
Clarissa terbangun dari tidurnya setelah merasakan tubuhnya di goyang-goyang oleh Rizki suaminya , pagi itu Clarissa masih sangat mengantuk karena baru bisa tidur jam empat pagi setelah semalaman memikirkan Archie dan Sasa .
" masih ngantuk ki " ucap Clarissa dengan merengek .
" kau harus kerja Clarie ingat kau manager Clarie tanggung jawab mu besar!!! ayo bangun nanti telat " bujuk Rizki penuh cinta .
Clarissa hanya meregangkan tubuhnya lalu berbalik badan kembali ke arah Rizki dengan malas .
" sudah hampir jam tujuh lewat , kau mau berangkat jam berapa ??? " bentak Rizki tak sabar .k
" akhhh aku akan telat Ki kenapa ga bangunin dari tadi siii " teriak Clarissa dengan jengkel sambil melompat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi .
Rizki hanya tersenyum simpul melihat kelakuan istrinya yang kekanak-kanakan itu , ia pun berjalan menuju pintu keluar untuk bergabung bersama orang tuanya menunggu Clarissa selesai mandi .
Di dalam kamar mandi Clarissa mandi dengan kesal karena ia masih sangat mengantuk dan harus pergi bekerja . Clarissa sangat iri dengan hidup yang dimiliki oleh Sasa , oleh karena itu ia mengutuk Sasa atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini .
" kau merebut apa yang harus jadi milikku sa , aku yang harusnya ada diranjang Archie bukan kau , dan harus ya jam segini aku masih menikmati ranjang empuk bukan harus mendi dan bersiap bekerja !!! kalau aku tak bisa mengambil apa yang harusnya jadi milikku kembali padaku jangan panggil aku Clarissa Eugene , ingat itu Farasya .... aarggghh sialaaannn dasar kau Farasya ... !!! " teriak Clarissa dengan penuh emosi di dalam kamar mandi menyalahkan Sasa atas apa yang terjadi pada dirinya .
Setelah selesai mandi Clarissa langsung memakai pakaian kerjanya karena hari sudah semakin siang , ia sampai tak sarapan bersama orang tua Rizki karena mengejar waktu yang sudah makin mepet dengan waktu jam kerjanya itu . Clarissa memilih naik ojek online untuk mengantarnya sampai hotel tempatnya bekerja , saat sudah hampir sampai didepan hotel terjadi kemacetan yang parah sehingga ia memilih turun dari ojek onlinenya dan berlari ke hotelnya dengan mengerahkan seluruh tenaganya karena takut terlambat . Bulan ini Clarissa sudah terlalu banyak memakai ijinnya karena itu ia tak bisa telat lagi karena jika itu terjadi ia akan terkena SP 1 dan apabila ia terkena SP maka jenjang karirnya akan terhambat .
" akhhhh untung saja masih kekejar " uap Clarissa dengan nafas tersengal-sengal ketika sedang absen di mesin sidik jari .
" macet Bu ? " tanya salah satu karyawan hotel lainnya .
" Jakarta luar biasa hari ini , ya sudah lanjutan kerja kalian " jawab Clarissa cepat . Ia kemudian berjalan ke arah loker pakaian untuk berganti baju kerjanya .
" cihh...aku harus menderita seperti ini demi uang sementara kau hanya duduk manis diranjang mewah milik Archie , ini tidak adil Sa .,, harusnya yang ada diposisi mu adalah aku " gerutu Clarissa sambil menganti pakaiannya yang basah karena terkena keringat waktu ia lari .
Clarissa menatap foto kecil yang ada diloker bajunya , gambar di foto itu adalah dirinya dan Sasa waktu masih berseragam SMA yang tertawa bersama karena menang lomba marching band antar sekolah se-Jakarta waktu itu . Sikap iri dari Clarissa sudah tumbuh sejak ia sekolah , ia selalu ada dibawah Sasa untuk semua mata pelajaran apapun bahkan pemilihan mayoret yang menjadi bintang utama di marching band sekolahnya ia harus puas di posisi cadangan setelah posisi utama jatuh pada Sasa .Karena itulah ia selalu menginginkan apapun yang berhasil Sasa miliki walau harus dengan cara kotor .
" kau sudah terlalu lama beruntung Sa , sekarang gantian aku Sa " ucap Clarissa dingin sambil menusuk foto wajah Sasa dengan pisau kecil yang ada di loker bajunya itu .
