
Malam itu suasana rumah Archie menjadi lebih ramai dari biasanya karena tiga anak buahnya sekarang tinggal bersamanya , tiga buah mobil mewah pun terlihat sudah terparkir di garasi rumah Archie . Satu kilometer dari rumah Archie sudah di jaga oleh bodyguard Archie yang memegang senjata lengkap dengan alat komunikasi yang canggih , mereka berjaga di tempat-tempat yang dinilai rawan .
Tok
Tok
Sasa mengetuk pintu ruang belajar dimana Archie dan tiga anak buahnya sedang serius menatap layar laptopnya masing-masing , Sasa tersenyum kecut melihat empat pria itu tak beranjak dari layar monitor sejak kembali dari kantor .
" Ayo makan dulu " ucap Sasa pelan sambil berdiri di depan pintu .
"Lima menit lagi sayang " jawab Archie cepat .
"Ok ... Sasa tunggu dimeja makan ya " sahut Sasa dengan sedikit kecewa .
Archie mengangguk pelan sambil mengacungkan satu jempol ke arah Sasa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya , Sasa kemudian menutup pintu ruangan itu dan berjalan menuju meja makan . Ia menatap makanan yang sudah terhidang dimeja , Sasa sengaja memasak makanan kesukaan keempat pria Amerika itu .
Di ruang belajar tengah terjadi pertarungan di dunia cyber , Gustaf memimpin Archie , Rico dan dokter Frans untuk menyerang Alexander Del Leon . Mereka mencoba menghancurkan keuangan pria tua itu dengan membobol dana pribadi Alexander di bank Swiss , walau dokter Frans berprofesi sebagai dokter tapi ia juga menguasai ilmu codding tingkat tinggi . Sehingga di saat seperti ini ia bisa membantu Gustaf mendampingi Archie dan Rico . Setelah berkutat dengan algoritma di layar laptop akhirnya perjuangan mereka selama hampir empat jam berhasil , sedikit demi sedikit uang yang disimpan Alexander Del Leon di bank swiss akhirnya berpindah ke Bank account milik Archie .
Rico yang sedang patah hati nampak memberikan tatapan penuh kebencian melihat layar laptopnya , ia tersenyum tipis saat melihat angka-angka di dalam bank account milik Alexander Del Leon perlahan berkurang dengan cepat . Archie melirik melalui ekor matanya ke arah Rico , ia hanya menghela nafas panjang melihat Rico . Archie tau Rico adalah orang yang ingin sekali menghancurkan Alexander Del Leon melebihi dirinya .
"Aduhh jamuran deh ini makanan " sengit Sasa sambil mengganti lilin yang sudah mati dengan lilin baru , sambil melirik ke arah ruang belajar yang pintunya tertutup itu .
Karena tak sabar Sasa akhirnya masuk kembali ke ruang belajar , saat ia membuka pintu lagi-lagi ia melihat pemandangan yang tak jauh berbeda dengan sebelumnya . Di dasari rasa ingin tau yang tinggi Sasa akhirnya berjalan pelan menuju ke arah Archie , dari belakang kursi ia bisa melihat layar laptop yang tengah di tatap oleh Archie. Jantung Sasa berdetak lebih cepat ketika menatap layar laptop milik sang suami yang tengah mempelihatkan perubahan saldo milik Alexander Del Leon dengan cepat ke rekening Archie yang ada di bank Swiss .
Sasa kemudian berjalan pelan ke arah Rico , sama seperti yang ia lihat sebelumnya di laptop Archie laptop milik Rico pun memperlihatkan tampilan yang tak jauh berbeda .Saat Sasa akan berjalan kembali ke arah sang suami ekor mata Sasa menangkap sebuah foto yang terlihat sudah di remas-remas didekat dokumen milik Rico , perlahan Sasa meraih gumpalan foto itu lalu dengan cepat ia memasukannya ke dalam kantung bajunya .
"Mau makan apa mau terus kerja ? " bisik Sasa pelan ketelinga Archie saat ia sudah berada disamping sang suami .
"Eehh sejak kapan ada disini ? " tanya balik Archie pada sang istri dengan kaget .
__ADS_1
"Hampir lima menit berdiri disini " jawab Sasa sambil menunjuk tempatnya berdiri .
Archie tersenyum hangat melihat sang istri , ia kemudian meraih pinggang Sasa lalu mendudukkan sang istri di pahanya . Dengan lembut Archie mencium Sasa tanpa memperdulikan tiga anak buahnya ada didekatnya .
"Mas !!! " ucap Sasa pelan dengan nafas yang tersengal-sengal setelah melepaskan diri dari ciuman Archie .
"why ? " tanya Archie tanpa rasa berdosa sedikit pun , ia merasa kecewa karena Sasa menolak dirinya padahal menurut Archie obat paling ampuh yang mampu membuatnya kembali segar adalah bercumbu dengan Sasa .
"Kalau mas mau menyiarkan adegan ranjang kita didepan tiga orang pria mengenaskan itu aku siap " jawab Sasa sambil melirik ke arah Rico , Gustaf dan dokter Frans yang masih tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari layar laptop .
