartemennya dan bisa berbicara baik-baik dengan gadis itu . Setelah sampai di parkir bawah tanah Rico langsung berlari menuju lift khusus penghuni ia langsung memencet tombol di angka dua puluh dua dimana kamarnya berada , begitu lift terbuka Rico langsung berlari menuju kamarnya dan ia tak menemukan sosok Selena diseluruh ruangan yang ada di apartemen mewah itu .


Dengan penuh amarah Rico berteriak karena tak berhasil menemukan Selena seorang gadis asing yang telah memberikan kesuciannya , saat Rico sedang merutuki dirinya ia melihat secarik kertas diatas meja makan . Perlahan Rico buka dan baca surat itu yang ternyata adalah pesan dari Selena yang mengatakan kalau ia tak menginginkan uang Rico , ia juga meminta maaf kalau tidak sopan dengan memakai kemeja Rico tanpa ijin . Dengan penuh amarah Rico merobek kertas yang sedang ia pegang dengan sangat kesal .


" kenapa kau datang dengan cara seperti itu Selena !! siapa kau dan dari mana asalmu aku tak tau " ucap Rico lirih sambil melihat ranjang besarnya yang masih berantakan dan kotor karena noda darah milik Selena .


Rico terduduk di pinggir ranjang sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah rapi , setelah terduduk cukup lama Rico bangkit dari lantai dan mulai sibuk dengan laptopnya untuk mencari tau nama Selena . Saat sedang membuka browser ia tak sengaja membuka rekaman cctv di depan apartementnya dan melihat sosok Selena datang dengan berlari-lari sambil menangis seperti sedang ketakutan , hati Rico makin terluka saat melihat bagaimana Selena memukul-mukul pintu apartemennya berulang kali sampai akhirnya gadis malang itu terduduk dilantai karena kelelahan . Karena rekaman cctv nya tak bisa menangkap suara alhasil Rico hanya bisa menangkap adegan bisu dari Selena yang terlihat berteriak-teriak itu hingga membuatnya makin terlihat menyedihkan .


" kenapa kau harus datang padaku Selena !!! aaarrrgghhhh.... " teriak Rico dengan penuh penyesalan , belum pernah ia merasa bersalah seperti ini sebelumnya .


Drrttttt


Ponsel Rico berbunyi karena ada pesan masuk .


Big Bos :


" cepat datang ke bandara kita ke Australia sekarang juga , ada sedikit masalah disana !! aku sudah dalam perjalanan menuju bandara bersama Gustaf dan orang-orangnya "


Begitu membaca pesan dari Archie membuat Rico langsung bangun dan memasukan beberapa file penting dan laptop ke dalam tas , ia juga memasukan paspor Canada nya ke dalam tas . Setelah semua berkas penting masuk ke dalam tas Rico segera berganti pakaian lalu berjalan cepat meninggalkan apartemennya yang masih berantakan tanpa merapikan terlebih dahulu karena nanti siang akan datang pelayan dari rumah Archie yang akan membersihkannya seperti biasanya .


Di dalam mobil Archie terlihat tak mau melepas pelukannya pada baby Arthur yang kekeyangan setelah makan MPASI bintang lima buatan Sasa atas rekomendasi dokter Frans . Sasa hanya tersenyum tipis melihat Archie tak mau bergantian menggendong sang anak , tadi pagi manager proyek hotel dan resort di Australia menghubunginya mereka mengalami sedikit masalah dengan orang bagian pajak . Kalau tidak diselesaikan maka proyek besar Durran Internasional akan terancam diberhentikan secara sepihak oleh pemerintah Australia dan karena itulah Archie harus turun tangan sendiri , ia tak mau kerja kerasnya selama dua tahun ini hancur berantakan .


" ayo ikutlah sayang , mas tak tenang kalau harus berjauhan dari kalian berdua " ucap Archie berulang kali mencoba merayu Sasa untuk mau ikut ke Australia bersamanya .


" Sasa masih ada tugas mas , ini hari terakhir ngumpulinnya Sasa ga mau nilai jelek gara-gara ga kumpulin tugas akh !! " jawab Sasa cepat menolak permintaan Archie.


" tapi mas bakalan lama disana lho " cicit Archie memelas .


" ya udah nanti kalau urusan kampus sudah selesai Sasa sama Arthur nyusul ya kalau mas belum pulang ke Jakarta " ucap Sasa mengalah .

__ADS_1


Mendengar perkataan Sasa membuat mata Archie langsung berbinar-binar , ia dengan gemas langsung mencium baby Arthur sehingga membuat anak tampan itu terbangun karena kaget sehingga membuat Sasa harus turun tangan menenangkan anaknya . Archie hanya tertawa dengan lebar melihat anaknya menangis karena dirinya , ia langsung menarik Sasa dan baby Arthur kedalam pelukannya sambil terus mencium kening Sasa berulang kali .


