
Sudah satu minggu Sasa berstatus sebagai seorang mahasiswa selama itu pula dirinya harus bolak-balik dari rumah ke kampus lalu kampus ke rumah dalam setengah hari , hal itu membuat Archie iba pada istrinya yang sudah mulai nampak kepayahan tiap malah .
Setiap malam Archie pulang kantor ia pasti mendapati sang istri sudah tertidur pulas dengan baby Arthur ada dipelukannya .
Archie menatap wajah sang istri yang sudah berlayar di alam mimpinya terlihat sebuah gurat hitam dibawah mata teduhnya yang menandakan kalau istrinya kurang istirahat , niatnya untuk membangunkan sang istri pun ia batalkan karena tak tega kalau menganggu waktu istirahatnya . Archie pun memilih menikmati segelas latte vanilla seorang diri di ruang belajarnya ia berbicara melalui telepon dengan Rico dan memintanya untuk datang segera ke rumahnya . Setelah hampir 30 menit akhirnya mobil Rico terdengar berhenti di halaman rumah Archie , Rico kemudian turun dari mobilnya bersama dua orang pria yang Archie minta datang juga . Orang-orang itu lalu masuk ke dalam rumah itu dan langsung menuju ke ruang belajar dimana si empunya rumah sudah menunggu mereka .
" malam bos " sapa Rico begitu masuk ke dalam ruang belajar yang diikuti oleh kedua pria asing yang minta Archie bawa .
" sit down please " ucap Archie mempersilahkan kedua tamunya duduk sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna biru pada Rico yang sudah berdiri disampingnya .
Kedua tamunya kemudian duduk di kursi tepat didepan Archie , mereka masih terlihat bingung saat dijemput secara paksa oleh Rico dan dibawa ke rumah besar milik CEO muda itu. Archie hanya diam menunggu respon dari Rico yang masih sibuk membaca dokumen pemberian Archie , karena merasa kedua tamunya tak nyaman akhirnya Archie bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju ke rak besar yang berisi koleksi wine dan beberapa botol champagne mahal dari berbagai belahan dunia yang ada di ruangan itu . Archie memberikan dua gelas champagne. Gelas satu ini sering juga disebut flute. Bentuknya bagian atas lebih ramping dan bagian bawahnya lebih besar. Kaki gelas lebih tinggi dan semakin ke atas semakin mengecil.
" silahkan dinikmati " ucap Archie mempersilahkan kedua orang pria itu untuk ikut menikmati champagne yang sama seperti dirinya .
" terima kasih tuan besar " jawab kedua orang pria itu hampir bersamaan , mereka langsung menenggak minuman mahal itu dalam sekali tegukan sampai keduanya terbatuk-batuk hingga membuat Rico yang sedang serius membaca dokumen dari Archie ikut tertawa .
" rupanya kalian peminum yang hebat " puji Archie sambil menuangkan champagne lagi ke dalam gelas milik kedua tamunya itu .
Rico hanya tersenyum sinis saat melihat Archie menjamu kedua tamunya itu , ia tau betul maksud Archie sampai mau secara langsung menuangkan minuman mahal itu ke dua orang pria asing itu .
" saya rasa kita langsung ke intinya saja " ucap Rico sambil meletakkan berkas yang sudah selesai ia baca di atas meja .
" tuan Archie ingin membeli rumah yang ada di ujung jalan depan kampus Pelita Bangsa " imbuh Rico sambil menyodorkan berkas ke hadapan dua orang tamunya itu .
Seorang pria itu kemudian mengambil berkas itu lalu membacanya dengan seksama , rupaya berkas itu berisi informasi mengenai rumah itu yang terdiri dari luas tanah dan harganya yang membuat dua orang pria itu kaget .
" tapi tuan harga rumah itu sekarang sudah naik harga yang tercantum di dalam berkas ini adalah harga setahun lalu " ucap seorang pria yang berkacamata yang ternyata adalah agen properti untuk perumahan mewah itu .
" bukankah rumah itu masih belum membayar pajak bumi dan bangunan selama tiga tahun terahir ini , apabila kami membelinya dengan harga yang kalian tawarkan apakah itu tidak keterlaluan apalagi kami juga harus membayar pajak yang menunggak itu " jawab Rico sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi tagihan yang harus dibayar untuk rumah dan tanah itu .
Kedua orang agen properti itu langsung mati kutu tak bisa berkata-kata , karena apa yang diucapkan Rico adalah kenyataan . Rumah yang akan dibeli Archie sudah menunggak pembayaran pajak bumi dan bangunan senilai hampir 500 juta selama tiga tahun terahir karena pemilik sebelumnya sudah bangkrut dan tak mampu membayar pajak yang membengkak itu .
" bagaimana ? bukankah cara kalian terlalu licik " ucap Archie tiba-tiba yang membuat kaget kedua agen properti itu .
