Faith

Faith
Perjalanan akhir Clarissa


__ADS_3

Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...


Mendengar perkataan Archie membuat wajah Clarissa langsung berubah dengan cepat , detak jantung yang terasa lebih cepat daripada sebelumnya .


"Tadi anda memanggilku apa tuan .?" Tanya Clarissa terbata-bata .


"Memanggil apa aku tak bicara apapun , aku justru bertanya padamu apakah kau menyukai cincin itu atau tidak. "Jawab Archie dengan singkat .


Clarissa langsung terdiam tanpa suara , dia kemudian mencoba berdamai dengan dirinya sendiri dan meyakinkan kalau tadi ia salah dengar saja karena terlalu bahagia bisa makan malam bersama dengan Archie pria yang ia idamkan selama ini . Sedangkan Archie hanya tersenyum tipis melihat perubahan ekspresi wajah Clarissa , rasanya ia sudah tidak sabar ingin melempar Clarissa ke sel penjara . Akan tetapi ia tak mau gegabah dan menunggu sesuai rencana yang sudah dibahas sebelumnya bersama para petugas kepolisian .


"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi Mariza. " Ucap Archie pelan.


"Pertanyaan yang mana tuan.?" Tanya Clarissa pelan sambil terus memandang cincin pemberian Archie .


"Apa kau bahagia menerima cincin itu .?" Tanya Archie kembali .


"Tentu saja aku bahagia ." Jawab Clarissa bersemangat .


"Apa kau mau aku memakaikannya.?" Tanya Archie tiba-tiba.


"uhukkk uhukkkk uhukkkk...."


Clarissa terbatuk-batuk mendengar perkataan terakhir Archie , ia tak menyangka akan mendengar hal itu dari mulut lelaki yang yang ada dihadapannya saat ini. Archie langsung memberikan air minum kepada Clarissa untuk meredakan batuk nya.


"Terima kasih tuan." Ucap Clarissa pelan ketika sudah meminum habis air pemberian Archie .


"Next time kalau makanan didalam mulutmu belum habis , jangan bicara terlebih dahulu ." Sahut Archie pura-pura khawatir.


Blush


Wajah Clarissa langsung memerah mendengar perkataan Archie , ia tak menyangka Archie akan seperhatian itu kepadanya .


"Terima kasih tuan." Jawab Clarissa lirih.


"Ceritakan padaku semuanya tentang dirimu , aku ingin mengenal dirimu lebih jauh lagi Marissa ." Ucap Archie pelan sambil menyentuh tangan Clarissa di atas meja.


"Bukankah diriwayat hidupku yang ada di surat lamaran sudah cukup jelas tuan." Sahut Clarissa tersipu.


"Aku ingin mendengarnya secara langsung dari mulutmu Mariza ." Ucap Archie dengan mata membulat sambil mencengkram lebih keras tangan Mariza .


"Kalau aku menceritakan semuanya apa kau mau menerima aku tuan .?" Tanya Clarissa dengan mata berkaca-kaca.


Archie menganggukkan kepalanya pelan merespon perkataan Clarissa , ia mencoba untuk terlihat seantusias mungkin menyambut perkataan supaya tidak membuat Clarissa tak curiga kepadanya . Tak lama kemudian Clarissa justru terlihat mulai mengeluarkan air matanya sehingga membuat Archie serba salah , ia ingin sekali langsung menyudahi sandiwaranya akan tetapi ia tak bisa mengingat itu semua justru akan menggagalkan rencananya . Archie kemudian bangun dari kursinya dan berpindah tempat duduk ke samping Clarissa , lalu meletakkan kepala Clarissa di pundaknya supaya membuat Clarissa bertambah yakin kepada dirinya .


"Kenapa kau menangis , aku kan hanya bertanya pertanyaan yang sederhana kepadamu ." Ucap Archie pelan sambil berusaha menyeka air mata yang jatuh di wajah Clarissa.


"Aku takut jika mengatakan semuanya kepadamu , kau akan pergi meninggalkan aku." Jawab Clarissa dengan tersedu-sedu.


