
Mendengar penjelasan dari dokter Bryan Lie membuat Swari dan Gusti sedikit tenang walau sebenarnya Swari masih terlihat sangat shock dengan hasil yang pemeriksaaan yang dilakukan oleh dokter Bryan , Swari yang kebetulan sudah selesai haid lima hari yang lalu memungkinkan untuk melakukan test HSG .
Setelah melelahkan HSG Swari masih berbaring diranjang rumah sakit karena merasakan sedikit pusing pasca melakukan test HSG , tak lama kemudian Sasa dan Archie pun masuk ke ruangan dimana Swari berada .
" Kami sudah mendengar kabar itu dari dokter Bryan kak " ucap Sasa pelan sambil duduk disebelah ranjang Swari .
" Kenapa hal ini tak terdeteksi oleh dokter lainnya Sa " tanya Swari dengan terbata-bata .
" Mungkin saat melakukan pemeriksaan HSG beberapa waktu lalu kakak sedang dalam kondisi yang kurang baik atau sedang grogi , karena sebenarnya ketika melakukan prosedur hsg pasien harus dalam kondisi tenang dan rileks " jawab Sasa sambil tersenyum mengulangi perkataan dokter Bryan sebelumnya yang sudah memberitahukan kepadanya jika Swari bertanya .
" Apa itu berpengaruh Sa ? " tanya Gusti penasaran .
" Iya kangmas itu sangat berpengaruh , tapi syukurlah kondisi sel telur kak Swari baik-baik saja kangmas " jawab Sasa pelan .
Gusti menganggukan kepalanya pelan merespon perkataan sang adik , sebuah senyum hangat tersungging di wajah Gusti . Satu jam kemudian Swari sudah diijinkan pulang untuk istirahat sebelum melakukan prosedur bayi tabung , dokter Bryan menyakinkan Gusti bahwa keberhasilan proses bayi IVF ini mencapai sembilan puluh persen . Mendengar hal itu membuat Gusti dan Swari bersemangat , mereka berdua pun akhirnya pulang kembali ke rumah Archie diantar supir untuk beristirahat dirumah meninggalkan Archie dan Sasa yang masih ingin berbincang dengan dokter Bryan lie .
Archie yang sudah lama tak bertemu dengan sahabat baiknya itu terlihat masih ingin banyak berbincang ditemani Sasa .
" Saya turut berduka cita atas apa yang terjadi pada istrimu Arc ." ucap dokter Bryan Lie penuh sesal ketika mendengar cerita Archie yang mengatakan kalau Sasa baru saja keguguran .
" Tapi tenang Arc , istrimu bisa hamil lagi secepatnya .....
" No , Bryan aku belum siap kalau istriku hamil lagi ." Ucap Archie cepat memotong perkataan dokter Bryan lie .
" Why ? " Tanya dokter fertilitas terbaik di dunia itu bingung .
Archie kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada Sasa saat baby Arthur lahir , kedua matanya berkaca-kaca mengingat saat ia hampir kehilangan Sasa itu terjadi . Dokter Bryan pun nampak sangat terkejut mendengar cerita Archie , ia tak menyangka kalau wanita selemah Sasa mengalami hal yang mengerikan seperti itu .
__ADS_1
" Bagaimana dengan adikmu . ? " Tanya dokter Bryan pelan .
" Dia meninggal terkena timah panas polisi saat berusaha melarikan diri pasca terkepung saat sedang merampok rumah ." Jawab Archie sambil tersenyum tipis .
" Akhirnya ia harus kehilangan nyawa di tangan polisi juga ." Celetuk dokter Bryan lirih.
" Sudah jangan bahas masalah ini , lihat istriku sudah datang kemari " Ucap Archie memberikan kode pada dokter Bryan untuk berhenti membahas Alexander Youran adik tirinya itu .
Dokter Bryan pun mengangguk pelan lalu dengan cepat mengganti topik pembicaraan saat Sasa datang dengan membawa dua buah coffe latte untuk dokter Bryan dan Archie .
" Bicara apa sepertinya seru sekali ." Tanya Sasa sambil tersenyum .
" Karena kami sudah tak bertemu selama dua tahun , jadi banyak hal yang kami bahas sayang ." Jawab Archie sambil merangkul pinggang Sasa dengan erat .
