
Melihat Selena pingsan membuat Gracia dan Carolina panik mereka berdua langsung berusaha memindahkan tubuh Selena ke atas ranjang , Gracia segera berlari ke dapur untuk mencari air hangat untuk diberikan pada Selena . Saat sedang berjalan ke dapur Gracia melihat sang ayah menerima tamu beberapa orang lelaki asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya , karena khawatir dengan kondisi Selena akhirnya Gracia mengacuhkan tamu sang ayah . Ia meneruskan langkahnya untuk mengambil air hangat di dapur .
Sementara Carolina nampak sibuk memberikan massage pada Selena sambil sesekali mengoleskan minyak kayu putih dibawah hidung Selena berharap sang kakak akan bangun ketika menghirup wewangian itu sembari melonggarkan pakaian yang dikenakan Selena supaya lebih mudah untuk bernafas .
"Bagaimana kak ? " tanya Gracia cepat sambil menutup pintu dengan terburu-buru .
"Masih belum sadar , sini cepat mana handuknya " jawab Carolina cepat .
Gracia segera memberikan handuk pada Carolina , ia kemudian mengunci pintu kamar agar tak ada yang mengetahui kalau Selena pingsan . Carolina menerima handuk pemberian Gracia untuk membersihkan keringat dingin di kening Selena , ia kemudian sibuk memeriksa denyut nadi Selena yang lemah .Carolina pun meminta bantuan Gracia untuk membantunya menaikkan dan menahan kaki Selena lebih tinggi 30 cm dari dada supaya membantu mengembalikan aliran darah kembali ke otak . Carolina yang sebenarnya suka dunia medis sudah mempelajari sedikit pertolongan pertama pada orang pingsan .
Tak lama kemudian Selena terdengar merintih , Gracia langsung mendekati sang kakak dengan khawatir . Ia lalu memberikan air putih hangat pada Selena yang baru siuman itu sementara Carolina nampak terduduk lemas dilantai sambil memandang sang adik bungsu tengah merawat Selena .
"Kau sebenarnya sakit apa kak ? " tanya Gracia dengan mata berkaca-kaca .
"Aku hanya kurang istirahat Grace " jawab Selena sambil membelai wajah Gracia dengan lembut , walau mereka hanya berbeda enam menit untuk lahir ke dunia tapi wajah Selena dan Gracia sangat berbeda . Kalau dibilang Selena adalah yang paling cantik diantara dua adik kembarnya .
"Kak kau sudah datang bulan ? " tanya Carolina tiba-tiba .
Deg
Jantung Selena berpacu cepat mendengar pertanyaan Carolina , ia pun melirik ke arah kalender yang ada diatas meja riasnya .
"Seharusnya besok jadwalku haid " jawab Selena tersenyum .
"akhhhhh..... " jerit Selena tiba-tiba sambil memegang perutnya sehingga membuat Gracia dan Carolina panik .
"Kak ayo ke dokter " ucap Gracia yang kesekian kali mengajak Selena pergi ke rumah sakit .
"Aku tak apa sepertinya ini hanya PMS biasa , antar kan aku kekamar mandi aku mau memeriksa sesuatu " jawab Selena sambil mengulurkan tangannya ke arah Gracia .
Karena melihat Selena yang kesakitan akhirnya Carolina pun ikut membantu memapah Selena masuk ke dalam kamar mandi , setelah masuk kekamar mandi Carolina dan Gracia meninggalkan Selena sendirian di dalam . Tak lama kemudian terdengar teriakan Selena dari dalam kamar mandi .
"Kau kenapa kak ??!!!! " tanya Gracia khawatir setelah mendengar teriakan Selena .
"Aku haid tolong ambilkan pembalut dan celana dalam yang bersih " jawab Selena sambil tersenyum .
Gracia pun tersenyum mendengarnya ia lalu berjalan keluar dari kamar mandi meninggalkan Carolina yang tengah berdiri didepan pintu kamar mandi untuk menjaga Selena .
"Datang bulan mu tak beraturan kak ? " tanya Carolina mencoba mengintrogasi sang kakak .
__ADS_1
"No , paling maju atau mundur dua hari saja tiap bulan bukankah itu normal " jawab Selena sambil meletakkan celana dalamnya yang nampak kotor karena terkena bercak darah ke dalam tempat pakaian kotor .
"Iya itu normal , aku kira kau hamil kak bukankah selama tiga bulan ini kau berbagi ranjang dengan Ricardo Hector itu !! " sarkas Carolina menyindir Selena .
"Kak Carol !!!! jaga bicaramu !!! bukankah kita tau bahwa kak Selena melakukan itu karena desakan daddy " teriak Gracia dengan nada tinggi mencoba membela Selena .
Selena hanya tersenyum kecut mendengar perkataan adiknya itu , sebenarnya ia juga khawatir kalau hamil akan tetapi ketika melihat bercak darah di celana dalamnya ia merasa lega .
"Sudahlah Grace bukankah kita semua tau kakak adalah ahlinya dalam melakukan itu " ucap Carolina sambil berjalan meninggalkan kamar mandi .
" Kauuu ....
"Grace !!! " panggil Selena cepat memotong perkataan Gracia yang terlihat akan membantah perkataan Carolina .
Gracia langsung menutup mulutnya dan menatap ke arah Selana yang terlihat memberikan kode padanya supaya tak melanjutkan perkataannya lagi . Gracia pun terlihat mengangguk dan berjalan mendekati Selena untuk memberikan pakaian dalam yang bersih beserta pembalut wanita .
"Tak usah mendramatisir " ucap Carolina sambil merangkul adik kembar identiknya itu .