"Kau belum bercerita kepadaku , lalu kenapa kau harus takut aku meninggalkanmu .?" Tanya Archie kembali sambil memejamkan matanya karena sudah sangat muak berdekatan dengan Clarissa , ia merasa sangat bersalah sekali kepada Sasa yang ada di rumah.


Clarissa langsung bangun dari bahu Archie dan menatap Archie dengan intens perlahan ia menyentuh wajah dengan tangan kanannya . Sebuah senyum tersungging di wajah Clarissa setelah berhasil menyentuh wajah Archie ,ia ingin sekali melakukan hal itu sejak dulu sejak pertama bertemu dengan Archie di Jakarta.


"Berjanjilah padaku kau tak akan marah padaku dan meninggalkan aku ."Ucap Carissa sambil menyentuh tangan Archie dengan erat.


"Saat ini aku tak bisa membuktikannya padamu tapi nanti kedepannya kau akan tahu aku berbicara dengan jujur atau tidak ."Sahut Archie pelan sambil terus menatap mata Clarissa yang sedang menatap sendu ke arahnya.


"Lalu bagaimana dengan istrimu , apakah kau mau meninggalkannya demi aku ."Tanya Clarissa tiba-tiba .


Deg

__ADS_1


Deg


Deg


Jantung Archie langsung berdetak dengan cepat ketika Clarissa menyinggung tentang Sasa emosinya langsung naik ketika mengingat Sasa .


"Kenapa kau menanyakan tentangnya .?"Tanya Archie dengan nada bergetar.


"Aku hanya memastikan kalau kau benar-benar akan bersamaku dan meninggalkan istrimu yang jahat itu ."Jawab Clarissa dengan tanpa rasa bersalah.


"J--jahat ...dari mana kau tahu kalau istriku jahat .?" Tanya Archie dengan nafas menderu menahan emosi.


"Bukankah kau baru bertemu sekali dengannya , lalu bagaimana kau mengatakan istriku jahat ."Imbuh Archie berusaha tenang.


"Karena aku mengenalnya jauh lebih lama dari yang kau kira tuan." Jawab Clarissa dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Apa maksudmu Mariza .?" Tanya Archie sambil mencengkram tangan Clarissa dengan lebih keras .


"Karena aku adalah sahabat lama Farasya tuan ." Jawab Clarissa lirih .


Archie pura-pura kaget sambil mengangkat wajah Clarissa yang menunduk untuk menghadapnya .


"Jangan bercanda denganku Mariza." Ucap Archie pelan.


"Aku tak bercanda tuan , aku adalah sahabat lama istrimu . Aku adalah Clarissa ." Sahut Clarissa dengan tatapan sendu kearah Archie .


"Clarissa kau Clarissa bagaimana mungkin kau jadi Clarissa , seingatku wajah Clarissa bukan seperti ini . Jangan mencari-cari alasan yang aneh untuk menolakku Mariza ." Jawab Archie pura-pura kaget padahal ini adalah kata-kata yang sangat ia tunggu sejak tadi .


"Tidak tuan , aku memang Clarissa aku melakukan operasi plastik setahun yang lalu di Korea ." Cicit Clarissa dengan cepat.


"Lalu bagaimana kau bisa berganti nama menjadi Mariza ? aku benar-benar tak habis pikir dan tak mengerti dengan perkataanmu ini Mariza , kalau memang kau ingin menolakku katakan saja jangan membuat alasan yang mengada-ada seperti ini ."Ucap Archie pura-pura sedih .


Clarissa langsung memeluk Archie dari belakang ketika Archie ingin berbalik dan meninggalkannya , Archie memejamkan matanya untuk menahan dirinya yang benar-benar sudah muak berada di dekat Clarissa .Archie ingin segera meminta polisi untuk menangkap Clarissa akan tetapi ia tahan karena tahu kalau rencananya masih belum berjalan dengan mulus seluruhnya , oleh karena itu ia harus bertahan sedikit lebih lama lagi untuk mendengar pengakuan Clarissa tentang penganiayaan terhadap Mariza Claudia yang asli di Korea .