" Iya nyonya , kami hanya membahas tentang masa lalu saja kok ." Imbuh dokter Bryan menimpali perkataan Archie .
Dokter Bryan adalah senior dari dokter Frans sewaktu di kampus dulu , karena itulah Archie bisa mengenal dokter Bryan . Karena Archie sering berpindah-pindah tempat tinggal sewaktu sedang membangun kerajaan bisnisnya akhirnya mereka jarang bertemu dan hanya bisa berkomunikasi melalui video call atau pesan singkat .
Oleh karena itu sewaktu menerima telfon dari Archie untuk datang ke Jakarta dokter Bryan Lie langsung bersemangat dan setuju untuk datang meninggalkan beberapa jadwal yang sebenarnya sudah ada sebelumnya , karena kebaikan hati Archie dimasa lalu banyak teman dan sahabatnya yang loyal padanya . Termasuk dokter Bryan Lie yang sebenarnya adalah orang yang introvert , tapi sifatnya itu tak berlaku untuk Archie dan tiga anak buah kepercayaannya .
" Jadi kalian akan pindah ke Quebec .? " Tanya dokter Bryan Lie kaget .
" Iya , kami memutuskan untuk tinggal disana untuk memulai hidup baru ." Jawab Archie sambil merangkul Sasa dengan mesra .
" Bukankah tiga orang anak buahmu masih honeymoon Arc , apa kau ingin berangkat tanpa mereka " Ucap dokter Bryan mengingatkan tentang Rico , Gustaf dan dokter Frans .
" Kami akan berangkat ketika mereka sampai di Jakarta besok pagi ." Sahut Archie cepat .
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan kakak iparmu itu ? apa kalian akan meninggalkan mereka sendirian di Jakarta saat mereka sedang menjalani proses bayi tabung ? " Tanya dokter Bryan bingung .
Mendengar perkataan seperti itu membuat Archie tersenyum lebar , ia pun meminum air yang ada dihadapannya dalam sekali tenggak.
" Karena itulah aku memintamu datang ke sini Bryan , aku mempercayakan mereka padamu " Ucap Archie sambil menepuk pundak dokter Bryan Lie dengan perlahan .
" Kami memercayakan mereka pada anda dokter " Imbuh Sasa menimpali perkataan sang suami .
" Tentu saja aku akan membantu mereka , ini adalah tugasku sebagai dokter nyonya ." Sahut dokter Bryan sambil mengangguk pelan .
" Terima kasih dokter atas bantuan anda ." Ucap Sasa tulus .
" Anda tak perlu sungkan seperti ini nyonya ." Jawab dokter Bryan ramah .
Mendengar perkataan dokter Bryan membuat Sasa tersenyum , mereka lalu melanjutkan menikmati desert yang baru saja diantar oleh pelayan dengan canda tawa . Archie yang sudah lama tak bertemu dengan dokter Bryan pun kembali mengingat masa-masa kelamnya saat menanjak ke puncak kejayaan seperti ini , mendengar semua itu membuat Sasa tersenyum haru . Sebenarnya bukan satu kali atau dua kali Sasa mendengar bagaimana perjuangan hidup Archie , tapi tiap kali ia mendengar bagaimana suaminya berjuang dari bawah sampai ada di titik ini lagi dan lagi air mata haru mengalir dari sepasang mata indahnya .
Setelah menghabiskan makanan mereka bertiga pun akhirnya pergi dari restoran untuk kembali ke aktivitas masing-masing , Sasa dan Archie berencana menemui pak Budi Wardana pengacara pribadi Sasa sedangkan dokter Bryan harus kembali ke rumah sakit untuk mempersiapkan prosedur bayi tabung Swari dan Gusti besok pagi .
Tanpa sepengetahuan Archie dan Sasa ada sepasang mata yang tertutup kaca mata hitam tengah menatap mereka sejak datang ke restoran , si empunya mata itu nampak tersenyum sinis penuh kemenangan .
" Sejauh mana kau bisa pergi dariku Farasya , let and see who is the winner in the end " Ucap sang pemilik sepasang mata itu berkata sinis sambil terus menatap kepergian Sasa dan Archie yang sudah menghilang ke dalam mobil .
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa untuk like semua chapter , komentar dan baca juga novel Thor lainnya yang berjudul : Bodyguard cantik .
Terima kasih 🌹.
__ADS_1