
Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam 10 menit akhirnya pesawat jet pribadi milik Archie mendarat dengan mulus di bandara Soekarno-Hatta , semua penumpang turun satu persatu . Baby Arthur yang masih tidur tetap dibawa turun oleh bik Rani tanpa membangunkannya karena takut membuat baby tampan itu menangis .
Sasa yang merasa tak enak badan karena sepertinya telah salah makan terpaksa dipapah oleh Archie menuruni tangga .
" apa nyonya sedang hamil ? " tanya Gustaf penasaran pada dokter Frans .
" kau tanya aku memang aku suaminya " jawab dokter Frans berkelakar .
" kau kan dokter !! bagaimana si Frans " sengit Gustaf jengkel .
Selena dan Rico hanya tersenyum mendengar pertengkaran kecil dua teman baiknya itu sementara Sasa yang sedang mengalami mual memilih untuk tak berkomentar apapun selain terus memaksa Archie untuk tetap berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan lobby .
" kau yakin sayang kita tak perlu ke rumah sakit ? " tanya Archie berulang kali untuk menyakinkan Sasa karena merasa tak tega melihat wajah Sasa memucat .
" iya mas , kita pulang aja aku dah gak kuat ini " jawab Sasa sambil menutup mulutnya rapat .
Archie mengangguk cepat lalu kemudian memasang sabuk pengaman sang istri dengan perlahan , ia lalu menyalakan mobilnya untuk segera pulang . Archie membawa mobil sendiri tanpa seorang supir karena ia khawatir melihat kondisi Sasa yang terus menerus muntah sejak dua jam yang lalu , Sasa yang orang Indonesia asli merasa aneh ketika harus makan oyster mentah untuk makan malam berbeda dengan sang suami dan orang-orangnya yang memang terbiasa makan makanan seperti itu .
Karena semua orang memintanya untuk makan seafood mentah itu dengan terpaksa Sasa memasukan makanan itu ke dalam mulutnya dan hasilnya Sasa harus mengalami muntah-muntah hebat sejak dua jam sebelum mendarat di Jakarta .
Sesampainya dirumah besarnya Sasa langsung muntah di rumput begitu keluar dari mobil sampai terduduk di paving blok yang ada di taman sehingga membuat Archie makin tak tega pada istrinya , dengan penuh kasih sayang Archie membantu memijit leher Sasa untuk memberi kenyamanan pada sang istri yang terlihat kepayahan itu .
" ini minum dulu " ucap Archie sambil memberikan air putih hangat yang dibawa pelayannya untuk Sasa .
" makasih mas " jawab Sasa pelan ketika sudah menghabiskan setengah dari isi gelas itu .
Archie menyeka keringat dingin yang mengalir dari kening Sasa ia menyesal telah memaksa sang istri untuk ikut makan makanan itu , sebenarnya Sasa tak masalah dengan oyster karena ia terbiasa makan di restoran bersama Archie . Tapi oyster yang dimakan Sasa adalah oyster yang sudah dimasak matang tidak seperti yang tadi dimakan oleh nya dipesawat .
Brukk...
Tiba-tiba saja Sasa jatuh pingsan ketika mencoba berjalan mengikuti langkah Archie masuk ke dalam rumah , dengan cepat Archie membawa tubuh sang istri masuk kembali ke dalam mobil untuk ia bawa ke rumah sakit . Archie tak mau merepotkan dokter Frans yang masih kelelahan , oleh karena itu ia memilih membawa sang istri ke rumah sakit tanpa memberitahu anak buahnya . Sebelum pergi Archie sudah berpesan pada para pelayannya untuk tak memberitahukan kondisi Sasa pada siapapun .
Mobil BMW Archie berhenti di lobby rumah sakit , ketika ia turun beberapa orang suster langsung membantunya untuk mengeluarkan Sasa dari dalam mobil . Para suster kemudian membawa Sasa ke ruang instalasi gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan pertama , setelah dua puluh menit diperiksa akhirnya dokter meminta Sasa untuk dirawat karena kondisi tubuhnya yang sangat kekurangan cairan paska muntah-muntah .
" tenang tuan , gejala yang nyonya Sasa berikan sudah dapat dipastikan kalau beliau mengalami keracunan makanan " ucap seorang dokter praktek pada Archie .
" tapi tak ada masalah serius kan dok ? " tanya Archie khawatir .
" kami sudah memasang infus dan sudah memberikan obat juga seharusnya kondisi nyonya Sasa sudah stabil ia hanya perlu istirahat karena terlalu lelah muntah tuan , beruntung tuan langsung membawa istri anda kemari karena kalau telat kondisinya akan lebih buruk " jawab dokter wanita setengah baya memberikan penjelasan pada Archie .