" Kau tak tau apa-apa kak " sahut Gracia cepat sambil melepas pelukan Carolina di pundaknya .
Carolina yang memang tak dekat dengan Selena hanya bisa mencibir begitu mendengar perkataan adik bungsunya itu , ia kemudian berjalan ke arah jendela ketika mendengar suara beberapa mobil meninggalkan rumahnya .
"Aku melihatnya tadi kak , penampilan mereka seperti mafia Italia " celetuk Gracia menimpali perkataan Carolina .
"Apa kau mengenalnya Grace ? " tanya Carolina penasaran .
"Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya kak " jawab Garcia cepat sambil membantu Selena yang baru keluar dari kamar mandi .
Selena berbaring diatas ranjang karena rasa pusingnya belum hilang pasca siuman tadi , karena mulutnya merasa asam Selena akhirnya meminta Grace untuk mengambilkan ice cream diatas nakas yang sudah dibawa sebelumnya oleh Gracia .
Karena kasian melihat kondisi sang kakak Garcia akhirnya membantu menyuapi Selena ice cream coklat favoritnya itu dengan perlahan , Carolina hanya menatap dari ekor matanya saja melihat adik dan kakaknya saling menyuapi ice cream di ranjang .
"Carol kemari " ucap Selana memanggil Carolina .
"Bukankah sudah ada Grace yang menyuapimu kak " sungut Carolina tak suka .
Selena tersenyum dan terus melambaikan tangannya meminta Carolina untuk mendekat , dengan sedikit rasa jengkel Carolina berjalan mendekati Selena dan ikut duduk di atas ranjang bersama Gracia . Dengan perlahan Selena meraih wajah Carolina yang masih nampak bengkak karena terkena tamparan dari ayah mereka .
"Awww sakit " pekik Carolina kesakitan ketika Selena menyentuh bibirnya yang sobek .
__ADS_1
"Maaf ...."
"Maafkan aku yang tak bisa menjagamu Carol , maafkan aku yang tak bisa menjaga kalian berdua " ucap Selena dengan terbata-bata serta dan wajah yang sudah basah dengan air mata .
Melihat Selena menangis sontak membuat Gracia memeluk kakak sulung nya itu dengan erat dari belakang , ia tersedu-sedu menangis dipunggung Selena . Selena berusaha menghapus air matanya perlahan dan berusaha menghibur Gracia .
Melihat pemandangan mengharukan didepannya membuat hati Carolina tersentuh , hatinya luluh melihat saudara kandungnya menangis . Tanpa bicara Carolina pun menjatuhkan pelukannya pada Selena , jadilah tiga gadis kembar itu menangis bersama dengan saling berpelukan . Mereka menangisi nasib buruk yang harus mereka alami sejak tinggal bersama sang ayah .
"Aku kira kita akan bahagia setelah daddy datang ke kehidupan kita kak hiks hiks " isak Carolina dalam tangisnya .
"Sudah lah jangan diingat-ingat lagi Carol " ucap Selena dengan nada bergetar .
"Kakak sudah banyak sekali berkorban untuk aku dan Grace " sahut Carolina sambil melepas pelukannya pada Selena .
"Sewaktu mommy meninggal aku sudah berjanji akan menjaga kalian , jadi kalian tak usah merasa bersalah " ucap Selena lirih sambil membelai wajah Gracia dan Carolina bergantian .
"Maafkan aku kak hu hu hu hwaaaa..... " tangis Carolina akhirnya pecah setalah mencoba menahan beban beratnya selama bertahun-tahun ini .
Selena memeluk adiknya dengan erat ia tau adiknya sebenarnya belum berubah , Selena yakin sikap kasar sang adik selama ini hanya akting saja . Selena mencium kening Carolina berkali-kali penuh kasih sayang .
"Ayo kita pergi Carol , ikutlah denganku " bisik Selena ke telinga Carolina .
"Tapi kita tak mungkin meninggalkan daddy kak , dia ayah kandung kita kak " jawab Carolina terbata-bata .
"Tapi daddy hanya memanfaatkan kita kak , dia tak pernah benar-benar menganggap kita anaknya kak " sahut Gracia menimpali merespon perkataan Carolina .
Mendengar perkataan Gracia ingatan Carolina kembali berputar , ia mencoba mengingat waktu yang sudah 7 tahun ini ia habiskan bersama dengan sang ayah . Ia tak pernah mendapatkan kehangatan dari sosok ayah yang ia idamkan selama ini dari Alexander Del Leon , pria itu hanya bisa memerintah mereka untuk melakukan berbagai tindak kejahatan seperti menjadi mata-mata atau kurir narkoba dan berbagai tindakan kotor lainnya . Alexander Del Leon yang ia puja sebagai ayah itu bahkan tega menjual sang adik Gracia kepada para pria hidung belang yang akhirnya digantikan oleh Selena .
"Sebuas-buasnya serigala ia tak akan pernah memakan anaknya sendiri Carol " ucap Selena sambil membelai wajah sang adik dengan lembut .
" Kau benar kak !!! Daddy terlalu kejam pada kita " jawab Gracia cepat .
" Apa kita tidak durhaka padanya kak ? " tanya Carolina pelan .
Selena tersenyum mendengar pertanyaan sang adik , ia menghela nafas panjang dan tersenyum lalu memeluk sang adik dengan erat .
" Ini bukan kedurhakaan . Taat dan berbakti pada orang tua ada batasannya apalagi kalau orang tua itu seperti Alexander Del Leon " bisik Selena pelan ketelinga Carolina sambil tersenyum .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan bantu ratting ya kakak . Terima kasih 🌹.