"Aku menggunakan identitas seorang gadis lain tuan." Ucap Clarissa dengan terisak.


"Apa maksudmu .?" Tanya Archie dengan cepat sambil berbalik badan dan kini menghadap ke arah Clarissa .


"Seperti yang kau dengar sebelumnya , aku menggunakan identitas seorang gadis yang bernama Mariza Claudia untuk menyusulmu ke mari ." Jawab Clarissa dengan terbata-bata .


"Lalu di mana Mariza Claudia yang asli jika kau memakai identitas nya seperti saat ini." Tanya Archie kembali.


"Dia ada di Korea bersama dengan dokter Woo yang melakukan operasi plastik kepadaku , mereka saat ini hidup bahagia di Seoul." Jawab Clarissa berbohong .


prok


prok


prok


Suara tepuk tangan banyak orang terdengar membahana di seluruh restoran sehingga mengagetkan Clarissa sedangkan Archie langsung mundur menjauhi Clarissa.


"Ada apa ini ." Tanya Clarissa ketakutan saat melihat banyak pria berbadan besar keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan mendekatinya.


"Terima kasih bantuan anda tuan Archie , saya rasa semua pengakuannya sudah cukup ." Ucap pak Tom sang kepala interpol yang berdiri disebelah pak Antonio kepala polisi kota Quebec .


"Senang membantu anda tuan ." Jawab Archie sambil tersenyum dan menatap ke arah Clarissa yang sedang ditangkap oleh anak buah pak Antonio .


"Apa maksudnya ini Archie .!!!"Teriak Clarissa panik berontak minta dilepaskan dari kungkungan dua orang petugas polisi yang sedang berusaha memborgol tangannya .

__ADS_1


"Anda ditangkap atas tuduhan penyiksaan terhadap Mariza Claudia yang identitasnya sedang anda pakai ." Ucap dengan lantang .


"Aku tidak menyiksa siapapun...... itu bukan aku..... aku tidak melakukan apapun , aku bersih aku tidak bersalah...... Archie kau percaya bukan padaku." Teriak Clarissa menggila.


"Bukti yang didapatkan petugas kepolisian sudah cukup banyak Clarissa dan hari ini kau pun sudah mengaku kepadaku , jadi kau tak bisa mengelak lagi ." Jawab Archie dengan cepat .


"Apa maksudmu Archie.?" Tanya Clarissa dengan cepat.


Archie hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Clarissa , ia lalu menoleh kearah Pak Antonio dan Pak Tom dua orang petinggu polisi yang sedang berada di sampingnya .


Melihat apa yang dilakukan oleh Archie membuat Clarisa langsung terdiam , ia lalu mulai berpikir dan mencerna apa yang baru saja ia lalui bersama Archie .


"Kau menjebakku Archie .!!!!" Pekik Clarissa dengan penuh amarah ketika sudah menyadari apa yang dilakukan oleh Archie .


"Aku hanya membantu tugas kepolisian sebagai warga negara yang baik untuk menangkap penjahat sepertimu Clarissa." Jawab Archie dengan cepat sambil melepas jas nya yang tadi dipakai untuk bersandar Clarissa .


"Aku tidak akan melakukan semua ini kalau kau tidak menolakku Archie , apa kurangku sampai kau menolakku dan memilih para si gadis bodoh itu . Aku lebih jauh lebih baik daripada dia ." Teriak Clarissa berusaha melepaskan dari cengkraman tangan dua orang polisi yang sedang menjaganya.


"Aku menyesal mengeluarkanmu dari rumah sakit jiwa waktu itu Clarissa , kau seharusnya memang mendekam di rumah sakit jiwa selamanya." Sahut Archie dengan menahan amarah karena Clarissa menghina Sasa.


"Seharusnya yang ditangkap dan dipenjara adalah kau Archie , karena kau adalah penyebab utama kenapa aku melakukan semua ini ...ha ha ha kau adalah penjahat sesungguhnya Archie..... kau adalah penjahatnya bukan aku ." Jerit Clarisa sambil tertawa lebar .