"Shit!!! " pekik Archie merutuki kebodohannya itu .
Sasa tersenyum melihat tingkah Archie yang kebingungan , ia pun beranjak dari pangkuan Archie dan merapikan bajunya yang sempat diacak-acak Archie . Tiap berciuman tangan Archie selalu bergerilya di tubuh Sasa apalagi sejak baby Arthur sudah tak meminum asi lagi , Archie merasa tubuh Sasa sudah seutuhnya menjadi miliknya kembali .
"Mas kekamar mandi sebentar " bisik Archie pelan pada Sasa .
"Lho kita kan mau makan malam mas ..
"Huufffttt... " Sasa terlihat menahan tawanya dengan menutup mulutnya begitu mengerti maksud sang suami .
Archie langsung berjalan cepat menuju kamar mandi, ia harus menidurkan kembali juniornya itu sebelum tiga orang anak buahnya mengetahuinya . Archie selalu tak bisa menahan gairahnya tiap berciuman dengan Sasa .
Melihat sang suami pergi Sasa kemudian berjalan ke arah Rico .
"Ayo makan dulu " ucap Sasa pelan sambil menepuk pundak Rico hingga membuat kesadaran Rico kembali .
"Aku belum lapar nyonya " jawab Rico sambil tersenyum tipis menolak ajakan Sasa .
"Udah ditunggu mas Archie dimeja makan tapi lho" sahut Sasa cepat sambil melipat kedua tangannya kedepan dada .
__ADS_1
Mendengar nama Archie disebut Rico langsung menoleh ke meja sang bos besar duduk dan ia segera bangun dari tempat duduknya bergitu menyadari sang bos sudah tak ada ditempatnya . Rico langsung bangun dari duduknya ia kemudian menepuk pundak dua sahabatnya itu dan mengajaknya untuk segera keluar . Sasa tersenyum tipis melihat tiga pria itu keluar bersamaan sambil memijat lehernya masing-masing , ia pun mengikuti langkah orang-orang kepercayaan suaminya itu menuju meja makan meninggalkan empat laptop yang masih menyala di atas meja . Sasa tak berani menyentuh laptop-laptop mahal berteknologi tinggi itu .
Sesampainya dimeja makan Rico langsung duduk ditempat duduknya yang biasa ia duduki ketika ikut makan dirumah Archie begitupun Gustaf dan dokter Frans , tak lama kemudian Archie terlihat keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar karena terkena air .Sasa hanya menjulurkan lidahnya ke arah Archie dengan senyum penuh kemenangan sehingga membuat Archie memberikan kode menuntut pertanggungjawaban pada Sasa hingga akhirnya membuat Sasa terkekeh sendiri .
Setelah Archie duduk di kursinya para pelayan pun menghidangkan makanan ke atas piring pria-pria itu , panseer salmon adalah makanan favorit ke empat pria itu . Sasa menambahkan irisan lemon segar ke masing-masing piring empat sahabat itu , tak lama kemudian mereka pun makan dengan lahap menu yang sudah Sasa masak satu jam yang lalu itu . Saat melihat Archie sangat menikmati makan malamnya membuat Sasa tersenyum bahagia , ia pun kembali meletakkan irisan panseer salmon lainnya ke piring sang suami dan tiga orang pria kelaparan yang ada dihadapannya . Sasa bisa paham mereka pasti sangat kelaparan setelah bekerja selama hampir empat jam didepan layar laptop .
"Lho sayang mau kemana ? " tanya Archie dengan mulut penuh makanan pada Sasa .
"Duduk di sofa sebentar " jawab Sasa sambil menujukkan tangannya ke arah sofa yang dekat dengan ruang makan.
"Gak ikut makan ? " tanya Archie lagi .
"Kenyang mas , udah mas nikmati aja makan malamnya . kalian bertiga jangan sungkan ya habiskan saja semuanya , aku memasak khusus untuk kalian kok " jawab Sasa sambil tersenyum .
"Baik nyonya " jawab ketiga pria itu hampir bersamaan .
Sasa tersenyum kemudian duduk di sofa menatap empat sahabat itu makan , perlahan Sasa meraih gumpalan foto yang ada di saku bajunya .
Senyum Sasa mengembang melihat foto dan tulisan yang ada dibalik foto tersebut .Dalam foto terlihat Selena dan Rico tengah tersenyum lebar sambil memangku baby Arthur sedangkan dibalik foto itu terukir tulisan indah yang terbaca :
"our happy family (with our own baby) soon "
Hector family .
Mata Sasa berkaca-kaca membaca tulisan itu , tebakannya benar selama ini . Rico benar-benar sudah jatuh cinta pada Selena .
"Cinta tau kemana ia pulang Rico , bersabarlah " ucap Sasa pelan sambil menyeka air matanya yang menetes perlahan di pipinya sambil melihat ke arah Rico yang tengah tertawa di meja makan .
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa like , komentar dan vote ya kakak-kakak . Terima kasih 🌹.