__ADS_1
" terima kasih dok " sahut Archie cepat penuh syukur .
" sudah jadi kewajiban saya tuan " ujar dokter itu yang kemudian pergi untuk memberikan laporan hasil pemeriksaan Sasa pada petugas jaga di depan ruang IGD untuk manifestasi .
Archie duduk di sebuah kursi disamping ranjang perawatan Sasa diruang VVIP , dengan perlahan Archie membelai wajah Sasa yang pucat . Rasa penyesalan menyeruak di dalam hatinya karena telah bertindak sembrono dengan memaksa Sasa memakan makanan yang tak biasa ia makan . Karena kelelahan akhirnya Archie pun tertidur di ranjang dengan terus memegang tangan Sasa .
Apartemen Keraton Residence
Sesampainya di basement Rico menggendong Selena ala bridal style menuju kamarnya melalui lift , walau mereka belum menikah secara resmi tapi mereka sudah memutuskan untuk hidup bersama seperti yang Rico lakukan selama bertahun-tahun ini dengan kekasihnya yang terdahulu .
Setelah sampai di unit apartemennya dengan perlahan Rico menurunkan Selena ke atas ranjang , wajah Selena yang sedang tidur benar-benar membuatnya gila . Karena tak tega membangunkan sang kekasih Rico akhirnya memilih mengganti baju yang dipakai Selena dengan baju tidur , melihat tubuh Selena yang tak tertutup sehelai benangpun membuat darah lelaki Rico kembali berdesir akan tetapi karena tak tega menyetubuhi Selena yang tengah tidur akhirnya membuat akal waras Rico kembali .
Rico mengambil pantie dan pakaian tidur untuk dipakaikan pada Selena setelah ia selesai membasuh tubuh Selena dengan handuk basah , Rico berkali-kali menelan salivanya ketika kembali menyentuh tubuh sang kekasih . Butuh waktu 10 menit untuk memakaikan baju pada Selena , setelah seleai Rico akhirnya pergi kekamar mandi untuk menyegarkan diri dan menurunkan nafsunya yang sudah kembali bangkit itu .
" heiii apa yang kau lakukan " jerit Rico kaget saat merasakan Selena merangkul dirinya dari belakang dibawah guyuran shower .
" kenapa hanya mengganti pakaianku saja ?! apa aku tak menarik bagimu ? " tanya Selena sedih .
Deg
Rico seperti mendapatkan sebuah lotre mendengar perkataan Selena , dengan cepat ia menarik tubuh Selena kedepannya dan membuat Selena bersandar pada dinding kamar mandi dengan membuat kedua tangan Selena ada di atas kepala sehingga membuat dadanya terlihat semakin menantang apalagi setelah terkena air dari shower yang makin menunjukkan sepasang ** yang indah mencuat dari balik pakaian tidurnya .
" kau yang memintanya jadi jangan salahkan aku kalau malam ini kau tak bisa tidur " bisik Rico dengan nafas berat yang menunjukan kalau nafsunya sudah tak bisa dibendung .
Selena tak bisa menyelesaikan perkataannya karena bibirnya sudah di ***** oleh Rico .
Selena yang tak mau kalah pun langsung membalas permainan lidah sang kekasih , tanpa ada rasa malu atau jijik mereka saling bertukar liur dibawah guyuran air . Tangan Rico yang nakal pun sudah tak menahan tangan Selena diatas kepala , tangan kekar itu sudah bermain-main di pangkal paha Selena setelah merobek panties yang dipakai Selena . Gerakan sensual tangan Rico dibawah tubuhnya benar-benar membuat Selena mencapai puncak pertamanya , air hangat Selena mengalir ke jari jemari Rico yang membuat Rico tersenyum penuh kemenangan .
" kau cantik sayangku " bisik Rico cepat saat sudah melepas tangannya dari daerah intim Selena .
" tapi tidak permainan baru dimulai honey .." imbuh Rico sambil menciumi semua inci leher jenjang Selena hingga membuat gadis itu menggelinjang merasakan kenikmatan .
" no Rico jangan siksa aku ... akh ouchhh mmmmm do it Rico do it ...." rengek Selena sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri diatas ranjang karena kedua tangannya diikat oleh Rico di ranjang dengan kaki yang Rico buka lebar sehingga membuat bunga mawar merekah milik Selena terbuka lebar dan membuat Rico dengan mudah menyusuri setiap bagian di bawah tubuh Selena yang akhirnya membuat Selena berkali-kali mencapai pelepasan .