Bandara Internasional Soekarno Hatta


" semua sudah siap bos " ucap Rico menyambut Archie yang baru sampai di bandara .


" good !! masuklah dulu aku mau berpamitan pada anak dan istriku " jawab Archie cepat , ia kemudian berjalan ke arah Sasa yang sedang menggendong baby Arthur .


Archie langsung mencium dengan gemas baby Arthur hingga membuat anak tampan itu tertawa karena merasa geli ketika perutnya dicium sang ayah , Sasa hanya mendiamkan suaminya melakukan itu pada anaknya tanpa berniat menggangu kesenangan Archie .


" susul mas secepatnya ya " pesan Archie berulang kali pada Sasa hingga membuat Sasa sedikit kesal karena suaminya mengulang kata yang sama selama hampir tiga puluh menit .


" iya tuan !! udah sana itu kasian pilot hanya menunggu mas saja " ucap Sasa mengusir Archie untuk segera pergi .


" pilot itu aku yang bayar , jet pribadinya milikku lalu kenapa aku harus terburu-buru " jawab Archie dengan sombong .


Sasa langsung mencubit perut Archie dengan gemas karena mendengar kata-kata suaminya yang urakan itu . Archie hanya meringis sambil memegang bekas cubitan Sasa , ia kemudian memilih untuk segera pergi setelah Rico berulang kali memanggilnya karena pihak protokol bandara memerintahkan jet pribadinya segera take off atau penerbangan mereka akan dibatalkan .


Dengan sedikit terpaksa akhirnya Archie pun naik ke pesawat pribadinya , ini adalah kali pertama dalam hidupnya meninggalkan anak dan istrinya untuk pergi berkerja dalam waktu yang cukup lama . Bagi Archie satu hari tak melihat dua belahan jiwanya itu akan menjadi hari yang sangat berat tapi kali ia harus berpisah sementara dengan anak istrinya demi proyek impiannya selama hampir sepuluh tahun terakhir yang akhirnya bisa terealisasikan dalam dua tahun ini .


" senangnya kalau semua anggota keluarga bisa kumpul bersama " ucap Sasa dalam hati saat melihat rombongan orang yang baru turun dari pesawat dan disambut oleh anak-anaknya dengan bahagia .


" ayah , ibu ... kalian liat Sasa dari atas sana kan sekarang sangat bahagia " gumam Sasa lirih dengan air mata yang mengalir tak sengaja , hatinya merasakan sakit tiap mengingat kedua orang tuanya .


Karena merasakan air matanya jatuh Sasa segera menghapusnya karena tak ingin supirnya tau , karena jika sang supir tau maka Archie juga akan tau dan Sasa tak mau hal itu terjadi karena tak menginginkan konsentrasi Archie terganggu selama menyelesaikan masalah di Australia . Sepanjang perjalanan pulang Sasa berhasil membuat sang anak tertawa tanpa henti hingga membuat supirnya juga ikut tertawa melihat Sasa dan baby Arthur bercanda .


Tak lama kemudian mobil yang membawa Sasa dan baby Arthur sampai dengan selamat dirumah , bik Rani langsung mengambil alih baby Arthur karena Sasa akan bersiap untuk berangkat kekampus . Tiga puluh menit kemudian Sasa sudah berganti pakaian yang lebih casual untuk kuliah , kalau orang yang tak mengenal Sasa akan menari mengira Sasa sebagai mahasiswa karena ia benar-benar tak terlihat seperti seorang ibu beranak satu dengan gaya berpakaiannya .Dan hal ini pula yang membuat Archie cemburu tanpa alasan hingga membuat Sasa gemas sendiri pada suaminya .


" nyonya yakin mau bawa mobil sendiri ? " tanya Benny sang supir berulang kali pada Sasa , ia trauma mengingat kejadian Sasa kabur dari rumah .


" iya pak Benny , Sasa nanti dari kampus mau ada urusan sebentar jadi ga perlu diantar bapak " jawab Sasa sambil meletakkan tas nya di bangku penumpang di belakang supir .

__ADS_1


" tapi nyonya.....


" tenang aku ga mungkin kabur hehehe , aku tak akan sebodoh itu lagi jadi jangan khawatir pak Ben " ucap Sasa cepat memotong pembicaraan supir pribadinya .


Akhirnya sang supir mengalah pada Sasa ia tak kalah berdebat dengan sang nyonya , Sasa hanya tersenyum melihat supir dan bodyguard Archie lainnya khawatir . Setelah Sasa mengatakan tujuannya hari ini mereka akhirnya membiarkan Sasa membawa mobil sendiri . Lagipula Sasa sudah bisa membawa mobil sejak dia kelas 3 SMP jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan lagi .