" tapi tapii tuan kamiii.... "
" baik kalau kalian masih main curang saya akan mengambil jalan lain , saya akan laporkan pada pihak berwajib karena kalian mencoba menipu seorang pengusaha asing yang sudah menetap lama di jakarta yang telah membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga Jakarta . Kira-kira apa yang akan terjadi pada kalian berdua akh tidak lebih tepatnya apa yang akan terjadi pada keluarga kalian dan perusahaan kalian , berapa banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya kalau perusahaan kalian saya tutup secara paksa ? " potong Archie cepat sehingga membuat kedua orang itu langsung membisu tak mampu menyelesaikan perkataannya .
__ADS_1
Brug
Kedua orang agen properti itu langsung berlutut dilantai begitu Archie berhenti berbicara , mereka terlihat gemetaran mendapat ancaman dari Archie yang terkenal tak ada belas kasih pada rival bisnisnya itu . Mereka meminta ampunan dari Archie karena mencoba menipu bos perusahaan besar itu , Rico hanya tesenyum tipis melihat dua orang itu meminta belas kasih dari Archie .
" karena sudah malam aku tak mau banyak bicara pada kalian . Besok pagi aku mau namaku sudah tercantum dalam berkas jual beli rumah itu dan harus sudah di sahkan oleh notaris itu sebelum ada dimeja kerjaku dikantor !!! waktu kalian tak boleh lebih dari jam 10 pagi " Ucap Archie dingin lalu meninggalkan kedua tamunya bersama dengan Rico di ruang belajar .
Sepeninggal Archie terlihat Rico masih menikmati champagne di gelasnya sambil terus mengintimidasi kedua orang agen properti yang sudah ketakutan itu . Karena tak tega akhirnya Rico mempersilahkan tamunya itu pulang supaya bisa melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Archie . Melihat kedua tamunya pergi ketakutan membuat Rico terhibur , saat ia menerima telepon dari Archie tadi sore sebenarnya ia sudah merasa ada hal buruk yang akan terjadi . Rupaya Archie berhasil mengetahui kecurangan yang akan dilakukan oleh kedua agen properti itu setelah Archie mengecek kembali tentang berkas-berkas rumah yang akan dibelinya sebagai hadiah kecil untuk Sasa , karena sudah bersabar melewati hari yang melelahkan selama kuliah sembari mengurus anak mereka yang tak bisa berjauhan terlalu lama dengan ibunya itu .
Rico pun masuk ke dalam kamarnya karena tak memungkinkan baginya untuk pulang jam 2 pagi , seperti kebiasaannya kalau kemalaman ia akan memilih tidur di rumah Archie .
Pagi hari diruang makan suasana pagi terlihat lebih ramai dengan kehadiran Rico , seperti biasanya ketika ada Rico di rumah itu baby Arthur pasti akan dia kuasai . Rico juga sayang sekali dengan pewaris Durran Internasional itu ia menganggap baby Arthur sebagai keponakan kandungnya sendiri . Archie hanya tersenyum tipis melihat Rico bercanda dengan anaknya di meja makan .
" kenapa sedikit sekali sarapannya sayang ? " tanya Archie cemas saat melihat nafsu makan Sasa tak seperti biasanya .
" sasa pengen cepet kekampus mas , lagi banyak tugas bikin pusing " jawab Sasa lesu ia pun naik ke kamarnya untuk mengambil tas nya .
" maaf sayang " ucap Archie lirih , ia merasa bersalah pada Sasa karena tak mengijinkan baby Arhur menyusu dari botol lagi dan mengharuskan Sasa ada di rumah tiap baby Arthur lapar .
" tak apa bos nanti istrimu pasti akan paham semua yang kau minta adalah demi kebaikan Arthur " bisik Rico lirih .
Archie mengangguk pelan merespon perkataan Rico dan karena alasan itulah ia memutuskan membeli rumah didekat kampus supaya istrinya tak terlalu kelelahan . Sasa turun dari tangga dengan membawa tas dan sebuah goody bag berisi buku pelajaran dan beberapa paper tugasnya , ia berpamitan pada Archie dan anaknya yang masih bermain dengan Rico lalu berangkat tanpa Archie yang masih duduk di meja makan .
Sang sopir hanya tersenyum tipis mendengar keluh kesah nyonya besarnya itu , ia kemudian mengirimkan pesan pada Archie yang berisikan laporan hariannya yang baru selain mengantar jemput Sasa ia juga ditugaskan melaporkan apapun yang Sasa ucapkan di dalam mobil pada Archie . Setelah meletakkan ponselnya sopir itu kemudian memacu mobilnya menuju kampus , tak begitu lama akhirnya mobil Sasa sampai dikampus dan sempat dibuat kaget saat melihat berbagai dekorasi apik yang terpasang di halaman kampusnya .
" acara apa kok aku ga tau " ucap Sasa lirih sabil terus mengamati halaman kampusnya yang sudah berhias banyak bunga dan banner lucu .
" jangan bilang kau lupa Farasya !! " bisik seorang gadis yang tiba-tiba merangkul Sasa dari belakang .
" apa ? " tanya Sasa bingung .