Clarissa berjalan dengan penuh percaya diri ke ruangannya bersama dengan teman-teman lainnya yang sudah datang dan siap melakukan briefing sebelum mulai berkerja seperti biasanya .
" hatchiii... hatchii.... "
Suara bersin Sasa yang tak berhenti sejak semalam membuat Archie khawatir .
" mana si Frans lama sekali anak itu , dia naik mobil apa naik kura-kura !! " teriak Archie jengkel karena sudah menunggu hampir satu jam tapi dokter pribadinya itu belum sampai juga dirumahnya .
__ADS_1
" Sasa gapapa mas kenapa harus panggil dokter Frans dia kan sibuk di rumah sakit " ucap Sasa cepat , sejak pagi Sasa bersin berulang-ulang hingga membuat Archie khawatir .
" iya kamu gapapa sayang mas tau kok cuma bersin bersin aja dari pagi ya kan , gapapa bersin-bersin kaya gitu ya sambil menyusui Arthur !! " sahut Archie cepat sambil berkacak pinggang .
Sasa hanya bisa nyengir kuda mendengar perkataan suaminya , ia merasa aneh juga kenapa tiba-tiba bersin tak berhenti padahal ia merasa tak ada yang salah dengan tubuhnya karena Sasa tak merasa demam ataupun gejala flu .
Lima menit kemudian terdengar suara mobil milik dokter Frans berhenti di halaman rumah Archie , sang pemilik mobil langsung turun dengan membawa sekotak peralatan tempurnya . Ia berlari-lari masuk kedalam rumah dimana Archie sudah menunggunya dengan sedikit kesal .
" lebih baik kau pakai helikopter saja Frans !! mobilmu sudah terlalu lambat " hardik Archie kesal ketika melihat temannya datang terlambat .
" aku harus menyelesaikan tugasku dulu tadi , kau ini asal bicara saja bisanya " jawab dokter Frans ketus .
" akh sudahlah sana periksa istriku " ucap Archie sambil mendorong tubuh dokter Frans masuk ke dalam ruang belajarnya dimana Sasa sudah duduk manis menunggu dokter itu datang .
Dokter Frans langsung memeriksa denyut nadi Sasa dan melakukan pemeriksaan lainnya pada Sasa nampak baik-baik saja itu ,hingga ia pun heran sendiri kenapa ia harus dipaksa datang ke rumah teman baiknya itu kalau sang nyonya rumah dalam keadaan baik-baik saja .
" kalau kau bukan temanku pasti sudah ku pukul kau Archie " sengit dokter Frans sambil merapikan peralatan kedokteran nya ke dalam koper kembali .
" kau yakin istriku baik-baik saja Frans ? " tanya Archie berulangkali .
" she is fine Archie !!!! aku sudah jadi dokter hampir dua belas tahun kenapa kau tak percaya ha ??! " tanya balik dokter Frans habis kesabaran karena menghadapi Archie .
Dokter Frans hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu berjalan masuk ke ruang bermain baby Arthur dimana Rico ada disana menjaganya , pagi ini Rico juga dibangunkan Archie secara paksa untuk menjaga baby Arthur .
Dokter Frans kemudian memeriksa baby Arthur yang masih terlelap di bouncer mahal nya itu , tak lama kemudian dokter Frans keluar dari kamar baby Arthur menuju ruang tamu dimana Archie dan Sasa sudah menunggunya .
" anakmu juga baik-baik saja bos besar " ucap dokter Frans sambil duduk di sofa didepan Archie dan Sasa duduk .
" syukurlah , lalu apa yang terjadi pada istriku Frans ? " tanya Archie khawatir sambil memegang erat tangan Sasa .
" mungkin nyonya hanya alergi debu biasa " jawab dokter Frans cepat .
" atau karena ada orang yang membicarakan aku sepanjang hari mas " celetuk Sasa tiba-tiba .
Archie dan dokter Frans langsung menoleh ke arah Sasa dengan berbarengan mendengar perkataannya , mereka sama-sama menaikan alis satu karana tak mengerti dengan arah maksud omongan Sasa .
" biasanya gitu si " imbuh Sasa cepat sambil berjalan pergi meninggalkan ruang tamu menuju dapur .
" kau mengerti apa yang istrimu katakan bos ? " tanya dokter Frans bingung
__ADS_1
" kau tanya aku lalu aku tanya siapa ?!! " jawab Archie singkat sambil menatap Sasa yang masih sibuk didapur untuk membuatkan minuman .