Sasa membawa mobil sport roadster BMW Z4 yang hanya memiliki dua pintu yang merupakan hadiah ulang tahunnya dari Archie yang mempunyai harga 1,4 Milyar . Sebenarnya Sasa tak menginginkan hadiah mobil tapi saat ia datang kepameran mobil mewah Indonesia atau yang biasa disebut Internasional Motor Show ( IMS) Sasa terlihat takjup dengan mobil sport berwarna merah itu sehingga membuat Archie langsung membelinya untuk sang istri sebagai hadiah ulang tahun ke 20 nya . Archie mendapatkan mobil itu setelah berhasil menghubungi CEO BMW secara langsung karena mobil BMW terbaru itu hanya ada 20 buah yang masuk ke Indonesia dan sudah terjual semua sehingga membuat Archie harus berbicara langsung dengan CEO mobil mewah itu di Jerman , setelah Archie menghubungi langsung sang bos besar BMW di Munich Jerman akhirnya ia berhasil mendapatkan satu unit mobil mewah itu sebagai hadiah untuk Sasa .


Sasa berani membawa mobil sendiri karena hari ini kampusnya tidak seramai biasanya tapi asumsi Sasa ternyata salah . Setelah ulangan akhir semester berakhir justru banyak mahasiswa yang datang kekampus , mereka langsung kaget saat melihat mobil mewah itu masuk ke area kampus apalagi para gadis-gadis mereka tak berkedip melihat mobil merah dua pintu itu . Teman kampus Sasa makin kaget saat melihat Sasa keluar dari mobil yang sedang mereka kagumi itu sehingga membuat Sasa merasa risih , ia terlihat berjalan cepat ke arah ruang kelasnya dimana teman-temannya juga terlihat kaget melihat Sasa mengendarai mobil mewah itu .


" aduh pinter banget si aku... " ucap Sasa dalam hati merutuki kebodohannya sendiri , ia merasa malu saat menjadi pusat perhatian teman-teman sebayanya .


" heii saa lu gila ya , itu mobil Lo kece badai !! " pekik Ditta mengagetkan Sasa yang sedang berjalan dengan menunduk itu .


" ikh apa si berisik !! " ucap Sasa kaget .


" itu mobil gila Sa , mahal banget itu .. " celetuk Ana yang tiba-tiba sudah berdiri disebelahnya .


" iya iya aduh jangan berisik malu tau , ayo ke kelas akh " pekik Sasa mencoba mengalihkan pembicaraan , Sasa kemudian berjalan dengan cepat menuju ruang kelasnya untuk mengumpulkan tugas yang diminta sang dosen killer di semester nya itu .


Beberapa siswa nampak berteriak saat melihat Sasa masuk , berita Sasa yang membawa mobil mewah sudah menyebar berkat pesan singkat antar mahasiswa melalui aplikasi WhatsApp . Sehingga membuat Sasa sulit mengelak , ia hanya tersenyum dengan terpaksa merespon ucapan teman-teman sekampusnya .Kegaduhan ruang kelas Sasa baru berhenti ketika ada tiga orang dosen wanita masuk , sebenarnya hanya ada satu dosen yang mengajar mata kuliah di kelas Sasa tapi ini ada dua orang dosen lagi masuk dan membuat para siswa kaget karena merasa aneh .


" terima kasih tugas kalian sudah dikumpulkan dengan baik , saya harap libur semester kali ini kalian bisa pergunakan dengan baik " ucap bu Rita sang dosen killer menutup pertemuan .


" saya mau menambahkan sedikit , kalian masih mahasiswa tak perlu lah kalian harus membawa mobil mewah kekampus !! bukankah kalian ingin belajar bukan untuk pamer , saya harap kalian mengingat ini ! " imbuh bu Sisca yang dari tadi menatap sinis ke arah Sasa .


Semua mahasiswa nampak tau siapa yang sedang dibicarakan oleh dosen itu , mereka hanya bisa bilang iya secara bersamaan termasuk Sasa . Sasa makin merasa tak enak karena telah membuat kegaduhan dikampus , karenanya Sasa langsung pulang saat semua urusannya dikampus telah selesai . Dengan langkah cepat Sasa menuju tempat parkir dimana mobilnya berada , setelah berhasil masuk kedalam mobilnya Sasa langsung memacu mobilnya keluar dari area kampus walau disoraki oleh banyak orang .


" Sasa kamu pinter banget sii akhh !!! " umpat Sasa berkali-kali merutuki kebodohannya .


Sasa yang sebenarnya tak ada niat untuk pamer jadi malah terkena boomerang sendiri karena kesalahannya , saat sedang menyetir mobilnya melewati jembatan Sasa melihat ada seorang gadis tengah berdiri diatas tiang pembatas jembatan dan bersiap melompat ke bawah yang mana itu adalah jalan tol yang ramai . Dengan cepat Sasa keluar dari mobilnya dan berlari ke arah gadis yang sudah hilang harapan itu .

__ADS_1


" noooo !!!!!!!!! ...." teriak Sasa saat melihat gadis itu melangkahkan kakinya ke udara


💮 Bersambung


__ADS_2