"Kau ....


"Jangan bos kalau kau meladeninya maka kau akan tak waras juga sama seperti dirinya ." Ucap Rico menahan Archie yang yang mau membalas perkataan Clarissa kembali.


"Lebih baik kalian segera bawa pergi orang itu dari sini pak , sebelum dia membuat kekacauan yang lebih banyak lagi. " Bisik Gustaf pada pak Antonio yang sudah jijik melihat Clarissa meronta-ronta untuk dilepaskan karena sepasang melon milik Clarissa terlihat baik turun dan membuat Gustaf jijik .


Antonio tersenyum tipis mendengar perkataan Gustaf ,ia lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Clarissa ke kantor polisi sebelum dibawa pergi ke Korea untuk diadili disana . Walaupun Clarissa dan Mariza adalah warga negara Indonesia tapi ia melakukan kejahatan besar itu di Korea jadi pihak kepolisian Korea lah yang akan memproses kejahatannya bersama dengan dokter Woo yang sudah lebih dulu ditahan di kantor polisi di kota Seoul.


Saat sedang dibawa menuju ke mobil Clarissa terlihat meronta-ronta mencoba melepaskan diri , ia berulang kali mengucapkan sumpah serapah untuk Archie dan Sasa . Ia bahkan menyebut Sasa sebagai pelacur sehingga membuat Archie terlihat sangat marah .


"Jangan terpancing olehnya bos , tenang saja dia kan perempuan gila jadi abaikan saja semua perkataannya ."Ucap Rico pelan berusaha menenangkan Archie yang terlihat sudah sangat marah mendengar perkataan Clarissa .


"Kau tahu Archie aku sudah mengirimkan pesan kepada jalangmu itu dirumah , aku sudah memberitahukannya tentang acara makan malam kita . Jadi bersiaplah menghadapi kehancuranmu ...ha ha ha ....kalau aku berakhir begini kalian juga tak boleh bahagia ha ha ha ..." Teriak Clarissa tiba-tiba .


Deg


Deg


Jantung Archie berdetak dengan cepat ketika mendengar perkataan Clarissa , ia benar-benar tak menyadari dan tak menduga kalau Clarissa akan berbuat sampai sejauh itu .


"Ayo pulang , aku harus berbicara dengan langsung kepada istriku aku tak mau ia salah paham ." Ucap Archie panik sambil melepas pakaiannya nya dan membuangnya ke tong sampah.


"Baik bos ."Jawab Rico dengan cepat sambil berlari mengikuti Archie yang sudah menuju mobilnya .


Dokter Frans dan Gustaf tetap ada di hotel untuk melihat Clarissa dibawa ke ke kantor polisi , sementara itu Rico dan Archie sudah pergi dengan menggunakan mobil mewah Archie menuju ke mansionnya . Di dalam perjalanan Archie terlihat berganti pakaian dengan pakaian yang ia sudah siapkan sebelumnya , ia merasa sangat jijik menggunakan pakaian yang sudah disentuh oleh Clarissa sebelumnya di restoran.


Setelah mengemudi selama hampir tiga puluh menit Rico dan Archie sampai di halaman besar rumah Archie , begitu mobil berhenti Archie langsung keluar dan berlari menuju ke ke ruang tamunya dimana Sasa berada .


Jantung Archie berdetak dengan cepat ketika melihat Sasa sudah berdiri dengan mata yang terlihat marah dan berkaca-kaca .


"Sayang dengerin mas ya , mas bisa menjelaskan semuanya dengan baik." Ucap Archie pelan sambil berjalan menuju Sasa.


🌼Bersambung🌼


Karena Faith 1 sudah mau tamat boleh dong tetap kasih vote ke Faith sebagai kado perpisahan Archie , Sasa and the gank hehehehe ...


🌼🌼🌼 yang mau gabung grub chat silahkan update noveltoon dan gabung dengan grub chat Thor ya , supaya kita bisa komunikasi satu sama lain tanpa harus buat grub chat di WhatsApp . Thor tunggu di grub chat noveltoon Thor ya kakak-kakak .

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2