" hari ini ada festival dikampus dan kelas kita sudah mengirinkan namamu sebagai salah satu peserta yang akan tampil di festival kali ini sebagai penyanyi " jawab putri menjawab pertanyaan Sasa .
" whattttt !!!! nyanyi ??? akuu ??? wah gila si kalian , aku ga bisa nyanyi putriiii .... " teriak Sasa panik sampai goodie bag yang ia bawa jatuh karena kaget .
Putri langsung merapikan beberapa buku Sasa yang jatuh ke tanah dan dengan sigap merapikannya sebelum dikembalikan pada Sasa , ia kemudian menepuk pundak Sasa dengan pelan untuk menenangkannya .
" itu ide si cewek-cewek centil dikelas yang langsung nunjuk kamu jadi perwakilan kelas sa " bisik putri pelan sambil melihat sekeliling .
__ADS_1
" ya tapi aku ga bisa nyanyi suaraku ancur kali put " ucap Sasa lemas sambil berjalan ke kelas .
Putri langsung menggandeng tangan Sasa lalu berjalan bersama ke kelas dimana kelas itu sudah sangat ribut karena semua penghuni kelas nampak sangat antusias menyambut acara festival kampus yang diadakan di tiap tahun ajaran baru itu . Beberapa anak perempuan yang berkuasa dikelas langsung menghampiri Sasa dan memberikan kostum untuk Sasa pakai di acara kampus itu , Sasa tak bisa berkata-kata ketika melihat kostum yang mereka berikan itu .
Satu set pakaian ala siswa jepang lengkap dengan pita panjang untuk mengikat rambut juga , saat Sasa membuka kostum itu beberapa anak pria dikelasnya nampak bersiul menggodanya . Sasa hanya menggelang pelan melihat baju yang ia pegang itu , sepertinya teman-teman dikelasnya itu ingin mempermalukannya didepan orang banyak .
" lebih baik kamu aja yang pake misya " ucap Sasa sambil melempar baju itu kehadapan segerombolan genk dikelasnya itu dengan kasar .
" hehh ga punya sopan ya " bentar Tari si gadis yang paling berisik dikelas dibarengi umpatan-umpatan lainnya dari beberapa siswi lainnya .
Sasa hanya mengangkat bahunya keatas sambil menggeleng pelan lalu pergi keluar setelah menyambar tas dan goodie bag miliknya , ia berfikir untuk pulang saja karena acara kampusnya tak penting baginya . Ia tak menghiraukan makian-makian dari sekerumpulan gadis dibangku belakang yang menyebutnya sebagai pengecut karena tak mau tampil itu . Sasa berjalan santai melewati beberapa siswa yang nampak bersiap tampil , suara riang tawa mereka terdengar sangat menyenangkan .
" sepertinya masa-masa ini sudah tak menarik lagi bagiku , tujuanku hanya ingin menepati janjiku pada ibu bukan menjadi remaja lagi " ucap Sasa dalam hati sambil tersenyum melihat teman-temannya menari-nari di lapangan .
Langkah Sasa terhenti ketika melihat sosok yang sangat ia kenal tengah berjalan ke arahnya dengan menggendong baby Arthur yang nampak sangat menggemaskan itu , Archie berjalan bersama baby Arthur dan Rico yang mengekor dibelakang . Beberapa mahasiswi langsung menjerit kegirangan begitu melihat Archie yang sedang berjalan itu , mereka terpesona dengan keimutan baby Arthur . Begitupun teman-teman sekelas Sasa yang langsung salah tingkah ketika melihat Archie , mereka berbisik tepat dibelakang Sasa memuji ketampanan Archie .
Archie terus berjalan dikawal pengawalnya melewati Sasa dengan lirikan tajamnya , sementara baby Arthur seperti mengenali ibunya ia langsung menjerit kegirangan begitu melihat Sasa tapi Sasa tak bergeming masih berdiri ditempatnya melihat Archie berjalan masuk ke ruang direktur bersama Rico dan beberapa orang bodyguarnya .
drrttttt
Suara ponsel Sasa berdering saat ada pesan , Sasa dengan cepat membuka ponselnya dan membaca pesan singkat dari suaminya itu .
Arch :
kami khusus datang untuk melihat penampilan ibu lhooo..... :)
Sasa menelan salivanya begitu membaca pesan dari suaminya itu , bagaimana mungkin suaminya bisa tau kalau dikampusnya ada festival terlebih lagi ia juga tau kalau Sasa akan tampil . Ia hanya menatap jauh ke ruang direktur dimana suaminya masuk bersama anaknya .
" oke aku akan buktikan yang bisa menarik perhatian orang-orang dikampus ini bukan hanya kau Archie , jangan salahkan aku ya " ucap Sasa dengan kesal , ia lalu berjalan ke arah ruang wardobe untuk mencari pakaian yang pantas untuknya tampil diatas panggung .
" kita liat apa kemampuan vokalku sudah hilang atau belum " batin sasa dengan tersenyum tipis sambil memegang sebuah microphone dibalik panggung .
__ADS_1