Dengan cepat Rico melakukan permainan inti hingga membuat Selena banjir keringat dan kelelahan , seperti yang Rico katakan sebelumnya malam ini Selena benar-benar tak bisa tidur sampai pagi . Mereka berdua saling mereguk madu kenikmatan satu sama lain dengan penuh cinta .
Kantor Durran Internasional
Saat semua orang kembali ke rumah masing-masing tapi tidak dengan Gustaf yang masih penasaran dengan sosok gadis yang tertangkap kamera di hotel Zachie Broadway , ia ingin menyakinkan kalau gadis itu benar-benar ada hubungannya dengan Alexander Del Leon seperti tebakan Archie sebelumnya .
__ADS_1
" Carolina Lumenta , 23 tahun model kebangsaan Spanyol "
Nama yang keluar saat Gustaf berhasil membobol data dari ponsel Alexander Del Leon , nama itu cocok 99 % dengan foto gadis yang tertangkap di hotel .
" kenapa bos selalu benar setiap menebak sesuatu " ucap Gustaf lirih memuji kejelian Archie .
Karena sudah selesai akhirnya Gustaf memilih kembali ke apartemennya , ia turun seorang diri dari lantai 31 menuju basement . Saat dalam perjalanan pulang Gustaf membelokkan mobilnya menuju ke Club milik Rico ia mengalami jetlag yang parah jadi Gustaf memilih untuk pergi minum .
Beberapa gadis cantik langsung menyambut kedatangan Gustaf , mereka bergelayut manja di kedua lengan Gustaf sampai akhirnya seorang security yang mengenali Gustaf langsung meminta para gadis itu untuk menjauh dari tubuh Gustaf .
Gustaf hanya tersenyum melihat gadis-gadis cantik itu pergi dengan kecewa , karena tak tega Gustaf memanggil mereka lagi dan memberikan uang 100 USD untuk masing-masing gadis . Setalah gadis itu pergi Gustaf langsung berjalan ke bar untuk minum , satu hal yang ia benci tiap melakukan perjalanan jauh dengan pesawat adalah ia mengalami jetlag .
Byurrrrr ....
Tiba-tiba baju Gustaf tersiram oleh seseorang gadis yang sedang mabuk , ketika Gustaf meminta menjelaskan sang gadis justru makin menggila bahkan mengeluarkan kata-kata kasar .
" siapa kau !! kau belum tau aku hah ... jaga sikapmu .... " teriak gadis berambut brunette itu marah-marah pada Gustaf .
" lepaskan !!! " imbuh sang gadis saat beberapa security memegang tangannya .
" biarkan dia pergi " ucap Gustaf pelan memberikan perintah agar dua secury itu melepas tangan sang gadis .
Setelah dilepas sang gadis justru makin menggila ia bahkan mengacungkan jari tengah ke arah Gustaf , setelah itu ia pergi dengan terhuyung-huyung .
" pantas saja bos mencari gadis SMA sebagai istri , ternyata begini kelakuan gadis jaman sekarang " ucap Gustaf lirih sambil menggelengkan kepalanya melihat gadis yang marah-marah padanya pergi keluar .
Setelah itu Gustaf kembali menghabiskan minumannya yang sudah dibuatkan oleh bartender dengan baju basahnya , satu jam kemudian Gustaf memilih untuk pulang karena rasa kantuk mulai menyerangnya setelah ia meminum dua gelas Vodka .
" apa ini " ucap Gustaf dalam hati ketika kakinya menyandung suatu benda berwarna merah dibawah kursinya .
" tas wanita " gumam Gustaf ketika berhasil mengenali benda tersebut , karena merasa tak penting Gustaf akhirnya berjalan pergi tanpa memperdulikan tas yang sudah ia temukan tadi .
Saat sudah hampir mencapai pintu keluar tiba-tiba langkahnya terhenti dan dengan cepat ia berbalik badan menuju kursinya lagi dengan langkah cepat .
" akh ini gara-gara Sasa " ucap Gustaf jengkel , selama ini Sasa selalu menasehatinya untuk menjadi orang yang lebih perduli dengan orang lain , dan memintanya untuk mengurangi sifat apatisnya .
Langkahnya terhenti ketika sampai di kursi tempatnya minum sebelumnya , dengan cepat Gustaf meraih tas merah itu lalu kembali berjalan keluar dengan membawa tas wanita di tangannya .
" oke besok saja mencari siapa pemiliknya aku sudah terlalu lelah " ucap Gustaf di dalam mobilnya , ia pun memacu mobil mahalnya untuk pulang ke apartemen dengan tas merah yang tak bertuan .
__ADS_1
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa like dan komentar ya kakak-kakak , terima kasih 🌹