Faith

Faith
marahnya wanita sabar


__ADS_3

Setelah Sasa menghentikan laju mobilnya di parkir bawah tanah di apartemen Keraton Residence dimana ia mempunyai dua unit apartemen di apartemen mewah itu , ia kemudian langsung keluar dari mobil dengan setengah berlari sehingga membuat Archie mengejarnya .


Sasa menahan emosinya saat ada di dalam lift , candaan Archie yang biasanya bisa membuatnya tertawa pun nampak tak lucu sama sekali baginya kali ini sehingga membuat Archie pun memilih diam .


" are you sure sayang ? " tanya Archie pelan saat lift sudah berhenti .


" yes , dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya !! " jawab Sasa cepat .


Archie tersenyum simpul ia tau istrinya sedang sangat kesal pada Rico apalagi setelah tau kalau Selena berniat mengakhiri hidupnya karena Rico , Archie pun sempat kaget waktu mendengar Sasa menceritakan kalau awal pertemuan Sasa dengan Selena adalah di jembatan dimana Selena akan bunuh diri .


" bisa-bisanya Rico yang makan durian trus mas yang harus kena durinya " ucap Sasa ketus .


" apa hubungannya Rico dan durian ? " tanya Archie bingung .


" akh udah Sasa lagi malas ngomong nanti aja di apartemen Rico baru Sasa ngomong panjang lebar " jawab Sasa cepat lalu serangan berlari keluar dari lift menuju unit Rico di kamar 3117 .


Melihat Sasa berlari ke arah kamar Rico membuat Archie pun dengan cepat menyusul langkah istrinya . Saat sampai di depan kamar Rico langkah Sasa terhenti lalu menengok ke arah Archie yang masih berjalan ke arahnya .


" buka , mas tau kan password apartemen Rico ? " tanya Sasa ketus .


" tidak lebih baik kita ketuk saja sambil menunggu Rico keluar ? " tanya Archie balik .


" no!!! dia harus tau Sasa marah , enak saja dia yang mengambil madu Selena lalu mas yang disuruh tanggung jawab !!! " sahut Sasa ketus sambil melirik tajam ke arah Archie .


Mendengar perkataan Sasa membuat Archie tersenyum bahagia , ia kemudian memasukan password apartemen Rico . Setelah Archie memasukan kombinasi angka akhirnya pintu apartemen Rico terbuka , Sasa langsung masuk begitu pintu terbuka tanpa menunggu Archie mempersilakan masuk .


Sasa duduk di sofa menunggu Archie memanggil Rico tapi saat Archie akan menuju kamar Rico rupanya sang empunya kamar baru keluar dari pantri dengan membawa secangkir kopi .


" kalian .. sejak kapan kalian datang ? " tanya Rico kaget .


Mendengar suara Rico sontak membuat Sasa langsung berdiri dan berjalan cepat ke arah Rico .

__ADS_1


Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Rico hingga membuat cangkir yang dibawa Rico jatuh dan pecah berantakan bahkan Archie pun nampak kaget melihat Sasa menampar Rico .


" kenapa ? kau kaget aku menampar mu Rico !!! " hardik Sasa dengan nada tinggi .


" no , aku justru mau bertanya aku salah apa padamu " jawab Rico bingung dan menatap ke arah Archie .


" kau brengsek Rico !! karenamu satu nyawa hampir melayang lalu karenamu juga anakku hampir kehilangan ayahnya !! " teriak Sasa penuh emosi .


Archie yang sejak tadi hanya melihat saja tiba-tiba berjalan ke arah Sasa dan memeluk Sasa dengan erat untuk menenangkan istrinya yang sedang terbakar api kemarahan itu .


Rico yang belum mengerti arah pembicaraan Sasa hanya bisa menatap ke arah Archie dengan tatapan bingung penuh tanda tanya sehingga membuat Archie memberikan ia kode supaya ikut duduk dan bergabung dengannya di sofa .


Setelah Rico duduk di sofa Archie meminta Sasa menjelaskan semuanya dari awal , Sasa yang sedang marah berusaha mengatur nafasnya lalu mulai berbicara panjang lebar dimulai dari pertemuannya dengan Selena di jembatan yang akhirnya membuat Selena bercerita pada Sasa penyebab Selena ingin mengakhiri hidupnya .


Mendengar cerita Sasa membuat Rico langsung duduk lemas tanpa tenaga berkali-kali ia mengacak-acak rambutnya terlihat sangat frustasi dan merasa bersalah di saat yang sama . Archie langsung berpindah tempat duduk disebelah Rico untuk menguatkan sahabat baiknya itu sementara Sasa masih menatap tajam ke arah Rico , kemarahannya belum sepenuhnya hilang . Ia marah pada Selena tapi juga merasa kasian , ia merasa ingin meledak sewaktu mendengar cerita Archie yang memberitahukan kalau Selena dengan terang-terangan membuat penyataan cinta pada Archie didepan semua orang .