Sasa membuat minuman untuk suami dan tamunya dengan banyak pertanyaan di kepalanya , tak biasanya ia bersin-bersin sepeti tadi rasanya memang seperti ada yang tak beres terjadi dan ia tak tau apa . Karena dulu sewaktu sekolah ketika ada temannya yang bersin secara tiba-tiba mereka selalu bilang karena ada orang itu sedang digunjingkan oleh orang lain .
" semoga hanya perasaanku saja " ucap Sasa dalam hati sambil membawa nampan yang berisi minuman untuk suaminya dan dokter Frans .
Mereka lalu berbincang bersama dengan Rico yang sudah bergabung di ruang tamu sambil menertawakan kebodohan Rico yang baru saja di tipu seorang wanita di bar , hanya Sasa yang masih tak bisa fokus ada sesuatu yang masih mengganjal dihatinya .
Saat sedang berbincang tiba-tiba ponsel Sasa berdering , Sasa pun kemudian berjalan mengambil ponselnya yang ada di dekat aquarium . Begitu menyentuh ponselnya Sasa merasa aneh saat melihat ada nomor asing yang tak ia kenal sedang menghubunginya tapi saat akan ia angkat sudah kembali mati .Sasa kemudian meletakkan kembali ponselnya yang sedang di charge itu .
" permisi selamat siang " terdengar ucapan seseorang dari luar pintu .
" yes ..... "
Archie tak dapat menyelesaikan perkataannya karena melihat sosok yang ada didepannya begitupun dengan Sasa yang masih berdiri di bawah tangga .
Rumah mereka kedatangan beberapa staff dari hotel tempat dimana Archie memesan restoran secara privat untuk acara dinner kemarin datang membawa sebuket bunga mawar putih besar , Sasa yang paling kaget karena melihat sosok Clarissa ada dorongan itu berdiri dengan anggun dengan membawa goodie bag yang berisi wine .
Para pelayan langsung menerima buket bunga dan bingkisan itu untuk disimpan , mereka lalu duduk bersama diruang tamu itu . Archie hanya melirik kesal ke arah Clarissa ia tak pernah menyangka wanita yang ia benci itu akan datang ke rumahnya .
" maaf tuan kami datang tanpa pemberitahuan , kami datang secara khusus untuk mengucapkan terima kasih karena tuan Archie kemarin memilih hotel kami untuk melangsungkan acara tuan di restoran terbaik kami " ucap seorang manager wanita penuh syukur .
" akh saya rasa tak perlu seperti ini toh saya juga mendapatkan pelayanan yang memuaskan , iya kan sayang " jawab Archie sambil mencium tangan Sasa lembut .
Sasa menganggukan kepalanya dengan tersenyum , sasa merasa aneh kenapa sampai ada staff hotel datang kerumah untuk memberikan hadiah itu tak masuk dalam logikanya . Walau seperti itu Sasa berusaha tersenyum karena tak ingin memberikan kesan jelek pada para tamunya itu , setelah berbincang cukup lama akhirnya semua staff hotel itu pergi termasuk Clarissa yang sejak tadi langsung terdiam padahal ia adalah seorang gadis yang banyak omong .
" kok aneh ya , baru tau aku ada layanan seperti ini dari hotel " celetuk Rico cepat saat orang hotel itu pergi .
" aku juga merasa aneh bos " imbuh dokter Frans yang sejak tadi hanya duduk dan diam mengamati tamu-tamu Archie .
" biarkan lah toh mereka datang dengan niat baik , lagipula yang mereka bawa adalah bunga kesukaan istriku tak apa lah " jawab Archie sambil merangkul pinggang Sasa dengan mesra lalu mencium bahu Sasa yang kebetulan hari ini memakai baju model Sabrina yang membuatnya makin cantik .
" ayo masuk " ajak Archie pada Sasa yang masih terdiam .
Sasa mengangguk pelan lalu berjalan mengikuti suaminya yang sudah masuk lebih dulu bersama dua orang teman baiknya .
" semoga kedatanganmu kerumah ku tak membawa niat buruk Clarie , aku tau siapa kamu ... " ucap Sasa dalam hati khawatir karena sejak Clarissa masuk ke rumahnya tingkahnya sangat aneh . Matanya menatap hampir semua sudut ruangan dirumah itu bahkan Sasa juga memergoki Clarissa yang sempat terbengong bengong saat melihat deretan mobil mewah milik Archie yang terparkir rapi di garasi.
" tak akan kubiarkan niat burukmu berhasil Clarie !!! .... batin Sasa sambil melirik ke arah gerbang rumahnya .
__ADS_1