" heii heii mau kemana ? ini sudah jam satu malam sayang " teriak Archie kaget sambil berusaha menggapai tangan Sasa .


" Sasa mau pulang dan menenangkan diri lah , emosi nanti Sasa liat lelaki pengecut itu yang lepas dari tanggung jawab " jawab Sasa sambil melirik tajam ke arah Rico .


" kau Ricardo kalau kau benar-benar lelaki buktikan kalau kau bisa bertanggung jawab atas perbuatan mu !!! kalau kau tak mau lebih baik kau pakai ini ..... " imbuh Sasa sambil melempar dress milik Sasa yang diberikan Archie kehadapan Rico .


Sasa langsung berjalan cepat ke arah pintu meninggalkan ruang tamu di apartemen Rico yang kemudian disusul Archie dengan tergesa-gesa .


" sayang udah malam gak lebih baik kita tidur disini di apartemenmu di lantai atas ? " tanya Archie pelan mencoba merayu Sasa .


" apartemen Sasa kan ada penyewanya mas gimana si !! masa iya Sasa usir mereka ngaco banget si , udah lah Sasa bisa pulang sendiri mas disini aja trus ajarin tu anak buah kesayangan mas untuk bersikap jadi lelaki sejati !! " jawab Sasa ketus lalu melanjutkan langkahnya menuju lift meninggalkan Archie .


Archie langsung membisu mendengar perkataan Sasa , ia hanya bisa berdiam menatap Sasa menghilang dibalik pintu lift yang membawa Sasa turun ke parkiran bawah tanah . Archie pun berjalan kembali ke arah kamar Rico sambil memainkan ponselnya untuk memerintah bodyguardnya supaya mengawal Sasa pulang dengan selamat .

__ADS_1


Langkah Archie membuat lamunan Rico langsung buyar , ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan posisi wajah yang menatap ke langit-langit apartemennya .


" aku kira dia baik-baik saja bos " ucap Rico lirih .


" mana ada wanita baik-baik saja setelah keperawanannya diambil seorang lelaki Rico !! " jawab Archie cepat .


" aku tak tau kalau dia anak Alexander Del Leon si orang spanyol itu " ucap Rico lirih .


" apa kau ingat Rico aku pernah membahas tentangnya sebelumnya " celetuk Archie dengan tersenyum.


" apa maksudmu bos ? " tanya Rico cepat .


Archie hanya tersenyum simpul lalu bangkit dari sofa menuju pantri untuk membuat minuman , tak bergitu lama kemudian Rico berlari ke arah pantri dan langsung memegang pundak Archie dengan tatapan dalam .


" mungkinkah ...?


" ya , aku berencana menjodohkan anaknya denganmu sebelumnya tapi aku tak tau kalau Selena yang kau maksud adalah anak Del Leon " ucap Archie cepat memotong perkataan Rico yang terlihat sangat shock itu .


" lalu aku harus bagaimana sekarang bos ? " tanya Rico bingung .


" sudah lah besok kau coba hubungi Selena aku akan berbicara lagi dengan Del Leon si pria tua menyebalkan itu " jawab Archie sambil menepuk pundak Rico dengan perlahan .


Rico tersenyum mendengar perkataan Archie , ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas sofa sementara Archie memilih memainkan ponselnya untuk melacak keberadaan Sasa ia ingin mengetahui apakah Sasa sudah kembali ke ruang atau belum .


" terima kasih atas cintamu sayang " ucap Archie pelan sambil menatap ke foto Sasa yang ada di ponselnya , Archie merasa lega karena Sasa sudah sampai dirumah dengan selamat .


Archie kemudian memilih berjalan ke arah kamar tamu untuk tidur , ia biasa tidur dikamar tamu jika sedang berkunjung ke apartemen Rico itulah mengapa ia hafal password pintu apartemen Rico . Setelah berganti pakaian Archie langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang lalu mulai memejamkan mata .


Di sofa Rico tak benar-benar tidur , pikirannya melayang-layang mengingat Selena apalagi pertemuan keduanya yang ia harapkan baik-baik saja ternyata tak sesuai dengan harapannya karena Selena justru menyatakan perasaannya pada Archie .


" maafkan aku Selena ... " ucap Rico dalam hati menyesali perbuatannya .

__ADS_1


__ADS_2